HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Tema Meningkatkan Prestasi Belajar

1. Implementasi Metode Drill (Latihan) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris pada Skill Membaca di SMPN 2 Kudus

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan :

  • untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran metode Drill dalam meningkatkan prestasi belajar Bahasa Inggris pada skill.
  • untuk mengetahui evaluasi pembelajaran metode Drill dalam meningkatkan prestasi belajar Bahasa Inggris pada skill membaca.
  • untuk mengetahui kendala yang dihadapi dan cara menanganinya pada pembelajaran metode Drill dalam meningkatkan prestasi belajar Bahasa Inggris pada skill membaca.

 

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Nara sumber dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.

 

Hasil penelitian menunjukkan :

  • Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode Drill pada skill membaca. Guru mengawali pelaksanaan pembelajaran dengan memberikan penjelasan pada siswa, yaitu menjelaskan maksud, tujuan dan teknik pelaksanaan penggunaan metode drill. Guru mendiagnosa siswa dengan mengecek kemampuan awal siswa dengan menyodorkan beberapa teks bacaan. Guru memberikan contoh membaca yang baik dan benar dan melatih secara berulang-ulang, secara langsung maupun dengan bantuan rekaman dan LCD. Guru melakukan interaksi dengan siswa untuk mengetahui perbedaan individu siswa. Guru memberikan kesempatan pada siswa menanyakan kesulitan yang dihadapi, Guru mengikuti prosedur pembelajaran metode drill yaitu: menekankan pada diagnose, mengadakan latihan terbimbing sehingga timbul response siswa, memberi waktu pada siswa untuk mengadakan latihan secara berulang-ulang.
  • Evaluasi dan Hasil Pembelajaran: Guru mengadakan evaluasi pembelajaran setelah selesai 1 Kompetensi Dasar. Penilaian dilakukan dalam 2 bentuk: 1) penilaian unjuk kerja dan 2) penilaian bentuk tertulis. Tersedia 5 macam teks yang berbeda-beda untuk dipilih. Penilaian dalam bentuk tertulis berupa pilihan ganda. KKM penilaian unjuk kerja dan penilaian tertulis adalah 80. Guru memberikan remidi pada siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM.
  • Kendala dan cara menangani. Hambatan pembelajaran berupa kurang terbiasa dengan metode drill, siswa kurang terbiasa dengan bahasa Inggris, siswa kurang memahami langkah-langkah penggunaan metode drill, membutuhkan waktu yang cukup banyak, siswa merasa minder maju ke depan, dan tidak tersedianya generator sebagai pengganti ketika listrik mati. Upaya yang dilakukan: pemberian motivasi kepada siswa, menyediakan LCD rekaman untuk memudahkan pemahaman siswa, pengadaan generator.

Kata Kunci: metode drill, pembelajaran, Bahasa Inggris, membaca

 

 

2. Implementasi Model Pembelajaran CTL dengan Media Visualisasi Desa Batik Jati Pilang untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Menumbuhkembangkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 1 Sidoharjo Sragen

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  • implementasi model pembelajaran CTL dengan media desa batik Jati Pilang pada kompetensi dasar mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi di kelas VII-A SMP Negeri 1 Sidoharjo.
  • implementasi model pembelajaran CTL dengan media desa batik Jati Pilang untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Sidoharjo.
  • implementasi model pembelajaran CTL dengan media desa batik Jati Pilang untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Sidoharjo.

 

Mengacu pada tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini digunakan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan tiga siklus, tiap siklus dalam penelitian ini menggunakan empat tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengambilan data observasi atau pengamatan terhadap proses pembelajaran tipe CTL dengan media visualisasi desa batik Jati Pilang adalah dengan menggunakan angket untuk mengetahui pertumbuhan jiwa kewirausahaan serta tes kognitif untuk mengetahui prestasi belajar siswa.

 

Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran CTL dengan media desa batik Jati Pilang pada kompetensi dasar mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi dapat meningkatkan kegairahan atau semangat belajar siswa dan sangat menyenangkan. Penerapan model pembelajaran CTL dengan media desa batik Jati Pilang dapat meningkatkan prestasi belajar dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan siswa yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil jawaban angket jiwa kewirausahaan yang diberikan kepada siswa pada siklus I dapat diketahui bahwa rata-rata sebesar 128,13 atau 64,06%, siklus II sebesar 134,53 atau 67,27%, dan siklus III sebesar 152,50 atau 76,25%. Sedangkan nilai kognitif post tes prestasi belajar siklus I rata-rata sebesar 67,66 dengan pencapaian ketuntasan sebesar 59,38, siklus II rata-rata sebesar 76,09 dengan pencapaian ketuntasan sebesar 78,13, siklus III rata-rata sebesar 85,00 dengan pencapaian ketuntasan sebesar 100%. Penerapan model pembelajaran CTL dengan media desa batik Jati Pilang pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Sidoharjo Sragen.

 

Kata kunci: Model pembelajaran CTL, media batik, jiwa kewirausahaan, prestasi belajar.

 

3. Implementasi Model STAD dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Karakter Tanggung Jawab Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bulu Sukoharjo Tahun 2015 / 2016

 

Abstrak

 

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan :

  • Prestasi belajar pada mata Pelajaran IPS di mana siswa melakukan pembelajaran kooperatif dengan melakukan diskusi kelompok yang berdasarkan pada tingkat kemampuan, jenis kelamin dan asal Sekolah Dasar.
  • Implementasi model STAD diharapkan dapat meningkatkan karakter tanggung jawab karena dalam diskusi kelompok ini individu dituntut untuk dapat mencapai skor nilai tinggi.
  • Penggunaan model ini juga bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam belajar di kelas VII SMP Negeri 1 Bulu Sukoharjo.

 

Penelitian yang dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari tiga siklus ( Siklus I, II dan III) dengan tahapan perencanaan , pelaksanaan , observasi , refleksi dan revisi. Subjek Penelitian siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Bulu Sukoharjo tahun 2015 / 2016 dengan siswa sebanyak 32 Orang. Jenis data yang dipakai kualitatif, sumber data guru produktif dan dokumen perangkat pembelajaran. Sedangkan pengumpulan data dengan teknik pengamatan (observasi) dan tes. Guna mengetahui keabsahan data dilakukan triangulasi data dan model. Teknik analisis data prestasi dan karakter tanggung jawab.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • Implementasi model STAD selalu mengalami peningkatan dengan rerata skor aktivitas guru sebesar 2,50 pada siklus I, 2,86 pada siklus II dan 3,17 pada siklus III.
  • Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS setelah penggunaan model terdapat peningkatan prestasi belajar dengan rerata skor pada siklus I sebesar 2,46, siklus II sebesar 2,92 dan siklus III sebesar 3,23. Hasil akhir prestasi belajar IPS siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Bulu Sukoharjo pada siklus III terdapat 87,50 % siswa memiliki nilai di atas KKM 75 atau kategori tuntas.
  • Sedangkan Karakter tanggung jawab yang dilakukan dengan pengisian angket dicapai hasil akhir pada siklus III sebesar 87,50 % yang tergolong tinggi dan sangat tinggi. Maka hasil penelitian sesuai dengan tujuan peningkatan prestasi belajar dan karakter tanggung jawab yaitu mencapai 85 %.

 

Kata Kunci : Kooperatif Model STAD, Prestasi Belajar IPS, Karakter Tanggungjawab.

 

 

4. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri 6 Surakarta Tahun Diklat 2007/2008

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Mengetahui dan mendeskripsikan informasi tentang pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta Tahun Diklat 2007/2008,
  • Mengetahui dan mendeskripsikan informasi faktor-faktor yang menjadi kendala pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta Tahun Diklat 2007/2008,
  • Mengetahui dan mendeskripsikan peranan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 6 Surakarta Tahun Diklat 2007/2008.

 

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Surakarta, menggunakan pendekatan kualitatif. Cuplikan dalam penelitian ini bersifat purposive sampling, dimana peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalah-masalah sehubungan dengan permasalahan secara mendalam (key person). Namun demikian informan yang dipilih dapat menunjuk informan lain yang lebih tahu, maka informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan peneliti dalam memperoleh data (snowball sampling). Informan penelitian ini adalah Kepala SMK Negeri 6 Surakarta, Wakasek Bidang Kurikulum SMK Negeri 6 Surakarta, dan Ketua Program Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Penjualan, Usaha Jasa Pariwisata, dan Multimedia. Data dikumpulkan dengan observasi dan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik trianggulasi data dan review informan. Analisis data menggunakan teknik analisis dengan model interaktif, yang terdiri dari komponen pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan.

 

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa :

  • Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta sudah sesuai dan sejalan dengan tuntutan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Prinsip-prinsip pengembangan dan komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang harus dilaksanakan sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi di SMK Negeri 6 Surakarta serta disesuaikan dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri;
  • Proses pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta diawali dengan perencanaan penyusunan dan pengesahan pemberlakuan KTSP mulai tahun diklat 2006/2007 kemudian dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar dan dievaluasi serta ditindaklanjuti diakhir program pembelajaran;
  • Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta ini, sekolah memiliki suatu kewenangan sendiri untuk mengembangkan peranan guru dan kreatifitas guru untuk lebih maju meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa sehingga lulusan dapat bersaing di dunia kerja. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menggunaan manajemen berbasis sekolah yang didukung dengan otonomu daerah sehingga sudah sinkron sesuai tuntutan dunia pendidikan;
  • Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta adalah:
    • Pendanaan, sarana dan prasarana yang terbatas,
    • Terdapat sebagian guru dan karyawan yang sulit diajak maju,
    • Kepedulian dunia usaha dna dunia industri sebagai mitra SMK Negeri 6 Surakarta belum maksimal.

 

 

5. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMK Negeri I Sragen Tahun Diklat 2008/2009

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Mengetahui dan mendeskripsikan informasi tentang proses perencanaan, kegiatan belajar mengajar dan evaluasi pendidikan dalam Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 1 Sragen Tahun Diklat 2008/2009,
  • Mengetahui dan mendeskripsikan informasi faktor-faktor yang menjadi kendala pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 1 Sragen Tahun Diklat 2008/2009,
  • Mengetahui dan mendeskripsikan prestasi belajar siswa setelah menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 1 Sragen Tahun Diklat 2008/2009.

 

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sragen, menggunakan pendekatan kualitatif. Cuplikan dalam penelitian ini bersifat snowball sampling ,peneliti memilih informan tetapi informan yang dipilih dapat menunjuk informan lain yang lebih mengetahui, maka informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan peneliti dalam memperoleh data . Informan penelitian ini adalah Kepala SMK Negeri 1 Sragen, Wakasek Bidang Kurikulum SMK Negeri 1 Sragen, dan Ketua Program Keahlian Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Penjualan dan Teknik Komputer dan Jaringan. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik trianggulasi sumber dan metode serta review informan. Analisis data menggunakan teknik analisis dengan model interaktif, yang terdiri dari komponen pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan.

 

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa:

  • Pelaksanaaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 1 Sragen sudah sesuai dan sejalan dengan tuntutan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Prinsip-prinsip pengembangan dan komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang harus dilaksanakan sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan situasi dan kondisi di SMK Negeri 1 Sragen serta disesuaikan dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri;Proses pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 1 Sragen diawali dengan perencanaan penyusunan dan pengesahan pemberlakuan KTSP mulai tahun diklat 2006/2007 kemudian dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar , dievaluasi dan ditindaklanjuti diakhir program pembelajaran;
  • Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 1 Sragen adalah:
    • Pendanaan, sarana dan prasarana yang terbatas,
    • Terdapat sebagian guru yang sulit diajak maju,
    • Kepedulian dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra SMK Negeri 1 Sragen belum maksimal.
  • Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Negeri 1 Sragen ini, sekolah memiliki suatu kewenangan sendiri untuk mengembangkan peranan dan kreatifitas guru untuk lebih meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga lulusan dapat bersaing di dunia kerja. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menggunakan manajemen berbasis sekolah yang didukung dengan otonomi daerah sehingga sudah sinkron sesuai tuntutan dunia pendidikan.

 

 

6. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Spektrum 2008 pada Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri 2 Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Mendiskripsikan tentang proses perencanaan, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi pembelajaran dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Spektrum 2008 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 2 Sragen tahun diklat 2009/2010,
  • Mendiskripsikan informasi faktor-faktor yang menjadi kendala pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Spektrum 2008 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 2 Sragen tahun diklat 2009/2010,
  • Mendiskripsikan peranan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Spektrum 2008 dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 2 sragen tahun diklat 2009/210.

 

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Sragen Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, menggunakan metode deskeptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini bersifat purposive sampling, dimana peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalah-masalah sehubungan dengan permasalahan secara mendalam (key person). Namun demikian informan yang dipilih dapat menunjuk informan yang lain yang lebih tahu, maka informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan peneliti dalam memperoleh data (snowball sampling). Informan penelitian ini adalah Kepala SMK Negeri 2 Sragen, Kadep. Kurikulum/Staff Kurikulum, Ketua Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, Guru Teknik Komputer dan Jaringan dan Perwakilan siswa.

 

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa :

  • Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Spektrum 2008 di SMK Negeri 2 Sragen sudah sesuai dan sejalan dengan panduan penyusunan KTSP yang dikeluarkan BSNP dan Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 251/C/Kep/Mn/2008 Tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di SMK Negeri 2 Sragen Kompetensi Keahlian Teknik Komuter dan Jaringan serta tuntutan dunia usaha dan dunia industri. Proses pelaksanaan diawali dengan perencanaan, penyusunan dan pengesahan pemberlakuan KTSP Spektrum 2008 mulai tahun diklat 2008/2009, kemudian dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar dan dievaluasi serta ditindaklanjuti di akhir program pembelajaran,
  • Faktor-faktor yang menjadi kendala pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Spektrum 2008 di SMK Negeri 2 Sragen Kompetensi Keahlian Teknik Komuter dan Jaringan adalah:
    • Banyaknya guru yang tidak paham KTSP Spektrum 2008,
    • Minimnya sosialisasi KTSP Spektrum 2008,
    • Maraknya tradisi imitasi (copy paste),
    • Tidak ada pengawasan yang disiplin,
    • Kepedulian dunia usaha/industri sebagai mitra SMK belum maksimal,
  • Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Spektrum 2008 di SMK Negeri 2 Sragen Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, guru dapat mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai tuntutan dan perkembangan siswa dan dunia usaha/industri. Dengan demikian pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih baik dan terarah sehingga prestasi belajar siswa meningkat dan dapat menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja

 

7. Pembelajaran IPS dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division dan Think Pair Share untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar Peserta Didik di Mts Negeri Gondang Sragen Tahun 2014

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian adalah untuk :

  • Menguji apakah terdapat perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dan Think Pair Share terhadap prestasi belajar peserta didik.
  • Menguji apakah terdapat perbedaan peserta didik yang memiliki tingkat motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar peserta didik.
  • Menguji apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik.

 

Penelitian ini merupakan true-experimental research dengan desain faktorial 3×3. Populasi penelitian seluruh peserta didik kelas IX MTs Negeri Gondang Sragen, semester gasal tahun 2014 yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas IX A, IX C dan IX G, dari tiga kelas tersebut, satu kelas sebagai kelas pembelajaran Student Teams Achievement Division, satu kelas sebagai kelas pembelajaran Think Pair Share dan satu kelas sebagai kelas pembelajaran langsung. Banyak anggota sampel seluruhnya adalah 101 peserta didik. Uji instrumen yang digunakan adalah uji validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran. Uji normalitas menggunakan Lilliefors, uji homogenitas dengan uji Bartlett dan uji keseimbangan menggunakan uji-F. Uji hipotesis menggunakan uji anova dua jalan dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat disimpulkan

  • Terdapat perbedaan efek penggunaaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division, Think Pair Share terhadap prestasi belajar peserta didik.
  • Terdapat perbedaan efek tingkat motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar peserta didik.
  • Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik.

