HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendekatan Cooperative Learning Model STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi

Judul Skripsi : Penerapan Pendekatan Cooperative Learning Model Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 5 Sekolah Dasar Plus Rahmat Kediri

 

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu metode pembelajaran kooperatif yang diharapkan dapat menjadikan proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien adalah model Student Teams Achievement Divisions (STAD). Hasil yang diharapkan dari STAD adalah memotivasi siswa untuk mendorong dan membantu satu sama lain dalam mengusai ketrampilan-ketrampilan yang disajikan oleh guru. Bila siswa menginginkan agar kelompok memperoleh penghargaan, maka mereka harus membantu kelompoknya untuk melakukan yang terbaik, bahwa belajar merupakan sesuatu yang menyenangkan, penting, dan berharga.

Dengan motivasi maupun minat tersebut besar pengaruhnya terhadap aktifitas belajar siswa. Siswa yang berminat dan termotivasi terhadap suatu pelajaran akan mempelajari pelajaran yang diminatinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Juga mengingat banyak pendapat bahwa perolehan hasil belajar mempunyai hubungan yang kuat dengan motivasi belajar siswa, maka dalam penelitian tindakan ini diharapkan penggunaan pendekatan kooperatif model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar yang akan mempengaruhi perolehan hasil belajar.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar siswa?
  2. Bagaimanakah penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa?

 

C. Landasan Teori

Motivasi Belajar

Motivasi merupakan suatu pendorong untuk berbuat dengan tujuan untuk mencapai tujuan hidup. Menurut Purwanto (1990 : 73) motivasi adalah usaha yang didasari untuk menggerakkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Marhaeni (2005 : 65) menyatakan bahwa motivasi adalah kondisi yang muncul dari dalam diri individu yang disebabkan oleh interaksi antara motif dengan kejadiankejadian yang diamati oleh individu sehingga mendorong mengaktifkan perilaku menjadi suatu tindakan nyata.

 

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Menurut Eggen and Kauchak (1996 : 279) pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pembelajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakang.

 

Model Student Teams Achievement Divisions (STAD)

Pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu model dari pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4 – 5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.

 

Mata Pelajaran Matematika

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori ilmu bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini (Depdiknas, 2007)

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dengan tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu :

  • perencanaan tindakan
  • pelaksanaan tindakan
  • pengamatan
  • refleksi

Setiap siklus dilaksanakan pada satu kompetensi dasar.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara yaitu :

  • observasi
  • tes
  • angket

 

E. Kesimpulan

1. Penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif model STAD pada pelajaran matematika kelas 5 SD Plus Rahmat efektif meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari temuan di kelas, baik yang ditunjukkan dalam proses kegiatan belajar mengajar maupun hasil angket motivasi. Dari segi proses kegiatan belajar mengajar ditunjukkan oleh :

  • Siswa merasa senang mengikuti pembelajaran dengan pendekataan kooperatif.
  • Siswa merasa senang karena selama pembelajaran bisa saling membantu melalui ilmu yang dimilikinya dengan temannya.
  • Siswa antusias mengikuti setiap tahapan dalam pembelajaran kooperatif.
  • Siswa lebih tekun dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Sedangkan dari hasil angket motivasi terlihat adanya penngkatan yang cukup signifikan antara motivasi belajar siswa pada kondisi awal dengan motivasi belajar siswa pada kondisi akhir.

2. Penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif model STAD pada pelajaran matematika kelas 5 SD Plus Rahmat efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari nilai akhir dan rata-rata kelas yang mengalami peningkatan dan semuanya mencapai nilai ketuntasn minimum (KKM) 75. Pada siklus 1 dengan materi KD 1.1 di awal hasil tes mempunyai capaian rata-rata kelas 45,41 dengan jumlah siswa tuntas 3 anak dari 37 siswa (8,11 %), pada hasil tes akhir diperoleh rata-rata kelas 84,32 dengan semua siswa memperoleh nilai di atas 75. Pada siklus 2 dengan materi KD 1.2 di awal hasil tes mempunyai capaian rata-rata kelas 48,97 dengan jumlah siswa tuntas 3 anak dari 37 siswa (8,11 %), pada hasil tes akhir diperoleh rata-rata kelas 84,65 dengan semua siswa memperoleh nilai di atas 75. Sedangkan pada siklus 3 dengan materi KD 1.3 di awal hasil tes mempunyai capaian rata-rata kelas 49,84 dengan jumlah siswa tuntas 2 anak dari 37 siswa (5,41 %), pada hasil tes akhir diperoleh rata-rata kelas 84,97 dengan semua siswa memperoleh nilai di atas 75.

Incoming search terms:

Leave a Reply