HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Model Pakem terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan dari Motivasi Belajar

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pakem terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa SD Negeri di Kecamatan Wonogiri Tahun Ajaran 2008/2009 (Studi Eksperimen pada kelas V SDN di Kecamatan Wonogiri)

 

A. Latar Belakang Masalah

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan wajib mengikuti pendidikan dasar serta pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Untuk merealisasi landasan konstitusional, secara operasional diatur dalam Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 13 Undang-undang No.20 tahun 2003 menyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi (Sisdiknas, 2003:9).

Pendidikan Dasar merupakan pendidikan yang melandasi pendidikan menengah yang berbentuk Sekolah Dasar atau bentuk lain dan Sekolah Menengah Pertama atau bentuk lain yang sederajat. Permasalahan di bidang pendidikan yang dihadapi adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pengembangan pribadi dan watak peserta didik, yang berakibat hilangnya kepribadian dan kesadaran akan makna hakiki kehidupan. Mata pelajaran yang berorientasi akhlak dan moralitas serta pendidikan agama kurang diberikan dalam bentuk latihan-latihan pengalaman untuk menjadi corak kehidupan sehari-hari (GBHN 1999-2004: 12).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan pengaruh antara model PAKEM dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar PKn siswa SD Negeri di Kecamatan Wonogiri?
  2. Apakah ada perbedaan pengaruh antara motivasi belajar pada kategori tinggi dan motivasi belajar kategori rendah terhadap prestasi belajar PKn siswa SD Negeri di Kecamatan Wonogiri?
  3. Apakah ada interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PKn siswa SD Negeri di Kecamatan Wonogiri?

 

C. Landasan Teori

Model Pembelajaran

Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Menurut Toeti Soekamto dan Udin Sarifudin (1996:78), model pembelajaran didifinisikan sebagi suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagi pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Dengan demikian aktivitas belajar mengajar benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata secara sistematis.

 

Motivasi Belajar Siswa

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung.

 

Hakikat Belajar

Berbagai definisi belajar dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut. Menurut Sardiman AM.(1990:24), belajar dapat dikatakan sebagai suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannnya, yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep, ataupun teori. Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan tingkah laku pada diri individu yang terjadi secara sadar melalui interaksi dengan lingkungannya.

 

Hakikat Prestasi Belajar

Hakikat prestasi belajar menurut Mulyono Abdurrahman (2003: 37), menyatakan bahwa “hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar”. Sedangkan menurut John M. Keller dalam Mulyono Abdurrahman (2003: 38), bahwa ”hasil belajar adalah sebagai keluaran dari suatu sistem pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi”.

 

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama,sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945. ( Departemen Pendidikan Nasional 2005 : 33)

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2 x 2.

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Wonogiri.

Teknik sampling menggunakan Multistage cluster random sampling.

Sampel penelitian berjumlah 60 orang siswa.

Instrumen untuk mengambil data berupa tes prestasi belajar mata pelajaran PKn dan Motivasi Belajar.

Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas variansi, dengan taraf signifikansi penelitian sebesar 5%.

 

E. Kesimpulan Skripsi

1. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara model PAKEM dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar mata pelajaran PKn siswa Dengan model pembelajaran PAKEM siswa selalu aktif dan kreatif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, suasana belajar dibuat menarik dan menyenangkan sehingga apa yang dipelajari siswa akan mudah dimengerti dan tertanam dalam diri siswa secara mendalam.

2. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi yang rendah rendah terhadap prestasi belajar mata pelajaran PKn siswa. Dengan adanya motivasi belajar yang tinggi dari siswa, maka siswa tersebut akan selalu belajar dengan bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan prestasi yang terbaik.

3. Terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran PKn siswa. Dengan penerapan model pembelajaran PAKEM dimana pembelajaran berorientasi pada siswa yang dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya dan didukung dengan motivasi belajar yang tinggi maka akan mampu meningkatkan prestasi belajar secara optimal..

Incoming search terms:

Leave a Reply