HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Bagaimana Cara Membuat Kuesioner Ambidextrous Leadership untuk Proposal Tesis dan Skripsi

Apa Itu Pengertian Ambidextrous Leadership atau Kepemimpinan Ambidextrous

Kepemimpinan menjadi salah satu variabel yang paling banyak diteliti dalam manajemen, psikologi organisasi, dan ilmu administrasi. Dalam dua dekade terakhir, muncul konsep baru yang disebut Ambidextrous Leadership atau kepemimpinan ambidextrous. Konsep ini berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan organisasi untuk tetap efisien sekaligus inovatif di era disrupsi.

Bagi mahasiswa yang sedang menyusun proposal tesis atau skripsi, variabel ini sangat relevan untuk diteliti karena menawarkan perspektif baru tentang bagaimana pemimpin mampu menyeimbangkan dua tuntutan yang bertolak belakang: exploration (mengeksplorasi ide baru) dan exploitation (memaksimalkan proses yang ada).

Jasa Pembuatan Skripsi, Tesis, Disertasi

Jasa Pembuatan Skripsi, Tesis, Disertasi

1. Teori-Teori Relevan tentang Ambidextrous Leadership

Definisi Dasar

Rosing, Frese, & Bausch (2011) mendefinisikan Ambidextrous Leadership sebagai gaya kepemimpinan yang memungkinkan pemimpin mendorong perilaku bawahan dalam dua arah yang berbeda:

  • Exploration ? perilaku inovatif, generasi ide baru, kreativitas, eksperimen.
  • Exploitation ? penerapan aturan, optimalisasi proses, efisiensi, stabilitas.

Kepemimpinan ambidextrous menekankan fleksibilitas perilaku pemimpin: kapan harus mendorong inovasi, dan kapan harus menekankan efisiensi.

Landasan Teori Organisasi Ambidextrous

Konsep ini berakar dari teori organisasi ambidextrous yang diperkenalkan oleh O’Reilly & Tushman (2004). Mereka menyebut bahwa organisasi ambidextrous mampu mengeksplorasi peluang baru sambil tetap mengeksploitasi kapabilitas lama secara efektif. Pemimpin ambidextrous menjadi kunci keberhasilan organisasi ambidextrous.

Teori Behavioral Complexity in Leadership

Denison, Hooijberg, & Quinn (1995) menjelaskan bahwa pemimpin efektif harus memiliki kompleksitas perilaku. Artinya, seorang pemimpin dituntut mampu mengelola kontradiksi, seperti inovasi vs efisiensi, fleksibilitas vs kontrol, orientasi tugas vs orientasi relasi. Kepemimpinan ambidextrous merupakan perwujudan nyata dari teori ini.

Evidence Empiris dari Penelitian

Penelitian empiris mendukung pentingnya kepemimpinan ambidextrous:

Rosing et al. (2011) ? menemukan bahwa kepemimpinan ambidextrous meningkatkan inovasi tim.

Zacher & Rosing (2015) ? menunjukkan bahwa fleksibilitas kepemimpinan ambidextrous meningkatkan inovasi dan kinerja jangka panjang.

Carmeli & Halevi (2009) ? menemukan bahwa kepemimpinan ambidextrous berhubungan positif dengan kapasitas pembelajaran organisasi.

O’Reilly & Tushman (2013) ? menekankan bahwa kepemimpinan ambidextrous adalah kunci agar perusahaan bisa bertahan dalam jangka panjang.

 

Relevansi dengan Penelitian Tesis dan Skripsi

Mengangkat variabel ini dalam penelitian tesis atau skripsi memiliki beberapa keunggulan:

  1. Topik baru dan relevan ? banyak penelitian terbaru (2010–2023) yang masih eksploratif.
  2. Konteks luas ? bisa diteliti di perusahaan swasta, organisasi publik, pendidikan tinggi, bahkan start-up digital.
  3. Korelasi dengan variabel lain ? misalnya inovasi, kinerja karyawan, engagement, efektivitas tim, maupun adaptasi digital.

Dengan demikian, Ambidextrous Leadership menjadi salah satu topik yang potensial untuk menghasilkan penelitian yang aktual dan berdampak.

 

2. Contoh Indikator Ambidextrous Leadership

Berdasarkan teori Rosing et al. (2011) dan O’Reilly & Tushman (2004), indikator kepemimpinan ambidextrous dapat dibagi ke dalam dua dimensi utama:

A. Exploration-Oriented Leadership

  1. Mendorong karyawan untuk menghasilkan ide-ide baru.
  2. Memberikan kebebasan bereksperimen.
  3. Menghargai kreativitas bawahan.
  4. Mendukung pengambilan risiko yang terukur.

B. Exploitation-Oriented Leadership

  1. Menekankan pentingnya mengikuti aturan dan prosedur.
  2. Mengontrol kualitas dan ketepatan hasil kerja.
  3. Mengarahkan tim agar bekerja secara efisien.
  4. Menjaga stabilitas dan konsistensi dalam pelaksanaan tugas.

 

3. Contoh Kuesioner Ambidextrous Leadership

 

Butir pertanyaan ini dapat diperluas menjadi 20–30 item agar instrumen lebih komprehensif.

 

Kesimpulan dari Kuesioner Ambidextrous Leadership

Ambidextrous Leadership adalah konsep kepemimpinan yang menggabungkan exploration dan exploitation. Konsep ini semakin relevan di era modern karena organisasi dituntut untuk tetap inovatif sekaligus efisien.

Dalam penelitian tesis dan skripsi, variabel ini bisa diukur dengan kuesioner berbasis indikator dari teori Rosing et al. (2011) dan O’Reilly & Tushman (2004). Instrumen perlu diuji validitas dan reliabilitasnya agar hasil penelitian sahih.

Dengan mengangkat topik ini, mahasiswa dapat memberikan kontribusi akademik yang kuat, sekaligus menghasilkan penelitian yang aplikatif bagi dunia kerja dan organisasi modern.

 

Daftar Pustaka

Rosing, K., Frese, M., & Bausch, A. (2011). Explaining the heterogeneity of the leadership–innovation relationship: Ambidextrous leadership. The Leadership Quarterly, 22(5), 956–974. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2011.07.014 (Scopus)

Zacher, H., & Rosing, K. (2015). Ambidextrous leadership and team innovation. Leadership & Organization Development Journal, 36(1), 54–68. https://doi.org/10.1108/LODJ-11-2012-0141 (Scopus)

O’Reilly, C. A., & Tushman, M. L. (2004). The ambidextrous organization. Harvard Business Review, 82(4), 74–83. (Scopus)

Denison, D. R., Hooijberg, R., & Quinn, R. E. (1995). Paradox and performance: Toward a theory of behavioral complexity in managerial leadership. Organization Science, 6(5), 524–540. https://doi.org/10.1287/orsc.6.5.524 (Scopus)

Carmeli, A., & Halevi, M. Y. (2009). How top management team behavioral integration and behavioral complexity enable organizational ambidexterity: The moderating role of contextual ambidexterity. The Leadership Quarterly, 20(2), 207–218. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2009.01.002 (Scopus)

Yukl, G. (2013). Leadership in Organizations (8th ed.). Boston: Pearson.

Leave a Reply