Ditinjau oleh: Wikan Tyas.
HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) adalah instrumen pengukuran tingkat kecemasan yang terdiri dari 14 kelompok gejala, masing-masing dinilai dengan skala 0 sampai 4 sehingga skor totalnya berkisar 0–56. Instrumen ini paling banyak dipakai dalam penelitian kesehatan di Indonesia karena mudah diperoleh dan banyak rujukan pembandingnya. Namun ada satu hal mendasar yang jarang disadari: HARS dirancang untuk diisi oleh pewawancara terlatih, bukan oleh responden sendiri. Artikel ini membahas struktur, cara skoring, serta konsekuensi metodologis dari cara pemakaiannya di Indonesia.
Apa Itu HARS dan Siapa Pengembangnya
HARS dikembangkan psikiater Max Hamilton pada 1959 dan hingga kini menjadi salah satu alat ukur kecemasan yang paling banyak dipakai di dunia. Instrumen ini juga dikenal dengan singkatan HAM-A atau HRS-A.
HARS adalah wawancara terstruktur berisi 14 butir yang dijalankan pewawancara untuk menilai keparahan gejala kecemasan; tujuh butir menilai kecemasan psikis dan tujuh butir sisanya menilai kecemasan somatik. Pengisiannya memerlukan waktu sekitar 10–15 menit.
Struktur Instrumen: 14 Kelompok Gejala

Setiap kelompok gejala memuat beberapa gejala turunan. Rangkaian butir ini meliputi perasaan ansietas, ketegangan, ketakutan, gangguan tidur, gangguan kecerdasan, perasaan depresi, gejala somatik otot, gejala somatik sensorik, gejala kardiovaskuler, gejala respiratori, gejala gastrointestinal, gejala urogenital, gejala otonom, dan tingkah laku pada wawancara.
Pembagian psikis dan somatik ini berguna bila Anda ingin menganalisis dimensi kecemasan secara terpisah — sesuatu yang jarang dilakukan penelitian di Indonesia dan bisa menjadi nilai kebaruan.
Persoalan Mendasar: HARS Bukan Kuesioner Isi Sendiri
Bagian ini perlu Anda baca dengan saksama karena berkonsekuensi langsung pada validitas penelitian Anda.
Di Indonesia, HARS hampir selalu dibagikan sebagai lembar kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Padahal instrumen ini tidak dirancang demikian.
Rujukan klinis menyatakan tegas bahwa berbeda dari kuesioner isi sendiri, HAM-A dirancang untuk diisi oleh klinisi berdasarkan wawancara terstruktur dengan kliennya, sehingga gejala yang dilaporkan sekaligus pengamatan klinis dapat tercakup. Rujukan lain menyebutkan bahwa pemberian HAM-A memerlukan pelatihan dan pertimbangan klinis; instrumen ini bukan kuesioner isi sendiri, melainkan diberikan melalui wawancara klinis terstruktur.
Bukti Paling Nyata: Butir Nomor 14
Perhatikan butir terakhir: “Tingkah laku pada wawancara”. Butir ini menilai hal-hal seperti gelisah, tidak tenang, jari gemetar, kerut kening, muka tegang, dan napas pendek.
Butir ini mustahil dinilai oleh responden sendiri. Ia memerlukan pengamat yang melihat responden selama wawancara berlangsung. Bila Anda membagikan lembar HARS lalu meminta ibu hamil mengisinya sendiri, butir nomor 14 tidak dapat dijawab secara bermakna — padahal ia tetap ikut dijumlahkan ke skor total.
Keberadaan butir ini adalah bukti paling jelas bahwa HARS memang dirancang untuk diisi pengamat.
Mengapa Ini Penting bagi Penelitian Anda
Sebuah kajian psikometrik menemukan bahwa validitas konvergen HRSA yang diberikan pewawancara dengan subskala kecemasan alat ukur isi sendiri hanya lemah sampai sedang. Artinya, hasil pengukuran lewat wawancara dan lewat isian sendiri memang tidak selalu sejalan.
Apa yang sebaiknya Anda lakukan:
- Cara terbaik — kumpulkan data melalui wawancara terstruktur yang Anda lakukan sendiri, bukan membagikan lembar isian. Ini juga menyelamatkan butir nomor 14.
- Bila terpaksa memakai cara isian sendiri — nyatakan secara terbuka di Bab III dan bahas sebagai keterbatasan penelitian di Bab V.
- Jelaskan cara pengumpulan datanya secara rinci — siapa yang mengisi, bagaimana prosedurnya, dan berapa lama.
Menyebutkan keterbatasan ini bukan kelemahan. Justru menunjukkan Anda memahami instrumen yang dipakai, dan penguji yang berlatar klinis hampir pasti menanyakannya.
Cara Melakukan Skoring
Skala Penilaian
Setiap kelompok gejala dinilai dengan skala lima tingkat: 0 (tidak ada gejala), 1 (ringan), 2 (sedang), 3 (berat), dan 4 (sangat berat). Karena ada 14 kelompok, skor totalnya berkisar 0 sampai 56.
Kategori Skor: Perhatikan Ada Dua Versi
Inilah hal yang jarang dijelaskan dan sering menjadi bahan pertanyaan penguji berlatar klinis.

Konvensi Indonesia menyebutkan skor kurang dari 14 berarti tidak ada kecemasan, 14–20 kecemasan ringan, 21–27 kecemasan sedang, 28–41 kecemasan berat, dan di atas 41 masuk kategori kecemasan sangat berat atau panik. Sementara rujukan internasional memakai titik potong berbeda: skor di bawah 17 menandakan kecemasan ringan, 18–24 ringan hingga sedang, 25–30 sedang hingga berat, dan di atas 30 menandakan kecemasan berat.
Perbedaannya cukup besar. Skor 25 masuk kategori “sedang” menurut konvensi Indonesia, tetapi “sedang hingga berat” menurut rujukan internasional.
Sarannya: gunakan konvensi Indonesia agar dapat dibandingkan dengan penelitian sejenis, tetapi sebutkan sumber rujukan yang Anda pakai di Bab III. Bila penguji Anda berlatar klinis, siapkan penjelasan mengapa Anda memilih konvensi tersebut.
Contoh Perhitungan
Seorang responden memperoleh nilai: butir 1 (2), 2 (2), 3 (1), 4 (3), 5 (1), 6 (1), 7 (2), 8 (1), 9 (2), 10 (1), 11 (1), 12 (0), 13 (2), 14 (1).
Skor total = 20. Menurut konvensi Indonesia, responden ini masuk kategori kecemasan ringan.
Perlu diperhatikan: skor 20 pada skala 0–56 berarti responden mengalami gejala pada hampir seluruh kelompok meski intensitasnya rendah. Karena itu, pertimbangkan menyajikan pula rata-rata skor per dimensi psikis dan somatik, bukan hanya kategori totalnya.
Rentang Waktu Penilaian
Rujukan menyebutkan rentang waktu yang berbeda — sebagian menyebut gejala dalam 72 jam terakhir, sebagian menyebut tujuh hari terakhir. Karena tidak seragam, tentukan dan nyatakan rentang waktu yang Anda pakai dalam petunjuk pengisian dan di Bab III. Tanpa rentang waktu yang jelas, responden dapat menjawab berdasarkan periode yang berbeda-beda.
Validitas dan Reliabilitas HARS di Indonesia
HARS versi Indonesia umumnya dinyatakan memenuhi kriteria alat ukur yang valid dan reliabel. Sebuah kajian psikometrik melaporkan nilai McDonald’s ? dan Cronbach’s ? untuk HRSA sama-sama 0,88.
Namun ada temuan penting untuk populasi ibu hamil. Sebuah studi validasi HARS pada 80 ibu hamil di Kabupaten Pamekasan menemukan bahwa instrumen baru dinyatakan valid dan reliabel pada pengujian ketiga, setelah 10 pertanyaan diganti tanpa menghapus pertanyaan.
Sepuluh dari 14 butir harus diganti redaksinya. Ini menunjukkan HARS dalam bentuk aslinya tidak otomatis cocok untuk ibu hamil Indonesia — kemungkinan karena sebagian gejala somatiknya, seperti gangguan tidur, keluhan pencernaan, dan gejala urogenital, memang lazim dialami ibu hamil sebagai bagian dari kehamilan itu sendiri, bukan sebagai gejala kecemasan.
Kesimpulan praktisnya: lakukan uji validitas dan reliabilitas pada sampel Anda sendiri, dan laporkan hasilnya di Bab III. Jangan cukup mengutip nilai reliabilitas penelitian orang lain.
HARS Versi Modifikasi untuk Ibu Hamil
Sebagian penelitian memakai HARS yang dimodifikasi, dan ini diperbolehkan. Namun modifikasi mewajibkan Anda:
- Menjelaskan bagian mana yang diubah dan alasannya
- Melakukan uji validitas dan reliabilitas ulang
- Melaporkan seluruh nilainya di Bab III
- Menyebut instrumen Anda sebagai “HARS yang dimodifikasi”, bukan HARS begitu saja
Bila Anda menginginkan instrumen yang memang dirancang untuk kehamilan, PRAQ-R2 dan PASS versi Indonesia adalah pilihan yang lebih tepat — perbandingannya di artikel instrumen pengukuran kecemasan ibu hamil.
Cara Menuliskannya di Bab III
Cantumkan hal-hal berikut: nama lengkap instrumen dan pengembangnya; jumlah butir dan skala penilaian; rentang skor dan kategorinya beserta sumber rujukan; cara pemberian instrumen — wawancara atau isian sendiri; rentang waktu penilaian; hasil uji validitas dan reliabilitas pada sampel Anda; dan skala data yang dihasilkan, yaitu ordinal.
Penyebutan skala data penting karena menentukan uji statistik yang boleh dipakai — penjelasannya di artikel uji chi square untuk penelitian kesehatan.
Kesalahan Umum dalam Memakai HARS
- Membagikan sebagai lembar isian tanpa menyadari instrumen ini dirancang untuk wawancara
- Tidak menyebutkan sumber rujukan kategori skor yang dipakai
- Tidak menetapkan rentang waktu penilaian
- Memakai HARS untuk meneliti kecemasan spesifik kehamilan, padahal HARS mengukur kecemasan umum
- Tidak melakukan uji validitas ulang pada sampel sendiri
- Memperlakukan skor HARS sebagai data interval lalu memakai uji Pearson, padahal skala datanya ordinal sehingga Spearman yang tepat
- Menyebut responden “menderita gangguan kecemasan” — HARS mengukur keparahan gejala, bukan menegakkan diagnosis
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah HARS berbayar? Tidak seperti STAI yang memerlukan lisensi, HARS umumnya dapat diakses bebas. Inilah salah satu alasan popularitasnya di Indonesia.
Berapa jumlah butir HARS? Empat belas kelompok gejala, masing-masing memuat beberapa gejala turunan.
Bolehkah HARS dipakai untuk ibu hamil? Boleh, dan sangat banyak dipakai. Namun ketahui keterbatasannya: HARS mengukur kecemasan umum, dan sebagian gejala somatiknya beririsan dengan keluhan kehamilan yang wajar.
Apa perbedaan HARS dan HRS-A? Sama saja. HARS, HRS-A, dan HAM-A merujuk pada instrumen yang sama.
Bisakah HARS dipakai untuk penelitian pra-uji dan pasca-uji? Bisa, dan banyak dipakai untuk penelitian intervensi. Gunakan uji Wilcoxon karena skala datanya ordinal.
Penutup
HARS populer karena mudah diakses dan banyak rujukan pembandingnya. Namun kemudahan itu membuatnya sering dipakai tanpa memahami rancangan aslinya.
Dua hal yang perlu Anda bawa dari artikel ini: HARS dirancang untuk diisi pewawancara, sehingga bila Anda memakainya sebagai lembar isian sendiri, nyatakan itu sebagai keterbatasan; dan lakukan uji validitas pada sampel Anda sendiri, karena sebagian butirnya terbukti perlu penyesuaian untuk populasi ibu hamil Indonesia.
Pembahasan menyeluruh tersedia di panduan penelitian kecemasan ibu hamil. Bila kerangka teori Anda memakai Spielberger, pertimbangkan STAI yang sejalan dengan teorinya — dibahas di artikel teori kecemasan Spielberger.
Daftar Rujukan
- Hamilton, M. (1959). The assessment of anxiety states by rating. British Journal of Medical Psychology, 32(1), 50–55.
- Maier, W., dkk. (1988). The Hamilton Anxiety Scale: Reliability, validity and sensitivity to change in anxiety and depressive disorders. Journal of Affective Disorders, 14(1), 61–68.
- Hamilton Rating Scale for Anxiety: exploring validity with robust measures of classical theory parameters and a rating scale model in university students.
- Noviandry, H. (2023). Uji Validitas dan Reliabilitas Skala HARS pada Ibu Hamil di Era Pandemi Covid-19 di BPS Eva Yuliantine Kabupaten Pamekasan. Professional Health Journal, 4(2), 222–235.
- Implementasi Hamilton Anxiety Rating Scale. J-ICON, 10(1), Maret 2022, 55–64.













