HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembuatan Mesin Press Hidrolik Untuk Pengambilan Minyak Dari Biji Bijian

INTISARI

Minyak nabati merupakan minyak yang dihasilkan dari biji bijan. Disamping kegunaannya sebagai bahan pangan, lemak dan minyak juga berfungsi sebagai bahan pembuat sabun, bahan campuran kosmetik, obat-obatan, pengkilap cat, dan alternatif bahan bakar biodiesel yang sekarang ini sedang makin dikembangkan. Metode pengambilan minyak dari biji-bijian terdiri dari beberapa cara yaitu dengan rendering (wet rendering dan dry rendering), ekstraksi dengan pelarut dan dengan metode pengepresan mekanis. Tujuan tugas akhir ini adalah membuat mesin press hidrolik yang digunakan untuk mengepres biji bijian sehingga dapat diperoleh minyak dari hasil pengepresan tersebut. Metode pengepresan ini sangat cocok digunakan untuk biji bijian dengan kandungan minyak yang tinggi. Mesin press hidrolik digerakkan secara manual. Pemilihan metode ini disertai pertimbangan yaitu pengoperasian mesin press hidrolik cukup sederhana dan membutuhkan waktu yang relatif singkat dalam proses pengepressannya. Mesin press hidrolik ini dibuat dengan menggunakan bahan yang tahan korosi untuk skala kecil (laboratorium).

Mesin press hidrolik mempunyai komponen utama yaitu dongkrak hidrolik dengan disertai tabung pengepressan, piston penekan, handle, frame, dan tempat penampungan minyak. Biji-bijian yang telah mengalami perlakuan pendahuluan yang meliputi pemanasan awal, penggilingan dan pemanasan akhir dibagi menjadi 3 bagian. Tiap bagian dimasukkan terlebih dahulu ke dalam kain saring kemudian dimasukkan ke dalam tabung pengepress, setelah bahan telah disiapkan maka ulir mulai diturunkan dan dongkrak hidrolik mulai dioperasikan untuk mengepress bahan. Pembacaan tekanan dilakukan pada saat minyak mulai keluar dari bahan. Biji bijian yang digunakan adalah biji kemiri, biji kacang, biji karet dan daging buah dari kelapa.

Dengan menggunakan mesin press hidrolik tersebut untuk 1 kg biji-bijian diperoleh minyak kemiri sebesar 28,52 %, minyak kacang sebesar 5,91%, minyak karet sebesar 4,73 %, minyak kelapa sebesar 10,5%

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pada pengolahan minyak atau lemak, pengerjaan yang dilakukan tergantung pada sifat alami minyak atau lemak tersebut dan juga tergantung dari hasil akhir yang dikehendaki. Ekstraksi adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak atau lemak. Adapun cara ekstraksi ini bermacam-macam, yaitu rendering (dry rendering dan wet rendering), pengepressan mekanis (mechanical expression) dan ekstraksi dengan pelarut (solvent extraction). Rendering merupakan suatu cara ekstraksi minyak atau lemak dari bahan yang mengandung minyak atau lemak dengan kadar air yang tinggi. Pada proses ini, penggunaan panas adalah hal yang spesifik, yang bertujuan untuk menggumpalkan protein pada dinding sel bahan dan untuk memecahkan dinding sel tersebut sehingga mudah ditembus oleh minyak yang ada di dalamnya. Menurut pengerjaannya rendering dibagi dalam dua cara yaitu wet rendering dan dry rendering.

Pengepressan mekanis merupakan ekstraksi minyak atau lemak terutama untuk bahan biji-bijian. Cara ini untuk memisahkan minyak dari bahan yang berkadar minyak tinggi (30-70%). Ekstraksi dengan pelarut merupakan ekstraksi minyak atau lemak dengan melarutkan minyak atau lemak dalam pelarut minyak atau lemak yang sesuai. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi adalah pelarut yang mudah menguap pada suhu kamar seperti n-heksan, petroleum eter, benzene. Metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama serta pemilihan jenis pelarut yang tepat untuk dapat melarutkan komponen bahan yang dikehendaki (Ketaren, 1986).

Berdasarkan proses-proses ekstraksi yang ada di atas dipilih metode pengepressan mekanis yang menggunakan mesin press hidrolik yang digerakkan secara manual. Pemilihan metode ini disertai pertimbangan yaitu pengoperasian mesin press hidrolik cukup sederhana dan membutuhkan waktu yang relatif singkat dalam proses pengepressannya. Mesin press hidrolik ini dibuat dengan menggunakan bahan yang tahan korosi untuk skala kecil (laboratorium). Disamping kegunaannya sebagai bahan pangan, lemak dan minyak juga berfungsi sebagai bahan pembuat sabun, bahan campuran kosmetik, obat-obatan, pengkilap cat, dan alternatif bahan bakar biodiesel yang sekarang ini sedang makin dikembangkan. Mengingat akan minyak yang dihasilkan dari biji bijian tersebut memiliki tingkat keasaman yang tinggi, maka mesin press hidrolik yang dibuat menggunakan bahan stainless steel untuk mencegah terjadinya korosi pada alat. Mesin press hidrolik ini juga dilengkapi dengan indikator tekanan (manometer) sehingga tekanan yang dibutuhkan untuk mengepress bahan dapat diketahui.

Incoming search terms:

Leave a Reply