 

Kata kunci: Pembelajaran IPS, Model Pembelajaran Kooperatif, Student Teams Achievement Division, Think Pair Share, Prestasi Belajar, Motivasi Peserta Didik.

 

 

8. Penerapan Metode Inkuiri Berbasis Visualisasi Museum Sangiran untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Menumbuhkembangkan Kesadaran Sejarah Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • meningkatkan prestasi belajar; dan
  • menumbuhkembangkan kesadaran Sejarah pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta melalui penerapan Metode Inkuiri Berbasis visualisasi Museum Sangiran. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

 

Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Surakarta pada semester I tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, yaitu dari bulan Juni sampai Oktober tahun 2013. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII C semester I tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah sebanyak 32 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan.

 

Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menyimpulkan bahwa :

  • Penerapan metode inkuiri berbasis visualisasi Museum Sangiran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Sejarah. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai hasil belajar dan tingkat ketuntasan belajar pada setiap tahapan tindakan pembelajaran yang dilakukan. Nilai hasil belajar yang diperoleh siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus tindakan yang dilakukan, yaitu sebesar 69.22 pada tahap pra siklus, meningkat menjadi 69.88 pada akhir tindakan Siklus I, dan meningkat menjadi 74.38 pada akhir tindakan Siklus II, kemudian meningkat menjadi sebesar 83.25 pada akhir tindakan Siklus III. Tingkat ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu dari sebesar 43.75% pada tahap pra siklus, meningkat menjadi 46.88% pada akhir tindakan Siklus I, dan meningkat menjadi 68.75% pada akhir tindakan Siklus II, kemudian meningkat menjadi sebesar 90.63% pada akhir tindakan Siklus III; dan
  • Penerapan metode inkuiri berbasis visualisasi Museum Sangiran dapat menumbuhkan sikap kesadaran sejarah pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Surakarta semester I tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya skor rata-rata sikap kesadaran terhadap sejarah pada siswa dalam setiap tahapan tindakan pembelajaran yang dilakukan.

 

Kata kunci: Metode Inkuiri, Prestasi Belajar, Kesadaran Sejarah, Visualisasi Museum Sangiran.

 

 

9. Penerapan Metode Pembelajaran Quantum Tipe Teknik Peta Konsep dalam Rangka Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus Mata Pelajaran Ekonomi pada SMA Negeri 2 Ungaran)

 

Abstrak

Rendahnya prestasi belajar siswa hingga lebih dari ? 50% pada Mata Pelajaran Ekonomi materi pelajaran APBN dan APBD. Rendahnya prestasi belajar siswa dapat dikarenakan penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, Penggunaan metode ini mengkondisikan siswa untuk mencatat tanpa memahami makna materi. Materi pelajaran APBN dan APBD memiliki keterkaitan konsep antara satu dengan lainnya, sehingga pada materi pelajaran ini perlu metode pembelajaran yang dapat memberi gambaran keterkaitan antar konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi materi pelajaran APBN dan APBD dengan menerapkan metode quantum tipe teknik peta konsep, maka hipotesis dari penelitian ini adalah penerapan metode quantum tipe teknik peta konsep dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi materi pelajaran APBN dan APBD. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action Research. Pada penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus yaitu Siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus memiliki tahapan:

  • perencanaan tindakan,
  • pelaksanaan tindakan,
  • observasi, dan
  • Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas XI IPS 3 pada SMA Negeri 2 Ungaran.

 

Kesimpulan penelitian ini adalah : Penerapan metode quantum tipe teknik peta konsep dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi materi pelajaran APBN dan APBD di SMA Negeri 2 Ungaran. Pada penelitian ini peningkatan prestasi belajar siswa terjadi pada setiap siklus. Sebelum Penelitian Tindakan Kelas prestasi siswa hanya 22,58%. Setelah Penelitian Tindakan Kelas pada siklus I prestasi siswa belajar menjadi 77,45% dan pada siklus II meningkat menjadi 90,32%. Berdasarkan peningkatan tersebut maka diketahui ada kesesuaian penggunaan metode quantum tipe teknik peta konsep terhadap materi

 

10. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning dengan Tehnik Make A Match untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Negeri Gesi 1 Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2014/2015

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan :

  • Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning dengan Tehnik Make A Match dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas VIIE SMP Negeri  1 Gesi Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2014/2015.
  • Untuk mengetahui Penerapan model pembelajaran Cooperative Learning dengan Tehnik Make A Match dapat meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIIE SMP  Negeri  1 Gesi Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2014/2015.

 

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Gesi Kabupaten Sragen.Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan wawancara, tes, obsevasi, dan angket.Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan teknik triangulasi metode. Teknis analisis dilakukan dengan cara penggumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Proses penelitian dilaksanakan tiga siklus, dalam tiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.

 

Hasil penelitian menunjukan bahwa :

  • Penerapan model pembelajaran Cooperative Learning dengan Tehnik Make A Match dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas VII SMP Negeri  1 Gesi dapat dilaksanakan dengan baik. Siswa dapat diajak untuk belajar sambil bermain, dengan cara saling menjodohkan kartu yang dimilki. Pembelajaran IPS menjadi lebih menarik, siswa lebih mudah memahami isi materi yang disampaikan oleh guru, karena siswa telah mempersiapkan untuk belajar terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran.
  • Penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa hasil belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran semakin meningkat. Pada pra siklus jumlah anak y yang mendapat nilai di atas 75 sebanyak 11 siswa (34,38%). Sedangkan Pada siklus I jumlah anak yang mendapat nilai 75 ke atas sebanyak 14 siswa atau 43,75 % dari jumlah seluruh siswa. Pada siklus II yang mendapatkan nilai di atas KKM (75) sebanyak 23 siswa atau 71,8% dari jumlah siswa seluruhnya. Pada siklus III siswa yang mendapat nilai  di atas 75 sebanyak 28 atau 87,9% dengan rata-rata kelasa 85,6.

 

Kata Kunci : Cooperative Learning dengan Tehnik Make A Match, Pembelajaran IPS, Prestasi Belajar

 

11. Penerapan Pembelajaran Berbasis Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah ;

  • Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana perencanaan pembelajaran berbasis tutor sebaya pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus.
  • Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran berbasis tutor sebaya untuk meningkatkan prestasi belajar Akuntansi Keuangan di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus.
  • Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana hasil belajar dalam pembelajaran berbasis tutor sebaya pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus.
  • Untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala penerapan pembelajaran berbasis tutor sebaya pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus. Merupakan penelitian kualitatif. Data analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif.

 

Hasil penelitian menunjukkan :

  • Perencanaan pembelajaran disusun dengan memperhatikan penggunaan model pembelajaran, menganalisis model pembelajaran yang digunakan , menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, menyertakan materi pembelajaran, strategi pembelajaran, sampai dengan penilaian yang digunakan semuanya tercantum dalam rencana pembelajaran.
  • Pelaksanaan pembelajaran berbasis tutor sebaya diawali dengan penyampaian materi pembelajaran, guru menjelaskan langkah-langkah dan tujuan dari pembelajaran berbasis tutor sebaya, menunjuk beberapa peserta didik untuk dijadikan sebagai tutor, pemberiaan latihan singkat pelaksanaan pembelajaran berbasis tutor sebaya, setiap kelompok diberi tugas mempelajari materi untuk didiskusikan, pembelajaran diakhiri dengan menyimpulkan materi
  • Untuk mengetahui prestasi belajar siswa guru Akuntansi SMK PGRI 1 Mejobo Kudus melaksanakan tes, dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk praktek, serta memberikan tugas-tugas yang sifatnya individu. Dengan penggunaan pembelajaran berbasis tutor sebaya hasil belajar siswa meningkat signifikan, daya serap siswa dengan menggunakan pembelajaran berbasis tutor sebaya pada mata pelajaran akuntansi mencapai 78% – 82 % sedangkan sebelumnya rata-rata antara 58% – 69% dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
  • Kendalakendala yang menjadi hambatan dalam penerapan pembelajaran akuntansi dengan menggunakan pembelajaran berbasis tutor sebaya di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus berasal dari siswa dan dari sarana prasarana penunjang pembelajaran yang belum tersedia secara lengkap. Upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi kendala-kendala tersebut yaitu bekerja sama dengan semua pihak, baik guru, siswa, kepala sekolah, komite sekolah, lingkungan sekolah dan orang tua siswa.

