HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Peranan Penyuluh Pertanian terhadap Partisipasi Anggota Coperativa Café Organik

Judul Skripsi : Pengaruh Kompetensi dan Peranan Penyuluh Pertanian terhadap Partisipasi Anggota Coperativa Café Organik dan Keberdayaan Petani Kopi di Suco Estado Sub Distrik Ermera Distrik Ermera Timor Leste

 

A. Latar Belakang Skripsi

Pembinaan yang dilakukan terhadap anggota koperasi petani kopi organic adalah bagian dari keberdayaan anggota koperasi melalui partisipasi anggota. Partisipasi anggota diharapkan menjadi sebuah landasan dalam “memilih (Choice). Merencanakan (planning) dan memutuskan (decision) seuah arah perubahan di dalam masyarakat agar dapat meningkatkan harkatnya sebagaai manusia (helping people to help themselves). Coperativa Cafe Organik, (CCO) sebagai salah satu koperasi petani kopi organik yang menjadi payung bagi petani kopi sebagai pengumpul dan penjual kopi selama ini sebagai perpanjangan tangan dari Coperativa Café Timor (CCT).

Coperativa Café Timor (CCT) merupakan perpanjangan tangan dari National Cooperativa Bussines Association (NCBA) di dalam mengekspor kopi arabika dari Timor Leste. Dengan jalur ini dapat menampung produksi kopi yang secara langsung dapat membantu petani kopi di Timor Leste dan khususnya para petani kopi yang berada di Distrito Ermera dalam rangka membeli dan menjual hasil usaha petani baik dalam negeri maupun yang bertujuan di eksport.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Seberapa besar partisipasi petani dalam program Coperativa Café Organik (CCO) dalam keberdayaan petani kopi di Desa Estado?
  2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi anggota CCO dan keberdayaan petani kopi di Desa Estado?
  3. Sejauh mana Pengaruh kompetensi, peranan penyuluh dan faktor-faktor lainnya terhadap partisipasi anggota CCO dan keberdayaan petani kopi di Desa Estado?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Penyuluhan

Menurut Van den Ban dan Hawkins (1999) bahwa “penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar”. Konsep “penyuluhan” atau “extension” telah digunakan oleh Universitas Oxford dan Cambridge pada pertengahan abad 19. Istilah penyuluhan dalam bahasa Belanda yaitu voorlichting”, dalam bahasa Jerman dikenal sebagai “berating” dan bahasa Perancis sebagai vulgarization serta dalam bahasa Spanyol sebagai capacitation (Mardikanto, 2009).

 

Penyuluh Pertanian

Penyuluh pertanian sering dikatakan sebagai “ujung tombak” dalam proses keberhasilan pembangunan pertanian dalam memberdayakan petani. Sebagai ujung tombak, peran penyuluhan dangat ditentukan oleh “pemegang tombaknya” yakni mengikuti semua aturan dan tanggungjawabnya sebagai seorang penyuluh. Rogers dalam (Mardikanto 2009) mengemukakan bahwa

 

Penyuluhan Sebagai Proses Pengembangan Masyarakat

Penyuluhan merupakan proses pengembangan masyarakat sebagai komunikasi setiap saat. Hal tersebut karena penyuluhan dapat digunakan sebagai media komunikasi dari komunikator kepada komunikan. Komunikasimerupakan mekanisme yang menyebabkan hubungan antar manusia di dalam masyarakat, dengan menggunakan lambang-lambang yang mengandung makna, dan dapat dilakukan dengan menembus ruang dan menyimpannya dalam dimensi waktu. Sutaryo menjelaskan bahwa komunikasi adalah pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan.

 

Peranan Penyuluh

Secara konvensional, peranan penyuluhan hanya dibatasi pada kewajibannya untuk menyampaikan inovasi dan mempengaruhi sasaran penyuluhan melalui metoda dan teknik-teknik tertentu sampai mereka (sasaran penyuluhan) itu dengan kesadaran dan kemampuannya sendiri mengadopsi inovasi yang disampaikan. Selain itu penyuluh harus memiliki keahlian tertentu sehingga dapat diandalkan untuk menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dan petani (sasaran) untuk menyampaikan inovasi atau kebijakankebijakan yang harus diterima dan dilaksananakan oleh masyarakat sasaran, maupun untuk menyampaikan umpan balik atau tanggapan masyarakat kepada pemerintah atau lembaga penyuluhan yang bersangkutan (Mardikanto, 1993).

 

Pertanian Organik

Pertanian organik merupakan kegiatan bercocok tanam yang akrab dengan lingkungan, yang mana berusaha meminimalkan dampak negative bagi alam sekitar terutama bagi perkembangan unsure hara yang terdapat di dalam tanah. Keuntungan daripada pertanian organik adalah adanya penjagaan lingkungan termasuk konservasi sumber daya lahan pertanian yang dimiliki.

 

Coperativa Café Organik (CCO) Koperasi Petani kopi Organik

Usaha Coperativa Café Organik (CCO) koperasi petani kopi organik adalah sebuah badan atau organisasi yang berdiri atas kemauan dari kelompok petani kopi untuk melakukan kegiatan simpan-pinjam dan penyediaan sembilan bahan pokok bagi anggota CCO dan masyarakat sekitarnya serta memberdayakan anggota koperasi melalui sharing informasi dan sebagai tempat pelatihan dalam membudidayakan kopi dan vanili.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Timor Leste dengan lokasi penelitian di Desa Estado Sub Distrik Ermera Distrik Ermera. Lokasi penelitian ini dipilih dengan sengaja.

Berdasarkan sifatnya maka penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Coperativa Café Organic (CCO) atau anggota Koperasi Petani Kopi Organik di Desa Estado Sub Distrito Ermera, Distrito Ermera.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

 

E. Kesimpulan

1. Partisipasi Anggota Coparativa Café Organic (CCO) dalam perencanaan dan pelaksanaan program belum maximum karena pelaksanaan program CCO oleh penyuluh pertanian belum melibatkan anggota dalam semua program. Sehingga keberdayaan petani kopi di Estado pun masih dikategorikan rendah.

2. Faktor-faktor yang berpengaruh langsung dan signifikan kepada partisipasi anggota CCO adalah peranan penyuluh dan karakteristik penyuluh sedangkan variabel lain meskipun tidak berpengaruh secara langsung terhadap partisipasi anggota namun berpengaruh melalui peranan penyuluh terhadap partisipasi anggota. Untuk keberdayaan petani kopi, variabel yang berpengaruh langsung adalah partisipasi anggota sedangkan variabel lain meskipun tidak berpengaruh langsung secara signifikan namun berpengaruh secara tidak langsung melalui Partisipasi anggota CCO terhadap keberdayaan petani kopi.

3. Meskipun Kompetensi penyuluh, peranan penyuluh dan variabel lain secara langsung tidak berpengaruh terhadap keberdayaan petani kopi namun berpengaruh tidak langsung melalui peranan penyuluh dan partisipasi anggota CCO terhadap keberdayaan petani kopi.

 

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply