HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis S2 Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Kader Bangsa Palembang

 

  1. Pengaruh Pengembangan Karier Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Kota Palembang
  2. Pengaruh Motivasi Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Universitas Pgri Palembang
  3. Pengaruh Regulasi Kompensasi Dan Motivasi Terhadap Minat Menjadi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Palembang
  4. Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Dan Kompetensi, Serta Lingkungan Kerjaterhadap Kinerja Dosen Pada Universitas Musi Rawas
  5. Pengaruh Insentif Finansial, Leader Member Exchange, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada Pt Harapan Sejahtera Karya Utama
  6. Implementasi Grading System Remunerasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Pemberian Insentif Karyawan Pada Bpr Konvensional Di Sidoarjo
  7. Pengaruh Kepemimpinan Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Perangkat Desa Di Desa Tanggul Wetan
  8. Pengaruh Faktor Internal Dan Faktor Eksternal Terhadap Minat Wirausaha Kaum Santri Di Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang
  9. Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Dalam Membangun Motivasi Kerja Guru Di Mas Pab-2 Helvetia
  10. Regulasi Dan Motivasi Terhadap Minat Menjadi Dosen Pada Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Palembang
  11. Pengaruh Gaya Hidup Dan Persepsi Mahasiswa Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Di Kota Palembang
  12. Pengaruh Kualitas Layanan Dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Nasabah Pada Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Surya Barokah
  13. Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap Efektivitas Pembelajaran Di Mts Aulia Cendekia Palembang
  14. Penerapan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan Program Sekolah Adiwiyata Di Sma Negeri 1 Pangkalan Bun
  15. Kepemimpinan Organisasi Pada Organisasi Santri: Studi Kasus Pendidikan Kepemimpinan Organisasi Pada Ikatan Santri Tarbiyatul Mu’allimin Al-Ismlamiyah (Ismi) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura
  16. Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) (Studi Deskriptif Kualitatif Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) Universitas Sumatera Utara)
  17. Implementasi Kompetensi Kepribadian Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Cot Murong Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh
  18. Penguatan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Dan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Pasuruan
  19. Peran Budaya Organisasi Sebagai Strategi Bertahan: Studi Kasus Dalam Organisasi Radio Republik Indonesia
  20. Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Budaya Religius Di Mts Minhajus Salam
  21. Kepemimpinan Kiai Di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaruh Pengembangan Karier Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Kota Palembang

Intisari

Tujuan – Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh Pengembangan Karir dan Motivasi, secara bersama-sama terhadap Kinerja Resmi, dan kemudian Pengaruh Pengembangan Karir dan Motivasi, secara parsial terhadap Kinerja Resmi.

Pendekatan Penelitian

Desain / metodologi – Populasi dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pada Dinas Kesehatan Kota Palembang. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS untuk Windows Versi 16.00, didapatkan hasil bahwa 1) Ada pengaruh Pengembangan Karir dan Motivasi yang signifikan secara bersama-sama Terhadap Kinerja Resmi; 2) Ada pengaruh Pengembangan Karir yang signifikan secara parsial Terhadap Kinerja Resmi; dan 3) Pengaruh Motivasi yang signifikan secara parsial Terhadap Kinerja Resmi.

Pengaruh Motivasi Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Universitas Pgri Palembang

Intisari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di Universitas PGRI Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif eksplanatif. Populasi dalam penelitian ini adalah staf administrasi Universitas PGRI Palembang yang terdiri dari 388 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling dimana metode pengambilan sampel yang diambil dari populasi dilakukan secara proporsional dengan memperhitungkan strata dalam populasi. Jumlah sampel yang diambil adalah 10% dari total populasi 39 responden. Analisis statistik yang digunakan untuk tindakan hipotetis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis jalur.

Hasil Penelitian

Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) semakin baik motivasi kinerja karyawan Universitas PGRI Palembang, maka kinerja karyawan juga akan meningkat; (2) Semakin baik kepemimpinan di Universitas PGRI Palembang, maka kinerja karyawan juga akan meningkat; dan (3) semakin baik motivasi dan kepemimpinan pada kinerja Universitas PGRI Palembang, maka kinerja staf Universitas PGRI Palembang juga akan meningkat.

Pengaruh Regulasi Kompensasi Dan Motivasi Terhadap Minat Menjadi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Palembang

Intisari

Fakta dilapangan ditemukan masih kurangnya jumlah dosen khususnya program studi akuntansi pada PTS di Kota Palembang. Dari 9 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tersebut yang tersedia program studi akuntansi, 2 PTS yang belum memenuhi rasio jumlah dosen dan mahasiswa. Berdasarkan fakta dilapangan, Kurangnya jumlah dosen ini disebabkan oleh regulasi, kompensasi dan motivasi yang kurang menyebabkan minat untuk menjadi dosen sangat kurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh regulasi, kompensasi dan motivasi terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi pada perguruan tinggi swasta di kota Palembang. Jenis penelitian bersifat asosiatif, dengan metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Populasi adalah seluruh mahasiswa program studi akuntansi di PTS di kota Palembang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 367 responden. Metode pengumpulan data bersifat primer dan sekunder.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menemukan bahwa regulasi, kompensasi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi dengan nilai Sig. Sebesar 0,000. Sedangkan secara parsial, kompensasi dan motivasi berpengaruh positif terhadap minat menjadi dosen dengan signifikansi sebesar masing-masing 0,000 dan koofisien korelasi masing-masing 0,414 dan 0,240, sedangkan regulasi berpengaruh negatif terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi dengan signifikansi 0,000 dan koofisien korelasi sebesar -4,000. Penelitian ini juga menemukan bahwa variabel kompensasi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi.

Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Dan Kompetensi, Serta Lingkungan Kerjaterhadap Kinerja Dosen Pada Universitas Musi Rawas

Intisari

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, motivasi, kompetensi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja perkuliahan di Universitas Musi Rawas, baik secara bersama-sama maupun sebagian. Populasi penelitian ini adalah semua dosen di Universitas Musi Rawas yang berjumlah 130 orang. Teknik pengambilan sampel yang saya gunakan adalah sampling jenuh atau sensus, di mana semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Jawaban yang diberikan oleh responden dianalisis secara kuantitatif menggunakan SPSS untuk Wiindows versi 20. Data diuji kualitas dengan validitas dan reliabilitas data yang kemudian diubah menjadi skala interval skala ordinal menggunakan metode interval berturut-turut yang terintegrasi dalam Microsoft Excel. Dalam penelitian ini, menguji asumsi dasar regresi berganda yang meliputi uji normalitas data, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan (X1), motivasi (X2), kompetensi (X3), dan lingkungan kerja (X4) mempengaruhi kinerja kuliah (Y) sebesar 0,741 (74,1%), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. . Variabel kepemimpinan (X1), motivasi (X2), kompetensi (X3), dan lingkungan kerja (X4) secara bersama-sama berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja perkuliahan (Y) dengan nilai F 37,991 dan nilai F signifikan 0,000. Selanjutnya, Kepemimpinan (X1) secara parsial tidak mempengaruhi kinerja kuliah (Y) dengan t hitung sebesar 1,254 dan nilai t signifikan 0,212. Motivasi (X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perkuliahan (Y) dengan nilai t adalah 3,271 dengan nilai signifikan t 0,001. Kompetensi (X3) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perkuliahan (Y) dengan nilai t sebesar 3,777 dengan nilai signifikan t 0,000, Lingkungan kerja (X4) secara parsial tidak mempengaruhi kinerja kuliah (Y) dengan t hitung sebesar 0,862 dan nilai t signifikan 0,390.

Pengaruh Insentif Finansial, Leader Member Exchange, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada Pt Harapan Sejahtera Karya Utama

Intisari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Insentif finansial, Leader member exchange, dan Lingkungan kerja terhadap Semangat kerja. Insentif finansial, Leader member exchange, dan Lingkungan kerja menjadi variabel bebas, sedangkan Semangat kerja menjadi variabel terikat.

Pendekatan Penelitian

Populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan PT. Harapan Sejahtera Karya Utama yang berjumlah 250 orang karyawan, dan penelitian ini hanya mengambil sampel sebanyak 75 orang karyawan di PT. Harapan Sejahtera Karya Utama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS statistic 16. Hasil uji validitas dan uji reliabilitas menunjukkan semua item pertanyaan kuesioner dinyatakan valid dan reliabel karena niainya rhitung lebih besar dari nilai rtabel.

Hasil Penelitian

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Insentif finansial (X1¬) dan Lingkungan kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel Semangat kerja (Y). Secara simultan Insentif finansial (X1), Leader member exchange (X2), Lingkungan kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap Semangat kerja (Y). Diantara variabel yang bepengaruh pada Semangat kerja, variabel Lingkungan kerja (X3) memiliki pengaruh paling signifikan terhadap variabel Semangat kerja (Y).

Implementasi Grading System Remunerasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Pemberian Insentif Karyawan Pada BPR Konvensional Di Sidoarjo

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis implementasi grading system remunerasi terhadap kinerja karyawan melalui pemberian insentif karyawan pada BPR Konvensional di Sidoarjo, (2) untuk mengidentifikasi kendala pelaksanaan grading system remunerasi pada BPR Konvensional di Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed methods (kuantitatif dan kualitatif). Desain penelitian kuantitatif menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan program sofware statistik SPSS, sedangkan desain penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan forum group discussions (FGD) dan telaah dokumen, keabsahan data menggunakan credibility, confirmability, transferability, dependability. Teknik analisis data menggunakan data collection, data reduction, data display dan conclusion. Responden atau Informan penting dalam penelitian ini adalah Direksi; Direktur Utama dan Kepatuhan, Kepala Operasional, Manajer, Supervisor, Admin, Marketing dan Penagihan.

Hasil Penelitian

Hasil yang diperoleh implementasi grading system remunerasi terhadap kinerja karyawan melalui pemberian insentif menunjukkan bahwa insentif marketing dan supervisor sebesar 82,70% dari total pemberian insentif keseluruhan, dan insentif collector dan remidial sebesar 17,30% dari total pemberian insentif pada BPR Buduran Delta Purnama. Adapun kendala pelaksanaan grading system remunerasi pada BPR Konvensional di Sidoarjo adalah pemberian insentif yang diberlakukan BPR adalah sama terhadap semua karyawan tanpa memandang masa jabatan tetapi hasil pada bulan operasional, sehingga karyawan dengan tingkat prestasi yang tinggi di BPR dapat diraih semua karyawan meskipun di level yang terendah dan lebih menitikberatkan kepentingan untuk memperoleh nasabah dalam jumlah besar sehingga insentif untuk marketing dan supervisor lebih besar jumlahnya sehingga dapat menimbulkan iri hati karyawan bagian lainnya dan berpindah pada perusahaan lain.

Pengaruh Kepemimpinan Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Perangkat Desa Di Desa Tanggul Wetan

Intisari

Pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari pembangunan Nasional dan daerah yang bertujuan agar tersedianya  sumber daya yang produktif. Kepemimpinan memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama terlihat dalam kinerja para pegawainya. Kompetensi sangat diperlukan untuk mendukung suatu kinerja terutama kompetensi intelektual, kompetensi emosional, dan kompetensi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh kepemimpinan dan kompetensiTerhadap Kinerja perangkat desa. Jenis penelitian ini adalah menggunakan jenis analisis data kuantitatif,Bentukhubungan antar variabel dalam penelitian ini adalah asimetris, yaitu suatu jenishubungan ketika variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain dan tidak dapatsaling dipertukarkan.Lokasi penelitian diDesa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah perangkat Desa Tanggul Wetan berjumlah 37 perangkat Desa. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh aparatur desa Tanggul Wetan yang berjumlah 37 perangkat desa. Analaisis data menggunakan analisis Regresi Linier berganda Teknik ini digunakan untuk mengetahui  pengaruh keseluruhan variabel bebas dengan variabel terikat.

Hasil Penelitian

Hasil dari penelitian ini adalah ada pengaruh secara Parsial diperoleh nilaikepemimpinan (X1) 2.385, kompetensi (X2) 3.068 lebih besar dari t =2.03224,sehingga secara parsial kepemimpinan dan kompetensi berpengaruh terhadap kinerja.Hasil Uji F menunjukkan bahwanilai F hitung  = 34.558 lebih besar nilai F = 3.28,artinya ada pengaruh secara bersama-samakepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja perangkata desa di Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember dengan persamaan regresi Y= 6.629+0.372X1+ 0.324X Koefisiendeterminasi (R2 ) setelah disesuaikan didapatkan nilai R adjustnya sebesar 0.651menunjukkan bahwa variabelKepemimpinan (X1), Kompetensi (X) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 65.1% terhadap kinerja (Y). Sementara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh secaraparsial dan simultan Kepemimpinan dan kompetensi Terhadap Kinerja perangkat desa Di Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember.

Pengaruh Faktor Internal Dan Faktor Eksternal Terhadap Minat Wirausaha Kaum Santri Di Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang

Intisari

Semangat kewirausahaan merupakan tuntunan Islam yang tertulis di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Kaum santri yang memiliki kedekatan terhadap ajaran-ajaran Islam sudah pasti mengetahui urgensitas berwirausaha dalam Islam, sehingga kaum santri dapat terdorong untuk memiliki minat dalam berwirausaha. Minat dalam berwirausaha dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal yang merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seseorang dan faktor eksternal yang merupakan hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal secara parsial dan simultan terhadap minat wirausaha kaum santri di Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang.

Pendekatan Penelitian

Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Jenis data berupa data yang merupakan hasil jawaban kuesioner responden. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Sampling Jenuh, dimana semua populasi dijadikan sebagai sampel dan jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 97 santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda denga melakukan pengujian hipotesis berupa uji koefisien determinasi, uji F (simultan) dan uji t (parsial).

Hasil Penelitian

Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan faktor internal dan faktor eksternal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat wirausaha kaum santri di Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang. Kedua faktor ini memberikan kontribusi sebesar 0,671 atau 61,7% terhadap minat berwirausaha, sedangkan sisanya sebesar 38,3% dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Hasil pengujian hipotesis juga menunjukkan bahwa faktor internal merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap minat wirausaha kaum santri di Pondok Pesantren Ar-Riyadh Palembang.

Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Dalam Membangun Motivasi Kerja Guru Di Mas Pab-2 Helvetia

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kompetensi manajerial kepala madrasah dalam konteks membangun motivasi kerja guru di MAS PAB-2 Helvetia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek penelitian adalah kepala madrasah guru-guru dan staff pegawai di MAS PAB 2 Helvetia

Hasil penelitian

Berdasarkan analisis penelitian maka diperoleh data sebagai berikut: (1)Kepala madrasah belum sepenuhnya mampu menerapkan kompetensi manajerialnya secara maksomal. (2)Kepala madrasah senantiasa berupaya melakukan pendekatan dan menciptakan suasana yang harmonis diantara para guru; mencari tahu apa saja kendala yang dihadapi guru dalam mengajar; rutin mengikutsertakan guru dalam berbagai pengembangan potensi guru; senantiasa memberikan motivasi terhadap guru baik dalam bentuk penghargaan (reward) atapun teguran (punnishment). (3)Ditemukan adanya kenyamanan serta semangat kerja dari para guru dalam mejalankan tugas sehari-harinya mengajar dan mendidik di madrasah tersebut.

Regulasi Dan Motivasi Terhadap Minat Menjadi Dosen Pada Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Palembang

Intisari

Salah satu elemen yang mendukung pendidikan adalah keberadaan dosen di perguruan tinggi. Fakta dilapangan ditemukan masih kurangnya jumlah dosen khususnya program studi akuntansi pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Palembang. Kurangnya jumlah dosen ini disinyalir disebabkan oleh regulasi dan  motivasi yang kurang sehingga menyebabkan minat untuk menjadi dosen sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi, dan motivasi terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi pada perguruan tinggi swasta di kota Palembang. Jenis penelitian bersifat asosiatif, dengan metode analisis data menggunakan regresi linear berganda.

Pendekatan Penelitian

Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi akuntansi di PTS di kota Palembang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 367 responden. Metode pengumpulan data bersifat primer dan sekunder. Hasil penelitian menemukan bahwa regulasi, dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi dengan nilai Sig. Sebesar 0,000. Sedangkan secara parsial, motivasi berpengaruh positif terhadap minat menjadi dosen dengan signifikansi sebesar masing-masing 0,000 dan koofisien korelasi 0,323, sedangkan regulasi berpengaruh negatif terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi dengan signifikansi 0,000 dan koofisien korelasi sebesar -0,456. Penelitian ini juga menemukan bahwa variabel regulasi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap minat menjadi dosen program studi akuntansi.

Pengaruh Gaya Hidup Dan Persepsi Mahasiswa Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Di Kota Palembang

Intisari

Rumusan masalah adalah ada atau tidaknya pengaruh gaya hidup dan persepsi siswa terhadap keputusan pembelian secara online di Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara gaya hidup dan persepsi siswa tentang keputusan pembelian secara online di Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan asosiatif untuk mengetahui apakah gaya hidup dan persepsi siswa mempengaruhi keputusan pembelian oleh Palembang online.

Pendekatan Penelitian

Ada dua variabel; (1) gaya hidup dan persepsi siswa dan (2) variabel ketergantungan adalah keputusan Pembelian yang dikembangkan menjadi 14 indikator. Populasinya adalah semua siswa aktif di universitas swasta Palembang. Sampel berjumlah 346 dengan menggunakan purposive sampling. Data tersebut adalah data primer sebagai sumber analisis. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara gaya hidup dan persepsi siswa terhadap keputusan pembelian secara online di Palembang.

Pengaruh Gaya Hidup Dan Persepsi Mahasiswa Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Di Kota Palembang

Intisari

Loyalitas konsumen sangat penting bagi perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kegiatan bisnis yang berkelanjutan. Loyalitas pelanggan dalam penggunaan layanan yang ditawarkan dapat digunakan sebagai masukan bagi perusahaan untuk meningkatkan dan meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan semua dan kepercayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kualitas layanan terhadap loyalitas dan kepercayaan pelanggan.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS. Populasi yang digunakan adalah pelanggan 410 orang. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 40 orang dengan pemilihan sampel model slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan kepercayaan mempengaruhi pengaruh pelanggan terhadap loyalitas pelanggan.

Pengaruh Kualitas Layanan Dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Nasabah Pada Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Surya Barokah

Intisari

Peneliti memilih judul tersebut karena ada beberapa guru yang kurang profesional dalam melakukan proses pembelajaran sehingga efektivitas pembelajaran pun tidak terlaksana dengan maksimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana kompetensi profesional guru di MTs Aulia Cendekia Palembang? bagaimana efektivitas pembelajaran di MTs Aulia Cendekia Palembang? apakah ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap efektivitas pembelajaran? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi profesional guru di MTs Aulia Cendekia Palembang, untuk mengetahui efektivitas pembelajaran di MTs Aulia Cendekia Palembang, dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional guru terhadap efektivitas pembelajaran di MTs Aulia Cendekia Palembang.

Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini yakni jenis data kuantitaif yaitu data yang berkenaan dengan kompetensi profesional guru dan efektivitas pembelajaran. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah seluruh guru MTs Aulia Cendekia Palembang. Sedangkan sumber data sekunder adalah siswa, buku-buku dan dokumentasi sekolah. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru MTs Aulia Cendekia Palembang. Sedangkan sampel penelitian ini adalah seluruh guru MTs Aulia Cendekia Palembang karena penelitian ini merupakan populasi. Data diperoleh dengan metode angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terlebih dahulu data dikumpulkan, kemudian direkapitulasi, selanjutnya dianalisis dengan statistik yaitu dengan menggunakan rumus mean, standar deviasi, TSR dan persentase, serta Product Moment.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini adalah: pertama, kompetensi profesional guru di MTs Aulia Cendekia Palembang dikategorikan sedang atau baik karena dari 45 responden terdapat 25 responden atau sebesar (47%) yang mendapat skor pada kategori sedang. Kedua, efektivitas pembelajaran di MTs Aulia Cendekia Palembang dikategorikan sedang atau baik karena dari 45 responden terdapat 30 responden atau sebesar (60%) yang mendapat skor pada kategori sedang. Ketiga, ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap efektivitas pembelajaran di MTs Aulia Cendekia Palembang. Hal tersebut berdasarkan hasil analisa statistik menyatakan bahwa perbandingan nilai “r” yang terdapat pada rhitung (0,957) adalah lebih besar dari pada rtabel, baik pada taraf signifikasnsi 1% = 0,389 maupun taraf signifikansi 5% = 0,301. Dengan perbandingan 0,389 < 0,957 > 0,301.

Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap Efektivitas Pembelajaran Di Mts Aulia Cendekia Palembang

Intisari

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor utama dalam mengelola program sekolah adiwiyata karena dengan lokasi sekolah yang sempit kurang subur dan posisi tanah miring namun SMA Negeri 1 Pangkalan Bun berhasil meraih perghargaan adiwiyata nasional sehingga menarik untuk diteliti tentang penerapan kompetensi manajerial kepala sekolah dalam pelaksanaan program sekolah adiwiyata.

Pendekatan Penelitian

Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana penerapan kompetensi manajerial kepala sekolah: 1. menyusunperencanaanprogramsekolah adiwiyata? 2. mengelola guru danstafdalamrangkapelaksanaanprogramsekolah adiwiyata? 3. mengelolapengembangankurikulumyang diintegrasikan dengan programsekolah adiwiyata? 4. melakukan evaluasi pelaksanaan program sekolah adiwiyata? Dengan tujuan Ingin menelaah Penerapan kompetensi manajerial kepala sekolah: 1. menyusunperencanaanprogramsekolah adiwiyata. 2. mengelola guru danstafdalamrangkapelaksanaanprogramsekolah adiwiyata. 3. mengelolapengembangankurikulumyang diintegrasikan dengan programsekolah adiwiyata. 4. melakukan evaluasi pelaksanaan program sekolah adiwiyata di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan data peneliti menggunakan Triangulasi sumber, metodedanteori.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kepala sekolah bersama dewan guru menyusun perencanaan program sekolah adiwiyata melalui proses sosialisasi program, pembentukan kelompok kerja adiwiyata, dan memiliki dokumen program sekolah adiwiyata. (2) Dewan guru. TU, siswa, dan Komite sekolah berperan aktif dalam pelaksanaan program sekolah adiwiyata dengan bukti dokumen pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, gotong royong, penghijauan, kegiatan sarapan pagi bersama setiap sabtu. (3) Kepala sekolah bersama guru dan mitranya telah memiliki dokumen kurikulum, silabus dan RPP yang diintegrasikan dengan program sekolah adiwiyata yang diterapkan melalui kegiatan Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler. (4) Kepala sekolah bersama Tim adiwiyata dan dewan guru melakukan evaluasi pelaksanaan program sekolah adiwiyata secara rutin langsung ke lapangan serta melakukan pertemuan serta tindak lanjut dari hasil temuan. Hasilnya adalah meraih penghargaan sekolah sehat, sekolah bersih, penghargaan adiwiyata nasional, disiplin siswa yang tinggi, perubahan perilaku siswa memungut dan membuang sampah pada tempatnya, penerapan 5 S ( salam, senyum, sapa, sopan, santun).

Kepemimpinan Organisasi Pada Organisasi Santri: Studi Kasus Pendidikan Kepemimpinan Organisasi Pada Ikatan Santri Tarbiyatul Mu’allimin Al-Ismlamiyah (Ismi) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kepemimpinan organisasi pada organisasi santri dalam membentuk karakter seorang pemimpin. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam terhadap subjek dan melakukan observasi serta dokumentasi. Setelah penelitian ini dilakukan, penulis memperoleh hasil bahwa 1) Program kepemimpinan di ISMI ada program harian, mingguan, dan tahunan, 2) Implementasi kepemimpinan organisasi santri ISMI tersusun dalam dewan kepemimpinan pusat dan dewan perwakilan santri. Adapun kepemimpinan pusat terdiri dari pengurus harian, bidang syari’ah dan akhlaq, bidang bahasa, bidang disiplin, bidang kepramukaan, bidang koperasi dan wirausaha, 3) Evaluasi dilakukan setiap minggu dan pada akhir masa jabatan. Sedangkan kepemimpinan pada organisasi santri dalam membentuk karakter seorang pemimpin terletak pada aplikasi karakter yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam ranah kepemimpinan yaitu: 1) Amanah; dapat dipercaya di dalam menjalankan tanggung jawabnya, sehingga setiap tugas yang diberikan kepada para pengurus ISMI dapat dipertanggung jawabkan dengan baik. 2) Shidiq; jujur dalam melaporkan laporan pertanggung jawaban di akhir jabatan kepada seluruh anggota maupun pengasuh disertakan bukti autentiknya. 3) Tabligh; menyampaikan kebijakan-kebijakan yang membangun dalam keorganisasian dari hasil musyawarah evaluasi kinerja. 4) Fathonah; memiliki intelektualitas yang tinggi serta profesional dalam mengambil kebijakan dan mengevaluasi kinerja bawahan.

Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) (Studi Deskriptif Kualitatif Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata) Universitas Sumatera Utara)

Intisari

Penelitian ini berjudul Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi antarbudaya dan hambatanhambatan yang dialami oleh mahasiswa PERMATA Universitas Sumatera Utara dalam melakukan komunikasi antarbudaya dengan mahasiswa daerah pertukaran, serta mengetahui komponen kompetensi komunikasi antarbudaya yang muncul dalam komunikasi antarbudaya. Adapun teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ilmu komunikasi, komunikasi antarbudaya, kompetensi komunikasi antarbudaya, Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA), Interaksionisme Simbolik dan Manajemen Kecemasan dan Ketidakpastian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan informasi secara rinci dan menjelaskan informasi dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling sehingga subjek terus bertambah hingga data yang didapatkan oleh peneliti telah jenuh. Subjek penelitian ini adalah 7 orang mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang mengikuti program PERMATA di tahun 2015.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PERMATA Universitas Sumatera Utara sudah mampu melakukan komunikasi antarbudaya dengan baik, walaupun pada awalnya mereka memiliki berbagai persepsi dan mendengar berbagai stereotipe mengenai budaya di daerah pertukaran sehingga memunculkan kecemasan dan ketidakpastian. Mahasiswa PERMATA Universitas Sumatera Utara mampu mengurangi tingkat kecemasan dan ketidakpastian yang mereka alami dengan cara membuka diri sehingga mereka dapat beradaptasi dengan mudah. Mahasiswa PERMATA Universitas Sumatera Utara berada dalam tingkatan kompetensi komunikasi antarbudaya Conscious Competence, yaitu sadar dalam berkomunikasi dan mampu melakukan sesuatu.

Implementasi Kompetensi Kepribadian Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Cot Murong Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh

Intisari

Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perkembangan pradaban manusia. Kepribadian guru adalah suatu masalah yang abstrak hanya dapat dilihat melalui penampilan, tindakan, ucapan,  cara berpakaian dan cara menghadapi setiap persoalan setiap guru mempunyai pribadi masing-masing sesuai dengan karakteristik kepribadian yang ia miliki. Karena guru adalah rujukan keilmuan dan sikap bagi siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa prilaku dan cara berpikir seseorang dipengaruhi oleh apa yang telah ditanamkan oleh gurunya.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kompetensi kepribadian guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Dayah Terpadu Almadinatuddiniyah Syamsuddhuha, mengetahui hambatan dan tantangan dalam membina kompetensi kepribadian guru Dayah Terpadu Almadinatuddiniyah Syamsuddhuha, dan mengetahui upaya guru dalam mengatasi hambatan dan tantangan dalam membina kompetensi kepribadian guru Dayah Terpadu Almadinatuddiniyah Syamsuddhuha.

Adapun metode penelitian adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, yang  menjadi instumen atau alat peneliti sendiri, data yang diperoleh dari dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan secara indukti.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kompetensi Kepribadian Guru dalam Meningkatkan Kualitas pendidikan di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Cot Murong Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh Alhamdulillah baik. Hal ini terlihat dari a)  Kemantapan dan kesetabilan jiwa guru dalam melaksanakan tugas di kelas dan keoptimisannya terhadap keberhasilan santri/santriyah serta kegiatan guru di luar kelas, b) Kedewasaan guru dalam kegiatan bimbingan terhadap santri/santriyah dan sikap guru dalam membimbing santri/santriyah serta sikap guru dalam menghadapi santri/santriyah yang bermasalah, c) Kearifan dan kebijaksanaan guru dalam mengikuti rapat evaluasi dan pertimbangan guru dalam memvonis santri/santriyah d) Kewibawaan guru dilihat dari kemampuan membina santri/santriyah dan keterampilannya dalam memotivasi santri/santriyah, e) Kedisiplinan guru dalam masuk kelas dan kedisiplinan guru dalam berbusana serta sikap guru dalam menyikapi busana santri/santriyah, f) Kemampuan guru dalam memberikan nilai dan usaha guru dalam pengembangan dirinya.

