HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Kepulauan Riau 2016/2017

1. Kualitas Pelayanan Keuangan Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini dilator belakangi bahwa pelayanan keuangan dilaksanakan untuk memenuhi kepentingan pelanggan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan pada bagian keuangan daerah dalam menerbitkan surat perintah pembayaran di secretariat daerah provinsi kepulauan riau. Mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam melakukan pengembangan kualitas pelayanan yang berkualitas yang berfokus pada kepuasan pelanggan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas bahwa kualitas pelayanan surat perintah pembayaran yang dilihat dari bukti nyata menunjukan dalam memberikan pelayanan di secretariat daerah propinsi kepulauan riau menghadapi permasalahan keterbatasan petugas, kurang sarana dan prasarana berupa ruangan, peralatan kantor, ruangan tunggu khusus. Dilihat dari keandalan, menunjukan secretariat daerah propinsi kepulauan riau menghadapi permasalahan menyangkut jangka waktu pelayanan dan ketepatan waktu pelayanan. Masalah keadaan pelayanan yang perlu diperhatikan adalah menyangkut kemampuan memberikan pelayanan yang perlu secara menerus membenahi dan meningkatkan kemampuan pegawainya untuk lebih tanggap dalam melayani dan meningkatkan pelayanan yang diberikan semakin berkualitas. Dilihat dari jaminan menunjukan bahwa masih menghadapi permasalahan menyangkut kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam melayani pelanggan.

Factor-faktor yang mempengaruhi pelanggan yang mengurus dikumen surat perintah pembayaran di secretariat daerah provinsi kepulauan riau yang dilihat adalah factor intern, yang meliputi: kebutuhan dan kebiasaan, pengetahuan serta pengalama, dan factor ektern, meliputi sikap pelanggan yang berbentuk dari apa yang dihadapkan individu.

Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan ruangan surat pembayaran pada secretariat daerah provinsi kepulauan propinsi kepulauan riau ini, maka pihak apparat perlu meningkatkan sumber daya yang dimiliki sehingga pelayanan yang diberikan kepada pelanggan lebih berkualitas.

 

2. Strategi Manajemen Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Sekretariat Daerah di dalam kerangka otonomi daerah memiliki posisi yang sangat strategis, karena kedudukannya sebagai sentral administrasi pemerintahan daerah, sebagai koordinator dalam penyusunan kebijakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat serta memberikan pelayanan administratif kepada seluruh perangkat kerja daerah.

 

Dalam era otonomi daerah saat ini tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja Pemerintah Daerah sangat tinggi, Pemerintah Daerah sebagai lembaga pelayanan masyarakat harus dapat mengatur, mengurus dan melayani kebutuhan masyarakat secara optimal. Demikian halnya dengan Sekretariat Daerah untuk menjawab tuntutan masyarakat tersebut perlu kajian strategis Sekretariat Daerah dalam upaya bagaimana memberikan pelayanan, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan menggali potensi sumber daya yang dimiliki secara optimal.

 

Dalam konsep strategi manajemen perlu dilakukan analisis terhadap lingkungan strategis yaitu mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, kemudian mengidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi, dan pada akhirnya dapat dirumuskan strategi Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau dalam upaya meningkatkan kinerja Sekretariat Daerah secara optimal.

 

Dari hasil analisis strategi manajemen Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau diperoleh rumusan strategis Sekretariat Daerah, yaitu meningkatkan aparatur sekretariat daerah yang propesional, disiplin dan penuh tanggungjawab, mewujudkan pelayanan umum masyarakat yang prima, tranparan, dan akuntabel, meningkatkan sistem informasi yang menunjang pelaksanaan kegiatan Sekretariat Daerah dan mewujudkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berfihak kepada rakyat.

 

3. Pengaruh Kompensasi dan Pemberdayaan terhadap Kinerja Pegawai pada Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu daerah adalah kinerja pelayanan birokrasi pemerintahan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh kompensasi dan pemberdayaan terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan (bersama-sama). Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, yakni menjelaskan dan menganalisis seberapa besar pengaruh kompensasi dan pemberdayaan terhadap kinerja pegawai pada Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau. Subyek penelitian adalah pegawai negeri sipil di lingkungan Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah subyek penelitian sejumlah 37 (tiga puluh tujuh) orang. Analisa yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji model dan analisis regresi linier. Untuk mendukung analisa kuantitatif peneliti menggunakan wawancara dengan Inpektur Pembantu (Eselon III) sebanyak 1 orang dan Kepala Sub Bagian (Eselon IV) sebanyak 1 orang dan staf Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 1 orang sebagai key informance. Hasil pengujian secara parsial membuktikan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara statistik dengan hasil penghitungan nilai t-hitung sebesar 5,067 dan taraf signifikan sebesar 0,000 dan pemberdayaan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai secara statistik dengan hasil penghitungan nilai t-hitung sebesar 0,380 dan taraf signifikan 0,890. Sedangkan kalau secara simultan (bersama-sama), kompensasi dan pemberdayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik dengan hasil penghitungan nilai f-hitung sebesar 53,454 dan taraf signifikan sebesar 0,000. Adapun saran yang akan diberikan kepada Inspektorat Provinsi Kepulauan riau keterkaitan dengan hasil penelitian adalah sebagai berikut:

Mengalokasikan dan menyediakan anggaran yang diperuntukan untuk tunjangan pegawai yang layak sesuai beban kerja dan pengadaan sarana dan prasarana (fasilitas) kantor yang memadai sesuai dengan kebutuhan kerja.

Memberikan pekerjaan yang jelas sesuai dengan wewenang dan aturan yang telah ditetapkan dan melakukan evaluasi secara berkala atas hasil pekerjaan pegawai melalui rapat staf secara rutin.

 

Memberikan motivasi kepada bawahannya seperti memberikan pujian, kompensasi, selalu melibatkan bawahannya dalam pekerjaan dan pengambilan keputusan, menjalinkan komunikasi dan koordinasi yang efektif dan baik. Memberikan reward bagi pegawai berprestasi dan punishment bagi pegawai yang melanggar secara tegas dan jelas.

 

4.Analisis Profesionalisme Aparatur Pemerintah Daerah: Studi Kasus pada Skretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah profesionalisme aparatur Sekretariat Daerah Provinsi Kepualauan Riau dalam melaksanakan pekerjaan (tugas dan fungsinya) dana pa yang menjadi kendala dalam peningkatan profesionalisme aparatur di Sekretariat daerah provinsi kepulauan riau. Diasumsikan bahwa seorang aparatur yang professional mempunyai sikap mental (mental attitude), pengetahuan (knowledge), dan keahlian (skill) yang dapat diandalkan dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.

 

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif untuk menggambarkan fenomena sesuai dengan obyek yang diteliti secara sistematis berdasarkan data dan fakta dilapangan tanpa menguji hipotesa tentang profesionalisme aparatur di secretariat daerah provinsi kepulauan riau dalam melaksanakan tugas dan fungsi melalui pendidikan dan pelatihan.

 

5. Pengaruh Manajemen Sarana Prasarana dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh manajemen sarana prasarana terhadap kinerja pegawai dan menganalis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai.

Subyek penelitian ini adalah semua pegawai di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau. lnstrumen yang digunakan dalam penelitan adalah kuesioner dan studi pustaka. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa regresi linier berganda dengan SPSS.

Indikator manajemen sarana prasarana yang digunakan dalam penelitian meliputi pengadaan, pendistribusian, penggunaan dan pemeliharaan, inventarisasi,serta penghapusan. Indikator motivasi kerja terdiri dari rasa aman dalam bekerja,mendapatkan gaji yang adil dan kompetitif, lingkungan kerja yang menyenangkan, penghargaan atas prestasi kerja, serta perlakuan yang adil dari manajemen. Indikator kinerja meliputi kualitas, kuantitas, kehandalan, dan sikap.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Semua pemyataan valid karena semua nilai r hitung > r tabel,
  • Semua variabel reliabel karena semua variabel mempunyai Crobach Alpha diatas 0,60, 3) Variabel manajemen sarana prasarana dan motivasi kerja mempunyai nilai t hitung > t tabel dan taraf signifikansi < 0,05 sehingga hipotesis yang diterima adalah manajemen sarana prasarana memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di lnspektorat Provinsi Kepulauan Riau serta motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau.

