HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Literasi Keuangan: Pengertian, Komponen, Cara Mengukur, dan Ide Penelitian

Literasi keuangan menentukan seberapa baik seseorang mengelola uang: menyusun anggaran, menabung, berutang dengan bijak, berinvestasi, dan menghindari penipuan. Di Indonesia, isu ini makin penting seiring maraknya pinjaman daring, investasi bodong, dan layanan keuangan digital. Tidak heran bila literasi keuangan menjadi topik populer dalam skripsi dan tesis manajemen keuangan, akuntansi, dan ekonomi. Artikel ini membahas pengertian literasi keuangan, komponennya, cara mengukurnya, kondisi di Indonesia, teori yang mendasarinya, dan ide penelitian.

Pengertian Literasi Keuangan

 

Sumber Inti pengertian
OECD Gabungan kesadaran, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang baik dan mencapai kesejahteraan keuangan
Lusardi & Mitchell (2014) Kemampuan memproses informasi ekonomi dan membuat keputusan yang tepat tentang perencanaan keuangan, akumulasi kekayaan, utang, dan pensiun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan

Ketiga pengertian ini sejalan: literasi keuangan bukan hanya “tahu”, tetapi juga sikap dan perilaku. Seseorang yang paham bunga majemuk tetapi tetap boros belum bisa disebut melek keuangan sepenuhnya. Pos-pos lama IDTesis tentang literasi keuangan menyusun sintesis serupa, dan kini dirangkum dalam satu artikel ini.

Tiga Komponen Literasi Keuangan

Komponen Contoh yang diukur Contoh butir (ilustrasi)
Pengetahuan keuangan Bunga sederhana dan majemuk, inflasi, diversifikasi risiko “Jika bunga 2% per tahun dan inflasi 3%, apakah daya beli tabungan Anda naik, tetap, atau turun?”
Perilaku keuangan Menganggarkan, menabung, membayar tagihan tepat waktu, membandingkan produk sebelum membeli “Saya mencatat pengeluaran setiap bulan.”
Sikap keuangan Orientasi jangka panjang, kecenderungan menabung daripada membelanjakan “Saya lebih suka menabung untuk masa depan daripada membelanjakan uang sekarang.”

Kerangka OECD/INFE mengukur ketiga komponen ini dalam survei literasi keuangan orang dewasa. Survei 2023 melibatkan 39 negara dan ekonomi, serta juga membahas literasi keuangan digital dan kesejahteraan keuangan (OECD, 2023).

Cara Mengukur Literasi Keuangan

 

Pendekatan Cara Kelebihan Catatan
Tes pengetahuan Pertanyaan benar-salah atau pilihan ganda tentang bunga, inflasi, risiko Objektif Hanya mengukur pengetahuan
Kuesioner skala Likert Pernyataan tentang perilaku dan sikap keuangan Mudah dianalisis dengan regresi atau SEM Bersifat penilaian diri
Kerangka OECD/INFE Gabungan pengetahuan, perilaku, dan sikap menjadi skor total Dapat dibandingkan antarnegara Perlu mengikuti panduan penskoran
Indeks OJK Mengikuti metode Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Sesuai konteks Indonesia Rujuk dokumen metodologinya

Lusardi dan Mitchell (2014) mempopulerkan pertanyaan pengetahuan dasar tentang bunga, inflasi, dan diversifikasi, yang sering dipakai sebagai ukuran ringkas. Bila Anda memakai tes pengetahuan, jelaskan cara penskoran: misalnya satu poin untuk setiap jawaban benar.

Kondisi Literasi Keuangan di Indonesia

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diumumkan OJK dan BPS menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 66,46% dan indeks inklusi keuangan 80,51%. Angka ini naik dari 65,43% dan 75,02% pada 2024. Survei melibatkan 10.800 responden berusia 15–79 tahun (Otoritas Jasa Keuangan, 2025).

Selisih antara inklusi dan literasi menunjukkan bahwa banyak orang sudah memakai produk keuangan tetapi belum sepenuhnya memahaminya. Kesenjangan inilah yang sering menjadi latar belakang penelitian, misalnya tentang pinjaman daring, investasi digital, atau pengelolaan keuangan generasi muda.

Teori yang Berkaitan dengan Literasi Keuangan

Pos lama IDTesis membahas beberapa teori yang sering dipakai. Ringkasnya:

Teori Inti Cocok untuk penelitian
Kerangka OECD/INFE Literasi terdiri dari pengetahuan, perilaku, dan sikap Pengukuran literasi
Teori modal manusia Pengetahuan keuangan adalah investasi yang meningkatkan kemampuan mengambil keputusan Pengaruh pendidikan terhadap literasi
Theory of Planned Behavior Sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku membentuk niat dan perilaku keuangan Niat menabung, berinvestasi, atau berutang; lihat artikel teori TPB
Teori kapabilitas keuangan Literasi perlu didukung kesempatan dan akses ke layanan keuangan Hubungan literasi dan inklusi
Teori sosialisasi keuangan Keluarga, sekolah, teman, dan media membentuk pengetahuan dan kebiasaan keuangan Peran keluarga dan pendidikan

Sosialisasi Keuangan: Peran Keluarga dan Sekolah

Bagian ini merangkum pos lama IDTesis tentang akar literasi keuangan sejak kecil. Kebiasaan keuangan sering terbentuk jauh sebelum seseorang bekerja. Anak belajar dari cara orang tua membicarakan uang, memberi uang saku, mengajak menabung, atau menunda keinginan. Sekolah melengkapinya melalui pembelajaran ekonomi, praktik koperasi sekolah, atau program menabung.

Dalam penelitian, sosialisasi keuangan dari keluarga sering dipakai sebagai variabel bebas, misalnya pengaruh pendidikan keuangan keluarga terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Heriyati dkk. (2024) menemukan bahwa budaya keuangan, pengetahuan, dan sikap keuangan membentuk perilaku keuangan, yang kemudian berpengaruh terhadap literasi keuangan mahasiswa Indonesia yang sedang mengikuti program pertukaran di luar negeri.

Contoh Definisi Operasional dan Indikator

Definisi operasional menjelaskan bagaimana variabel diukur dalam penelitian Anda. Contoh berikut bisa disesuaikan dengan responden dan tujuan penelitian.

Dimensi Indikator Contoh pernyataan kuesioner
Pengetahuan keuangan Memahami bunga, inflasi, dan risiko investasi “Saya memahami bahwa investasi dengan imbal hasil tinggi biasanya berisiko tinggi.”
Perilaku keuangan Menyusun anggaran, menabung rutin, membayar tagihan tepat waktu “Saya menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung setiap bulan.”
Sikap keuangan Berorientasi pada tujuan keuangan jangka panjang “Saya merasa perlu merencanakan keuangan untuk masa depan.”
Pemahaman produk Mengenal manfaat, risiko, dan biaya produk keuangan “Saya membaca ketentuan biaya sebelum menggunakan produk keuangan.”

Bila memakai skala Likert, lakukan uji validitas dan reliabilitas sebelum analisis utama. Bila memakai tes pengetahuan, jelaskan kunci jawaban dan cara mengubah skor menjadi kategori, misalnya rendah, sedang, dan tinggi. Cantumkan sumber setiap indikator, misalnya kerangka OECD/INFE atau penelitian terdahulu yang Anda adaptasi.

Literasi Keuangan Digital

Layanan keuangan kini banyak berpindah ke aplikasi: dompet digital, perbankan daring, pinjaman daring, dan investasi melalui aplikasi. Karena itu, survei OECD 2023 juga membahas literasi keuangan digital (OECD, 2023). Konsep ini mencakup kemampuan memakai layanan keuangan digital dengan aman, misalnya menjaga kerahasiaan kata sandi dan kode OTP, mengenali tawaran investasi yang tidak masuk akal, serta memeriksa izin penyelenggara di situs resmi OJK.

Bagi peneliti, literasi keuangan digital membuka topik baru, misalnya pengaruhnya terhadap keamanan bertransaksi, kecenderungan menggunakan fitur bayar nanti (paylater), atau kerentanan terhadap penipuan daring. Pastikan Anda membedakannya dengan jelas dari literasi keuangan umum, dan susun indikatornya berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh Penelitian Literasi Keuangan

 

Penelitian Responden Analisis Temuan utama
Heriyati dkk. (2024) Mahasiswa Indonesia dalam program pertukaran internasional PLS-SEM Pengetahuan, sikap, dan budaya keuangan membentuk perilaku keuangan; perilaku keuangan berpengaruh terhadap literasi keuangan dan menjadi mediator
OECD (2023) Survei orang dewasa di 39 negara dan ekonomi Survei internasional Mengukur pengetahuan, perilaku, dan sikap keuangan, serta literasi keuangan digital dan kesejahteraan keuangan

Contoh Model Penelitian

  1. H1: Sosialisasi keuangan keluarga berpengaruh positif terhadap sikap keuangan.
  2. H2: Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan.
  3. H3: Sikap keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan.
  4. H4: Sikap keuangan memediasi pengaruh sosialisasi keuangan keluarga terhadap perilaku pengelolaan keuangan.

