HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Implementasi Kurukulum KTSP

Contoh Tesis– Implementasi Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan ( Studi Kasus Di Sekolah Menengah Atas Surakarta)

Pembelajarn Visual Implementasi Kurukulum KTSP

A.  Latar Belakang Masalah

Pendidikan mempunyai peranan strategis dalam pembangunan suatu bangsa, sebagaimana diatur dalam amandemen ke empat UUD 1945 Pasal 31, sehingga pendidikan harus mampu memfasilitasi perubahan demi terwujudnya pendidikan yang merata, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pada saat ini pendidikan nasional masih dihadapkan pada beberapa masalah yang menonjol seperti yang dikemukakan Yahya A. Muhaimin yang dikutip dalam sambutan menteri pendidikan nasional,  yaitu: (1) masih rendahnya pemerataan memperoleh pendidikan; (2) masih rendahnya mutu dan relevansi pendidikan; dan (3) masih lemahnya manajemen pendidikan, disamping belum terwujudnya keunggulan ilmu pengetahuan dan tehnologi dikalangan akademisi dan kemandirian.

Reformasi pemerintah yang  terjadi di Indonesia mengakibatkan terjadinya pergeseran penyelenggaraan pemerintah dari sentralisasi ke desentralisasi yang ditandai dengan pemberian otonomi yang luas dan nyata kepada daerah.  Pemberian otonomi ini dimaksudkan untuk lebih leluasa dalam mengatur dan melaksanakan kewenangannya atas prakarsa sendiri. Hal yang lebih esensial dari otonomi adalah semakin besarnya tanggung jawab daerah untuk mengurus segala permasalahan yang tercakup dalam pembangunan masyarakat di daerahnya termasuk dalam bidang pendidikan seperti diatur dalam UU No.32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah yaitu dalam pasal 14  (1) menyebutkan bahwa :urusan wajib menjadi kewenangan pemerintahan daerah untuk kabupaten / kota merupakan urusan berskala kabupaten.

B.  Perumusan Masalah 

  1. Apakah dengan dikeluarkannya PERMENDIKNAS No. 22 Tahun 2006 pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dapat  meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah atas kota Surakarta?
  2. Kendala-kendala apa saja yang dihadapi pihak  sekolah  menengah  atas (SMA) Surakarta dalam rangka melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) 2006?
  3. Strategi apa saja yang dilakuakan oleh pihak  sekolah  menengah  atas (SMA) di kota  Surakarta terhadap permasalahan Otonomi Pendidikan dalam rangka pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006?

C.   Saran 

Adapun saran yang ingin disampaikan pada bagian akhir penelitian ini adalah :

1. Bagi pembuat kebijakan (Stakeholders)

Diharapkan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi secara berkelanjutan antara pemerintah pusat melalui Pusat Kurikulum dan Badan Standar Pendidikan Nasional serta Mendiknas dengan pemerintah daearah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat untuk mensosialisasikan dan mengevaluasi sekaligus memecahkan persoalan yang dihadapi pelaksanaan kebijakan khususnya bantuan untuk biaya operasional keseluruhan kebijakan yang dihasilkan, sehingga pada akhirnya kebijakan tersebut dapat mencapai tujuan yang di inginkan.

2. Bagi Warga Sekolah dan Masyarakat

Diupayakan untuk selalu mengembangkan pendayagunaan bersama  sumber daya pendidikan yang dikembangkan menjadi hubungan yang simbiotik antara pemerintah, politisi, penyelenggara pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM, dan yayasan-yayasan.  Hubungan simbiotik tersebut diharapkan mampu mendorong perkembangan pendidikan.

Incoming search terms:

Leave a Reply