HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Perbandingan Perubahan Tekanan Darah Pada Penggunaan Lidokain 5% Hiperbarik Dan Bupivakain 0,5% Hiperbarik Dalam Anestesi Spinal

ABSTRAK

Tujuan Penelitian : Tindakan pemantauan selama anestesi sangat vital dalam menjaga keselamatan pasien. Salah satu parameter vital yang perlu dipantau selama operasi adalah tekanan darah. Lidokain dan bupivakain memblokade saraf simpatis, motorik dan sensorik menyebabkan vasodilatasi arteriole sehingga venous return turun, terjadi penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah pada penggunaan lidokain 5% hiperbarik dan bupivakain 0,5% hiperbarik dalam anestesi spinal. Metodologi Penelitian : Penelitian ini termasuk studi observasi analitik dengan pendekatan kohort. Populasi penelitian adalah pasien yang menjalani operasi di IBS ( Instalasi Bedah Sentral ) RSUD dr. Moewardi Surakarta. Data dianalisis dengan menggunakan uji t untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang bermakna antara dua kelompok. Hasil penelitian :  Dari penelitian ini didapatkan jumlah sampel 30 yang terbagi menjadi 2 kelompok, 15 sampel pada kelompok lidokain 5% hiperbarik dan 15 sampel pada kelompok bupivakain 0,5% hiperbarik. Hasil analisis data menunjukan bupivakain 0,5% hiperbarik memiliki rata-rata tekanan darah lebih stabil dibandingkan dengan kelompok lidokain 5% hiperbarik. Kesimpulan penelitian : Terdapat perbedaan perubahan tekanan darah yang bermakna antara penggunaan lidokain 5% hiperbarik dan bupivakain 0,5% hiperbarik dalam anestesi spinal.

Kata kunci : Tekanan darah – Lidokain – Bupivakain

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam anestesiologi, tindakan monitoring sangat vital dalam menjaga keselamatan pasien. Pemantauan fungsi vital atau monitoring merupakan proses pengamatan yang dilakukan untuk mengetahui adanya penyimpangan dari fungsi yang normal sedini mungkin agar dapat diambil tindakan yang cepat dan tepat. Selama anestesia, anestesia yang terlalu dalam, gangguan pernapasan, gangguan sirkulasi dan fungsi alat anestesia yang tidak sempurna dapat menyebabkan kematian dalam waktu pendek. Ada tiga fungsi vital tubuh yang harus diamati selama anestesia dan pasca bedah dini karena gangguan berat pada fungsi ini dengan cepat dapat menyebabkan kematian, yaitu pernapasan, sirkulasi darah, dan kesadaran. Pengamatan bersifat terus-menerus tanpa henti dan dilakukan secara berkala dengan selang waktu sesingkat mungkin (untuk sirkulasi dan pernapasan tiap 3-5 menit), akan dapat menghindari kematian dan kesakitan (Karjadi Wirjoatmodjo, 2000). Hipotensi adalah penyulit sirkulasi yang tersering (Karjadi Wirjoatmodjo, 2000).

Menurut persamaan hidrolik, tekanan darah arterial (BP) adalah berbanding langsung dengan hasil perkalian antara aliran darah (curah jantung, CO) dan tahanan lewatnya darah melalui arterioli prekapiler (tahanan vaskularperifer, PVR) (Neal L. Benowitz, 1998). Pada anestesi spinal terjadi blokade sistem saraf simpatis, menyebabkan penurunan SVR (systemic vascularresistance) dan cardiac output (Critchley L.A.H., 1996). Dalam sistem kardiovaskular, anestesia spinal menyebabkan vasodilatasi arteriol didaerah tempat serabut eferen simpatis mengalami blokade. Blokade pada impuls tonus konstriktor pembuluh vena dapat menyebabkan penurunan tonus pembuluh darah vena, sehingga terjadi pengumpulan darah di daerah pasca-arteriol dan berakibat alir balik vena ke jantung berkurang. Curah jantung dan curah sekuncup berkurang dan tekanan darah menurun (Sunaryo,2005).

Pada penelitian Chandan Shastri dkk (2006), dilaporkan wanita usia 65 tahun tekanan darah preoperatif 140/90 mmHg. Setelah injeksi bupivakain 0,5% 10 menit kemudian tekanan darah 120/80 mmHg, 45 menit kemudian tekanan darah 80/50 mmHg. Setelah injeksi mefenteramin 6 mg intravena tekanan darah meningkat 90/60 mmHg. E. Cendra P.W (2004) dalam penelitianya dilaporkan bahwa kelompok pasien yang menggunakan bupivakain 0,5% hiperbarik memiliki rata-rata tekanan darah lebih stabil dibandingkan dengan kelompok lidokain 5% hiperbarik. Perubahan tekanan darah bervariasi dari 3 menit sampai 10 menit. Dalam hal ini kepentingan anestesi adalah untuk segera memberikan terapi setelah melihat kondisi klinis, sehingga tidak sampai menimbulkan akibat-akibat yang lebih merugikan (Pratomo, B.Y 2002). Dari uraian tersebut diatas perlu kiranya dilakukan pengamatan lebih lanjut mengenai karakteristik dan perbandingan penggunaan dalam klinik antara lidokain 5% dan bupivakain 0,5% terhadap perubahan tekanan darah.

Leave a Reply