HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengertian dan Tujuan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

Penanggulangan Bencana  Pengertian dan Tujuan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

Penanggulangan Bencana

Penanggulangan Bencana ~ Suatu proses yang dinamis, terpadu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah yang berhubungan dengan penanganan, merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi dan pembangunan kembali.

Penanggulangan bencana merupakan serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Tujuan dari penanggulangan bencana adalah :

  1. Memberikan    perlindungan kepada masyarakat   dari ancaman bencana;
  2. Menyelaraskan  peraturan perundang-undangan  yang sudah ada;
  3. Menjamin    terselenggaranya  penanggulangan  bencana secara terencana,  terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh;
  4. Menghargai budaya lokal;
  5. Membangun partisipasi dan kemitraan publik  serta swasta;
  6. Mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan; dan
  7. Menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penyelenggaraan penanggulangan bencana terdiri atas 3 (tiga) tahap meliputi: 

  1. prabencana;
  2. saat tanggap darurat; dan
  3. pascabencana.

Prabencana 

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahapan prabencana meliputi:

  1. Dalam situasi tidak terjadi bencana, meliputi :
    • perencanaan penanggulangan bencana, yang terdiri atas :
      1. pengenalan dan pengkajian ancaman bencana;
      2. pemahaman tentang kerentanan masyarakat;
      3. analisis kemungkinan dampak bencana;
      4. pilihan tindakan pengurangan risiko bencana;
      5. penentuan mekanisme kesiapan dan penanggulangan dampak  bencana; dan
      6. alokasi tugas, kewenangan, dan sumber daya yang tersedia.
    • pengurangan risiko bencana, yang terdiri atas :
      1. pengenalan dan pemantauan risiko bencana;
      2. perencanaan partisipatif penanggulangan bencana;
      3. pengembangan budaya sadar bencana;
      4. peningkatan komitmen terhadap pelaku penanggulangan bencana; dan
      5. penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana.
    • pencegahan; yang terdiri atas :
      1. identifikasi dan pengenalan secara pasti terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana;
      2. kontrol terhadap penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam yang secara tiba-tiba dan/atau berangsur berpotensi menjadi sumber bahaya bencana;
      3. pemantauan penggunaan teknologi yang secara tiba-tiba dan/atau berangsur berpotensi menjadi sumber ancaman atau bahaya bencana;
      4. penataan ruang dan pengelolaan lingkungan hidup; dan
      5. penguatan ketahanan sosial masyarakat.
    • pemaduan dalam perencanaan pembangunan yang dilakukan dengan cara mencantumkan unsur-unsur rencana penanggulangan bencana ke dalam rencana pembangunan pusat dan daerah, dilakukan secara berkala dikoordinasikan oleh suatu Badan.
    • analisis resiko bencana
    • pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang dilakukan untuk mengurangi resiko bencana yang mencakup pemberlakuan peraturan tentang penataan ruang, standar keselamatan, dan penerapan sanksi terhadap pelanggar.
    • pendidikan dan pelatihan; dan
    • persyaratan standar teknis penanggulangan bencana
  2. dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana, meliputi : kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mitigasi bencana.

Tanggap Darurat 

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat meliputi:

  1. Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya; untuk mengidentifikasi:  cakupan lokasi bencana; jumlah korban; kerusakan prasarana dan sarana; gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan; dan kemampuan sumber daya alam maupun buatan.
  2. Penentuan status keadaan darurat bencana;
  3. Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana melalui upaya:  pencarian dan penyelamatan korban; pertolongan darurat; dan/atau evakuasi korban.
  4. pemenuhan kebutuhan dasar yang meliputi :  kebutuhan air bersih dan sanitasi; pangan; sandang; pelayanan kesehatan; pelayanan psikososial; dan  penampungan dan tempat hunian.
  5. Perlindungan terhadap kelompok rentan yaitu dengan memberikan prioritas kepada kelompok rentan (bayi, balita, dan anak-anak; ibu yang sedang mengandung atau menyusui; penyandang cacat; dan orang lanjut usia) berupa penyelamatan, evakuasi, pengamanan, pelayanan kesehatan, dan psikososial.
  6. pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital, dilakukan dengan memperbaiki dan/atau mengganti kerusakan akibat bencana.

Pascabencana 

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahap pascabencana meliputi:

  1. rehabilitasi; melalui kegiatan:
    • perbaikan lingkungan daerah bencana;
    • perbaikan prasarana dan sarana umum;
    • pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat;
    • pemulihan sosial psikologis; pelayanan kesehatan;
    • rekonsiliasi dan resolusi konflik;
    • pemulihan sosial ekonomi budaya;
    • pemulihan keamanan dan ketertiban;
    • pemulihan fungsi pemerintahan; dan
    • pemulihan fungsi pelayanan publik
  2. rekonstruksi, dilakukan melalui kegiatan pembangunan yang lebih baik, meliputi:
    • pembangunan kembali prasarana dan sarana;
    • pembangunan kembali sarana sosial masyarakat;
    • pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat;
    • penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan bencana;
    • partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat; peningkatan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya;
    • peningkatan fungsi pelayanan publik; dan peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat.
Incoming search terms:

Leave a Reply