HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Penambahan Serat Chitosan Pada Suplementasi Omega 3 dalam Minyak Ikan

Judul Skripsi : Penambahan Serat Chitosan Pada Suplementasi Omega 3 dalam Minyak Ikan (Fish Oil) Terhadap Kadar Trigliserida dan Kolesterol Total Darah Pada Karyawan Obesitas

A. Latar Belakang

Obesitas merupakan faktor risiko yang dapat memicu terjadinya penyakit degeneratif. Obesitas memiliki manifestasi klinik yang terkait dengan penyakit jantung koroner (PJK) seperti hipertensi, dilipidemia, dan diabetes mellitus (Kenchaiah, 2002). Namun demikian, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, telah dapat dibuktikan bahwa distribusi jaringan lemak berpengaruh pada tingginya risiko PJK. (Gotera, 2006).

Prevalensi obesitas di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 yaitu sejumlah 19,1% (8,8% BB lebih dan 10,3% obese). Data Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki  (masing-masing 23,8% dan 13,9%). Daerah Istimewa Yogjakarta memiliki prevalensi obesitas pada perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (masing-masing 22,5 % dan 14,6 %). Angka obesitas tertinggi persentase obesitas terdapat pada kelompok umur 35-44 dan 45-54 tahun (14.6%).

Obesitas adalah penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Akumulasi penumpukan lemak terjadi ketika asupan energi lebih besar dari energi yang digunakan untuk aktifitas. Indeks massa tubuh (IMT) ditentukan berdasarkan berat badan (dalam kilogram) dibagi kuadrat tinggi badan (dalam meter) Indikator status gizi penduduk umur 15 tahun ke atas yang lain adalah ukuran lingkar perut (LP) untuk mengetahui adanya obesitas sentral.

B. Rumusan Masalah

Apakah penambahan serat chitosan pada suplementasi minyak ikan (fish oil) berpengaruh terhadap kadar trigliserida dan kolesterol total plasma pada karyawan obesitas?

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Akumulasi penumpukan lemak terjadi ketika asupan energi lebih besar dari energi yang digunakan untuk aktifitas. Pada penderita obesitas makanan masuk kedalam tubuh dengan jumlah makanan yang lebih besar daripada yang dipakai oleh tubuh untuk energi.

Kadar Trigliserida (TG) dan Kolesterol Total Pada Penderita Obesitas

Tingginya kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) dan tingginya kadar kolesterol total (hiperkolesterolemia) merupakan faktor resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang disebabkan karena aterosklerosis (Bays, 2008). Secara morfologi, lesi akibat aterosklerosis terjadi dalam 3 tahap yang meliputi pembentukan bercak lemak, plak fibrosa, dan lesi terkomplikasi.

Minyak ikan (fish oil)

Minyak ikan (fish oil) mengandung hampir 30 % asam lemak tidak jenuh ganda omega-3. Minyak ikan (fish oil) adalah sumber natural asam lemak omega-3 . Asam lemak omega-3 merupakan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh diklasifikasikan menjadi dua (2) yaitu asam lemak tidak jenuh tunggal (Mono Unsaturated Fatty Acid = MUFA) yang terdiri dari asam oleat dan asam palmitoleat, dan asam lemak tidak jenuh ganda (Poly Unsaturated Fatty Acid = PUFA) yang terdiri dari omega-3 (asam linoleat dan asam linolenat) dan omega 6 (asam arakhidonat).

Omega-3 dan Kadar Kolesterol

Studi pool analysis dengan dosis pemberian 4 g omega-3 pada pasien hipertrigliseridemia tingkat berat (konsentrasi TG >500mg/dl) dapat menurunkan konsetrasi TG sebesar 45% dari kadar awal TG 816 mg/dl/ dan meningkatkan LDL sebesar 45% dari kadar awal LDL sebesar 89 mg/dl. Meningkatnya LDL lebih disebabkan karena meningkatnya ukuran partikel LDL, bukan pada jumlah partikel LDL. Teori ini juga didukung oleh adanya temuan bahwa terjadi penurunan partikel non HDL dan penurunan apoB pada pemberian omega-3 pada pasien hipertrigliseridemia.

Serat Chitosan

Serat makanan adalah polisakarida non pati dinding sel dan memiliki dua jenis sifat yaitu larut air dan tidak larut air. Serat larut air adalah pectin, gum, mukilase, glukan dan algae. Serat tidak larut air adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin (Almatsier, 2004). Serat makanan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Serat makanan mempengaruhi metabolisme lemak melalui beberapa mekanisme.

D. Metodelogi Penelitian

Jenis penelitian ini adalah eksperimental menggunakan rancangan Randomized Control Trial (RCT). Penelitian ini dilakukan di wilayah Jogjakarta, pada bulan Januari 2011.

Tempat penelitian adalah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogjakarta dan Laboratorium klinik Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jogjakarta. Populasi Penelitian adalah Seluruh karyawan RS PKU Muhammadiyah Jogja berjumlah 600 orang yang terdiri dari 350 orang perempuan dan 250 orang laki-laki.

Sampel diambil memakai desain pencuplikan (sampling design) menggunakan pencuplikan non random (non-probabilitas) dan kriteria retriksi dalam pemilihan subjek, yaitu pencuplikan purposif (purposive sampling) dengan memasukkan dua jenis kriteria retriksi: kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Besarnya sampel menurut rumus (Lemeshow, et al, 1990 dalam Bhisma Murti, 2006)

E. Kesimpulan

1. Penambahan 3 g chitosan pada suplementasi 3 g omega-3 selama 21 hari pada karyawan obesitas tidak berpengaruh terhadap kadar trigliserida darah. Trigliserida darah dapat diturunkan hanya dengan suplementasi omega-3 saja.

2. Penambahan 3 g chitosan pada suplementasi 3 g omega-3 selama 21 hari pada karyawan obesitas berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah.

Leave a Reply