Model ini lazim dianalisis dengan SEM-PLS; untuk H4 lihat artikel variabel intervening di SmartPLS. Untuk pelaku UMKM, literasi keuangan bisa dihubungkan dengan kinerja usaha; lihat juga artikel orientasi kewirausahaan.

Ide Topik Penelitian Literasi Keuangan

 

Topik Contoh judul
Generasi muda Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa
Pinjaman daring Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Keputusan Menggunakan Pinjaman Daring
Investasi Pengaruh Literasi Keuangan dan Toleransi Risiko terhadap Minat Berinvestasi Saham
UMKM Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Kinerja dan Keberlanjutan UMKM
Keuangan syariah Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Minat Menggunakan Bank Syariah
Keluarga Pengaruh Sosialisasi Keuangan Keluarga terhadap Perilaku Menabung Remaja

Ide judul lain di bidang keuangan bisa Anda lihat di daftar judul tesis manajemen keuangan dan artikel contoh proposal skripsi manajemen keuangan.

Cara Membahas Hasil Penelitian

  1. Bedakan pengetahuan dan perilaku. Pengetahuan tinggi tidak selalu diikuti perilaku yang baik.
  2. Bandingkan dengan data nasional. Gunakan hasil SNLIK sebagai pembanding tingkat literasi responden Anda.
  3. Kaitkan dengan konteks digital. Kemudahan pinjaman dan belanja daring bisa melemahkan pengaruh literasi.
  4. Berikan saran yang konkret. Misalnya edukasi keuangan berbasis praktik, bukan hanya ceramah.

Kesalahan Umum

  • Hanya mengukur pengetahuan padahal judul menyebut literasi keuangan secara umum.
  • Memakai angka nasional lama tanpa memeriksa survei terbaru.
  • Mencampur literasi dan inklusi. Inklusi adalah akses dan pemakaian layanan; literasi adalah pemahaman dan perilaku.
  • Klaim sebab-akibat dari survei satu waktu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda literasi keuangan dan inklusi keuangan? Literasi adalah pemahaman, sikap, dan perilaku keuangan; inklusi adalah akses dan pemakaian produk serta layanan keuangan.

Indikator literasi keuangan apa yang paling sering dipakai? Pengetahuan, perilaku, dan sikap keuangan sesuai kerangka OECD/INFE, atau pertanyaan pengetahuan dasar ala Lusardi dan Mitchell.

Apakah literasi keuangan bisa menjadi variabel moderasi? Bisa, misalnya memperlemah pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumtif. Lihat artikel variabel moderasi di SmartPLS.

Responden apa yang cocok? Mahasiswa, pekerja muda, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, atau pengguna layanan keuangan digital, sesuai pertanyaan penelitian.

Bagaimana mengukur literasi keuangan syariah? Tambahkan pengetahuan tentang akad dan prinsip syariah, lalu rujuk indeks literasi syariah dalam survei OJK.

Apa beda literasi keuangan dan perilaku keuangan dalam model penelitian? Literasi keuangan sering menjadi variabel bebas, sedangkan perilaku keuangan menjadi variabel terikat. Namun, beberapa penelitian memasukkan perilaku sebagai bagian dari literasi. Pilih satu cara, jelaskan alasannya, dan jangan mengukur indikator yang sama di dua variabel.

Berapa jumlah sampel yang dibutuhkan? Tergantung metode analisis dan jumlah populasi. Untuk SEM-PLS, gunakan aturan yang diakui dalam literatur metodologi dan jelaskan dasar perhitungannya di Bab 3.

Sedang meneliti literasi keuangan? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih alat ukur dan model melalui konsultasi judul dan metode penelitian, mendampingi penyusunan Bab 2 dan kuesioner melalui layanan pendampingan skripsi dan tesis, serta membantu analisis SEM-PLS melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.

Referensi

Heriyati, P., Antonio, L., & Soliman, M. (2024). Managing financial life: Examining the factors impacting the financial literacy of Indonesian students studying abroad. Journal of Indonesian Economy and Business, 39(2), 174–194. https://doi.org/10.22146/jieb.v39i2.6856

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5

OECD. (2023). OECD/INFE 2023 international survey of adult financial literacy (OECD Business and Finance Policy Papers). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/56003a32-en

Otoritas Jasa Keuangan. (2025, 2 Mei). Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat, OJK dan BPS umumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 [Siaran pers SP 69]. https://www.ojk.go.id

Leave a Reply

error: