HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Latihan Interval Anaerob dan Power Otot Tungkai terhadap Peningkatan Kecepatan Lari

Judul Skripsi : Pengaruh Metode Latihan Interval Anaerob dan Power Otot Tungkai terhadap Peningkatan Kecepatan Lari (Studi Eksperimen pada Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 3 Ngaglik Sleman Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010)

 

A. Latar Belakang

SMP Negeri 3 Ngaglik Sleman Yogyakarta merupakan salah satu satuan pendidikan yang memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding dengan sekolah SMP negeri yang lain di Sleman. Kelebihan-kelebihan tersebut diantaranya adalah memiliki siswa yang rata-rata kompetensi akademiknya baik, fasilitas olahraga cukup, banyak prestasi-prestasi baik bidang non akademik terutama bidang olahraga. tetapi prestasi cabang atletik khususnya lari jarak pendek rendah/belum pernah menjadi juara padahal setiap even perlombaan selalu mengikutinya.

Guru olahraga masih relatif muda dan pendidikan terkhir adalah sarjana. Bertitik tolak dari uraian tersebut diatas perlu dilakukan penelitian eksperimen guna meningkatkan prestasi pada cabang olahraga atletik nomor lari jarak pendek. Sebagai obyek adalah siswa kelas VIII (delapan) yaitu tentang “Pengaruh Metode Latihan Interval Anaerob Dan Power Otot Tungkai Terhadap Peningkatan Kecepatan Lari (Studi Eksperimen Perbedaan Pengaruh Latihan Interval Anaerob Dengan Rasio Kerja dan Istirahat 1:5 dan 1:10 pada Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 3 Ngaglik Sleman Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010)”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan pengaruh latihan interval anaerob dengan rasio waktu kerja dan waktu istirahat 1:5 dan 1:10 terhadap peningkatan kecepatan lari?
  2. Adakah perbedaan peningkatan kecepatan lari antara siswa yang memiliki power otot tungkai tinggi dan rendah?
  3. Adakah pengaruh interaksi antara metode latihan interval anaerob dan power otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan lari?

 

C. Kajian Teori

Metode Latihan Interval Anaerob

Latihan interval adalah latihan yang di antara seri pengulangannya diselingi dengan periode istirahat (Mathews & Fox, 1988:247). Sesuai dengan namanya, latihan interval merupakan serangkaian kerja (latihan) yang diulang-ulang yang diselingi dengan periode istirahat. Tipe kerja latihan interval adalah intermitten, yaitu kerja sebentar dan istirahat yang dilakukan berselang-seling.

 

Power Otot Tungkai

Berkaitan dengan power, Harsono (1988:200) menyatakan bahwa “Power adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat”. Power dideskribsikan sebagai suatu fungsi dari kekuatan dan kecepatan dari gerakan (Rushall & Pyke, 1992:252).Yang dimaksud dengan tungkai adalah anggota gerak tubuh bagian bawah yang terdiri dari tulang anggota gerak bawah bebas (sceleton extremitas inferior liberae).

 

Peningkatan Kecepatan Lari

Kecepatan merupakan komponen kondisi fisik yang sangat esensial dalam berbagai cabang olahraga, karena kecepatan termasuk dalam unsur-unsur kondisi fisik dasar selain kekuatan (strength) dan daya tahan (endurance). Dalam kegiatan olahraga, kecepatan didefinisikan sebagai kemampuan untuk bergerak dengan kemungkinan kecepatan yang paling cepat. Kecepatan ini secara meyakinkan menyumbang dalam prestasi kecepatan lari (sprint) dan loncat horisontal (Jarver, 1974:52).

 

C. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 3 Ngaglik Yogyakarta Sleman yang berjumlah 74 siswa.

Sampel dalam penelitian ini adalah 40 siswa yang diambil dengan teknik Purposive Random Sampling.

Instrumen penelitian terdiri dari 1) vertical power jumps test, 2) tes lari 50 yard. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalur dengan taraf signifikansi ? = 0,05.

 

D. Simpulan

1. Ada perbedaan pengaruh latihan interval anaerob dengan rasio waktu kerja dan waktu istirahat 1 : 5 dan rasio 1 : 10 terhadap peningkatan kecepatan lari (Fhitung = 5.861 > Ftabel = 4.11). Pengaruh latihan interval anaerob dengan rasio waktu kerja dan waktu istirahat 1 : 10 lebih baik dari pada kecepatan lari, rata-rata peningkatannya masing-masing adalah 0.856 dan 1.083.

2. Ada perbedaan peningkatan kecepatan lari antara siswa yang memiliki power otot tungkai tinggi dengan siswa yang memiliki power otot tungkai rendah (Fhitung = 4.967 > Ftabel = 4.11). Peningkatan kecepatan lari antara siswa yang memiliki power otot tungkai tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki power otot tungkai rendah, rata-rata peningkatannya masing-masing adalah 1.074 dan 0.865.

3. Tidak terdapat interaksi antara metode latihan interval anaerob dengan power otot tungkai terhadap peningkatan kecepatan lari (Fhitung = 1.771 > Ftabel = 4.11).

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply