HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Proses Pembelajaran Pada Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional

Menurut Dirjen Mendikdasmen (2008) Proses pembelajaran pada program rintisan SMA bertaraf internasional yang ideal dapat dicapai dengan melalui rincian tahapan sebagai berikut :

Pendampingan Tahun I

  1. 20% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pada standar proses SMA Bertaraf Internasional.
  2. 20% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual.
  3. 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah.
  4. 20% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK.
  5. Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 2 kali seminggu.
  6. 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS).
  7. 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).

 

Pendampingan Tahun II

  1. 50% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional.
  2. 50% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual.
  3. 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah.
  4. 50% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK.
  5. Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali seminggu.
  6. 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau Teach Less Learn More (TLLS).
  7. 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).

 

Pendampingan Tahun III

  1. 100% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional
  2. 100% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
  3. 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah
  4. 100% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
  5. Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali sebulan
  6. 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau Teach Less Learn More (TLLS)
  7. 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).

Dengan diadakan program pendampingan tersebut nanti diharapkan proses pembelajaran pada program rintisan SMA bertaraf internasional yang ideal dapat dicapai, sehingga dihasilkan lulusan sesuai harapan dengan proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana dan akhirnya untuk melangkah maju menjadi SMA bertaraf internasional dapat terwujud dengan baik.

Artikel terkait yang bertemakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ~ RSBI sebagai berikut:

Leave a Reply