HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh kecerdasan emosional, kompetensi, dan motivasi terhadap kinerja Dosen

Judul Skripsi : Pengaruh kecerdasan emosional, kompetensi, dan motivasi terhadap kinerja Dosen di program studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta

 

A. Latar Belakang

Kinerja tenaga pendidikan khususnya dosen sebagai ujung tombak pelayanan pendidikan di lapangan merupakan masalah yang sangat penting untuk dikaji dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Kinerja dosen yang baik merupakan salah satu jawaban untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan pendidikan yang di berikan terhadap masyarakat. Kunci utama dalam peningkatan kualitas pelayanan pendidikan adalah dosen yang mempunyai kompetensi dan kinerja yang tinggi.

Kinerja yang dihasilkan dosen tidak lepas dari faktor yang mempengaruhinya. Menurut Gibson Jl , JM Ivancevich, dan Donelly Junior (1997: 15) menjelaskan bahwa ada tiga kelompok variabel yang mempengaruhi perilaku kerja, yang selanjutnya berefek kepada kinerja dosen yaitu: variabel individu, psikologis dan organisasi. Lebih lanjut Gibson Ivancevich, dan Donelly Junior menjelaskan bahwa faktor individu yang mempengaruhi perilaku kerja adalah kemampuan dan ketrampilan, latar belakang dan demografis. Adapun faktor psikologis terdiri dari persepsi, sikap, kepribadian, belajar dan motivasi. Selanjutnya, faktor organisasi terdiri dari sumber daya, komunikasi, kepemimpinan, imbalan, struktur dan rancangan kerja.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah kecerdasan emosional, kompetensi dan motivasi dosen mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta?
  2. Apakah kecerdasan emosional dosen mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta?
  3. Apakah Kompetensi dosen mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta ?
  4. Apakah motivasi kerja dosen mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta ?

 

C. Landasan Teori

Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja

Menurut Gibson Jl , JM Ivancevich, dan Donelly Junior (1997: 15) menjelaskan bahwa ada tiga kelompok variabel yang mempengaruhi perilaku kerja, yang selanjutnya berefek kepada kinerja dosen yaitu: variabel individu, psikologis dan organisasi. Lebih lanjut Gibson dkk menjelaskan bahwa faktor individu yang mempengaruhi perilaku kerja adalah kemampuan dan ketrampilan, latar belakang dan demografis. Adapun faktor psikologis terdiri dari persepsi, sikap, kepribadian, belajar dan motivasi. Selanjutnya, faktor organisasi terdiri dari sumber daya, komunikasi, kepemimpinan, imbalan, struktur dan rancangan kerja.

 

Pengertian Kecerdasan Emosional

Coleman (1999: 15) mendefinisikan kecerdasan emosional adalah kemampuan dasariah manusia untuk mempertahankan hidup yang berupa emosi untuk mengenali perasaan sendiri dan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, dan dalam hubungan dengan orang lain. Hills (1995: 18) berpendapat bahwa kecerdasan emosional adalah kekuatan berpikir alam bawah sadar yang berfungsi sebagai tali pengendali atau pendorong yang digerakkan oleh sarana tidak logis. Alam bawah sadar manusia biasa disebut fitrah manusia atau kesucian manusia. Pengertian lain menurut Cooper dan Sawaf dalam Patricia A D, Arthur D D (2002: 2) menyatakan bahwa; “kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi.”

 

Pengertian Kompetensi

Drever (1986: 28) menyatakan bahwa kompetensi adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh dari pendidikan dan atau latihan, sehingga diperoleh ketrampilan. Definisi lain menurut McAshan yang dikutip (Mulyasa, 2004: 38) pengertian kompetensi adalah pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dirinya, sehingga ia dapat melakukan tindakan dengan sebaik-baiknya.

Pengertian Motivasi Kerja

Perilaku kerja seseorang itu pada hakekatnya ditentukan oleh keinginannya untuk mencapai beberapa tujuan. Keinginan itu istilah lainnya ialah motivasi. Dengan demikian motivasi merupakan pendorong agar seseorang itu melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuannya (Marihot Tua Efendi Hariandja, 2002: 321).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan hubungan dua variabel yaitu variabel bebas yang meliputi kecerdasan emosional dosen X1), kompetensi dosen (X2), dan motivasi kerja dosen (X3) dengan variabel terikat yaitu kinerja (Y), maka jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan jenis asosiatif, karena peneliti ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa yang telah dirumuskan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Sahid Surakarta. Alasan utama pemilihan lokasi tersebut adalah karena lokasi tersebut sebagian besar dosen antara satu dengan lainnya mempunyai perbedaan, kompetensi kecerdasan emosional dan motivasi kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dosen Universitas Sahid Surakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penentuan sampel dalam penelitian ini adalah dengan proporsional random sampling. Karena jumlah populasi dalam penelitian ini mencukupi dan karakteristik populasi cukup homogen.

 

E. Kesimpulan

1. Ada pengaruh secara simultan antara kecerdasan emosional, kompetensi dan motivasi terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta. Hal ini dibuktikan dengan uji F statistik dengan tingkat kepercayaan 99 % hasil regresi sebesar 22,555 lebih besar dari batas kritisnya (7,56) yang menunjukkan pengaruh tersebut kuat, dan semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional, kompetensi dan motivasi seorang maka semakin tinggi pula kinerja orang tersebut.

2. Dari hasil analisis regresi tentang pengaruh parsial dapat diketahui bahwa variabel kecerdasan emosional , kompetensi, dan motivasi terhadap kinerja di peroleh kesimpulan sebagai berikut : Variabel kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta. Hal ini dibuktikan oleh besarnya nilai koefisien regresi sebesar 0,055 yang menunjukkan bahwa variabel tersebut berpengaruh tapi tidak signifikan. Hal ini juga didukung dengan uji t statistik dengan derajad kepercayaan sebesar 95 % sebesar 0,231, bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional seseorang maka semakin kuat pula tali pengendali seseorang tersebut sehingga terekspresikan secara tepat dan efektif yang memungkinkan orang bekerja sama dengan orang lain secara lancar menuju tujuan bersama.

3. Dari hasil analisis regresi tentang pengaruh parsial dapat diketahui bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta. Hal ini dibuktikan oleh besarnya nilai koefisien regresi sebesar 0,580 yang menunjukkan bahwa variabel tersebut berpengaruh cukup kuat. Hal ini juga didukung dengan uji t statistik dengan derajad kepercayaan sebesar 95 % sebesar 2,137, jadi ada pengaruh cukup kuat terhadap kinerja. Maka semakin tinggi kompetensi seorang dosen maka semakin baik pula kemampuan dosen tersebut dalam melakukan kewajibanya sesuai kemampuan dan kewenangan secara bertanggung jawab dan layak dalam mendidik sesuai standart mutu pendidikan.

4. Dari hasil analisis regresi tentang pengaruh parsial dapat diketahui bahwa variabel motivasi terhadap kinerja di peroleh kesimpulan sebagai berikut : Variabel motivasi berpengaruh terhadap kinerja dosen di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta. Hal ini dibuktikan oleh besarnya nilai koefisien regresi sebesar 0,648 yang menunjukkan bahwa variabel tersebut berpengaruh cukup kuat. Hal ini juga didukung dengan uji t statistik dengan derajad kepercayaan sebesar 95 % sebesar 2,717, jadi ada pengaruh cukup kuat. Semakin tinggi motivasi untuk berprestasi seorang dosen dalam melakukan tugasnya maka tujuan organisasi dapat tercapai.

Incoming search terms:

Leave a Reply