HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Koordinasi Mata-Tangan terhadap Keterampilan Servis Panjang dlm Bulutangkis

Judul Skripsi : Pengaruh Metode Pembelajaran dan Koordinasi Mata-Tangan terhadap Keterampilan Servis Panjang dalam Bulutangkis (Studi Eksperimen Dengan Metode Pembelajaran Massed Practice dan Distributed Practice Terhadap Keterampilan Servis Panjang dalam Bulutanglis Pada Siswa Kelas 5 Putra SDN 03 dan SDN 04 Bejen, Karanganyar)

 

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, melalui aktivitas jasmani yang dikelola secara sistematik untuk menuju manusia Indonesia seutuhnya. Penyelenggaraan pendidikan jasmani mempunyai tujuan yang jelas, ialah untuk menciptakan dan menyediakan suatu situasi yang dapat membantu keseimbangan perkembangan intelegensi, fisik, moral dan estetis. Tujuan yang paling utama dari pendidikan jasmani adalah menciptakan manusia Indonesia seutuhnya yaitu baik jasmani maupun rohaninya. Penyajian pendidikan jasmani di Sekolah Dasar (SD) disesuaikan dengan tujuan pendidikan serta harus memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak sesuai dengan usianya. Cabang olahraga yang diajarkan dalam pendidikan jasmani di sekolah meliputi atletik, permainan, dan senam.

Dari beberapa cabang olahraga tersebut salah satunya adalah cabang olahraga permainan. Cabang olahraga permainan yang diajarkan di SD salah satunya adalah cabang olahraga bulutangkis. Permainan bulutangkis yang dilakukan sekarang ini, baik sebagai pengisi waktu luang maupun untuk pertandingan, telah melewati proses perkembangan yang menarik baik dari segi kualitas permainan dan peraturannya, dari segi teknik, taktik maupun dari segi sistem atau pola yang sering dipakai.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Adakah pengaruh metode pembelajaran massed practice dan distributed practice terhadap keterampilan servis panjang dalam bulutangkis pada siswa putra kelas 5 SDN 03 dan SDN 04 Bejen, Karanganyar?
  2. Adakah pengaruh koordinasi mata-tangan tinggi dan mata-tangan rendah terhadap keterampilan servis panjang dalam bulutangkis pada siswa putra kelas 5 SDN 03 dan SDN 04 Bejen, Karanganyar?
  3. Adakah pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan koordinasi matatangan terhadap keterampilan servis panjang dalam bulutangkis pada siswa putra kelas 5 SDN 03 dan SDN 04 Bejen, Karanganyar?

 

C. Kajian Teori

Metode Pembelajaran Massed Practice

Metode pembelajaran massed practice merupakan metode pembelajaran yang pelaksanaannya tanpa diselingi istirahat diantara waktu pembelajaran sampai batas waktu yang ditentukan (Drowatzky, 1981 : 243). Metode pembelajaran ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan dan akan merangsang kemampuan otot yang dibutuhkan dalam cabang olahraga bulutangkis untuk membantu mencapai prestasi yang lebih baik.

 

Metode Pembelajaran Distributed Practice

Metode pembelajaran distributed practice merupakan suatu bentuk atau metode pembelajaran keterampilan olahraga yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan sering diselingi waktu istirahat. Metode pembelajaran distributed practice ini dapat pula diterapkan dalam permainan bulutangkis khususnya dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan servis panjang.

 

Koordinasi Mata-Tangan

Koordinasi adalah suatu kemampuan biomotorik yang sangat kompleks. Koordinasi erat hubungannya dengan kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas dan sangat penting untuk mempelajari dan menyempurnakan teknik dan taktik.Koordinasi gerakan itu sendiri dapat berbagai macam seperti koordinasi matakaki (foot-eye coordination) seperti misalnya dalam keterampilan menendang bola, atau koordinasi mata-tangan (eye-hand coordination) seperti misalnya keterampilan melempar suatu obyek ke sasaran tertentu. Beberapa aktivitas membutuhkan koordinasi menyeluruh (over-all coordination) dari tubuh, misalnya keterampilan senam. Dan koordinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah koordinasi mata-tangan. Jadi yang dimaksudkan dengan kordinasi mata-tangan dalam penelitian ini adalah kordinasi antara mata (penglihatan) dengan gerakan tangan dalam keterampilan servis panjang bulutangkis.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang terdiri dari dua variabel bebas manipulatif, variabel bebas atributif dan variabel terikat. Rancangan penelitian adalah desain faktorial 2 x 2.

Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas 5 SDN 03 dan SDN 04 Bejen, Karanganyar berjumlah 40 orang yang diambil dengan purposive sampling.

Instrumen penelitian terdiri dari 1) Tes koordinasi mata tangan, 2) Metode pembelajaran, 3) Tes keterampilan servis panjang dalam bulutangkis.

Teknik analisis data menggunakan anava dua jalur dengan taraf signifikansi ? = 0,05.

 

E. Kesimpulan

1. Ada pengaruh metode pembelajaran massed practice dan distributed practice dalam meningkatkan keterampilan servis panjang dalam permainan bulutangkis, Pengaruh metode pembelajaran distributed practice lebih baik dari pada massed practice dalam meningkatkan keterampilan servis panjang dalam permainan bulutangkis.

2. Ada pengaruh koordinasi mata-tangan tinggi dan koordinasi mata-tangan rendah terhadap keterampilan servis panjang dalam permainan bulutangkis. Peningkatan keterampilan servis panjang dalam permainan bulutangkis pada siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi lebih baik dari pada yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah.

3. Terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan koordinasi matatangan terhadap keterampilan servis panjang dalam permainan bulutangkis.

  1. Siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi lebih cocok jika diberikan metode pembelajaran practice distributed.
  2. Siswa dengan koordinasi mata-tangan rendah lebih cocok jika diberikan metode pembelajaran massed practice.
Incoming search terms:

Leave a Reply