HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh PDRB, Pendidikan dan Pengangguran terhadap Kemiskinan

Judul Skripsi : Pengaruh PDRB, Pendidikan dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Kabupaten / Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2001 – 2010

 

A. Latar Belakang Masalah

Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation state. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga, menguatnya arus urbanisasi ke kota, dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan secara terbatas. Kemiskinan, menyebabkan masyarakat desa rela mengorbankan apa saja demi keselamatan hidup, safety life (Sadono, 2000).

Kemiskinan menjadi penyebab utama rendahnya Human Development Index (HDI), Indeks Pembangunan Manusia Indonesia. Secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif rendah, dibandingkan dengan kualitas manusia di negara-negara lain di dunia. Berdasarkan Human Development Report 2004 yang menggunakan data tahun 2002, angka Human Development Index (HDI) Indonesia adalah 0,692. Angka indeks tersebut merupakan komposit dari angka harapan hidup saat lahir sebesar 66,6 tahun, angka melek aksara penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 87,9 persen, kombinasi angka partisipasi kasar jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi sebesar 65 persen, dan Pendapatan Domestik Bruto per kapita yang dihitung berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity) sebesar US$ 3.230. HDI Indonesia hanya menempati urutan ke-111 dari 177 negara (Kompas, 2004). Sementara itu, persentase penduduk miskin provinsi Jawa Tengah tahun 2001 – 2010 terbanyak yaitu berada di Kabupaten Brebes yaitu sebanyak 39,44 persen di tahun 2009. Dan kabupaten/Kota yang memiliki persentase penduduk miskin paling sedikit yaitu di Kota semarang yaitu sebanyak 4,22 persen di tahun 2005.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah yang akan dibahas sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap kemiskinan di Jawa Tengah?
  2. Bagaimana pengaruh pendidikan terhadap kemiskinan di Jawa Tengah?
  3. Bagaimana pengaruh pengangguran terhadap kemiskinan di Jawa Tengah?

 

C. Tinjauan Pustaka

Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Prof. Simon Kuznets (dalam Budiono, 1999) pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan), dan ideologi terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada.

 

Pendidikan

Hampir tidak ada yang membantah bahwa pendidikan adalah pionir dalam pembangunan masa depan suatu bangsa. Jika dunia pendidikan suatu bangsa sudah jeblok, maka kehancuran bangsa tersebut tinggal menunggu waktu. Sebab, pendidikan menyangkut pembangunan karakter dan sekaligus mempertahankan jati diri manusia suatu bangsa. Sehingga, setiap bangsa yang ingin maju maka pembangunan dunia pendidikan selalu menjadi prioritas utama.

 

Pengangguran

Dalam standar pengertian yang sudah ditentukan secara internasional, yang dimaksudkan dengan pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja yang secara aktif sedang mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu, tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya. Oleh sebab itu, menurut Sukirno (2000) pengangguran biasanya dibedakan atas 3 jenis berdasarkan keadaan yang menyebabkannya, antara lain:

  1. Pengangguran friksional
  2. Pengangguran struktural
  3. Pengangguran konjungtur

 

D. Metode Penelitian

Variabel PDRB mempunyai pengaruh negatif dan signifikan mempengaruhi kemiskinan. Variabel Pendidikan (melek huruf) mempunyai pengaruh negatif dan signifikan mempengaruhi kemiskinan.

Variabel Pengangguran mempunyai pengaruh positif dan signifikan mempengaruhi kemiskinan. Berdasarkan perhitungan dengan uji F diketahui bahwa F-hitung sebesar (8,776) > F-tabel (4,31), sehingga inferensi yang diambil adalah menerima Ha dan menolak Ho. Dengan kata lain, hipotesis yang berbunyi “Ada pengaruh antara variabel PDRB, pendidikan (melek huruf) dan pengangguran secara simultan terhadap kemiskinan”, diterima pada kepercayaan 95%.

 

E. Simpulan

1. Variabel PDRB mempunyai pengaruh negatif dan signifikan mempengaruhi kemiskinan. Hal ini dikarenakan bahwa peningkatan PDRB yang terjadi di Jawa Tengah diikuti oleh penurunan kemiskinan di Jawa Tengah, yang mana dapat dilihat dari data PDRB dan data Kemiskinan di Kabupaten/Kota Jawa Tengah tahun 2001-2010.

2. Variabel Pendidikan (melek huruf) mempunyai pengaruh negatif dan signifikan mempengaruhi kemiskinan. Hal ini dikarenakan bahwa peningkatan angka melek huruf di Jawa Tengah diikuti penurunan kemisiknan, sebagaimana dilihat dari data Pendidikan dan data Kemiskinan di Kabupaten/Kota Jawa Tengah yahun 2001-2010.

3. Variabel Pengangguran mempunyai pengaruh positif dan signifikan mempengaruhi kemiskinan. Hal ini dikarenakan bahwa peningkatan pengangguran di Jawa Tengah diikuti peningkatan kemisiknan, sebagaimana dilihat dari data Pengangguran dan data Kemiskinan di Kabupaten/Kota Jawa Tengah tahun 2001-2010.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply