Ditinjau oleh: Wikan Tyas
Belanja pegawai adalah kompensasi dalam bentuk uang maupun barang yang dibayarkan kepada pejabat negara, aparatur sipil negara, dan pegawai pemerintah lainnya sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Dalam klasifikasi belanja daerah, belanja pegawai merupakan bagian dari belanja operasi, bukan kelompok tersendiri. Sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, porsi belanja pegawai dalam APBD dibatasi maksimal 30 persen, dan ketentuan ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2027. Artikel ini membahas pengertian, komponen, pembatasan tersebut, serta cara menjadikan belanja pegawai sebagai variabel penelitian.
Pengertian Belanja Pegawai
Definisi resminya berbeda sedikit tergantung tingkat pemerintahannya — dan perbedaan ini penting untuk penelitian Anda.
Menurut Kementerian Keuangan (konteks APBN), belanja pegawai adalah kompensasi terhadap pegawai baik dalam bentuk uang maupun barang, yang harus dibayarkan kepada pegawai pemerintah dalam dan luar negeri — baik kepada Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil, maupun pegawai yang dipekerjakan pemerintah yang belum berstatus PNS dan/atau non-PNS — sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas dan fungsi unit organisasi pemerintah.
Menurut Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, belanja pegawai adalah kompensasi dalam bentuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai negeri, pejabat negara, pensiunan, serta pegawai honorer yang akan diangkat sebagai pegawai lingkup pemerintahan.
Satu unsur penting yang sering terlewat: belanja pegawai tidak mencakup pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. Upah tukang dalam proyek pembangunan gedung, misalnya, tidak dicatat sebagai belanja pegawai melainkan masuk ke belanja modal, karena melekat pada aset yang dihasilkan.
Kedudukan dalam Klasifikasi Belanja Daerah
Ini yang sering keliru dipahami. Belanja pegawai bukan kelompok belanja tersendiri dalam APBD.
Berdasarkan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, belanja daerah terbagi menjadi empat kelompok: belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.
Belanja pegawai berada di dalam belanja operasi, yaitu pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari yang memberi manfaat jangka pendek. Selain belanja pegawai, belanja operasi juga mencakup belanja barang dan jasa, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial.

Perbedaan mendasar dengan belanja modal: belanja pegawai habis manfaatnya dalam tahun berjalan dan tidak menghasilkan aset, sedangkan belanja modal menghasilkan aset yang manfaatnya lebih dari satu tahun. Pembahasan lengkapnya ada di artikel pengertian belanja modal.
Komponen Belanja Pegawai Daerah
Berdasarkan ketentuan penganggaran daerah, belanja pegawai antara lain meliputi:
- Gaji dan tunjangan ASN
- Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN
- Belanja penerimaan lainnya pimpinan dan anggota DPRD serta kepala daerah dan wakil kepala daerah
- Insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah
- Honorarium
Untuk lingkup APBN, rincian tunjangannya lebih panjang: tunjangan istri atau suami, tunjangan anak, tunjangan jabatan struktural dan fungsional, tunjangan kompensasi kerja, tunjangan beras, tunjangan khusus PPh, tunjangan Papua, tunjangan pengabdian wilayah terpencil, tunjangan umum, dan tunjangan perbaikan penghasilan.
Dalam bagan akun standar, belanja pegawai memakai kode 51, dengan rincian 511 untuk belanja gaji dan tunjangan, lalu turun ke tingkat yang lebih rinci seperti 511111 untuk belanja gaji pokok PNS.
Pembatasan 30 Persen Menurut UU HKPD
Bagian ini paling penting untuk penelitian Anda, dan paling jarang dibahas artikel lain.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), Pasal 146, mewajibkan daerah mengalokasikan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total belanja APBD — di luar tunjangan guru yang dialokasikan melalui Transfer ke Daerah.
Pasal yang sama juga menetapkan belanja infrastruktur minimal 40 persen dari total belanja daerah.
Daerah yang porsinya masih di atas 30 persen diberi masa transisi lima tahun sejak undang-undang diundangkan, sehingga ketentuan ini berlaku efektif 1 Januari 2027.
Mengapa Aturan Ini Muncul
Naskah akademik UU HKPD mencatat bahwa rata-rata nasional belanja pegawai dalam APBD mencapai 37 persen dari total belanja, sementara belanja modal hanya sekitar 21 persen. Artinya, anggaran daerah lebih banyak terserap untuk membayar pegawai daripada membangun.
Di sejumlah daerah, porsinya bahkan mendekati separuh anggaran.
Kondisi Terkini
Menjelang berlakunya ketentuan ini, banyak daerah belum memenuhinya. Sebagai gambaran, dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, hanya sekitar tujuh daerah yang porsi belanja pegawainya sudah di bawah 30 persen. Satu kabupaten tercatat masih berada di angka 42,65 persen dan membutuhkan pergeseran anggaran ratusan miliar rupiah untuk mendekati ketentuan.
Perlu dicatat pula bahwa Kementerian Keuangan telah mengusulkan agar batasan ini direlaksasi dalam APBN 2027, karena banyak daerah kesulitan menerapkannya. Usulan ini belum menjadi keputusan. Undang-undang juga memberi kewenangan kepada Menteri Keuangan untuk mengubah batas maksimal tersebut setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri PAN-RB.
Untuk penelitian Anda: karena situasinya masih berkembang, sebutkan secara jelas kondisi peraturan pada saat data Anda dikumpulkan, dan periksa perkembangan terbaru sebelum sidang.
Belanja Pegawai sebagai Variabel Penelitian
Pembatasan 30 persen ini membuka banyak sekali peluang penelitian yang aktual dan relevan kebijakan.
Sebagai Variabel Terikat
Menguji faktor yang memengaruhi besaran atau porsi belanja pegawai suatu daerah — misalnya jumlah ASN, kapasitas fiskal, Pendapatan Asli Daerah, atau status daerah otonom baru.
Contoh judul: Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Porsi Belanja Pegawai pada APBD Kabupaten/Kota di Provinsi X Tahun 2021–2025.
Sebagai Variabel Bebas
Menguji dampak belanja pegawai terhadap kinerja daerah — pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, atau kualitas pelayanan publik.
Contoh judul: Pengaruh Belanja Pegawai dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah pada Kabupaten/Kota di Provinsi X.
Sebagai Fokus Kajian Kebijakan
Inilah yang paling bernilai kebaruan saat ini, dan cocok untuk mahasiswa Administrasi Publik:
- Kesiapan Pemerintah Daerah X dalam Memenuhi Batas Belanja Pegawai 30 Persen sesuai UU HKPD
- Analisis Implementasi Pasal 146 UU HKPD pada Pemerintah Kabupaten X
- Strategi Efisiensi Belanja Pegawai dalam Rangka Pemenuhan Ketentuan UU HKPD: Studi Kasus di Kabupaten X
- Dampak Pembatasan Belanja Pegawai terhadap Kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai ASN di Daerah X
Topik-topik ini bernilai tinggi karena tenggat pemberlakuannya sangat dekat dan datanya tersedia. Untuk kerangka teori kebijakannya, lihat artikel teori kebijakan publik menurut para ahli.
Catatan Metodologis
Hati-hati dengan definisi porsi. Ketentuan 30 persen dihitung di luar tunjangan guru yang berasal dari Transfer ke Daerah. Bila Anda menghitung porsi belanja pegawai secara total tanpa mengeluarkan komponen tersebut, angka Anda tidak sebanding dengan patokan undang-undang. Jelaskan cara penghitungan Anda di Bab III.
Gunakan data realisasi. Ambil dari Laporan Realisasi Anggaran yang telah diaudit BPK, bukan dokumen anggaran.
Perhatikan peralihan klasifikasi. Bila rentang penelitian Anda melintasi tahun 2021, struktur belanja pada data awal dan akhir bisa berbeda akibat peralihan ke Permendagri 77/2020.
Data panel. Penelitian lintas daerah dan lintas tahun menuntut analisis data panel. Tentukan modelnya sejak awal dan lakukan uji pemilihan model.
Perbedaan Belanja Pegawai Pusat dan Daerah

