HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembuatan Detektor Asap Rokok Dengan Alarm Berbasis Mikrokontroller AT89S51

INTISARI

Tugas akhir ini membuat aplikasi detektor asap rokok dengan alarm yang dikendalikan mikrokontoller AT89S51 berdasarkan kepekatan asap yang terdeteksi oleh sensor asap AF30. Pembuatan tugas akhir ini menggunakan metode observasi dalam pengumpulan data dan studi kepustakaan. Hal yang perlu dilakukan sebelum membuat aplikasi detektor asap rokok ini adalah melalui beberapa percobaan untuk menguji masing-masing modul yang digunakan dalam keseluruhan rangkaian ini. Percobaan rangkaian dilakukan dengan pemberian input pada sensor asap AF30 yaitu berupa asap rokok. Setelah itu barulah mikrokontroller AT89S51 mengolah dan mengeluarkannya lewat buzzer.

Keseluruhan percobaan didapat hasil sebagai berikut :
1. Pada saat terdeteksi asap dengan kepekatan 10ppm maka buzzer akan berbunyi dan led indikator kuning akan menyala.
2. Pada saat terdeteksi asap dengan kepekatan 100ppm, maka buzzer akan menyala lebih cepat dan led indikator merah dan kuning akan menyala.
Kata kunci : Detektor Asap AF30, Mikrokontroller AT89S51, buzzer

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi dan komputerisasi berkembang sangat pesat, berbagai penemuan baru dan munculnya teknologi yang semakin canggih menciptakan alat-alat yang modern dan serba digital. Kehadiran komputer sangat memberi peranan penting bagi aktifitas sebagian besar orang di dunia. Ukuran sebuah komputer yang cukup besar dan memakan daya yang cukup tinggi mengakibatkan munculnya sebuah komputer yang berukuran mini yang sering disebut dengan mikrokontroler.

Hampir semua peralatan-peralatan sudah menggunakan perangkat mikro, seperti pada pintu, penerangan,dan alat alat yang serba otomatis. Mikrokontroler adalah single microcomputer (SCM) yang merupakan sebuah komputer lengkap yang dipaket dalam sebuah chip (IC). Di mana di dalamnya telah terdapat RAM, ROM atau EPROM, timer, oscilator, ADC, buffer I/O port , saluran data sehingga dapat bekerja dan mampu melakukan pekerjaan yang rumit walaupun dengan rangkaian sangat sederhana. Kemudahan dan kesederhanaan penggunaan teknologi mikrokontroler ini, maka penulis tertarik untuk membuat aplikasi sebuah alat detektor asap rokok. Alat ini dapat digunakan sebagai pendeteksi asap rokok yang memungkinkan terjadinya kebakaran jika suhu yang dihasilkan oleh asap semakin tinggi. Detektor asap rokok ini menggunakan sensor asap sebagai pendeteksinya dan alarm akan berbunyi jika sensor asap mendeteksi adanya asap rokok di suatu ruangan yang bebas asap rokok.

Incoming search terms:

Leave a Reply