HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Validitas Konstruk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Pengertian Validitas Konstruk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Validitas konstruk mengarah pada sejauhmana instrumen tersebut mengukur pengembangan teori yang menjadi dasar penyusunan instrumen tersebut (Sumber : IDTesis.com). Uji validitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan item soal dengan skor total item. Uji validitas dilakukan terhadap itemitem pertanyaan yang menyusun suatu variabel berdasarkan data hasil penyebaran istrumen (kuesioner).

Validitas menyatakan kemampuan suatu item pertanyaan dalam mengukur variabel yang disusunnya. Secara empirik suatu item dikatakan valid apabila memiliki hubungan yang positif terhadp skor total yang tak lain menyatakan nilai dari variabel yang diukur.

Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan angka korelasi numerik Pearson’s Product Moment CorrelationPengujian validitas dengan bantuan program SPSS 19 yang menghasilkan nilai korelasi dan signifikan.

Kriteria Validitas Konstruk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Umumnya suatu item dinyatakan valid jika memiliki harga korelasi di atas 0,3 ( Idrus, 2009). Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Sugiyono (2013: 126) yang menyatakan bahwa “Bila korelasi tiap butir faktor tersebut positif dan besarnya 0,3 ke atas, maka faktor tersebut merupakan faktor konstruk yang kuat”. Bila koefisien korelasi sama dengan 0,3 atau lebih (paling kecil 0,3), maka butir instrumen dinyatakan valid (Sugiyono, 2013: 134) (Sumber : IDTesis.com).

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa suatu item atau butir pernyataan dikatakan memenuhi validitas konstruk apabila r hitung lebih besar dari r kritis yang besarnya 0,3.

Incoming search terms:

Leave a Reply