HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pengaruh Elemen Solo Batik Carnival Terhadap Kepuasan Wisatawan dan Word Of Mouth

Judul Skripsi : Pengaruh Elemen Solo Batik Carnival Terhadap Kepuasan Wisatawan dan Word Of Mouth yang Dikontrol Karakteristik Demografi dan Karakteristik Perjalanan

 

A. Latar Belakang

Kota yang memiliki nama lain Kota Surakarta ini, merupakan salah satu kota terbesar di propinsi Jawa Tengah. Secara geografis dan administratif Solo berlokasi di tengah eks-Karisidenan Surakarta yang wilayahnya meliputi Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Kota ini menempati posisi penting dalam peta politik nasional. Seiring dengan adanya semangat otonomi daerah, setiap daerah harus berkompetisi agar tetap bertahan dengan mengandalkan potensi yang dimilikinya. Ini pulalah yang pada akhirnya melahirkan pemikiran pemerintah Solo untuk membuat branding tersendiri bagi kota budaya yang mencerminkan karakteristik dan potensi wilayah tersebut.

City Branding adalah proses atau usaha membentuk merek dari suatu kota untuk mempermudah pemilik kota tersebut untuk memperkenalkan kotanya kepada target pasar (investor, tourist, talent, event) kota tersebut dengan menggunakan kalimat positioning, slogan, icon, eksibisi, dan berbagai media lainnya. Sebuah city branding bukan hanya sebuah slogan atau kampanye promosi, akan tetapi suatu gambaran dari pikiran, perasaan, asosiasi dan ekspektasi yang datang dari benak seseorang ketika seseorang tersebut (prospek atau customer) melihat atau mendengar sebuah nama, logo, produk, layanan, event, ataupun berbagai simbol dan rancangan yang menggambarkannya (Riyadi, 2009)

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat hubungan antara elemen pendukung SBC dengan kepuasan wisatawan?
  2. Apakah terdapat perbedaan kepuasan wisatawan dalam karakteristik demografi?
  3. Apakah terdapat perbedaan kepuasan wisatawan dalam perilaku perjalanan?

 

C. Tinjauan Pustaka

City Branding

City Branding adalah proses atau usaha membentuk merek dari suatu kota untuk mempermudah pemilik kota tersebut untuk memperkenalkan kotanya kepada target pasar (investor, tourist, talent, event) kota tersebut dengan menggunakan kalimat positioning, slogan, icon, eksibisi, dan berbagai media lainnya. Sebuah city branding bukan hanya sebuah slogan atau kampanye promosi, akan tetapi suatu gambaran dari pikiran, perasaan, asosiasi dan ekspektasi yang datang dari benak seseorang ketika seseorang tersebut (prospek atau customer) melihat atau mendengar sebuah nama, logo, produk, layanan, event, ataupun berbagai simbol dan rancangan yang menggambarkannya (Riyadi, 2009).

 

Solo Batik Carnival (SBC)

Solo Batik Carnival adalah suatu karnaval yang berbasis masyarakat dengan menggunakan batik, sebagai sumber ide dasar dan spirit kreativitas masyarakat, yang selaras dengan Kota Solo. Berharap karnaval ini akan lebih mendekatkan masyarakat Solo terhadap kearifan lokal kotanya dan mencintai pertumbuhan kotanya yang makin plural dan multikultural. Oleh karena itu, untuk mematangkan kualitas karnaval, peserta akan mengikuti workshop untuk menggali kreativitas dan memahami apa esensi karnaval itu.

 

Atribut / Elemen Budaya

Mayo (1973), menggunakan atribut budaya yang umum seperti topografi, iklim, penduduk penduduk, gaya hidup, dan karakter rekreasi. Andersen, Prentice dan Guerin (1997), menggunakan atribut berikut dalam penelitian mereka tentang tujuan wisata budaya di Demark, yaitu bangunan bersejarah, museum, galeri, teater, festival, belanja, makanan, tempat, orang terkenal, istana, olahraga dan kota-kota tua. Sofield dan Li (1995) menggunakan atribut berikut dalam penelitian mereka di Cina, yaitu sejarah, budaya, festival tradisional, peristiwa sejarah, pemandangan yang indah, situs sejarah, arsitektur, kesenian rakyat (musik, tarian, kerajinan) dan desa budaya.

 

Karakteristik Demografi

Sebagaimana dikemukakan oleh Assael (1998), bahwa segmentasi konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan demografi, psikografis, geografis dan perilaku. Segmentasi demografi membagi konsumen berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, status perkawinan, pendapatan, agama dan kebangsaan. Faktor demografi ini merupakan dasar yang paling populer dalam mengklasifikasi konsumen. Salah satu alasannya adalah bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen biasanya berhubungan erat dengan variabel- variabel demografi.

 

Kepuasan Wisatawan

Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang dirasakan terhadap kinerja atau hasil yang diharapkan. Jika kinerja berada di bawah harapan, maka konsumen tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, maka konsumen puas. Jika kinerja melebihi harapan, maka konsumen amat puas atau senang (Kotler 2003).

 

D. Metode Penelitian

Sampel dalam penelitian ini sebanyak 180 orang dengan menggunakan metode convenience sampling.

Pengujian validitas menggunakan Confirmatory Factor Analysis dan pengujian reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Hierarchical Regression.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut Solo Batik Carnival berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas dari atribut Solo Batik Carnival akan meningkatkan kepuasan wisatawan yang menyaksikan acara tersebut.

2. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin responden, asal daerah responden dan pendapatan responden yang menunjukkan adanya perbedaan kepuasan wisatawan dalam karakteristik demografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap wisatawan yang menyaksikan Solo Batik Carnival baik pria atau wanita, yang berasal dari Surakarta maupun yang berasal dari luar Surakarta, dan dengan tingkat pendapatan tertentu akan merasakan kepuasan yang berbeda-beda terhadap acara Solo Batik Carnival yang telah mereka saksikan.

3. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel KPP1 (pernah atau tidak menyaksikan karnaval lain kecuali SBC dalam kurun waktu 2 tahun) yang menunjukkan adanya perbedaan kepuasan wisatawan dalam karakteristik perilaku perjalanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap wisatawan yang menyaksikan Solo Batik Carnival, baik yang pernah atau tidak pernah ke karnaval lain kecuali SBC dalam kurun waktu 2 tahun, akan merasakan kepuasan yang berbeda-beda terhadap acara Solo Batik Carnival yang mereka saksikan.

Incoming search terms:

Leave a Reply