 

6. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Menurut Persepsi Pegawai Negeri Sipil Dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja dalam mempengaruhi kinerja Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Variabel yang diteliti yaitu: variable X (gaya kepemmimpinan, motivasi, dan kepuasan kerja) sedangkan Variabel Y (kinerja).

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Stratified Random Sampling (metode pengambilan sampel acak terstratifikasi) dilakukan kepada 80 responden yaitu Pegawai Negeri Sipil pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

  • Untuk mengetahui seberapa besar variabel X (gaya kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja) secara individu maupun secara parsial (bersama-sama) dalam meningkatkan kinerja pegawai.
  • Untuk mengetahui variabel apa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja. Dari hasil analisa regresi berganda, didapatkan persamaan Kinerja (Y) = 0,229 + 0,072X1 + 0,074X2 + 0,426X3.

Dari hasil analisa regresi berganda ini terlihat bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai nilai yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja pegawai. Dari hasil uji F didapatkan hasil perhitungan untuk nilai F hitung > dari F tabel yaitu Fhitung 124,772 > Ftabel sebesar 2,723. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja secara serentak dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerjaa, dengan taraf signifikansi sebesar 0.05 atau 5%. Perhitungan hasil uji t menunjukkan bahwa thitung > dari ttabel. Hasil perhitungan untuk nilai R2 dalam analisis regresi berganda, dalam penelitian ini diperoleh angka koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,831 artinya 83,3% variasi variabel gaya kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja dapat menerangkan variasi variabel kinerja. Sedangkan sisanya 16,7% lg dijelaskan oleh variabel residualnya atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

 

7. Studi Evaluasi Kebijakan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mensosialisasikan manfaat sebuah kebijakan, sehingga masyarakat luas, khususnya kelompok sasaran dan penerima, dapat mengetahui manfaat kebijakan secara lebih terukur.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi dan dilakukan untuk

  • Mendeskripsikan program-program yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau dan
  • Mengevaluasi kendala dan hambatan dalam proses pelaksanaan program pemberdayaan perempuan yang dijalankan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau.

Subyek Penelitian adalah Aparatur Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau, Karyawan Rumah Singgah Engku Puteri, Perwakilan LSM dan Masyarakat Anggota Industri Rumah Tangga. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk data primer, serta telaah dokumen untuk data sekunder.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program pemberdayaan perempuan yang dilaksanakan selama ini sesuai dengan Tupoksi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau yang telah sebelumnya diadakan pembahasan intensif dengan berbagai pihak Sebagai kesimpulan, penelitian membuktikan bahwa Kebijakan Program Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau dapat berhasil apabila ada kerjasama diantara para stakeholder yang secara bersama-sama memberikan input guna peningkatan peran serta perempuan unluk merespon kondisi yang ada terkait dalam gender diantara laki-Iaki dan perempuan dalam pencapaian tujuan pemberdayaan perempuan yang mandiri. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya kerjasama diantara para pemangku kepentingan (stakeholder) agar program pemberdayaan perempuan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

 

8. Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi serta kendala-kendala yang dihadapi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa pasca diberlakukannya Kepres 80/2003, penelitian ini adalah peneJitian deskriptif kualitatif untuk menjawab pertanyaan didalam perumusan masalah yaitu Apa Motivasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa serta apa kendala-kendala yang dihadapi Panitia Pengadaan Barang/Jasa didalam proses pengadaan Barang/Jasa? Subyek penelitian adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2009 dan 2010 dengan jumlah subyek penelitian sejumlah 10 ( sepuluh ) orang.

 

Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Panitia Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau adalah cukup baik. Hal ini dikarenakan kepuasan (satisfier) Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut dalam kondisi baik dan ketidakpuasan (unsatisfier) juga dalam kondisi baik, serta pada pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau masih ditemukan adanya intervensi terhadap Panitia Pengadaan Barang/Jasa dari Pejabat Pembuat Komitmen, Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran dan calon rekanan.

 

9. Analisis Motivasi Kerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini tentang Analisa Motivasi Kerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Di Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau ada beberapa permasalahan yang terjadi pada lingkup Pegawai Negeri Sipil yaitu :

  • Sistem penilaian kinerja yang kurang obyektif,
  • Penempatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan masih belum didasarkan pada kompetensi,
  • Sistem Imbalan yang berfungsi sebagai bagian dari reward system,
  • peraturan disiplin tidak dilaksanakan secara konsekuen,
  • Kenaikan pangkat belum didasarkan pada prestasi kerja nyata.

Tujuan penelitian adalah

  • Mengetahui Motivasi Kerja PNS di Lingkungan Sekeratriat Daerah Provinsi Kepulauan Riau,
  • PNS yang menduduki Esalon dan Non Esalon, PNS Golongan Tinggi (III dan IV) dan PNS Golongan rendah (I dan II).

Manfaat penelitian adalah

  • Sebagai sumbangan pemikiran bagi para peneliti, akademisi, dan pemerintah, serta diharapkan bisa dijadikan acuan dalam rangka memperkaya khasanah penelitian yang sudah ada
  • Sebagai bahan masukan atau informasi bagi Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Penelitian ini dilakukan pada Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulaun Riau. Penelitian yang dilakukan lebih mengarah pada jenis penelitian deskriptif komparatif jumlah Populasi adalah 150 orang dengan sampel berjumlah 109 orang.

Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan

  • Motivasi kerja Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau adalah tinggi. Hal ini didukung oleh adanya kesesuaian harapan para pegawai dengan pekerjaan dilakukan ini menunjukkan terpenuhinya motif-motif yang dikehandaki pegawai dalam bekerja.
  • Hasil uji perbedaan yang dilakukan terhadap;
  1. perbedaan motivasi kerja PNS Pria dan wanita menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan,
  2. Perbedaan motivsi kerja antara PNS yang menduduki Esalon dan PNS Non Esalon pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan pada perebedaan yang signifikan,
  3. Perbedaan Motivasi Kerja antara PNS Golongan tinggi (III dan IV) dan PNS Golongan rendah (I dan II) menunjukkan perbedaan yang signifikan. perbedaan ini dapat diterima dengan alasan bahwa terdapat beberapa hal yang membedakannya. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan gaji, kedudukan dalam jabatan, kematangan.

 

10. Strategi Pemberdayaan Petani Melalui Pengembangan Usaha Ternak Sapi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mencarilmenemukan strategi yang paling efektif diantara kebijakan yang ada dalam rangka pemberdayaan petani melalui pengembangan usaha ternak sapi di Kabupaten Bintan. Rumusan pertanyaannya adalah manakah yang paling efektif dari tiga kebijakan yang ada yaitu program sapi penggemukan, program sapi pengembangbiakan dan program sapi Unit Pengolahan Pupuk Organik. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan sampel probabilitas stratified random sampling pada analisa basil observasinya. Penelitian dilaksanakan antara bulan April 2011 sid Juni 2011 di 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Gunung Kijang, Teluk Sebong, Toapaya, Teluk Bintan, Seri Kuala Lobam, Bintan Utara dan Bintan Timur Kabupaten Bintan, dengan objek penelitiannya adalah petani penerima sapi bantuan pemerintah dari 3 program tersebut Instrumen penelitian berupa kuisioner yang disebarkan kepada sample/petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities dan Threats) terhadap faktor kunci dari Internal Factors Evaluation (IFE) dan External Factors Evaluation (EFE) pemberdayaan petani temak sapi di Kabupaten Bintan. Faktor internal kunci kehatan terdiri dari : inisiati! dalam memelihara temak tinggi, pendapatan meningkat, pendidikan membaik, kinerja meningkat dan aktifitas dalam organisasi sosial. Faktor internal kunci kelemahan terdiri dari keterampilan petani masih rendah, kurang inisiatif dalam penyediaan pakan tambahan, kurang upaya dalam meningkatkan pendidikan, membersihkan kandang tidak teratur, kurangnya kemampuan dalam berkomunikasi, Faktor eksternal kunci peluang terdiri dari adanya bantuan modal, pangsa pasar yang baik, adanya pelatihanlkursus-kursus, teknologi mengolah kotoran menjadi kompos, adanya pembinaan dari petugas lapangan dan faktor eksternal kunci ancaman terdiri dari cacat tubuh akibat kecelakaan, adanya kematian temak, biaya pendidikan mahal, petemak sakit dan kurang toleransi dari petani lain.

Hasil analisis strategi faktor internal diperoleh nilai rata-rata:

  1. Program Sapi Penggemukan 17,01,
  2. Program Sapi Pengembangbiakan 19,13 dan
  3. Program Sapi Unit Pengolahan Pupuk Organik 16,52.

HasH analisis strategi faktor elcsternal diperoleh nilai rata-rata:

  1. Program Sapi Penggemukan 14,86,
  2. Program Sapi Pengembangbiakan 17,76 dan
  3. Program Sapi Unit Pengolahan Pupuk Organik 17,57.

Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan petani melalui program sapi pengembangbiakan adalah yang paling efektif karena dapat menghasilkan bibitlanakan sapi yang mempercepat penambahan populasi sapi dibandingkan dengan strategi melalui program sapi penggemukan maupun program sapi Unit Pengolahan Pupuk Organik yang penambahan populasi sapinya sedikit atau statis, sehingga efek ekonominya relatif keeil. Upaya pemberdayaan petani melalui pengembangan usaha temak sapi pada masa yang akan datang di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau perlu dititik beratkan pada program sapi pengembangbiakan.

 

11. Implementasi Kebijakan Pelayanan Haji pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Tujuan Penelitian adalah untuk mendiskripsikan implementasi kebijakan pelayanan haji pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan dan juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pelayanan haji pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang bertujuan menggambarkan mengenai keadaan tertentu. Penelitian ini terfokus pada tugas dan fungsi dari penyelenggara Haji danUmrah Kantor Kementerian Agama KabupatenBintan.

Ada tiga tehnik pengumpulan data yang digunakan : tehnik wawancara : pengumpulan data melalui Tanya jawab langsung dengan narasumber (key informants), observasi: melalui pengamatan suatu objek secara langsung oleh peneliti serta studi dokumen dan studi pustaka. Subyek penelitian terdiri dari pejabat dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, kepala kantor dan kepala seksi penyelenggara Haji dan Umrah serta dua orang pegawai pendaftaran.

Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa implementasi UU.No.13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji pada Kantor Kementerian Agama Kab. Bintan berjalan dengan baik dan berhasil. Dilihat dari dimensi kepatuhan, rutinitas fungsi, serta kinerja dan dampak. Walaupun masih terdapat sikap kurang disiplin dalam pelayanan.Selanjutnya ada beberapa factor menghambat proses implementasi kebijakan pelayanan haji, yaitu: belum adanya aturan yang secara rinci menjelaskan tentang persyaratan pelayanan haji, rendahnya disiplin dan kemampuan/keterampilan pegawai termasuk juga kuantitasnya, dan fasilitas pendukung. Adanya jalur birokrasi yang berbelit dalam prosedur pelayanan pendaftaran haji, serta faktor usia jamaah yang sudah lanjut dan daya tangkap yang rendah menyebabkan jamaah tidak melaksanakan rukun haji sesuai dengan sunnah atau ketentuan Agama Islam.Dengan demikian disimpulkan bahwa Implementasi Kebijakan Pelayanan HajiPada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan sudah baik, hanya dibutuhkan pemecahan masalah masalah yang menghambat tersebut.

 

12. Evaluasi Kinerja Berdasarkan Dp3 pada Dinas Perhubungan Pos dan Telekomunikasi Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Untuk pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan sebagian kewenangan desentralisasi, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan di bidang perhubungan, pos, dan telekomunikasi sesuai dengan lingkup tugasnya, maka Dinas Perhubungan Pos dan Telekomunikasi membutuhkan data dan informasi yang akurat dari unit kerja lainnya agar setiap permasalahan daerah terakomodir dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Namun demikian data yang akurat tersebut sering tidak dapat terpenuhi baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga pelaksanaan fungsi Dinas Perhubungan Pos dan Telekomunikasi kurang berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, kinerja aparatur yang ada di Dishubpostel belum dapat secara optimal berperanan sesuai tugas dan fungsi serta jabatan yang diembannya. Ini tentunya berdampak secara kuantitas maupun kualitas terhadap hasil perencanaan program kerja yang dihasilkan Dishubpostel sebagai lembaga pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan sebagian kewenangan desentralisasi, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan di bidang perhubungan, pos, dan telekomunikasi di Provinsi Kepulauan Riau. Hal tersebut tentu saja terkait dengan kualitas dan mutu aparatur tersebut.

