HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Kalimantan Barat 2016/2017

1. Jenis dan Upaya Pelayanan Posyandu bagi Ibu-Ibu di Wilayah Puskesmas Sungai Durian Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah Jenis dan Upaya Pelayanan Posyandu bagi Ibu-Ibu di Wilayah Puskesmas Sungai Durian Kecamatan Sintang sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dari tujuan tersebutm secara khusus aspek-aspek yang diteliti adalah, Jenis-jenis layanan kesehatan yang dapat diperoleh Ibu-Ibu pada Posyandu di Wilayah Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang, Faktor-faktor yang mempengaruhi akses Ibu-Ibu dalam memperoleh pelayanan kesehatan pada Posyandu di Wilayah Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang serta Upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan akses Ibu-Ibu dalam memperoleh pelayanan kesehatan pada Posyandu di Wilayah Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang. Desain penelitian yang penulis pergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif. Metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan mengambarkan atau melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang yang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Karena penelitian ini sebatas menggambarkan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu-Ibu Memperoleh Pelayanan Kesehatan Pada Posyandu di Wilayah Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang apa adanya tanpa melihat pengaruh antara variabel, maka jenis penelitian yang tepat dipergunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada Posyandu di Wilayah Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang yaitu sebagai berikut: Kepala Puskesmas Sungai Durian, Kepala Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Pengurus dan kader Posyandu serta Ibu-Ibu/Masyarakat yang berkunjung ke Posyandu di Wilayah Sungai Durian sebanyak 50 orang. Penentuan jumlah ibu-ibu tersebut dilakukan secara purposif (purposive sampling). Pertimbangan dalam memilih kader Posyandu adalah anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu. Maksudnya adalah agar informasi yang akan disampaikan menjadi data yang akurat dan dapat menjadi sumber informasi yang dipercaya..

Hasil penelitian menunjukkan, Jenis-jenis layanan kesehatan yang dapat diperoleh oleh masyarakat pada Posyandu Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang adalah Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Pencegahan dan Pengobatan Penyakit serta Gizi. Akses masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan tersebut cukup baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan pada Posyandu Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang adalah sosialisasi dan partisipasi masyarakat. Upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan pada Posyandu Sungai Durian Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamatan Sintang melalui Pengorganisasian Posyandu, Pelatihan kader, Penyuluhan dan Pembinaan. Struktur Organisasi Posyandu Sungai Durian ditetapkan oleh Musyawarah Masyarakat pada saat Pembentukan. Penyuluhan dengan melibatkan unsur-unsur terkait seperti Dinas Kesehatan, PLKB, Tim Penggerak PKK Kelurahan, dan lainlain. Pembinaan Posyandu dilakukan dengan berbagai bentuk, antara lain : Rapat Koordinasi Berkala Pokja Posyandu, Kunjungan Bimbingan dan Fasilitasi, menghadiri Rapat/Pertemuan yang diselenggarakan Masyarakat, serta Memberikan Penghargaan kepada Pengurus dan Kader Posyandu yang berprestasi.

 

2. Pemanfaatan e-Goverment oleh Pemerintah Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan e-Government oleh Pemerintah Kabupaten Sintang serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfaatan e-Government oleh Pemerintah Kabupaten Sintang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian atau unit analisis dalam penelitian ini adalah: seluruh pegawai yang bertugas pada Bagian Sante} Dan PDE serta para operator komputer/e-government pada badan/dinas instansi di lingkungan pemerintah Kabupaten Sintang sebanyak 25 orang. Selain itu, sebagai sumber informasi tambahan dalam penelitian ini, adalah: Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kepala Bappeda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sintang, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang.

Dari hasil penelitian, aspek Pemanfaatan e-Government dapat disimpulkan sebagai berikut: Bentuk pelayanan Pemanfaatan e-Government berdasarkan Fungsi Pemerintahan meliputi fungsi: pelayanan, administrasi, legislasi, pembangunan, keuangan dan kepegawaian. Bentuk Pemanfaatan £Government Berdasarkan Fungsi Pelayanan, Fungsi administrasi dan managemen, Fungsi legislasi, Fungsi pembangunan, Fungsi Keuangan dan Fungsi Kepegawaian belum semuanya dapat dilaksanakan secara optimal. Stakeholders Yang Memanfaatkan e-Government di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang adalah Instansi pemerintah, Kecamatan, Desa Kelurahan, masyarakat, dunia usaham pers, LSM/Ngo’s, dan ormas. Akses Pemanfaatan e-Government. Berdasarkan Fungsi Pelayanan cukup sulit. Akses Pemanfaatan e-Government. Berdasarkan Fungsi Adminsitrasi dan managemen cukup mudah dilakukan. Akses Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi legislasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang cukup mudah dilakukan. Akses Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi pembangunan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang sangat sulit dilakukan. Akses Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi keuangan daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang sangat sulit dilakukan. Akses Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang sangat sulit dilakukan. Intensitas Pemanfaatan £-Government Berdasarkan Fungsi Pelayanan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang masih jarang dilakukan. Intensitas Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi administrasi dan managemen di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang masih jarang dilakukan. Intensitas Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi legislasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sin tang masih jarang dilakukan. Intensitas Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi pembangunan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang tidak pemah dilakukan. Intensitas Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi keuangan daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang tidak pernah dilakukan. Intensitas Pemanfaatan e-Government Berdasarkan Fungsi kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang tidak pernah dilakukan. Berdasarkan aspek Faktor-aktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan e-Government Oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dapat disimpulkan sebagai berikut: Kornitrnen Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang cukup tinggi dalam memanfaatkan e-Government. Sesuai dengan Inpres No 3/2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, Bupati diamanatkan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing guna terlaksananya pengembangan e-Government. Rendahnya kualitas sumber daya manusia yang terdapat di jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang, baik dalam memasang jaringan, mengoperasikannya maupun dalam memelihara fasilitas e-government yang tersedia. Terbatasnya anggaran bagi pengadaan peralatan penunjang fasilitas e-government. Hal ini disebabkan dana yang tersedia lebih difokuskan pada kegiatan-kegiatan lainnya yang memang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Sintang yaitu sektor transportasi, pendidikan dan kesehatan.

Memperhatikan pemanfataan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemafaatan e-Government di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang sebagaimana diungkapkan di atas, maka penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut: Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (PNS)yang terdapat di jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang dalam memasang jaringan, mengoperasikan serta memelihara fasilitas e-Government perlu dilakukan pendidikan dan latihan secara kontinyu terhadap PNS yang ada. Selain itu, dapat dilakukan juga dengan mengirimkan atau menyekolahkan PNS khusus untuk menangani fasilitas e-Government tersebut. Pada masa-masa mendatang anggaran bagi pengadaan peralatan penunjang fasilitas e-Government dapat terus ditingkatkan mengingat arti penting e-Government itu sendiri dalam penyelenggaraan pembangunan daerah maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

3. Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Tanjung Puri Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan Puskesmas Tanjung puri, dan persepsi pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh puskesmas. Penelitian ini adalah penelitian diskriftif dan dilakukan untuk menjelaskan masalah yang berkaitan dengan aspek mutu pelayanan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Subyek penelitian adalah pasien/ masyarakat yang pernah berkunjung untuk berobat di puskesmas. sampel penelitian diambil secara proporsional purposive sampling. Hasil analisis menunjukan bahwa mutu pelayanan yang dilaksanakan oleh puskesmas dapat dilihat dari aspek kepuasan pasien/ masyarakat. Sebagai kesimpulan, penelitian ini membuktikan bahwa mutu pelayanan yang diberikan oleh puskesmas belum sepenuhnya optimal. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa pelayanan puskesmas belum sepenuhnya memuaskan masyarakat.

 

4. Analisis Pengaruh Tunjangan Kinerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Anggota Polri di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Polri merupakan salah satu alat negara dalam menjalankan roda pemerintahan dalam upaya menegakkan kemanan dan ketertiban dalam masyarakat. Anggota Polri di Polres Sintang di Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu pegawai negeri di Instansi Pemerintah. Salah satu bentuk imbalan yang dapat diberikan oleh institusi adalah pemberian tunjangan kinerja kepada pegawai. Oleh karena itu instansi meyakini bahwa sistem tunjangan kinerja dapat mempengaruhi kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menguji dan menganalisis pengaruh pemberian tunjangan kinerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja anggota Polri di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat.

Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan melakukan penelitian menggunakan kuesioner atau memberikan daftar pertanyaan secara tertulis atau berupa angket. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat sebanyak 112 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.

Hasil uji Validitas dalam penelitian ini terhadap reponden yakni menggunakan Instrumen Tunjangan Kinerja, Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai. Dengan karakteristik responden Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, dan Pendidikan, dan Masa Kerja. Hasil Penelitian membuktikan bahwa pemberian tunjangan kinerja anggota Polri yang bertugas di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat terbukti dipengaruhi oleh besar kecilnya tunjangan kinerja yang diberikan. Untuk kepuasan kerja mempengaruhi kinerja pegawai yang bekerja di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat yang dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Pemberian tunjangan kinerja dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja anggota Polri secara simultan juga terbukti dipengaruhi oleh tunjangan kinerja dan kepuasan kerja. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel insentif mempengaruhi kepuasan kinerja anggota Polri di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat. Kemudian variabel kepuasan kerja mempengaruhi kinerja pegawai di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat. Dan secara simultan, variabel insentif dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja pegawai di Polres Sintang Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat. Beberapa solusi diantaranya dengan memberikan tunjangan kinerja sesuai dengan kemampuan dan resiko kerja sehingga kepuasan kerja anggota Polri dapat tercapai serta melaksanakan kinerja sesuai dengan tugas dan kemampuan pegawai sehingga dapat memberikan ukuran kepuasan kerja seorang anggota Polridi Polres Sintang Propinsi Kalimantan Barat.

 

5. Implementasi Kebijakan Pemutakhiran Administrasi Pemilih dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Tahun 2007

 

Abstrak

Penelitian ini untuk mengetahui pemutakhiran data dan daftar pemiIih yang dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara selama penyelenggaraan pemilu gubemur dan wakil gubemur kalimantan barat tahun 2007. Adanya jumlah pemilih yang sangat besar bila dibandingkan dengan pemilu bupati pada tahun 2005 sebanyak 34.241 orang pemilih, sedangkan pemilu gubemur tahun 2007 sebanyak 46,055 orang pemilih. Akibatnya terjadi kenaikan jumlah pemilih sebanyak 11.814 orang pemilih atau 25,65% dari jumlah pemilih sebelumnya. sehingga ada pertanyaan, apakah mungkin dalam waktu dua tahun terjadi penambahan jumlah pemilih sebanyak 11.814 orang pemilih. Penambahan jumlah pemilih sebanyak 11.814 (25,65%) dianggap begitu besar dalam jangka dua tahun, sehingga peneIitian ini dirumuskan “Bagaimana implementasi kebijakan pemutakhiran administrasi pemilih?” dengan rincian :

  • bagaimana proses pencocokan dan penelitian daftar pemilih sementara,
  • bagaimana tata cara PPS mengumumkan DPS,
  • bagaimana PPS menentukan jumlah pemilih untuk tiap-tiap TPS,
  • apakah Pengurus RT berperan membantu PPS dalam memutakhirkan, dan
  • bagaimana PPS melakukan pemutakhiran DPS Perbaikan?

 

Tujuan dari peneIitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam persoalan yang berkaitan dengan implementasi kebijakan pemutakhiran data dan daftar pemiIih oleh implemtator yang merujuk pada Keputusan KPU nomor 5 tabun 2007 Tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam PemiIihan Umum Gubemur dan Wakil Gubemur Kalimantan Barat tahun 2007. Karena itu, peneIitian ini membahas tentang proses implementasi kebijakan yang diIakukan oleh PPS dengan cara mendiskripsikan dan menganalisis yang berkaitan dengan masalah penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan instrumen penelitian dan prosedur pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, kuesioner, pedoman observasi, dan dokumenter. Pada tahap awal wawancara dilakukan kepada anggota KPU Kabupaten Sintang Ketua Divisi Data dan Informasi yang bertanggungjawab dalam menangani tersedianya daftar pemilih tetap. Analisis data diperoleh menggunakan instrumen kuesioner ditujukan pada tataran teknis pemutakhiran data dan daftar pemilih yang dilakukan oleh PPS, termasuk proses, prosedur, dan tahapan yang harus dilakukan dalam memutakhirkan data dan daftar pemilih.

 

Hasil penelitian ini dapat diperoleh dengan penjelasan sebagai berikut :

  • DPS yang diterima oleh PPS dilakukan pencocokan dan penelitian identitas caJon pemilih dengan item Nomor Induk Kependudukan, nama lengkap, tempat tanggallahir, status perkawinan, jenis kelamin, alamat tempat tinggal, dan cacat yang disandang.
  • Jangka waktu 3 hari mengumumkan DPS sangat singkat bagi masyarakat untuk mengakses lokasi pengumuman DPS. Upaya yang ditempuh oleh PPS dengan menindak-Ianjuti tanggapan warga masyarakat.
  • Pengelompokan calon pemilih di TPS dengan menuliskan keterangan merupakan cara PPS menentukan jumlah pemilih untuk tiap-tiap TPS.
  • Koordinasi antara PPS dan pengurus RT melakukan pemutakhiran merupakan upaya untuk menyediakan DPS yang akurat pada saat ditetapkan menjadi DPT.

 

Hasil penelitian ini disarankan sebagai berikut :

  • Memberikan bimbingan teknis (Bintek) tata cara pencocokan dan penelitian DPS dan membuat surat edaran untuk cara-cara melakukan pencocokan dan penelitian.
  • Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang hams serius menangani DP4, terutama seluruh item yang ada dalam komponen DP4 harus terpenuhi.
  • Pengelompokan pemilih berdasarkan alamat domisili dan kedekatan dengan alamat TPS pada kolom keterangan pada DPS, dan
  • Koordinasi antara PPS dengan pengurus RT harus dibantu dengan pembiayaan yang memadai.

 

6. Kualitas Pelayanan Kebersihan oleh Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa kualitas pelayanan persampahan yang diberikan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang belum optimal serta faktor-faktor apa saja yang melingkupi belum optimalnya pelayanan persampahan oleh Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk menggambarkan atau mendeskripsikan masalah mengenai pelayanan Kebersihan pada Kantor Kebersihan Dan Kebakaran Kabupaten Sintang. Subjek penelitian adalah sebagai berikut: Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi pada Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kabupaten Sintang, Petugas pelaksana pelayanan persampahan pada Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kabupaten Sintang, Masyarakat yang menerima pelayanan persampahan.

 

Hasil penelitian menunjukkan, Kualitas pelayanan persampahan yang diberikan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang belum optimal. Hal ini ditunjukkan manajemen pengelolaan persampahan belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan, misalnya nilai ekonomi sampah dan dampak lingkungan bahaya sampah terhadap kehidupan belum mendapat perhatian. Aspek peraturan/hukum yaitu Peraturan Daerah yang mengatur masalah persampahan belum diterapkan secara maksimal, aspek teknis Operasional yaitu yang menyangkut teknis pengelolaan persampahan mulai dari pengumpulan sampai pada pembuangan akhir belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Faktor-faktor yang melingkupi belum optimalnya Pelayanan Kebersihan oleh Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang dari aspek teknis administratif adalah anggaran yang masih kecil atau kurang memadai; tidak tersedianya juklak/juknis yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan pelayanan pengelolaan sampah; kurangnya koordinasi antar instansi yang terkait; kurangnya perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan pemungutan sampah serta jadwal kerja yang belum tersusun secara sistematis. Aspek operasional adalah: sarana dan prasarana tidak memadai; partisipasi masyarakat dalam membayar retribusi persampahan rendah; metode pendekatan yang dilakukan petugas tidak tepat; jumlah petugas belum mencukupi; kualitas petugas rendah serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai arti penting pengelolaan sampah.

 

 

7. Implementasi Kebijakan Bank BRI Cabang Sintang untuk Membuka Kantor BRI Unit dan Teras BRI di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi

 

Abstrak

Penelitian ini dimotivasi oleh penerapan UU No 13127/PBI/2011 tentang bukaan Unit Kantor Cabang dan teras Bank BRI. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terpencil layanan perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk faktor yang menentukan dengan pembentukan unit kantor cabang dan teras BRI di daerah yang diteliti dan mengidentifikasi peningkatan hambatan dalam pelaksanaannya. Pendekatan penelitian kualitatif dilaksanakan di wilayah Sintang Kabupaten-Provinsi Kalimantan Barat, itu adalah wilayah operasional di bawah koordinasi Bank Kantor Cabang BRI di Sintang. Pengumpulan data dilaksanakan selama 6 bulan, antara bulan September 2012 hingga maret 2013. melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian Subyek adalah klien dan karyawan BRI Unit dan Teras, Core BRI di Kantor Wilayah Cabang Sintang. Penelitian Subyek adalah klien dan karyawan BRI Unit dan Teras. Inti dari BRI di Kantor Wilayah Cabang Sintang. Daerah penelitian adalah Kabupaten Sintang di Provinsi Kalimantan Barat.

Pengumpulan data dan informasi focusedon isu UU Nomor 13127 PENERAPAN kebijakan/PBI/2011 sekitarnya terkait pembukaan Kantor Cabang Satuan dan teras di wilayah Sintang, dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan pembentukan Unit Kantor Cabang dan Terrace Bank BRI di wilayah Sintang berdasarkan pedoman kebijakan pelaksanaan yang digunakan oleh Bank BRI yang didasarkan pada UU No 7 tahun 1992. Faktor komunikasi Menengah , sumber daya manusia dan sumber daya pendukung (sarana dan prasarana di daerah), disposisi! Sikap pelaksana, struktur birokrasi, kapabilitas sumber daya dan organisasi menjadi terkait/isu dominan yang relevan perpanjangan operasional bank.

 

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa informasi tentang Kantor Cabang BRI bertujuan masih belum tepat sasaran namun karena sistem pengiriman informasi yang masih menggunakan metode tradisional, tidak tersedianya sumber daya manusia yang profesional di daerah terpencil dan infrastruktur yang buruk yang tersedia di wilayah tersebut (kabupaten Sintang dan Melawi), Silakan menyimpulkan bahwa dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pelayanan masyarakat perifer meskipun perbankan hukum tentang layanan perbankan untuk wilayah terpencil telah tersedia, namun dukungan komunikasi, sumber daya, disposisi saya pelaksana sikap masih relatif belum memadai, struktur birokrasi yang belum sepenuhnya dijalankan dan kapabilitas sumber daya manusia dan organisasi yang masih perlu ditingkatkan.

 

8. Pengembangan Usaha Keramba Jaring Apung pada Petani Kelurahan Parit Mayor Kota Pontianak Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui :

  • keragaan sosial dan finansial dari ikan mas (Cyprinus carpio L), nila (Oreochromis sp), patin (Pangasius pangasius), bawal air tawar (Colossoma macropomum); dan
  • komoditas yang terbaik keragaannya. Komoditas dengan keragaan sosial dan finansial terbaik diformulasikan strateginya berdasarkan keadaan sosial dan finansial.

 

Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel untuk mengetahui keragaan sosial dan finansial adalah petani ikan di Parit Mayor. Petani tersebut terdiri dari tiga petani dari masing-masing keramba jaring apung ikan mas, nila, patin, dan bawal air tawar. Tiga orang ahli untuk membobot, dan sepuluh petani untuk merating diperlukan untuk analisis SWOT. Aspek sosial meliputi keamanan dan respon masyarakat sekitar keramba jaring apung di Parit Mayor. Aspek finansial meliputi perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C), Payback Period (PBP), dan Break Even Point (BEP). Aspek sosial dan aspek finansial dianalisis dengan Multi Criteria Analysis (MCA) untuk mengetahui keragaan sosial dan finansial keramba jaring apung ikan mas, nila, patin, dan bawal air tawar. Kemudian komoditas terbaik diformulasikan strateginya dengan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis MCA keragaan sosial dan finansial keramba jaring apung ikan mas, nila, patin dan bawal air tawar adalah berbeda. Angka yang diperoleh berdasar rangking adalah: ikan mas 1,747; ikan nila 1,251; ikan bawal air tawar 1,009; ikan patin 0,992. Keramba jaring apung ikan mas memiliki keragaan sosial dan finansial terbaik.

 

Strategi untuk keramba jaring apung ikan mas adalah :

  • meningkatkan produksi dengan intensifikasi;
  • menambah unit keramba dengan tata letak yang terlindung, rendah upwelling, dan tidak jauh (dikelilingi) pemukiman masyarakat;
  • mempertahankan stabilitas harga jual;
  • promosi mengenai keunggulan ikan mas sebagai komoditas dengan pendapatan terbesar;
  • mencari pakan pengganti/alternatif guna mengoptimalkan pertumbuhan dan meningkatkan produksi;
  • mengganti bibit dengan yang lebih baik (ukuran/kualitas).

 

 

9. Analisis Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PD. Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian berjudul “Analisis Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PD. Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat” bertujuan untuk mengetahui bagaimana Analisis Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara serta data sekunder diperoleh dari data internal dari PD. Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah para Karyawan Pada PD. Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 109 orang dan sampel sebanyak 53 karyawan dengan menggunakan metode Random Sampling.

 

Berdasarkan hasil analisis pada Tabel tersebut diketahui secara simultan nilai F hitung sebesar 50,803 sedangkan nilai F Tabel adalah sebesar 3,175 sehingga dapat dilihat bahwa nilai F hitung > nilai F Tabel, yaitu 50,803 > 3,175 dan dapat disimpulkan bahwa Hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima sehingga Kinerja (Y) dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel Motivasi (X1) dan Lingkungan Kerja (X2). Secara parsial nilai t hitung variabel Motivasi (X1), sebesar 8.618 dan t Tabel sebesar 1,676.sehingga t Tabel lebih kecil dari t hitung yaitu sebesar 8.618 <1,676 sehingga menolak Ho dan menerima Ha. Maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini Motivasi (X1)secara parsial merupakan faktor yang berpengaruh nyata terhadap Kinerja (Y). Secara parsial nilai t hitung variabel Lingkungan Kerja (X2) , sebesar -4.349 dan t Tabel sebesar -1,676 sehingga t Tabel lebih besar dari t hitung yaitu sebesar -1,676 < -4.349 sehingga menerima Ho dan menolak Ha. Maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini Lingkungan Kerja (X2) secara parsial merupakan faktor yang berpengaruh nyata terhadap Kinerja(Y).

 

10. Kinerja Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Fungsi Manajerial; Studi Kasus di SMA Negeri I Bengkayang Kalimantan Barat

 

Abstrak

Tesis ini mengangkat masalah kinerja Kepala Sekolah dalam melaksanakan fungsi manajerial di SMA Negeri I Bengkayang. Menurut PP No. 28 pasal 12 ayat 1 Tahun 1990, Kepala Sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kinerja kepala sekolah sebagai manajer dan sebagai supervisor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian adaIah deskriptif, sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, 20 orang dewan guru, pegawai tata usaha dan 4 orang siswa.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan fungsi manajerial sesuai program harian, bulanan, semester dan tahunan secara umum sudah sesuai dengan program sekolah, namun masih terdapat kelemahan diantaranya dalam melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat dikatakan bersifat stagnan atau tidak ada pengembangan, terbukti bahwa perangkat pembelajaran dan metode yang digunakan dewan guru masih menggunakan media lama, tidak mengalami perubahan atau pengayaan yang berarti. Namun demikian kegiatan administrasi kantor sudah sesuai dengan program kepala sekolah dan cukup lengkap. Selanjutnya untuk kegiatan supervisi terhadap dewan guru tentang kegiatan kunjungan kelas dan diskusi kelompok sesuai dengan program kepala sekolah, namun kegiatan supervisi belum terjadwal.

 

11. Implementasi Akreditasi Sekolah pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak

 

Abstrak

Peningkatan mutu pendidikan nasional secara bertahap dan terencana dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab XVI bagian Kedua tentang Akreditasi Sekolah. Akreditasi tersebut dilakukan untuk menilai kelayakan dan kinerja satuan pendidikan. Pada proses pelaksanaan akreditasi, pihak sekolah banyak mengalami berbagai kendala terkait yang terkait dengan persyaratan dan pemahaman akreditasi tersebut. Berkenaan dengan hal tersebut, penelitian ini difokuskan pada implementasi akreditasi sekolah pada sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

 

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • menganalisis ingin menganalisis akreditasi yang dilaksanakan pada akreditasi SD Negeri di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak oleh BAS Propinsi Kalimantan Barat,
  • ingin menganalisis hasil akreditasi mengenai kinerja Kepala SD Negeri di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak oleh BAS Provinsi Kalimantan Barat, dan
  • ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan proses akreditasi sekolah pada SD Negeri di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak oleh BAS Provinsi Kalimantan Barat.

 

Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini disebut bersifat deskriptif karena penelitian ini menganalisis dan menggambarkan secara cermat data dan fakta-fakta yang diperoleh. Untuk memperoleh data yang dimaksud, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan teknik pengumpeulan data, yakni :

  • Penelitian Lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan wawancara (interview), dan
  • Penelitian Kepustakaan (library research), yaitu pengumpulan data dengan membaca dokumen-dokumen tentang proses akreditasi dan dampaknya terhadap kualitas lulusan.

 

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaahan dokumen. Informan atau responden ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling yaitu sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti. Dalam hal ini, penentuan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu, jadi bukan melalui proses pemilihan sebagaimana yang dilakukan pada teknik random sampling.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Kebijakan Sistem Akreditasi Sekolah yang diimplementasikan oleh BAS terhadap SDN di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak pada tahun 2008 telah dilakukan dengan baik dan memberikan dampak yang positif dalam upaya peningkatan kualitas siswa sekolah dasar. Kebijakan Sistem Akreditasi Sekolah yang dilaksanakan oleh BAS Kabupaten Landak mencakup kurikulum dan proses pembelajaran, administrasi dan manajemen sekolah, organisasi dan kelembagaan, sarana dan prasarana sekolah, ketenagaan, pembiayaan dan pendanaan, peserta didik, peran serta masyarakat dan lingkungan/kultur sekolah terhadap SD Negeri. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan akreditasi sekolah adalah :

  • kepemimpinan sekolah,
  • sarana dan prasarana, dan
  • tenaga pendidik.

 

12. Analisis Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Kemampuan Personal terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Kemampuan Personal Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat” yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Dan Kemampuan Personal Terhadap Kinerja.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan instrumen kuesioner. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data tentang variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan, motivasi dan kemampuan personal, sedangkan pimpinan ( 1 orang) dilibatkan untuk memperoleh data tentang variabel terikat yaitu kinerja pegawai. Sampel sebanyak 51 karyawan. Analisis menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan perangkat SPSS versi 18.0. Berdasarkan hasil analisis tersebut diketahui secara simultan disimpulkan kinerja (Y) dipengaruhi oleh variabel gaya kepemimpinan (X1), motivasi (X2) dan kemampuan personal (X3). Secara parsial variabel gaya kepemimpinan (t(dj)=2,832;p<0,05) motivasi (t(dj)= 6.565;p<0,05) dan variabel kemampuan personal (t(dj)=2,012;p<0,05) mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai.

 

13. Peran Iklim Organisasi, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Penelitian dilakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu yang berjumlah 39 orang. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis peran iklim organisasi, motivasi kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen yang ada di Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Untuk menguji dan menganalisis data dilakukan uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis F dan uji hipotesis t serta uji nilai koefJSien determinasi.

 

Hasil penelitian menemukan :

  • iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai BAPPEDA Kabupaten Kapuas Hulu,
  • motivasi kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai BAPPEDA Kabupaten Kapuas Hulu,
  • lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai BAPPEDA Kabupaten Kapuas Hulu.

 

14. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Permasalahan yang dihadapi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kapuas Hulu dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan sector pertanian belum teratasi sampai sekarang, baik oleh faktor internal, factor eksternal dan infrastrukur lainnya. Faktor penyebab tersebut mengakibatkan terhambatnya proses mekanisme pembangunan sektor pertanian secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan kornitmen organisasional terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui kuesioner, sampel sebanyak 56 dari populasi Pegawai Negeri Sipil Struktural pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Petemakan Kabupaten Kapuas Hulu Propinsi Kalimantan Barat sebanyak 216 orang. Pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling. Hasil uji parsial (uji t) variabel Gaya Kepemimpinan secara umum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap terhadap kinerja pegawai hal ini dibuktikan dengan basil uji t hitung (7,819) > t tabei (1,684). Hasil uji t sub gaya kepernimpinan menunjukkan bahwa yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai adalah gaya kepemimpinan birokratis (X1.4). Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung paling tinggi yakni sebesar 2,203. Hasil uji parsial (t) pada Kornitmen organisasional menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel komitmen organisasional terhadap variabel kinerja pegawai. Melalui basil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 2.146 dengan dernikian uji t ini membuktikan bahwa kornitmen organisasional berpengaruh positifterhadap kinerja pegawai. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa F hitung sebesar 47,677 dengan signifikansi 0,000, sedangkan F tabei pada tingkat kepercayaan (Confidence Interval) 95% atau a = 0,05 adalah 2,54. Hasil perbandingan menunjukkan F hitung (47,677) > F tabei (2,54). Keputusannya H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara simu1tan variabel gaya kepemimpinan dan kornitmen organisasional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Petemakan Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Hasil uji Determinasi menunjukkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh variabel Gaya Kepemimpinan (X1) dan Kornitmen Organisasional (X2) sebesar 64,30%, sedangkan sisanya sebesar 35,70% dipengaruhi o1eh variabel independen lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

 

15. Analisis Kinerja Pegawai Negeri Sipil dalam Memberikan Pelayanan kepada Masyarakat pada Kantor Camat Hasil Pemekaran: Studi pada Kantor Camat Lumar Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat

 

Abstrak

Tesis ini mengangkat masalah kinerja pegawai Kecamatan Lumar sebagai hasil pemekaran dari Kecamatan Ledo berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 tahun 2004, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih mudah dan cepat kepada masyarakat. Berhubung Kecamatan Lumar relative masih baru, masih terdapat berbagai permasalahan yang ada, diantaranya fasilitas dan sarana kantor yang terbatas, rendahnya sumber daya manusia dan budaya kerja pegawai yang dianggap masih rendah. Adapun tujuan penelitian ini ingin mendiskripsikan kinerja pegawai dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai meliputi komitmen pemimpin, motivasi pegawai dan dukungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, sedangkan subjek penelitian adalah pegawai yang ada di kantor Kecamatan Lumar dan beberapa wakil dari instansi terkait serta anggota masyarakat.

Hasil penelitian menjelaskan tentang kinerja pegawai yang meliputi responsivitas, efektivitas dan kualitas pelayanan secara umum dapat dikatakan cukup baik yaitu telah memenuhi standar minimal pelayanan, namun masih terdapat kelemahan terutama tentang etos kerja yang kurang kuat dan fasilitas kantor yang masih minim sehingga berimplikasi pada pelayanan yang kurang optimal. Dilihat dari faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai terutama komitmen pemimpin (Camat) sudah cukup baik, yaitu Camat selalu melakukan koordinasi dengan bawahan. Jika dilihat dari faktor motivasi pegawai sudah cukup baik terutama jika pegawai mempunyai motivasi untuk meningkatkan jenjang karier. Selanjutnya faktor masyarakat tentang kesadaran tertib administrasi dan partisipasi program pemerintah yang kurang, bisa mengakibatkan kerja pegawai menjadi terhambat.

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)