HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Prarancangan Pabrik Isopropil Asetat dari Asam Asetat dan propilen Kapasitas 50.000 Ton / Tahun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sebagai negara berkembang banyak melakukan pembangunan di segala bidang. Sampai saat ini pembangunan sektor industri di Indonesia mengalami peningkatan, salah satunya adalah pembangunan sub sektor industri kimia. Namun ketergantungan impor luar negeri masih lebih besar dibandingkan ekspornya. Indonesia masih banyak mengimpor bahan baku atau produk-produk suatu industri kimia dari luar negeri. Akibat ketergantungan impor ini menyebabkan devisa negara berkurang dan terjadinya ketergantungan pada negara lain, sehingga diperlukan suatu usaha untuk menanggulangi ketergantungan terhadap impor, salah satunya adalah dengan mendirikan pabrik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan berdirinya pabrik, akan menghemat devisa negara dan membuka peluang berdirinya pabrik lain yang menggunakan produk pabrik tersebut. Selain itu dapat membuka kesempatan untuk alih teknologi, membuka lapangan kerja baru dalam usaha ikut mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, dan meningkatkan pendapatan asli daerah setempat.

Senyawa isopropil asetat, CH3COOCH(CH3)2, merupakan bahan yang banyak dipakai sebagai pelarut aktif beberapa resin sintetis seperti etil selulosa, selulosa asetat, selulosa butirat, selulosa nitrat, beberapa vinil kopolimer, polistiren, dan resin metakrilat. Pemakaian lain yang tidak kalah penting dari senyawa ini adalah sebagai pelarut (solven) untuk paints, coating, pelarut tinta cetak (printing ink), campuran (ingredients) pada pembuatan parfum/kosmetik, serta sebagai extracting agent pada produksi obat-obatan/pharmatical. Sifat fisis dan kimia yang berdekatan dengan etil asetat (pelarut cat) juga memungkinkan isopropil asetat dipakai untuk menggantikan peranan etil asetat dalam bidang aplikasi tertentu. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangan di bidang industri, diperkirakan kebutuhan akan bahan ini juga akan meningkat di Indonesia. (Kirk Othmer, 1999)

Leave a Reply