HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis tentang Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum KTSP

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi akuntansi lengkap / tesis akuntansi lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

a. Neti Budiwati, dkk (Universitas Pendidikan Indonesia, 2007),

Melakukan penelitian dengan judul “Tantangan Profesionalisme dan Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kompetensi profesional guru pada tingkat yang tinggi, mencapai 74% dari skala ideal. Secara keseluruhan tingkat kompetensi pedagogik guru pada tingkat yang tinggi mencapai 72,29% dari skala ideal. Ini mengindikasikan bahwa guru telah siap mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

b. Agus Riyanto (Universitas Negeri Yogyakarta, 2012),

Melakukan penelitian dengan judul “Studi Kasus Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Mata Pelajaran Produktif di Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Yogyakarta”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  1. Perencanaan pembelajaran memiliki ketercapaian sebagai berikut:
    • pembuatan silabus masuk pada kategori Cukup (C) dengan ketercapaian 60,42%;
    • pembuatan RPP masuk pada kategori Sangat Baik (A) dengan ketercapaian 95,83%;
    • penyusunan dokumen pendukung (prota/promes, pemetaan kompetensi dasar, analisis alokasi waktu) masuk pada kategori Baik (B) dengan ketercapaian 89,63%;
    • perencanaan sumber belajar/bahan ajar masuk pada kategori Sangat Baik (A) dengan ketercapaian 100%;
  2. Pelaksanaan pembelajaran memiliki ketercapaian sebagai berikut:
    • kegiatan pendahuluan masuk pada kategori Sangat Baik (A) dengan ketercapaian 93,75%;
    • inti masuk pada kategori Baik (B) dengan ketercapaian 88,89%;
    • kegiatan penutup masuk pada kategori Sangat Baik (A) dengan ketercapaian 100%;
    • kegiatan remedial dan pengayaan masuk pada kategori Cukup (C) dengan ketercapaian 72,92%;
  3. Penilaian hasil belajar memiliki ketercapaian sebagai berikut:
    • perencanaan penilaian masuk pada kategori Baik (B) dengan ketercapaian 87,5%;
    • pelaksanaan penilaian masuk pada kategori Sangat Baik (A) dengan ketercapaian 100%;
    • pengolahan hasil penilaian masuk pada kategori Sangat Baik (A) dengan ketercapaian 100%.

c. I Nengah Edi Imawan (2010),

Melakukan penelitian skripsi dengan judul Relevansi Kurikulum Program Produktif Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK N 3 Yogyakarta Terhadap Kebutuhan Dunia Usaha/Industri Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM)”.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum program produktif KKTKR SMK N 3 Yogyakarta terdiri dari 25 SK dan 130 KD. Kebutuhan DUDI ATPM di Yogyakarta terdiri dari 32 SK dan 172 KD. Semua kurikulum program produktif KKTKR dibutuhkan di DUDI ATPM Yogyakarta. Dengan kebutuhan DUDI memiliki rerata persentase 82 %. Ini mengindikasikan bahwa tingkat relevansi kurikulum SMK N 3 Yogyakarta sangat relevan.

d. Septi Nur Anggraeni (2008)

Melakukan penelitian dengan judul “Kesiapan Guru Sekolah Menengah Kejuruan dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Studi Kasus di SMK Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008).

Hasil penelitian menujukkan bahwa :

  • guru di SMK Negeri 2 Surakarta dikategorikan siap dalam melaksanakan pengembangan program;
  • guru di SMK Negeri 2 Surakarta dikategorikan siap dalam melaksanakan proses pembelajaran;
  • guru di SMK Negeri 2 Surakarta dikategorikan siap dalam malaksanakan penilaian hasil belajar.

Temuan ini mengindikasikan bahwa guru di SMK Negeri 2 Surakarta telah siap dalam mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

e. Sumarno (Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang, 2009),

Melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Profesionalisme Guru terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes”.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh postif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri Kecamatan Paguyangan sebesar 25,8%, profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan koefisien determinasi sebesar 39,4 %.

f. Susilawati (Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, 2009),

Melakukan penelitian dengan judul “Evaluasi Penerapan KTSP pada MI di Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu”.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan KTSP di MI Kabupaten Rejang Lebong telah meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dilihat pada nilai rata-rata siswa sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan sekolah masing-masing.

g. Sukandar (Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, 2013), 

Melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Guru di SLTP Negeri 1 Samarang dan SLTP Negeri Bayongbong Kabubaten Garut”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

Pertama, Kompetens Profesional guru SLTP Negeri 1 Samarang dan SLTP Negeri 1 Bayongbong Kabupaten Garut tergolong pada katagori rendah . hal ini dibuktikan dengan persentase sekitar 54,17%.

Kedua, Iklim Organisasi dan Kinerja Guru SLTP Negeri 1 Samarang dan SLTP Negeri 1 Bayongbong Kaupaten Garut tergolong pada katagori sedang, masing- masing sekitar 35,42 % dan 39,58 %. Sedangkan Kinerja guru menurut versi siswa tergolong pada kategori tinggi yaitu 34 %.

Ketiga, Terdapat pengaruh positif yang signifikan Kompotensi Profesional Guru terhadap Kinerja Guru sebesar 26,8 %. Terdapat pengaruh positif yang signifikan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Guru sebesar 48%. Dan kelima, secara simultan, Kompetensi Profesional dan Iklim Organisasi berpengaruh sebesar 49,7 % terhadap Kinerja Guru SLTP Negeri 1 Samarang dan SLTP Negeri 1 Bayongbong Kabupaten Garut.

Incoming search terms:

Leave a Reply