HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Makalah Pembelajaran Berbasis Masalah dgn Pendekatan Keterampilan Sains

Contoh Makalah  : Pembelajaran Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Keterampilan Proses Sains untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar

A. Latar Belakang Masalah

Mata kuliah Pengetahuan Lingkungan merupakan mata kuliah dengan bobot 2 SKS teori dan 1 SKS praktikum. Penyampaian teori dilaksanakan dalam 1 (satu) kali pertemuan dalam satu minggu. Karakteristik materi Pengetahuan Lingkungan merupakan materi yang konkrit dan terjadi pada kehidupan sehari-hari, sehingga banyak sekali permasalahan yang berhubungan dengan masalah lingkungan yang dapat dijadikan acuan dalam pembelajaran. Pada mata kuliah Pengetahuan Lingkungan salah satu kompetensi dasar yang akan dicapai mahasiswa adalah dapat memecahkan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Pembelajaran yang dilaksanakan selama ini cenderung masih tekstual dan kurang menggunakan isu-isu atau masalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Selain itu, pembelajaran cenderung kurang mengembangkan keterampilan proses sains terutama keterampilan proses sains terintegrasi seperti: membuat definisi operasional, menginterpretasi data, berhipotesis dan mengontrol variabel.

Dengan demikian diperlukan model pembelajaran yang tepat serta dapat mengembangkan berfikir, keterampilan manual dan keterampilan sosial melalui pemecahan masalah. Pembelajaran berbasis masalah adalah belajar dengan menggunakan masalah dan mahasiswa harus melakukan pencarian atau penggalian informasi. Menurut Arends (2008) sintaks model pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 5 tahap yaitu orientasi masalah, mengorganisasikan mahasiswa belajar, membimbing penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Model pembelajaran berbasis masalah melibatkan kerja kelompok untuk memecahkan masalah sebagai fokus utama dalam pembelajaran. Konsep dan teori dari berbagai disiplin ilmu dapat dipelajari dengan pemecahan masalah melalui keterampilan proses sains.

B. Rumusan Masalah

 

  1. Bagaimana rancangan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengetahuan Lingkungan di Pendidikan Biologi FKIP UNTAN?
  2. Bagaimana implementasi model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses sains untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengetahuan Lingkungan di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNTAN?
  3. Sejauh mana model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses sains dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengetahuan Lingkungan di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNTAN?

C. Kajian Teori

Pembelajaran Berbasis Masalah

Arends (2008) menyatakan bahwa: “esensi pembelajaran berbasis masalah yaitu menyuguhkan berbagai situasi masalah yang autentik dan bermakna, yang dapat berfungsi sebagai batu loncatan untuk investigasi dan penyelidikan”. Selain itu Beaty (1999) berpendapat bahwa studi kasus yang termasuk didalam model pembelajaran berbasis masalah disarankan untuk memberikan pengalaman belajar pada pembelajaran ditingkat universitas. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran dengan menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi mahasiswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran.

Pendekatan Keterampilan Proses Sains

Pendekatan keterampilan proses sains (KPS) merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada proses IPA, keterampilan dasar bereksperimen, metode ilmiah, dan berinkuri. Pendekatan KPS terdiri dari keterampilan intelektual, manual, dan sosial. Ketrampilan proses sains perlu dikembangkan dan dilatihkan pada mahasiswa karena sesuai dengan hakikat sains (produk, proses, aplikasi teknologi, sikap) (Carin dan Evans dalam Suciati, 2010). Selain itu pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan kebermaknaan dalam pembelajaran sains.

Motivasi Belajar

Kata motivasi berasal dari kata motif. Motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Berawal dari kata motivasi itu maka motivasi dapat diartikan sebagai penggerak yang telah menjadi aktif. Mc.Donald (dalam Sardiman, 2011) menyatakan: “motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.”

D. Metodelogi Penelitian

Motivasi dan hasil belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotor mengalami peningkatan. Mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi Pra Siklus, Siklus I, II, III (31,57%; 63,15%; 68,42%; 79%).

Pada ranah kognitif jumlah mahasiswa yang lulus Pra Siklus, Siklus I, II, III (26, 31%; 68,42%; 89,47%; 94,73%). Pada ranah afektif rata-rata nilai pada Pra Siklus, Siklus I, II, III (31,08; 75,20; 82,6; 87,42).

Pada ranah psikomotor nilai rata-rata Pra Siklus, Siklus I, II, III (52,81; 58,10; 61,62; 78,38).

E. Simpulan

1. Dapat dibuat rancangan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses sains untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar pada mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNTAN semester II mata kuliah Pengetahuan Lingkungan Tahun Akademik 2011/2012.

2. Model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses sains dapat diterapkan pada mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNTAN semester II pada mata kuliah Pengetahuan Lingkungan Tahun Akademik 2011/2012.

3. Pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan keterampilan proses sains melibatkan masalah lingkungan dalam belajar sehingga mahasiswa tertarik mengikuti pembelajaran.

Leave a Reply