HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Ektivitas Program Pemberian Tablet Merah Terhadap Peningkatan Hemoglobin Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan

ABSTRAK

Saat ini, angka kematian ibu hamil di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN yakni 307 dari 100 ribu kelahiran. Kontribusi anemia terhadap kematian ibu mencapai 50 % hingga 70 %. Sejak tahun 1974, Departemen Kesehatan melakukan program suplementasi tablet besi (yang seterusnya disebut dengan tablet merah) pada ibu hamil yang berjumlah 90 tablet, tiap tablet salut berisi Ferro Sulfat 200 mg dan Asam Folat 0,25 mg. Namun prevalensi anemia ibu hamil masih mencapai 80 %. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas program pemberian tablet merah terhadap peningkatan hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre and post test design dan menggunakan pendekatan komparatif. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 2 dengan anemia ringan yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Guntur I, serta tercatat di wilayah Puskesmas Guntur I yang berjumlah 30 subyek. Data diperoleh dengan pemeriksaan hemoglobin langsung kepada ibu hamil dan kuesioner yang dibagikan. Sebagai variabel terikat adalah peningkatan kadar hemoglobin, dan variabel bebas yaitu pemberian tablet merah. Variable perancu penelitian ini terdiri dari kepatuhan, tingkat pengetahuan, tingkat sosial-ekonomi, dan kecukupan zat gizi. Analisis penelitian yang digunakan menggunakan Chi-Square.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa variable perancu mempunyai hubungan yang tidak signifikan dengan efektivitas program pemberian tablet merah terhadap peningkatan hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Hasil penelitian dianalisis dengan Chi-Square test, diperoleh nilai Chi-Square hitung 0,513, maka hipotesa diterima. Ini menunjukkan bahwa program pemberian tablet merah tidak efektif terhadap peningkatan hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Cara paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan pemberian tablet merah kepada ibu hamil sejak awal trimester dan berkesinambungan selama 3 bulan serta lebih memperhatikan dosis dan aturan minum sesuai penyebab dan derajat anemia, sehingga penanganan anemia dapat teratasi dengan lebih baik.

Kata Kunci : Efektivitas, Pemberian tablet merah, Peningkatan hemoglobin, Ibu hamil anemia ringan

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi kesehatan lengkap / tesis kesehatan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11 gr/dl pada trimester 1 dan 3, atau kadar < 10,5 gr/dl pada trimester 2 (Saifudin, 2001). Anemia merupakan masalah kesehatan lain yang paling banyak ditemukan pada ibu hamil. Kurang lebih 50 % atau 1 diantara 2 ibu hamil di Indonesia menderita anemia (Anonim a, 2005). Anemia adalah penyakit yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Akibatnya, fungsi dari hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh tidak berjalan dengan baik. Jika anemia terjadi pada ibu hamil, maka asupan oksigen untuk janin pun akan berkurang. Hal ini akan menghambat pertumbuhan organ-organ pada janin, termasuk organ-organ yang penting semisal otak. Tak hanya mengancam pertumbuhan janin, anemia juga merupakan penyebab utama kematian ibu hamil saat melahirkan. Biasanya, kematian terjadi akibat perdarahan (Anonim b, 2006). Menurut WHO, 40 % kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan (Saifudin, 2001).

Saat ini, angka kematian ibu hamil di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN yakni 307 dari 100 ribu kelahiran. Bandingkan dengan Malaysia, yang hanya 40-50 dari 100 ribu kelahiran (Anonim b, 2006). Kontribusi anemia terhadap kematian ibu di Indonesia diperkirakan mencapai 50 % hingga 70 %. Dengan kata lain bahwa 50 % hingga 70 % kematian ibu di Indonesia sesungguhnya dapat dicegah apabila prevalensi anemia ibu hamil dapat ditekan sampai serendah-rendahnya (Hadi, 2002). Anemia ibu hamil bisa terjadi akibat kekurangan zat besi yang disebut anemia defisiensi besi. Selain itu bisa juga karena kekurangan asam folat dan vitamin B12 yang disebut anemia megaloblastik (Anonim c, 2006). Dalam penanggulangan anemia pada ibu hamil, Departemen Kesehatan menyusun program kuratif dengan pemberian tablet tambah darah kepada seluruh ibu hamil, dimana Dinas Kesehatan sebagai ujung tombak pelaksana pemberian tablet tambah darah tersebut. Tablet tambah darah (yang seterusnya dikenal dengan tablet merah) diberikan kepada seluruh ibu hamil berjumlah 90 tablet, tiap tablet salut berisi Ferro Sulfat 200 mg dan Asam Folat 0,25 mg.

Sejak tahun 1974 pemerintah telah melakukan program suplementasi besi pada ibu hamil melalui puskesmas dan posyandu. Namun sekalipun suplementasi besi pada ibu hamil telah lama dikerjakan dibeberapa kabupaten di Jawa Tengah, prevalensi anemia pada ibu hamil masih mencapai 80 % (Anonim d, 2001). 62,3 % anemia ibu hamil terjadi karena defisiensi besi dan 37,7 % karena anemia dengan penyebab yang lain (Wiknjosastro, 1999). Untuk itu peneliti tertarik untuk mengetahui efektivitas program pemberian tablet merah terhadap peningkatan hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan.

Leave a Reply