Kata kunci : tutor sebaya, akuntansi. Kejuruan

 

12. Pengembangan Handout Berbasis Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pembuatan Etanol Skala Laboratorium MK

 

Abstrak

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah :

  • Mengembangkan Handout Kimia berbasis Team Assisted Individualization (TAI),
  • Mengetahui kelayakan Handout Kimia berbasis TAI berdasarkan validasi ahli,
  • Mengetahui efektivitas Handout Kimia berbasis TAI untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

 

Penelitian dan pengembangan handout menggunakan model prosedur Borg & Gall yang telah direduksi menjadi sembilan tahapan:

  • Penelitian dan pengumpulan data,
  • Perencanaan,
  • Pengembangan draft awal,
  • Uji coba lapangan awal,
  • Revisi hasil uji,
  • Uji coba lapangan,
  • Penyempurnaan produk hasil uji lapangan,
  • Uji pelaksanaan lapangan,
  • Penyempurnaan dan produk akhir.

 

Uji coba lapangan awal dilakukan di SMK N 2 Sukoharjo dan SMK N 1 Trucuk Klaten. Uji coba lapangan dilakukan di SMK N 2 Sukoharjo dan SMK N 1 Trucuk Klaten. Uji coba lapangan operasional dilakukan di 3 sekolah yaitu :

  • SMK N 2 Sukoharjo,
  • SMK N 1 Trucuk Klaten,
  • SMK N 1 Mojosongo Boyolali.

 

Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, angket dan saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi handout oleh ahli, penilaian angket pada uji lapangan awal, uji lapangan utama, dan uji lapangan operasional dan tes hasil belajar pada uji lapangan utama. Efektivitas handout diperoleh dari perbedaan rata-rata hasil pengetahuan, ketrampilan, dan sikap pada uji lapangan utama di kelas yang pembelajarannya menggunakan handout kimia berbasis TAI dan yang tidak menggunakan handout kimia berbasis TAI.

 

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan :

  • hasil setiap langkah pengembangan handout kimia berbasis TAI berdasarankan saran dari para ahli dan telah diujicobakan kepada calon pengguna,
  • Kelayakan handout berbasis TAI pada materi Pembuatan Etanol Skala Laboratorium menurut para ahli berkualifikasi baik, praktisi pendidikan diperoleh CV = 0,87 yang menunjukkan handout layak digunakan; rata-rata angket respon siswa dan guru diperoleh penilaian dengan kategori “sangat baik”
  • Handout kimia berbasis TAI efektif meningkatkan hasil belajar pengetahuan dan sikap siswa.

 

Kata Kunci : Handout Kimia, Team Assisted Individualization, Pembuatan Etanol Skala Laboratorium, hasil belajar siswa

 

 

13. Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook untuk Mata Pelajaran Kearsipan sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri 1 Surakarta

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • mengetahui kevalidan media pembelajaran flipbook yang digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran kearsipan,
  • menguji keefektifan media pembelajaran flipbook untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kearsipan.

