HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Inkuiri Terbimbing dan Termodifikasi Ditinjau dari Kemampuan

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Sikap Ilmiah

A. Latar Belakang Masalah

Penilaian hasil belajar merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Menurut Trinto (2009: 252), “Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik”. Prestasi merupakan hasil penilaian yang telah dicapai oleh peserta didik dalam belajar. Penilaian tersebut tidak hanya berdasarkan hasil tetapi juga proses. Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, sedangkan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Penilaian dalam pembelajaran sains khususnya dengan pelaksanaan inkuiri sangat sesuai apabila tidak hanya dari hasil belajar pada aspek kognitif saja tetapi juga pada keterampilan kerja ilmiah atau keteampilan proses yang merupakan bagian dari aspek psikomotor.

Penilaian kognitif menilai sejauh mana siswa memiliki pengetahuan terhadap fakta, konsep. Aspek kognitif adalah kemampuan intelektual meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan-kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah yang meliputi pengamatan (observasi), berhipotesis, menafsirkan hasil pengamatan (interpretasi), meramalkan (prediksi), merencanakan percobaan/penyelidikan, malksanakan percobaan, menerapkan konsep/prinsip, dan berkomunikasi.

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka dalam penelitian ini akan diterapkan metode inkuiri sehingga diharapkan dapat diperoleh prestasi belajar yang baik terhadap konsep-konsep fisika. Atas dasar pemikiran diatas, maka akan dilakukan ”Pembelajaran Fisika dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Sikap Ilmiah”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh metode inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar mahasiswa?
  2. Adakah pengaruh kemampuan awal mahasiswa pada kategori tinggi, dan rendah terhadap prestasi belajar mahasiswa?
  3. Adakah pengaruh sikap ilmiah mahasiswa pada kategori tinggi, dan rendah terhadap prestasi belajar mahasiswa?

 

C. Landasan Teori

Metode Pembelajaran Inkuiri

Menurut Tardif dalam Muhibbin Syah (2010:198), “Metode pembelajaran adalah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa”. Menurut Welch dalam Paul Supano (2007: 65), “Inkuiri adalah proses dimana manusia mencari informasi atau pengertian (a way of thought)”. Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran inkuiri adalah cara yang dilakukan untuk melaksanakan pembelajaran melaui proses mencari informasi.

Metode Inkuiri terbimbing (Guided Inquiry)

Inkuiri terbimbing adalah inkuiri yang memerlukan banyak peranan guru dalam membimbing. Guru mengarahkan dan memberi petunjuk lewat pertanyaan pengarahan selama proses inkuiri. Mahasiswa tidak diberikan kebebasan penuh dalam mengembangkan gagasan dan idenya. Guru memberikan persoalan, dan siswa memecahkan persoalan dengan prosedur yang telah ditentukan dari pendidik. Guru banyak memberikan pertanyaan disela-sela proses, sehingga kesimpulan lebih mudah, dan lebih cepat diambil.

Inkuiri bebas termodifikasi (Modified Free Inquiry)

Metode inkuiri bebas termodifikasi merupakan suatu kegiatan inkuiri bebas, tetapi dalam penentuan masalahnya diberikan oleh guru. Permasalahan didapat melalui pengamatan, eksplorasi atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban dan siswa harus didorong untuk memecahkan masalah. Selain itu peran guru hanya sebagai narasumber yang memberikan bantuan jika diperlukan untuk menjamin bahwa siswa tidak gagal dalam pembelajaran. Bantuan yang diberikan guru berupa pertanyaan–pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam berpikir dan menemukan cara–cara penelitian yang tepat.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah seluruh mahasiswa pendidika fisika semester dua STKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2010-2011, sejumlah tiga kelas.

Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Satu kelas eksperimen 1 dengan metode inkuiri terbimbing dan satu kelas eksperimen 2 dengan metode inkuiri bebas termodifikasi.

Teknik pengumpulan data untuk prestasi kognitif, psikomotor/keterampilan proses, dan kemampuan awal dengan metode tes, angket untuk sikap ilmiah, dan lembar observasi untuk keterampilan proses.

 

E. Kesimpulan

1. Metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi merupakan inovasi dalam pembelajaran fisika yang memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif maupun psikomotor/keterampilan proses. Dalam meningkatkan prestasi belajar kognitif, metode inkuiri terbimbing lebih baik karena didalam pembelajaran siswa lebih terarah dalam menemukan konsep dari pada inkuiri bebas termodifikasi. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar kognitif, yaitu 58,11 untuk kelompok inkuiri terbimbing dan 48,03 untuk inkuiri bebas termodifikasi.

2. Kemampuan awal merupakan faktor dalam diri siswa yang menjadi prasyarat keberhasilan pembelajaran. Namun, dalam penelitian ini kemampuan awal tidak dapat meningkatkan prestasi belajar kognitif dan psikomotor/keterampilan proses. Hal ini disebabkan karena mahasiswa yang memiliki kemampuan awal yang baik namun tidak mengikuti kegiatan pembelajaran inkuiri dengan baik tentu saja tidak mendapatkan peningkatan prestasi belajar. kemampuan awal akan dapat meningkatkan prestasi belajar kognitif dan proses jika proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

3. Sikap ilmiah tidak mempengaruhi prestasi belajar kognitif dan psikomotor/keterampilan proses. Hal ini disebabkan karena sikap terbentuk dan berubah sejalan dengan perkembangan individu atau dengan kata lain sikap merupakan hasil belajar individu melalui interaksi sosial sehingga jika tidak didukung interaksi yang baik dalam proses pembelajaran maka prestasi belajar yang maksimal tidak tercapai.

Incoming search terms:

Leave a Reply