HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengertian Case Detection Rate dan Faktor Penghambat Pengukuran

Case Detection Rate  Pengertian Case Detection Rate dan Faktor Penghambat Pengukuran

Case Detection Rate

Case Detection Rate ~Case Detection Rate ialah banyaknya jumlah yang dinyatakan sebagai penderita yang telah ditemukan dibandingkan dengan jumlah penderita yang masih diperkirakan pada wilayah tertentu.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya Case Detection Rate dapat berupa :

  1. Kesulitan saat mengeluarkan dahak meskipun telah dibantu dengan pemberian mukolitikekspektoran. Hal tersebut biasanya ada pada penderita TB yang pada umumnya telah melakukan pengobatan dengan obat anti tuberkulosisis.
  2. Program TB anya mengandalkan Passive Case Finding (PCF) untuk menjaring kasus TB
  3. Penerapan serta pengupayaan estimasi prevelensi kasus BTA posistif TB dengan keseuruhan serta merata
  4. Penjaringan terlalu longgar, sehingga akan mememnuhi kriteria
  5. Kesulitan dalam memperoleh dahak untuk pemeriksaan diagnostik baik pada dewasa maupun anak perlu segera diatasi. Perlu dicari prosedur alternatif pemeriksaan dahak yang bisa dilakukan di tingkat primer.

Sehingga upaya untuk menggerakkan partisipasi masyarakat terhadap TB perlu dilakukan sejak dini. Misalnya saja, status Posyandu Mandiri dapat ditingkatkan perannya menjadi Posyandu Mandiri Plus Penanggulangan TB untuk meningkatkan penjaringan kasus di tingkat akar rumput.

Target dari pencarian kasusu CDR ditentukan berdasarkan estimasi prevelensi TB sebesar 107 kasus/ 100.000 penduduk. Pendekatan yang dilakukan juga berdasarkan keakuratan, sehingga menyebabkan target jumlah kasus BTA positif terlalu tinggi (atau sebaliknya terlalu rendah) untuk suatu provinsi, kota, kabupaten, maupun kecamatan.

Demikian artikel yang berjudul Pengertian Case Detection Rate dan Faktor Penghambat Pengukuran. Semoga artikel yang Kami sampaikan mampu menambah wawasan Anda.

Incoming search terms:

Leave a Reply