Perbedaan ini penting: jangan memakai definisi belanja pegawai versi APBN untuk penelitian yang objeknya APBD. Kekeliruan ini cukup sering terjadi karena definisi versi pusat lebih mudah ditemukan di internet.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menempatkan belanja pegawai sebagai kelompok belanja tersendiri, padahal ia bagian dari belanja operasi
- Memakai definisi versi APBN untuk penelitian yang objeknya APBD
- Menghitung porsi 30 persen tanpa mengeluarkan tunjangan guru dari TKD
- Memasukkan upah pekerja proyek pembangunan sebagai belanja pegawai, padahal termasuk belanja modal
- Mengutip klasifikasi belanja langsung dan tidak langsung yang sudah dicabut
- Memakai data anggaran, bukan data realisasi
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah honorarium termasuk belanja pegawai? Ya, honorarium termasuk komponen belanja pegawai daerah.
Apakah gaji guru termasuk dalam perhitungan batas 30 persen? Tunjangan guru yang dialokasikan melalui Transfer ke Daerah dikecualikan dari perhitungan. Perhatikan rumusan pasalnya dengan teliti bila Anda menghitung sendiri.
Apa bedanya belanja pegawai dan belanja barang dan jasa? Keduanya sama-sama bagian dari belanja operasi. Belanja pegawai adalah kompensasi kepada orang; belanja barang dan jasa adalah pengeluaran untuk barang habis pakai dan jasa pihak ketiga.
Apakah upah pekerja proyek termasuk belanja pegawai? Tidak. Pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal dikecualikan, sehingga masuk ke belanja modal.
Di mana memperoleh data belanja pegawai daerah? Laporan Realisasi Anggaran pemerintah daerah yang telah diaudit BPK, serta situs Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
Apakah batas 30 persen sudah pasti berlaku 2027? Ketentuannya tertuang dalam UU HKPD dan dijadwalkan berlaku 1 Januari 2027. Namun sedang ada usulan relaksasi dari Kementerian Keuangan, dan Menteri Keuangan berwenang mengubah batas tersebut. Periksa perkembangan terkini sebelum sidang.
Penutup
Belanja pegawai sedang menjadi salah satu isu keuangan daerah paling hangat di Indonesia. Tenggat 1 Januari 2027 membuat topik ini bukan sekadar bahan kajian akademik, melainkan persoalan nyata yang sedang dihadapi hampir seluruh pemerintah daerah.
Bagi mahasiswa Administrasi Publik dan Akuntansi Sektor Publik, ini berarti ketersediaan topik yang aktual, datanya terbuka, dan hasilnya benar-benar relevan bagi pengambil kebijakan — kombinasi yang tidak selalu mudah ditemukan.
Dua hal yang perlu Anda jaga: pastikan definisi dan klasifikasi yang Anda pakai sesuai dengan tingkat pemerintahan yang diteliti, dan periksa perkembangan peraturan sampai menjelang sidang karena situasinya masih bergerak.
Contoh judul penelitian bidang ini tersedia di daftar judul tesis administrasi publik UGM.
Bila Anda membutuhkan pendampingan dalam menyusun kerangka konsep atau menentukan model analisis data panel, layanan bimbingan penulisan IDTESIS siap membantu.
Incoming search terms:
- belanja pegawai
- contoh belanja pegawai
- pengertian belanja pegawai










Leave a Reply