HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi trhdp Ketidakmerataan Pendapatan dan Kemiskinan

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketidakmerataan Pendapatan dan Kemiskinan di Jawa Timur

 

A. Latar Belakang

Pembangunan ekonomi merupakan suatu keharusan jika suatu negara ingin meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyatnya. Karena tujuan terpenting dari proses pembangunan adalah meningkatkan standar hidup dan kesejahteraanmasyarakat, mengurangi kemiskinan serta memperluas pilihan ekonomi dan sosial yang membebaskan masyarakat dari sifat ketergantungan (Todaro dan Smith, 2006). Pertumbuhan ekonomi yang berdiri sendiri ibarat pisau yang akan berkurang ketajaman atau manfaatnya bagi pengurangan kemiskinan (Kakwani et al, 2004). Hal ini didukung oleh Bourguignon (2004).yang menyatakan bahwa pengurangan kemiskinan akan mampu berjalan lebih efektif jika pertumbuhan yang dihasilkan diimbangi dengan kondisi distribusi pendapatan yang lebih merata

Aspek pertumbuhan ekonomi, ketidakmerataan distribusi pendapatan dan kemiskinan memiliki hubungan yang sangat kompleks dan saling memiliki ketergantungan antara satu dengan yang lain. Setinggi apapun pendapatan nasional perkapita dan pertumbuhan yang dicapai oleh suatu negara selama distribusi pendapatan berjalan tidak merata maka tingkat kemiskinan akan tetap tinggi. sebaliknya, meskipun distribusi pendapatan telah berjalan merata jika pendapatan nasional perkapita dan pertumbuhan rendah maka kemiskinan juga akan semakin meluas (Todaro dan Smith, 2006). Permasalahan terpenting bukan bagaimana menumbuhkan perekonomian, namun bagaimana kualitas dari pertumbuhan yang dihasilkan.

 

B. Perumusan Masalah

Bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap ketidakmerataan pendapatan di Jawa Timur dan seberapa besar pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan mengingat tingginya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur namun tingkat kemiskinannya juga masih lebih tinggi diatas rata-rata nasional serta kemiskinan antar kabupaten/kota sangat beragam.

 

C. Tinjauan Pustaka

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Berbagai model pertumbuhan ekonomi bermunculan secara dinamis mengikuti perubahan perekonomian dari waktu ke waktu (Todaro dan Smith, 2006). Teori Klasik yang dimotori oleh Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Selain Adam Smith, yang termasuk dalam teori klasik adalah David Ricardo. Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (stationary state).

Pengukuran Ketidakmerataan Pendapatan

Studi-studi mengenai distribusi pendapatan di Indonesia pada umumnya menggunakan data BPS yaitu pengeluaran konsumsi rumahtangga dari survei sosial ekonomi nasional (Susenas). Penggunaan data pengeluaran konsumsi rumahtangga digunakan sebagai suatu pendekatan (proksi) untuk mengukur distribusi pendapatan masyarakat, dikarenakan pengumpulan data pendapatan di Indonesia, seperti halnya dibanyak negara berkembang lainnya masih relatif sulit. Salah satunya karena banyak rumahtangga atau individu yang mempunyai pekerjaan disektor informal atau tidak menentu, walaupun diakui bahwa cara demikian sebenarnya mempunyai suatu kelemahan. Penggunaan data pengeluaran konsumsi bisa memberikan informasi mengenai pendapatan yang under estimate. Alasannya sederhana, jumlah pengeluaran konsumsi seseorang tidak harus selalu sama dengan jumlah pendapatan yang diterimanya, bisa lebih besar atau lebih kecil.

Definisi Kemiskinan

Konsep kemiskinan menurut Bellinger (2007) memiliki dua dimensi yaitu dimensi pendapatan dan dimensi non pendapatan. Kemiskinan dalam dimensi pendapatan didefinisikan sebagai keluarga yang memiliki pendapatan rendah yang diukur dari hal kepemilikan harta kekayaan seperti lahan dan kesulitan dalam mengakses jasa pelayanan publik. Sedangkan dari dimensi non pendapatan ditandai dengan adanya ketidakmampuan, ketiadaan harapan, tidak adanya perwakilan dan kebebasan yang dapat juga menimpa pada berbagai level pendapatan.

D. Metodelogi Penelitian Tesis

Guna mencapai tujuan penelitian, data dalam penelitian ini akan diestimasi melalui model ekonometrika dengan menggunakan data panel pada tingkat kabupaten/kota secara keseluruhan di Jawa Timur selama periode 2006-2010.

Objek penelitian ini mencakup seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dari tahun 2006 sampai dengan 2010.

Struktur data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat panel yaitu gabungan antara data cross section kabupaten/kota dan time series tahun.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil estimasi model pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap ketidakmerataan pendapatan menunjukkan bahwa pada periode 2006-2010, pada tingkat kabupaten/kota secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi signifikan berpengaruh terhadap ketidakmerataan pendapatan dan bernilai positif. Peningkatan ketidakmerataan pendapatan ini menjadi penghambat atau mengurangi efektifitas pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi kemiskinan.
  2. Hasil estimasi pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan menunjukkan bahwa pada tingkat kabupaten/kota secara keseluruhan di periode analisis, pertumbuhan ekonomi (pendapatan per kapita) signifikan mengurangi head count index (P0) dan poverty gap index (P1) namun tidak signifikan mengurangi poverty severity index (P2). Pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada periode tersebut, paling besar mempengaruhi pengurangan persentase penduduk miskin dibandingkan pengurangan kedalaman kemiskinan.
  3. Hasil estimasi pengaruh rata-rata lamanya sekolah terhadap kemiskinan, untuk tingkat keseluruhan kabupaten/kota di Jawa Timur, rata-rata lama sekolah yang terjadi pada periode 2006-2010 signifikan berpengaruh terhadap head count index (P0) , poverty gap index (P1) dan poverty severity index (P2). Peningkatan rata-rata lama sekolah memberikan pengaruh paling besar terhadap pengurangan keparahan kemiskinan dibandingkan dengan pengurangan kedalaman kemiskinan dan persentase penduduk miskin.

 

Contoh Tesis Pertumbuhan Ekonomi

  1. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan di Provinsi Lampung = Analysis Of Economic Growth On Poverty In Lampung Province
  2. Analisis Pengaruh Penerimaan Negara dari Sektor Pajak terhadap Pertumbuhan Ekonomi
  3. Analisis Pengaruh Pembangunan Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia
  4. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketidakmerataan Pendapatan dan Kemiskinan Di Jawa Timur
  5. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketidakmerataan Pendapatan dan Kemiskinan di Jawa Timur
  6. Analisis Pengaruh Perkembangan Perbankan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia (Metode Pendekatan Panel)FE-UI
  7. Analisis Disparitas Antar Daerah Kabupaten Kota dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Provinsi Banten
  8. Analisis Dampak Keterbukaan Ekonomi dan Stabilitas Makroekonomi terhadap Pertumbuhan Total Faktor Productivity Indonesia
  9. Analisa Pengaruh Dana Perimbangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Disparitas Pendapatan Daerah Pasca Penerapan Desentralisasi Fiscal di Indonesia
  10. Analisa Mengenai Peranan Stok Modal, Tenaga Kerja, dan Ekspor dari Sektor Industri Manufaktur, Serta Impor Barang Modal dalam Pertumbuhan Ekonomi (Tahun 1971-2002)
  11. Analisa Keterkaitan Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan dan Pengurangan Kemiskinan – Studi Pro Poor Growth di Provinsi Kalimantan Tengah

 

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)