HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Bagaimana Cara Membuat Kuesioner Kepuasan Kerja untuk Proposal Tesis dan Skripsi

Apa itu Kepuasan Kerja?

Kepuasan kerja adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi produktivitas, loyalitas, dan komitmen karyawan dalam sebuah organisasi. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya cenderung lebih bersemangat, memiliki kinerja tinggi, dan berkomitmen jangka panjang. Sebaliknya, ketidakpuasan dapat menimbulkan turnover, konflik internal, hingga penurunan produktivitas.

Oleh karena itu, banyak penelitian di bidang manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan psikologi organisasi menggunakan kuesioner kepuasan kerja sebagai instrumen penelitian. Agar hasilnya akurat, kuesioner harus dibangun berdasarkan teori yang kuat, indikator yang jelas, serta item pertanyaan yang valid dan reliabel.

Artikel ini membahas secara mendalam cara membuat kuesioner kepuasan kerja, mulai dari teori yang relevan, contoh indikator, hingga contoh kuesioner yang dapat langsung digunakan.

Jasa Pembuatan Skripsi, Tesis, Disertasi

Jasa Pembuatan Skripsi, Tesis, Disertasi

1. Teori-Teori yang Relevan tentang Kepuasan Kerja

Teori Dua Faktor Herzberg (Motivator-Hygiene Theory)

Frederick Herzberg menjelaskan bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh dua faktor:

  1. Faktor motivator (achievement, recognition, responsibility, growth). Kehadirannya meningkatkan kepuasan.
  2. Faktor higienis (gaji, kebijakan perusahaan, hubungan dengan atasan, kondisi kerja). Kekurangannya menimbulkan ketidakpuasan.

Teori Kebutuhan Maslow

Hierarki kebutuhan Maslow juga relevan dalam mengukur kepuasan kerja. Kepuasan dipengaruhi oleh sejauh mana pekerjaan mampu memenuhi:

  1. Kebutuhan fisiologis (gaji layak)
  2. Kebutuhan keamanan (jaminan kerja)
  3. Kebutuhan sosial (hubungan dengan rekan kerja)
  4. Kebutuhan penghargaan (pengakuan, promosi)
  5. Aktualisasi diri (kesempatan berkembang)

Job Characteristics Model (Hackman & Oldham, 1976)

Model ini menekankan lima dimensi inti pekerjaan yang memengaruhi kepuasan kerja:

  1. Keragaman keterampilan
  2. Identitas tugas
  3. Signifikansi tugas
  4. Otonomi
  5. Umpan balik

Teori Discrepancy (Locke, 1976)

Kepuasan kerja terjadi ketika ada kesesuaian (fit) antara apa yang diharapkan karyawan dengan apa yang mereka peroleh dari pekerjaan.

 

2. Contoh Indikator Kepuasan Kerja

Berdasarkan teori di atas, indikator kepuasan kerja dapat dibagi sebagai berikut:

  1. Kompensasi dan gaji
  2. Kondisi kerja (lingkungan, fasilitas, keamanan)
  3. Hubungan dengan atasan dan rekan kerja
  4. Kesempatan berkembang dan promosi
  5. Pengakuan atas prestasi
  6. Tanggung jawab pekerjaan
  7. Otonomi dalam bekerja
  8. Kesesuaian pekerjaan dengan minat dan kemampuan

Indikator ini dapat digunakan untuk menyusun butir pertanyaan dalam kuesioner.

 

3. Contoh Kuesioner Kepuasan Kerja

Format kuesioner menggunakan Skala Likert (1–5):

1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju

Berikut contoh tabel kuesioner:

Contoh Kuesioner Kepuasan Kerja Favorable dan Unfavorable

Contoh Kuesioner Kepuasan Kerja Favorable dan Unfavorable

 

Jumlah butir bisa diperluas hingga 20–30 untuk meningkatkan reliabilitas instrumen.

 

4. Pentingnya Validitas dan Reliabilitas

  • Validitas: memastikan setiap butir benar-benar mengukur kepuasan kerja (dapat diuji dengan korelasi Pearson).
  • Reliabilitas: memastikan kuesioner konsisten (dapat diuji dengan Cronbach’s Alpha, idealnya ? > 0,7).
  • Instrumen yang valid dan reliabel akan memberikan data yang akurat bagi penelitian maupun praktik HR.

 

Kesimpulan

Membuat kuesioner kepuasan kerja harus didasarkan pada teori psikologi dan manajemen yang kuat, dirancang dengan indikator relevan, serta diuji validitas dan reliabilitasnya. Dengan demikian, instrumen ini dapat membantu organisasi mengevaluasi tingkat kepuasan karyawan dan mengambil keputusan strategis yang tepat.

 

Daftar Pustaka

Armstrong, M., & Taylor, S. (2020). Armstrong’s Handbook of Human Resource Management Practice (15th ed.). London: Kogan Page.

Hackman, J. R., & Oldham, G. R. (1976). Motivation through the design of work: Test of a theory. Organizational Behavior and Human Performance, 16(2), 250–279. https://doi.org/10.1016/0030-5073(76)90016-7 ? (Scopus indexed)

Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. (1959). The Motivation to Work. New York: Wiley.

Locke, E. A. (1976). The nature and causes of job satisfaction. In M. D. Dunnette (Ed.), Handbook of Industrial and Organizational Psychology (pp. 1297–1343). Chicago: Rand McNally.

Spector, P. E. (1997). Job Satisfaction: Application, Assessment, Causes, and Consequences. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Judge, T. A., & Klinger, R. (2008). Job satisfaction: Subjective well-being at work. In M. Eid & R. J. Larsen (Eds.), The Science of Subjective Well-Being (pp. 393–413). New York: Guilford Press. (Scopus indexed book chapter).

Leave a Reply