Menurut Dirjen Mendikdasmen (2008) Proses pembelajaran pada program rintisan SMA bertaraf internasional yang ideal dapat dicapai dengan melalui rincian tahapan sebagai berikut :
Pendampingan Tahun I
- 20% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pada standar proses SMA Bertaraf Internasional.
- 20% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual.
- 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah.
- 20% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK.
- Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 2 kali seminggu.
- 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS).
- 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).
Pendampingan Tahun II
- 50% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional.
- 50% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual.
- 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah.
- 50% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK.
- Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali seminggu.
- 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau Teach Less Learn More (TLLS).
- 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).
Pendampingan Tahun III
- 100% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional
- 100% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
- 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah
- 100% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
- Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali sebulan
- 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau Teach Less Learn More (TLLS)
- 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction).
Dengan diadakan program pendampingan tersebut nanti diharapkan proses pembelajaran pada program rintisan SMA bertaraf internasional yang ideal dapat dicapai, sehingga dihasilkan lulusan sesuai harapan dengan proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana dan akhirnya untuk melangkah maju menjadi SMA bertaraf internasional dapat terwujud dengan baik.
Artikel terkait yang bertemakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ~ RSBI sebagai berikut:
- [Contoh Skripsi Tesis] Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Berdasarkan Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Di SMA Negeri
- [Contoh Skripsi Tesis] Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)
- [Contoh Skripsi Tesis] Analisis Pelaksanaan Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Atas
- Dana Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
- [Contoh Skripsi Tesis] Implementasi Dana Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Dari Pemerintah Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 1
- Implementasi Dana Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dari Pemerintah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 1
- [Contoh Skripsi Tesis] Implementasi Pembelajaran Bilingual Sebagai Wujud Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di SMP Negeri
- Karakteristik SMA Bertaraf Internasional
- Kendala dan Upaya yang dihadapi SMA Negeri 1 dalam Implementasi Dana Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
- Kendala Pembelajaran Matematika pada Program Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional
- Konsep dasar Penyelenggaraan Program Rintisan SMA Bertaraf
- Landasan Hukum Penyelenggaraan RSBI
- Pelaksanaan pembelajaran matematika pada program RSBI di SMA Negeri 1 Klaten.
- Pengelolaan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional
- Pengembangan aspek program pendidikan SBI
- Peningkatan Mutu Penilaian dalam Penyelenggaraan Rintisan SMA Bertaraf Internasional
- Penjamin Mutu Sekolah Bertaraf Internasional
- Proses pembelajaran pada program rintisan SMA bertaraf internasional
- Proses Pembelajaran Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional
- Saran Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Berdasarkan Program Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional
- Tinjauan Tentang Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI )
- Tujuan Pengembangan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional
Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi pendidikan lengkap / tesis pendidikan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :
TESIS
SKRIPSI
- Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran IPA,
- Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran IPS,
- Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran Matematika,
- Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran Sastra dan Bahasa,
- Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran PENJASKES
- Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran Agama Islam / Tarbiyah,
- Daftar Contoh Skripsi Bimbingan Konseling,
- Daftar Contoh Skripsi dengan Metode JIGSAW
- Daftar Contoh Skripsi dengan Metode Metode Pembelajaran Numbered Heads Together
- Daftar Contoh Skripsi dengan Metode Metode Pembelajaran Think Pair Share (Metode TPR)
- Daftar Contoh Skripsi Pendidikan I (campuran)
- Daftar Contoh Skripsi Pendidikan II (campuran)
- Daftar Contoh Skripsi Pendidikan III (campuran)





![Interpretasi Peta Riset VOSviewer : Antenatal Care [Kebidanan]](https://idtesis.com/wp-content/uploads/Network-Visualization-60x60_c.png)






Leave a Reply