HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Tema Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis

1.Pengembangan Model Pembelajaran Just In Time Teaching (JITT) Berbasis Saintifik pada Materi Jamur untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • Mengembangkan model JiTT berbasis pendekatan saintifik,
  • Mengetahui kelayakan model JiTT berbasis pendekatan saintifik,
  • Mengetahui keefektivitasan model JiTT berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis kelas X SMA pada materi jamur.

 

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Borg & Gall (1983) dengan tahapan:

  • penelitian dan pengumpulan informasi,
  • perencanaan,
  • pengembangan produk awal,
  • uji coba permulaan,
  • revisi produk pertama,
  • uji lapangan terbatas,
  • revisi produk kedua,
  • uji lapangan operasional,
  • revisi produk ketiga,

 

Kelayakan model divalidasi oleh ahli model, ahli materi, guru biologi (praktisi), dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, lembar observasi, wawancara, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kemampuan belajar analitis dianalisis dengan mengunakan uji t (t test) dengan desain posttest only control group design.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :

  • pengembangan model pembelajaran JiTT berbasis saintifik dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari model yaitu adanya sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, peran siswa, peran guru, dampak intruksional, dan dampak pengiring,
  • hasil pengembangan model pembelajaran JiTT berbasis saintifik layak untuk diterapkan pada materi jamur. Kelayakan model pembelajaran JiTT berbasis saintifik berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori baik pada produk pengembangan,
  • model pembelajaran JiTT berbasis saintifik mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Uji statistik pada kemampuan berpikir analitis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan (sig 0,00 < 0,05) antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Kata kunci: Model pembelajaran JiTT, pendekatan saintifik, kemampuan berpikir analitis, materi jamur.

 

2. Pengembangan Modul Berbasis Guided Discovery pada Materi Jamur untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X MIA SMA Negeri 1 Bulu

 

Abstrak

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah :

  • mengetahui karakteristik modul berbasis Guided Discovery,
  • menguji kelayakan modul berbasis Guided Discovery,
  • mengukur keefektifan modul berbasis Guided Discovery terhadap kemampuan berpikir analitis pada materi jamur (fungi).

 

Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan prosedur Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan :

  • tahap penelitian dan pengumpulan informasi,
  • tahap perencanaan,
  • tahap pengembangan rancangan awal produk,
  • tahap uji coba lapangan permulaan,
  • tahap revisi produk tahap pertama,
  • tahap uji lapangan terbatas,
  • tahap revisi produk tahap kedua,
  • tahap uji lapangan operasional,
  • tahap revisi produk akhir.

 

Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara & saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi modul oleh ahli, uji lapangan operasional dan tes hasil belajar.

 

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan :

  • produk modul biologi berbasis Guided Discovery dikembangkan berdasarkan sintak Guided Discovery.
  • Kelayakan modul biologi berbasis Guided Discovery pada materi jamur berdasarkan penilaian dari ahli materi berkualifikasi “sangat baik” dengan persentase skor 93.04%, ahli pengembangan modul ajar berkualifikasi “baik” dengan persentase skor 86,25%, ahli pengembangan perangkat pembelajaran berkualifikasi “baik” dengan persentase skor 89.47%, dan ahli tata bahasa/keterbacaan berkualifikasi “sangat baik” dengan persentase skor 96,87%, penilaian dari praktisi pendidikan satu berkualifikasi “sangat baik” dengan persentase skor 98,21% dan praktisi pendidikan dua berkualifikasi “sangat baik” dengan persentase skor 94,25% serta penilaian dari siswa berkualifikasi “baik” dengan persentase skor 84.99%.
  • Modul biologi berbasis Guided Discovery efektif meningkatkan kemampuan berpikir analitis, karena berdasarkan hasil uji anakova menunjukkan adanya perbedaan hasil postes antara kelas kontrol yang menggunakan buku ajar sekolah sebesar 71.97 dan kelas eksperimen yang menggunakan modul biologi berbasis Guided Discovery sebesar 78.14 pada materi jamur.

 

Kata kunci: Modul, Guided Discovery, meningkatkan berpikir analitis, materi jamur

 

 

3. Pembelajaran Biologi Model PBM Menggunakan Lembar Kerja Terbimbing dan Lembar Kerja Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Analitis (Dalam Kompetensi Dasar Zat Aditif Makanan Kelas VIII Semester Genap)

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah menggunakan lembar kerja terbimbing dan lembar kerja bebas termodifikasi, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir analitis serta interaksinya terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian dilakukan menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi adalah semua kelas VIII SMP Negeri 1 Kapas tahun pelajaran 2011/2012. Terdiri dari 6 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terdiri 2 kelas. Kelas VIII A diberi perlakuan lembar kerja bebas termodifikasi, kelas VIII C diberi perlakuan lembar kerja terbimbing. Teknik pengumpulan data prestasi belajar kognitif, psikomotor, kemampuan berpikir analitis dan keterampilan proses sains menggunakan metode tes. Prestasi belajar afektif menggunakan angket dan lembar observasi. Data dianalisis dengan Anava tiga jalan dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa ;

  • pembelajaran berbasis masalah menggunakan lembar kerja terbimbing dan lembar kerja bebas termodifikasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar, lembar kerja terbimbing lebih baik dari lembar kerja bebas termodifikasi;
  • keterampilan proses sains berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar
  • kemampuan berpikir analitis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar kognitif;
  • tidak ada interaksi yang signifikan antara penggunaan jenis lembar kerja dengan keterampilan proses sains terhadap prestasi belajar;
  • tidak ada interaksi yang signifikan antara penggunaan jenis lembar kerja dengan kemampuan berpikir analitis terhadap prestasi belajar;
  • ada interaksi yang signifikan antara keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir analitis terhadap prestasi belajar;
  • tidak ada interaksi yang signifikan antara penggunaan jenis lembar kerja dengan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir analitis terhadap prestasi belajar.

 

Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), lembar kerja terbimbing, lembar kerja bebas termodifikasi, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir analitis.

 

 

4. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Analitis pada Materi Ajar Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Kelas VIII SMP Negeri 22 Surakarta

 

Abstrak

Tujuan penelitian dan pengembangan :

  • mengembangkan produk modul berbasis inkuiri terbimbing,
  • menguji kelayakan modul berbasis inkuiri terbimbing,
  • mengukur efektivitas kemampuan berpikir analitis melalui modul berbasis inkuiri terbimbing.

 

Analisis data yang digunakan selama penelitian dan pengembangan adalah analisis deskriptif, teknik persentase dan uji anakova. Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan model prosedur Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan :

  • tahap penelitian dan pengumpulan informasi,
  • tahap perencanaan,
  • tahap pengembangan rancangan awal produk,
  • tahap uji coba lapangan permulaan,
  • tahap revisi produk tahap pertama,
  • tahap uji lapangan terbatas,
  • tahap revisi produk tahap kedua,
  • tahap uji lapangan operasional,
  • tahap revisi produk akhir.

 

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan :

  • produk modul berbasis inkuiri terbimbing dikembangkan berdasarkan tahapan inkuiri terbimbing yang menggunakan indikator berpikir analitis yang divisualisasikan pada aspek tujuan, materi, kegiatan dan soal evaluasi.
  • Kelayakan modul berbasis inkuiri terbimbing menurut para ahli berkualifikasi “baik”, praktisi pendidikan berkualifikasi “baik” dan “sangat baik” sedangkan menurut siswa berkualifikasi “baik”.
  • Modul berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan kemampuan berpikir analitis, karena berdasarkan hasil uji anakova menunjukkan adanya perbedaan hasil postes antara kelas eksperiman, kontrol dan model pada materi ajar struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dengan F Tabel (0.05) = 2.37 < F Hitung (0.05: 2) = 6.35. Kata kunci: Modul ajar, pembelajaran inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir analitis, modul berbasis inkuiri terbimbing, struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan.

Leave a Reply