Pada satu sisi tergambar bahwa kinerja aparatur Dishubpostel belum menggembirakan. Kenyataan ini dapat dilihat dari pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawabnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan fokus penelitiannya pada evaluasi kinerja melalui penilaian DP3 pada Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau. Karena penilaian DP3 terhadap staf Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau terlihat terus mengalami peningkatan, hal ini melahirkan suatu pertanyaan bahwa apakah kinerja aparatur Dishubpostel memang sudah baik atau mekanisme penilaian DP3 yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau penilaian DP3 hanya sekedar masalah kebutuhan pegawai untuk kenaikan pangkat dan jabatan. Karena disinyalir bahwa nilai DP3 setiap pegawai harus meningkat terus, kalau tidak kenaikan pangkat dan jabatan bisa tertunda. Kenyataan nilai DP3 yang terus naik tersebut dapat dilihat dari data kepegawaian yang ada pada Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau dimana dari 40 Orang Pegawai Negeri Sipil yang ada pada Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau tidak satupun Pegawai Negeri Sipil yang nilai DP3-nya tetap. Dan rata-rata kenaikan nilai DP3- nya berkisar antara 0.5 sampai 2 point setiap tahunnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

  1. Penilaian kinerja PNS pada Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau yang dinilai berdasarkan DP3 PNS belum mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Seperti tergambar dan hasil penelitian bahwa dari delapan indikator penilaian DP3 masih sangat kurang sesuai dengan kondisi sesungguhnya yang ada di lingkungan Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau. Untuk penilaian kesetiaan dan prestasi kerja memang sudah sangat objektif, namun tidak demikian halnya dengan penilaian indikator lainnya. Seperti penilaian tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa dan kepemimpinan masih belum sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya ada di lingkungan Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau.
  2. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan terjadinya perbedaan nilai DP3 PNS dengan kinerja PNS sesuai dengan kondisi sesungguhnya, yaitu faktor kenaikan pangkat, dimana DP3 merupakan salah satu persyaratan untuk kenaikan pangkat sehingga nilai DP3 yang diberikan oleh pejabat penilai cenderung ‘membantu’ PNS yang dinilai dalam rangka kenaikan pangkat. Faktor pengawasan yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap PNS yang dinilai masih lemah sehingga berdampak kepada pemberian nilai dan factor sosial.
  3. Perbedaan kondisi kinerja pada Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau dengan penilaian DP3 menunjukkan bahwa penilaian DP3 tidak efektif dalam mengukur kinerja Dishubpostel Provinsi Kepulauan Riau. lni ditunjukkan dengan penilaian DP3 yang rata-rata cukup tinggi dibandingkan dengan kinerja yang masih belum optimal.

 

13. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan transformasional yang meliputi pengaruh idealisme, inspirasional, stimulasi intelektual dan konsiderasi individual dalam mempengaruhi kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Variabel yang diteliti yaitu: variable X yaitu gaya kepemimpinan transformasional (meliputi dimensi : idealisme, inspirasional, stimulasi intelektual dan konsiderasi individual) sedangkan Variabel Y (kinerja).

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu metode pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Alasan pengambilan sampel dengan metode ini adalah karena jumlah populasi yang sedikit yaitu 70 responden yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

  • Untuk mengetahui seberapa besar variabel X (idealisme, inspirasional, stimulasi intelektual, dan konsiderasi individual) secara individu maupun secara parsial (bersama-sama) dalam meningkatkan kinerja pegawai,
  • Untuk mengetahui variabel apa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja,
  • untuk mengetahui seberapa besar kinerja pegawai negeri sipil pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

Dari hasil uji t dan uji F didapatkan hasil perhitungan nilai thitung dan fhitung lebih besar dari nilai ttabel dan F tabel untuk nilai Fhitung yaitu 38,782 > Ftabel sebesar 2,513. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dengan dimensi idealisme, inspirasional, intelektual dan konsiderasi individual secara serentak dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Hasil perhitungan untuk nilai R2 dalam analisis regresi berganda, dalam penelitian ini diperoleh angka koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,705 artinya 70,5% variasi variabel gaya kepemimpinan transformasional dapat menerangkan variasi variabel kinerja. Sedangkan sisanya 29,5% lagi dijelaskan oleh variabel residualnya atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

 

14. Pengaruh Motivasi Kerja dan Kompetensi SDM terhadap Kinerja Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau, merupakan organisasi pemerintahan yang bekerja dibidang pelayanan. Dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi BPAD Prov Kepri diharapkan dapat menunjukkan kualitas kerja yang maksimal namun seiring perjalananya terdapat masalah dalam kinerja khususnya seperti belum teraturnya pengelolaan data dan arsip, belum mempunyai ruang depo arsip, tidak didukung dengan tata pengelolaan dokumen yang rapi dan teratur, serta tidak ada peralatan komputer yang khusus mengolah system kearsipan sehingga dalam pelayanan arsip membutuhkan waktu yang lama dalam penyajian informasi data. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Dengan mengetahui seberapa kuat pengaruh yang ditimbulkan dari motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja organisasi, diharapkan institusi tersebut dapat mengambil langkah-Iangkah perbaikan terhadap kegiatan pelaksanaan pekerjaan dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.

Penelitian ini merupakan Penelitian Survey untuk menjawab 4 hipotesis yaitu

  • tidak terdapat pengaruh motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau
  • terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau
  • terdapat pengaruh kompetensi sdm terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau, dan
  • terdapat pengaruh motivasi kerja dan kompetensi sdm terhadap kinerja BPAD Provinsi Kepulauan Riau.

Obyek dari penelitian ini adalah seIuruh pegawai BPAD. Teknik penarikan Sampel yang digunakan adalah dengan teknik sampling jenuh. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode pengukuran parametik analisis regresi tinier berganda dengan bantuan program computer SPSS 17.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kompetensi sdm mempengaruhi kinerja BPAD secara signifikant di p < 0.05, dengan nilai koefisein regresi sebesar 46.3%. Analisis lebih detail menunjukkan kompetensi sdm berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan motivasi kerja hal ini terlihat dari nilai koefisien regresi kompetensi Iebih besar yaitu yaitu 0.820 dari pada nilai koefisein regresi penilaian kinerja sebesar 0.448.

Sebagai kesimpulan membuktikan bahwa

  • motivasi kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terbadap kinerja BPAD
  • kompetensi sdm memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BPAD,
  • secara bersama-sama motivasi kerja dan kompetensi sdm berpengaruh terhadap kinerja BPAD.

 

15. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau

Abstrak

Kepemimpinan yang efektif merupakan persyaratan vital bagi kelangsungan hidup dan keberhasilan organisasi. Pimpinan atau manager yang efektif tidak hanya mempengaruhi bawahannya tetapi juga ia mampu menjamin bahwa bawahannya mencapai pelaksanaan kerja yang terbaik. Sehingga didalam memacu motivasi kerja dan kinerja pegawai diperlukan peran yang sangat menonjol dari gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap para pegawai di Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau. Karena motivasi dan kinerja pegawai di Dinas Perhubungan dari sudut pekerjaan rutin dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi belum berjalan optimal sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 27 Tahun 2009, hal ini melahirkan suatu pertanyaan bahwa apakah dengan pengaruh gaya kepemimpinan yang ada sekarang motivasi kerja dan kinerja pegawai di Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau dapat tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

 

Gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, dengan pengaruh sebesar 28,6%. Berdasarkan hasil analisis uji t menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau berpengaruh positif terhadap kinerja pegawainya, dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, dengan pengaruh sebesar 11,9%. Berdasarkan hasil analisis uji t menyimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawainya.

 

Berdasarkan hasil analisa secara simultan dengan menggunakan uji F menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau dan motivasi kerja pegawai berpengaruh 28,7% dalam meningkatkan kinerja pegawai yang ada. Pengaruh yang dihasilkan positif.

 

Jadi dapat disimpulkan yang mempengaruhi faktor – faktor gaya kepemimpinan bukan hanya faktor motivasi kerja dan kinerja saja tetapi juga ada faktor – faktor lain diluar faktor – faktor tersebut, seperti sosial fisiologis, ekonomi, budaya dan lain – lain, dan faktor – faktor ini tidak tertampung didalam penelititian ini dikarenakan keterbatasan waktu penulis.

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)