Hambatan dan Tantangan guru dalam Pembinaan Kompetensi Kepribadian guru Dayah. Diantaranya adalah kurangnya sarana pra-sarana sebagai pendukung kegiatan pembinaan dan pembelajaran, kurangnya koordinasi antara sesame majlis guru dan atasan, kurangnya partisipasi guru dalam mengikuti rapat dan menjalankan disiplin dan pengembangan diri guru, serta minimnya evaluasi yang dibangun oleh yayasan dan pimpinan dalam pembinaan pengembangan kompetensi kepribadian guru.

Upaya guru dalam mengatasi hambatan dan tantangan dalam Pembinaan Kompetensi Kepribadian Guru Dayah adalah penambahan sarana pra-sarana sebagai pendukung kegiatan pembinaan dan pembelajaran, guru harus melakukan oordinasi dengan sesama majlis guru dan atasan dalam melaksanakan setiap kegiatan, guru harus proaktif dalam mengikuti rapat sekaligus harus menjalankan disiplin yang telah disepakati serta pihak yayasan dan pimpinan harus membuat jadwal evaluasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Penguatan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Dan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Pasuruan

Intisari

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penguatan budaya dalam sebuah organisasi, sebab budaya organisasi di pesantren tidak hanya sebagai acuan dalam menjalankan roda organisasi namun juga mempresentasikan mutu pendidikan di pesantren, kehilangan mutu pendidikan pesantren maka hilang pula pengaruh pesantren di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan budaya organisasi, bagaimana upaya penguatan budaya organisasi, apa saja dampak dari penguatan budaya organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren dan apa saja faktor pendukung dan penghambat penguatan budaya organisasi terhadap mutu pendidikan Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dan Darullughah Wadda’wah Pasuruan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi,analisis dilakukan dengan analisis kasus individual dan analisis lintas kasus, keabsahan data didasarkan pada kredibilitas, transferabilitas, depandibilitas dan konfirmabilitas.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Budaya organisasi di Pesantren Syaichona Moh. Cholil adalah Inovasi, menanamkan nilai-nilai, perhatian kerincian, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan dan kemantapan. Di Pesantren Darullughah Wadda’wah adalah Inovasi, menanamkan nilai-nilai, perhatian kerincian, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan dan kemantapan anggota. 2) Upaya yang dilakukan di Pesantren Syaichona Moch. Cholil dalam menguatkan budaya organisasi terhadap mutu pendidikan adalah seleksi, kaderisasi dan evaluasi. Di pesantren Darullughah wadda’wah adalah seleksi, manajemen puncak, dan proses sosialisasi. 3) Dampak penguatan budaya organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan Pesantren di Pesantren Syaichona Moch. Cholil adalah tumbuhnya nilai disiplin, kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap pondok pesantren. Di Pesantren Darullughah Wadda’wah adalah tumbuhnya rasa memiliki serta munculnya lulusan yang berprestasi. 4) Faktor pendukung dari penguatan budaya organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pesantren Syaichona Moh. Cholil adalah sarana prasarana yang memadai, kekompakan pengurus, dan dukungan wali santri. Faktor penghambatnya adalah adanya benturan kegiatan pesantren dengan kegiatan luar pesantren. Faktor pendukung di Pesantren Darulllugah Wadda’wah adalah adanya dukungan walisantri dan masyarakat serta sarana prasarana yang memadai. Faktor penghambatnya adalah faktor intern santri baru yang belum bisa menyesuaikan dengan budaya baru di Pesantren.

Peran Budaya Organisasi Sebagai Strategi Bertahan: Studi Kasus Dalam Organisasi Radio Republik Indonesia

Intisari

Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan unsur budaya organisasi yang ada di RRI dan peran budaya organisasi sebagai stategi bertahan. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumen, observasi dan wawancara. Kerangka teoritis yang digunakan dalam studi ini menggunakan teori budaya organisasi Schein, menurut Schein budaya organisasi itu didasarkan pada tiga tingkatan yaitu Asumsi-Asumsi, Nilai dan Artifak.

Hasil Penelitian

Dari hasil analisa penulis menemukan bahwa terdapat unsur-unsur budaya organisasi yang ada didalam organisasi RRI. Pertama, Mulai dari Asumsi-Asumsi, yang dimana didalamnya terdapat hubungan organisasi dan ligkungan yang dimana dalam organisasi RRI terdapat hubungan yang formal dan informal serta melakukan hubungan sosial dengan masyarakat dengan cara berinteraksi. Selain itu didalam asumsi terdapat juga homogenitas versus keberagaman, yang dimana dalam hal ini organisasi RRI adalah sebuah organisasi yang beragam yang melambangkan atau mencerminkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, Nilai terdapat banyak nilai yang ada dalam organisasi RRI mulai dari visi, misi, tujuan dan Tri Prasetya RRI. Dan yang Ketiga, Artifak, terdapat banyak artifak dalam organisasi RRI mulai dari perwujudan fisik seperti Logo dan seragam organisasi RRI, perwujudan perilaku seperti tradisi upacara-upacara/ritual dan reward and punishment yang ada dalam organisasi RRI, dan perwujudan bahasa seperti Jargon dan nama julukan serta sejarah dan pahlawan yang ada dalam organisasi RRI. Salah satu fungsi budaya organisasi adalah untuk beradaptasi dengan lingkungan ekstenal dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Terdapat beberapa unsur budaya organisasi yang membuat organisasi RRI ini masih bertahan sehingga menciptakan sebuah strategi bertahan mulai dari nilai yang melambangkan nilai jati diri netralitas dan independent. Sejarah, karena organisasi RRI tidak pernah melupakan sejarahnya dan selalu mengacu kepada 4 rambu-rambu consensus nasional. Serta terus melakukan inovasi untuk beradaptasi dengan lingkungan eksternal dengan cara membuat aplikasi RRI Play.

Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Budaya Religius Di Mts Minhajus Salam

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya religius di di MTS Minhajus Salam (2) budaya religius di di MTs. Minhajus Salam (3) peran kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya religius di di MTS Minhajus Salam (4) faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengembangkan budaya religious di di MTS Minhajus Salam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru dan siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dan keabsahan data menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian.

Hasil Penelitian

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya religius yaitu dengan menjadi suri tauladan yang baik di madrasah sehingga dapat di contoh baik perilaku maupun tindakan oleh guru maupun siswa. adapun karakteristik kepala madrasah yaitu seorang yang sabar, bijaksana dan tegas serta bertanggung jawab. untuk pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah (2) budaya religius yang diterapkan di MTs. Minhajus Salam yaitu mengucap salam ketika bertemu dengan guru, membaca doa sebelum masuk maupun setelah masuk ke kelas dan setelah mengakhiri pelajaran, sholat dhuha, sholat dzuhur berjamaah, membaca Al-qur?an, praktek ibadah, fardhu kifayah, dan budaya berpakaian. Sedangkan proses pengawasan kegiatan budaya religius ini di pantau oleh guru piket. (3) peran kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya religius di di MTs. Minhajus Salam yaitu dengan menerapkan nilai-nilai religius yang ada di madrasah melalui program-program di madrasah sehingga terbentuk pula karakter dari setiap peserta didik. (4) faktor pendukung dalam mengembangkan budaya religius di MTs. Minhajus Salam yaitu terdapatnya musholla, Al-Qur?an, serta guru yang berpengetahuan agama bahkan lulusan dari pesantren. Sedangkan untuk factor penghambat yaitu musholla yang terlalu kecil, tidak adanya pengeras suara atau MIC, serta air yang tercemar.

Kepemimpinan Kiai Di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan KH. Moch. Imam Chambali dalam mengelola Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode riset lapangan (field research) yaitu metode dokumentasi, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif interpretative, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penyelenggaraan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Jihad yang berbentuk asrama merupakan komunitas tersendiri di bawah kepemimpinan KH. Moch. Imam. Chambali. Bentuk kepemimpinannya fleksibel, dengan menggunakan pola kepemimpinan demokratis yang berakar pada karismatik. Kepemimpinan demokratis KH. Imam Chambali terlihat dalam memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan pondok pesantren Al-Jihad diputuskan dengan musyawarah, hal ini terwujud dengan adanya rapat besar Yayasan sebagai bentuk kepemimpinan beliau yang demokratis. Kiai sebagai pemimpin sekaligus pengasuh, dalam mengelola pondok pesantren berdasarkan atas kesepakatan bersama anggota lain dalam struktur kepemimpinan. Hal ini dapat dilihat pada berbagai program yang telah diselenggarakan, seperti halnya peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliki, peningkatan hasil usaha sendiri, pengembangan gedung-gedung dan fasilitas pondok pesantren yang lain, pengembangan pemantapan kurikulum, program studi yang bermacam-macam dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan kepemimpinan KH. Moch. Imam Chambali dalam mengelola Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya, dapat menjadi panutan bagi para pengelola lembaga pendidikan, terutama dalam peningkatan efektifitas dan efisiensi kerja atau saat melaksanakan proses dalam pendidikan. Sehingga dapat menghasilkan tujuan yang ingin dicapai semaksimal mungkin sesuai dengan idealisasi dalam pendidikan.

 

Leave a Reply

Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by