HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Metode Diskusi dan Pemberian Tugas dari Motivasi Berprestasi dan Kreativitas

Judul Skripsi : Pengaruh Metode Diskusi dan Pemberian Tugas Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Kreativitas Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Dalam rangka meningkatkan pendidikan dan peningkatan pembangunan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, maju, tangguh, mandiri, cerdas dan kreatif, terampil berdisiplin, profesional, bertanggung jawab dan berproduksi serta sehat jasmani dan rohani maka diperlukan perbaikan dalam bidang pendidikan. Hal ini sesuai yang tercantum dalam GBHN 1993 (TAP MPR RI NO.II/MPR/1993 tentang GBHN).

Perbaikan di bidang pendidikan perlu diadakan usaha-usaha untuk menuai hasil belajar yang baik, terutama dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan lembaga-lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta dengan melalui peningkatan mutu guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana dan prasarana pendidian yang memadai. Peningkatan mutu guru di dalamnya menyangkut maslah peningkatan: penguasaan materi, kemampuan memilih metode yang tepat, kemapuan mengelola kelas, menggunkan alat peraga yang efektif dalam menyampaikan materi pelajaran.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran dengan metode diskusi dan pemberian tugas terhadap prestasi belajar fisika?
  2. Apakah ada pengaruh tingkat motivasi berprestasi siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika?
  3. Apakah ada pengaruh tingkat kreativitas siswa tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika?

 

C. Kajian Teori

Metode Diskusi

Metode diskusi merupakan salah satu metode dalam pembelajaran yang sering dilakukan oleh seorang guru di sekolah. Dalam metode diskusi ini intetaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif tidak ada yang pasif sebagai pendengar. Menurut Mulyani Sumantri (2001: 124) metode diskusi diartikan sebagai siasat “penyampaian bahan pengajaran yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematic”. Guru, peserta didik dan atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.

 

Metode Pemberian Tugas

Pemberian tugas terstruktur sebelum materi diajarkan akan mendorong siswa untuk belajar sendiri, sehingga dapat aktif mengikuti kegiatan pendidikan dan hasil belajarnya optimal. Memberi tugas terstruktur sebelum materi yang berhubungan dengan tugas-tugas tersebut diajarkan akan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar sendiri dan menemukan konsep sendiri (Catur Sutejo, 1995: 20).

 

Pengertian Motivasi Berprestasi

menurut Arifin (1993: 3) menyatakan bahwa prestasi adalah “kemampuan, ketrampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal”. Indikartor motivasi berprestasi terdiri dari:

  • Harapan untuk sukses
  • Kekawatiran akan gagal
  • Keinginan untuk memperoleh nilai yang tinggi.

Sedangkan Harrocks yang dikutip oleh Parwinando Agus Pertiwi (2004), prestasi adalah kebutuhan psikologis untuk memperoleh, mencapai, menerima, menangkap dan sebagainya. Untuk mencapai hasil yang terbaik dalam kegiatan belajar, pada dasarnya berkaitan erat dengan harapan untuk sukses, kekhawatiran akan gagal dan keinginan memperoleh nilai yang tinggi.

 

Alat Ukur Motivasi Berprestasi

Alat ukur motivasi berprestasi berupa angket, indikator yang digunakan diambil dari Robinson. Ada empat indikator yang digunakan, yaitu harapan untuk sukses, bekerja keras, kekhawatiran akan gagal dan keinginan memperoleh nilai yang tinggi. Indikator tersebut dijabarkan dalam instrument dengan menggunakan alternatif jawaban berupa skala sikap yang dikemukakan oleh Likert.

 

Pengertian Kreativitas

Perkataan kreativitas sering kita dengar dalam percakapan sehari hari, namun tidak semua orang yang memahami arti penggunaan kreativitas secara pasti dari. Menurut West (2000: 14) kreativitas adalah penyatuan pengetahuan dari berbagai bidang pengalaman yang berlainan untuk ide-ide yang baru dan lebih baik. Kreatilitas adalah pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi, ditafsirkan bahwa kreatititas adalah sebagai suatu bentuk karya cipta baru yang dapat diterima oleh kalangan umum serta berguna untuk dipertahankan dan memuaskan kepentingan manusia pada periode tertentu. Batasan lain tentang kreativitas disampaikan oleh Conny (1992: 229), menyatakan bahwa “Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkan dalam pemecahan masalah-masalah konsep”.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling, terdiri dari 2 kelas. Kelas VII B menggunakan metode diskusi dan kelas VII C menggunakan metode pemberian tugas.

Data diambil dari tes untuk prestasi belajar siswa, sedangkan angket untuk motivasi berprestasi dan kreativitas siswa.

Untuk uji hipotesis menggunakan ANOVA dengan desain faktorial 2 x 2 x 2.

 

E. Kesimpulan

1. Tidak ada pengaruh penggunaan metode Diskusi dan Pemberian Tugas terhadap prestasi belajar Fisika pada materi besaran dan satuan. Kedua model pembelajaran ini sama kuat pengaruhnya terhadap prestasi belajar Fisika pada materi materi besaran dan satuan. Hal ini dapat dilihat pada rata-rata nilai prestasi belajar yang menunjukkan lebih tinggi daripada kriteria ketuntasan minimal (KKM: 60) yang dipatok. Rerata pada kelas yang dibelajarkan melalui metode diskusi adalah 81,50. Sedangkan pada siswa yang dibelajarkan dengan metode pemberian tugas tugas diperoleh rerata 82,40; sama-sama memenuhi harapan. Metode Pemberian Tugas materi besaran dan satuan lebih unggul hasilnya meskipun hasil keduanya sudah memenuhi harapan.

2. Ada pengaruh Motivasi Berprestasi siswa terhadap prestasi belajar Fisika pada materi besaran dan satuan . Hasil uji lanjutnya memberikan informasi dimana siswa yang memiliki kategori motivasi berprestasi tenggi mendapatkan rerata prestasi relatif lebih tinggi yaitu 84,867 sedangkan siswa yang memiliki kategori motivasi berprestasi rendah mendapatkan rerata prestasi 78,200. Ada pengaruh Motivasi Berprestasi siswa terhadap prestasi belajar Fisika pada materi besaran dan satuan. Uji lanjut menunjukkan bahwa p-value Motivasi berprestasi siswa = 0,003 < 0,050 .

3. Ada pengaruh Kreativitas terhadap prestasi belajar Fisika pada materi besaran dan satuan. Uji lanjut menunjukkan bahwa p-value Kreativitas siswa = 0,001 < 0,050. Tingkat Kreativitas siswa memberikan efek berbeda terhadap pencapaian prestasi belajar Fisika, dimana siswa yang memiliki tingkat Kreativitas tinggi dan rendah mendapatkan rerata prestasi berbeda, yaitu 85,000 dengan standar deviasi 9,085 dan 77,824 dengan besar standar deviasi 9,849.

Incoming search terms:

Leave a Reply