HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Penerapan Data Envelopment Analysis

Contoh Tesis – Analisis Efisiensi Kantor Cabang Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan Eromoko Di Kabupaten Wonogiri Tahun 2005-2009 Penerapan Data Envelopment Analysis (Dea)

penerapan data envelpoment analisis Tesis Penerapan Data Envelopment Analysis

 

 

A. Latar Belakang

Perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki peranan penting dituntut untuk memiliki kinerja yang baik. Aspek penting dalam pengukuran kinerja perbankan adalah efisiensi yang antara lain dapat ditingkatkan melalui penurunan biaya (reducing cost) dalam proses produksi. Berger, et al (1993) mengatakan jika terjadi perubahan pada struktur keuangan suatu bank dengan cepat maka hal penting yang harus dilakukan adalah mengidentifikasikan efisiensi biaya dan pendapatan. Bank yang efisien diharapkan akan mendapatkan keuntungan yang optimal, dana pinjaman yang lebih banyak dan kualitas servis yang lebih baik pada nasabah. Penelitian ini mengukur efisiensi Badan Kredit Kecamatan di kabupaten Wonogiri yang pada waktu itu sebagai single unit dan masih berdiri sendiri-sendiri dan mengapa tidak mengambil sesudah merger? Alasannya setelah merger kantor-kantor tersebut sudah menjadi PD. BKK Eromoko, sehingga tidak bisa di perbandingkan. (relatif). Peranan BKK yang begitu penting dalam menyalurkan dan menghimpun dana dari masyarakat serta membantu meningkatkan pendapatan daerah, sehingga penelitian ini mengambil judul analisa efisiensi kantor cabang perusahaan daerah  badan kredit  kecamatan  Eromoko di kabupaten Wonogiri tahun 2005–2009 penerapan model Data Envelopment Analysis (DEA).

 

 B. Perumusan Masalah

Penelitian ini menganalisis masalah efisiensi dalam BUMD lembaga keuangan di kabupaten Wonogiri. Perumusan masalah dari penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah pencapaian efisiensi masing-masing kantor Cabang PDBKK Eromoko tahun 2005 – 2009 yang ada di Kabupaten Wonogiri?
  2. Bagaimana kinerja masing-masing kantor Cabang PD BKK Eromoko di kabupaten Wonogiri dilihat dari pendekatan produksi dan pendekatan intermediasi?

 

C. Tujuan Penelitian        

Tujuan penelitian ini adalah untuk:

  1. Mengetahui pencapaian efisiensi Kantor Cabang dan Kantor Pusat Operasional (KPO) PD BKK Eromoko yang ada di kabupaten Wonogiri tahun 2005-2009.
  2. Mengetahui kinerja dengan pendekatan produksi dan pendekatan Intermediasi dari masing-masing Kantor Cabang PD BKK Eromoko di Kabupaten Wonogiri yang meliputi kantor cabang Pracimantoro, KPO Eromoko, Wuryantoro, Manyaran, Selogiri, Nguntoronadi, Sidoharjo, Jatisrono, Bulukerto dan Kismantoro.

 

D. Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Kantor-kantor cabang PD BKK Eromoko tahun 2005-2009 belum mencapai efisien seluruhnya seperti yang diharapkan, karena belum mencapai efisiensi 100% perbandingan input dan outputnya. Kondisi ini dapat terlihat pada tahap produksi, tahap intermediasi dan rata–rata tahap produksi ke tahap intermediasi, sebagai berikut:
  2. Pendekatan Produksi

Kantor cabang yang sudah efisien = 100% pada saat tahap produksi adalah kantor cabang Pracimantoro, Sidoharjo, dan Kismantoro. Kantor cabang yang kurang efisien atau ? 100% ada 7 kantor yaitu: KPO (Kantor Pusat Operasional), Wuryantoro, Manyaran, Selogiri, Jatisrono, Bulukerto dan Nguntoronadi.

  1. Pendekatan Intermediasi

Kantor cabang yang sudah efisien = 100% pada pendekatan intermediasi, semua kantor cabang tersebut tidak efisien. Kantor cabang  Kismantoro yang paling mendekati efisien dengan hasil (98,90%) dan yang paling tidak efisien adalah kantor pusat operasional dengan hasil (68,60%).

  1. Prosentase Efisiensi rata-rata tahap Produksi dan Tahap Intermediasi.

Prosentase efisiensi rata-rata tahap produksi dan tahap intermediasi semua kantor cabang tidak ada yang efisien karena < 100%, dari seluruh kantor cabang dan KPO dari pendekatan produksi ke pendekatan intermediasi mengalami penurunan ,Kantor cabang Jatisrono yang mengalami kenaikan yang cukup baik dengan kenaikan (20.78%) dari 77.48% menjadi 98.26%, kantor cabang Pracimantoro yang mengalami penurunan tertinggi dengan penurunan mencapai 30.16% (100%-69.84%). Dilanjutkan  KPO (29%), Nguntoronadi(15.68%), Manyaran(12.86%), Selogiri(7.7%),  Bulukerto (5.57%),Sidoharjo (2.97%) dan Kismantoro (1.1%).

 

  1. Pencapaian kinerja seluruh kantor cabang dan kantor pusat operasional PDBKK Eromoko, dalam tahapan produksi, Intermediasi dan Prosentase rata-rata produksi ke intermediasi.
  2. Tahap Produksi

Pencapaian kinerja dalam tahap produksi dalam menggunakan input-input dan output di kantor cabang PD BKK Eromoko yang sudah efisien secara rata-rata tahun 2005 – 2009  tiga kantor cabang, karena antara angka actual dan angka target sudah 100% atau efisien yaitu : kantor cabang Pracimantoro sebesar 100%, kantor cabang Sidoarjo = 100% dan kantor cabang Kismantoro sebesar 100%, sedangkan ketujuh kantor lain masih belum efisien karena tidak mencapai 100% yaitu: KPO (97,60%),Nguntoronadi (94,04%), Selogiri  (93,91%), Bulukerto (93,27%),Wuryantoro (89,84%), Manyaran (89,52%) dan Jatisrono (77,48%). Tahap produksi ini masih ada 7 kantor cabang yang masih melakukan pemborosan dalam penggunaan input-inputnya.

  1. Tahap Intermediasi

Pencapaian kinerja dalam tahap intermediasi dalam menggunakan input-inputnya dan output nya di kantor PD BKK Eromoko tidak ada yang efisien, hal ini karena masih dibawah efisien atau < 100%. Angka target tidak tercapai terlihat dari angka actual kantor cabang dan KPO, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah bagi PD BKK Eromoko untuk lebih mengoptimalkan penggunaan input dan outputnya. Hasil perhitungan tahap intermediasi secara rata-rata tahun  2009-2012 adalah: Kantor cabang Kismantoro (98,90%), Jatisrono (98,26%), Sidoharjo (97,03%), Bulukerto (87,70%), Selogiri (86,21%), Nguntoronadi (78,36%), Wuryantoro (77,98%), Manyaran (76,66%), Pracimantoro (69,84%) dan KPO (68,60%). Kantor cabang Kismantoro yang mendekati efisien dan KPO prosentase efisiensi tahap intermediasi yang paling kurang efisien. Tahap intermediasi ini kantor cabang dan KPO. PD BKK Eromoko masih melakukan pemborosan dalam penggunaan input-inputnya dan tidak sebanding dengan output yang dihasilkan.

  1. Prosentase Rata-rata tahap produksi ke tahap intermediasi.

Prosentase rata-rata tahap produksi ke tahap intermediasi secara menyeluruh ada 9 kantor cabang PD BKK eromoko yang  mengalami penurunan, Kantor cabang Jatisrono yang mengalami kenaikan. Membuktikan bahwa dalam penggunaan input-inputnya masih terjadi pemborosan dalam produksi dan intermediasinya.

Leave a Reply