 

Penelitian pengembangan media pembelajaran ini menggunakan prosedur ADDIE (Januszewski & Molenda, 2008) yang terdiri dari lima tahap yaitu:

  • analisis,
  • desain,
  • pengembangan,
  • implementasi,

 

Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis deskriptif, analisis kelayakan media berdasarkan skor kriteria, dan analisis prestasi belajar siswa menggunakan t-test. Berdasarkan hasil analisis deskriptif media pembelajaran flipbook disimpulkan bahwa validasi ahli media sebesar 92 % dengan kriteria sangat baik, ahli materi sebesar 90, 38% dengan kriteria sangat baik, dan oleh praktisi sebesar 96, 30% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil analisis uji keefektifan dengan menggunakan software IBM SPSS 17 dengan rumus uji t-test, nilai t Hitung yang didapatkan dari posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah 4,173 dengan nilai t table adalah 1,99, karena thitung> t table yang berarti peningkatan nilai prestasi belajar kearsipan kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Selanjutnya, didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (0,05), yang menunjukkan bahwa H1 diterima berarti kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flipbook lebih meningkatkan prestasi belajar kearsipan siswa dibandingkan tanpa menggunakan media pembelajaran flipbook. Ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 14,28 lebih tinggi daripada peningkatan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 5,63. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran flipbook valid digunakan untuk pembelajaran pada mata pelajaran kearsipan dan media pembelajaran flipbook efektif untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran kearsipan.

 

Kata kunci: media pembelajaran, flipbook, prestasi belajar

 

 

14. Pengembangan Media Pembelajaran Garik yang Diimplementasikan dalam Materi Mitosis dan Meiosis Melalui Model Discovery untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Biologi Siswa Kelas XII IPA SMA PGRI 1 Maospati Magetan

 

Abstrak

Tujuan penelitian adalah :

  • pengembangan media ajar yang dapat diimplementasikan melalui discovery,
  • mengetahui kelayakan produk media garik pada materi mitosis dan meiosis,
  • mengukur efektifitas produk media garik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

 

Penelitian dan pengembangan media garik menggunakan prosedur Borg and Gall (2003) termodifikasi melalui tahapan: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal, revisi produk I, uji coba lapangan terbatas, revisi produksi II, uji lapangan operasional, dan revisi produk akhir. Uji lapangan awal dilakukan di SMA Negeri Karas Magetan. Uji lapangan operasional dilakukan di SMA PGRI 1 Maospati Magetan. Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara & saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi media oleh ahli, uji lapangan operasional dan tes hasil belajar. Efektivitas media diperoleh dengan menggunakan N-gain score. Produk yang dihasilkan adalah media garik berupa seri gambar yang dapat ditarik dalam suatu bingkai yang disusun sesuai tahapan mitosis dan meiosis dan diimplementasikan melalui sintaks discovery.

 

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan :

  • Kelayakan media garik menurut para ahli berkualifikasi “sangat baik sebesar 94.79%, 91,88% dan 100%. Praktisi pendidikan berkualifikasi “baik” sebesar 83,03% sedangkan menurut siswa berkualifikasi “baik sebesar 82.50%”,
  • peningkatan prestasi belajar kognitif 86,67% dengan N-gain 0,51 berkatagori ?sedang? dengan signifikasi p=0,00, afektif 79,45%, dan psikomotorik 75,65%.

 

Kata kunci: Penelitian Pengembangan, Media Garik, Discovery, dan Prestasi Belajar.

 

15. Penggunaan Metode Quantum Teaching untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS 1 Ditinjau dari Inteligensia Siswa di SMA Negeri 7 Surakarta (Suatu Penelitian Tindakan Kelas)

 

Abstrak

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar, aktivitas siswa dan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat melalui metode pembelajaran quantum teaching. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan tes. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus dilakukan dalam 2 kali pertemuan.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan, bahwa :

  • Pembelajaran Geografi dengan mempergunakan metode pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan semua tingkatan intelegensia dalam mata pelajaran Geografi,
  • Pembelajaran Geografi dengan mempergunakan quantum teaching dapat meningkatkan aktivitas siswa pada semua tingkatan intelegensia, dan
  • Pembelajaran Geografi dengan metode quantum teaching dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

 

Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan prestasi belajar, aktivitas dan kemampuan menyampaikan pendapat di muka umum pada siswa dalam mata pelajaran Geografi. Daya serap siswa terhadap mata pelajaran Geografi pada akhir siklus I hanya mencapai 66,6 %, sedangkan pada akhir siklus II mencapai 90,9 %.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply