HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap

Judul : Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Madiun

 

A. Latar Belakang Skripsi

Rumah sakit selalu meningkatkan kualitas pelayanan guna mencapai target yang diharapkan. Target yang ingin di capai oleh rumah sakit saat sekarang adalah peningkatan BOR sebesar 85% dan peningkatan efektifitas program lebih dari 90% melalui survey kepuasaan pasien. Sedangkan upaya yang telah dilakukan antara lain: penambahan jumlah tenaga perawat, dokter, beberapa fasilitas pelayanan serta survei kepuasan pasien. Saat ini RSUD Kota Madiun masih menerima keluhan dari pasien/pelanggan baik disampaikan langsung kepada tenaga kesehatan atau melalui kotak saran yang ada di RSUD Kota Madiun. Hal demikian memberikan indikasi bahwa RSUD Kota Madiun yang dibangun dengan sarana dan prasarana cukup memadai belum mampu memberikan pelayanan yang sesuai harapan, keinginan dan tuntutan dari masyarakat sebagai konsumen.

Supaya dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien dan menjadi unit pelayanan percontohan di Kota Madiun perlu dievaluasi secara bertahap untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kepada pasien terutama pelayanan keperawatan. Upaya tersebut antara lain mengembangkan pendidikan kesehatan kepada pasien. (Dokumentasi RSUD Kota Madiun, 2009).

 

B. Rumusan Masalah

Berdasar fenomena di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Adakah pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun?

 

C. Kajian Teori

Pengertian Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah bagian dari seluruh upaya kesehatan yang menitik beratkan pada upaya untuk meningkatkan perilaku sehat, pendidikan kesehatan mendorong perilaku yang menunjang kesehatan mencegah penyakit, mengobati penyakit dan membantu pemulihan (Uha Suliha,dkk., 2001). Steward juga mendefinisikan pendidikan kesehatan adalah unsur program kesehatan dan kedokteran yang didalamnya terkandung rencana untuk mengubah perilaku perseorangan dan masyarakat dengan tujuan untuk membantu tercapainya program pengobatan, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan (Azwar, 1983).

Peran dan Tanggung jawab Perawat Dalam Pendidikan Kesehatan

Peran perawat sebagai pendidik sangat strategis dilaksanakan pada saat pasien sedang di rumah sakit (DPP PPNI, 1999:20). Peran perawat yang dimaksud yaitu membantu pasien meningkatkan kesehatannya melalui pemberian pengetahuan yang terkait dengan keperawatan dan tindakan medik yang diterima, sehingga klien dapat menerima langsung tanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahuinya (DPP PPNI, 1999:29). Dengan peran tersebut perawat mempunyai tanggung jawab dalam pendidikan kesehatan adalah memberikan informasi yang diperlukan pasien, mengklarifikasi informasi dari dokter dan mungkin menjadi sumber utama dalam mengatasi masalah kesehatan (Kruger, 1991 dalam Potter & Perry, 1997).

Pengertian Kepuasan Pasien

Gibson (1987) mendefinisikan bahwa kepuasan seseorang (pasien atau pelanggan) berarti terpenuhinya kebutuhan yang diinginkan dan diperoleh dari pengalaman melakukan sesuatu pekerjaan, atau memperoleh perlakuan tertentu sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Istilah kepuasan dipakai untuk menganalisis atau mengevaluasi hasil, membandingkan kebutuhan yang diinginkan yang ditetapkan individu dengan kebutuhan yang telah diperolehnya (Supranto, 2006).

Pengukuran Kepuasan Pasien

Azwar (1996) menjelaskan bahwa persoalan yang paling rumit dalam menentukan mutu pelayanan adalah menentukan indikator kualitas yang dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan pasien. Hal ini karena kepuasan bersifat subyektif dan merupakan hasil reaksi afeksi (penilaian perasaan) seseorang.

 

D. Metode Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaaan kepuasan pasien (aspek kehandalan) terhadap pendidikan kesehatan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,104).

Pada kepuasan pasien (aspek ketanggapan) ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol terhadap pendidikan kesehatan (p = 0,039).

Pada kepuasan pasien (aspek jaminan) tidak ada perbedaaan antara kelompok eksperimen dan kontrol terhadap pendidikan kesehatan (p = 0,164).

Pada kepuasan pasien (aspek kepedulian) ada perbedaaan antara kelompok eksperimen dan kontrol terhadap pendidikan kesehatan (p = 0,021).

Dan pada kepuasan pasien (aspek bukti langsung) ada perbedaaan antara kelompok eksperimen dan kontrol terhadap pendidikan kesehatan (p = 0,0001).

 

E. Simpulan

Berdasar diskusi hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Terhadap dimensi kehandalan, tidak ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kepuasan pasien (p = 0,104).
  2. Terhadap dimensi ketanggapan, ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kepuasan pasien (p = 0,039).
  3. Terhadap dimensi jaminan, tidak ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kepuasan pasien (p = 0,164).
  4. Terhadap dimensi kepedulian, ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kepuasan pasien (p = 0,021).
  5. Terhadap dimensi bukti langsung, ada pengaruh yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan terhadap kepuasan pasien (p = 0,0001).

Leave a Reply