HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Tema Meningkatkan Sikap Ilmiah Siswa

1. Pembelajaran Fisika dengan Inkuiri Terbimbing Menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Sikap Ilmiah Siswa

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle terhadap prestasi belajar fisika, pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika, pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika, interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika, interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika, interaksi antara motivasi belajar dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika, interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle, motivasi belajar serta sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Terpadu Abul Faidl Wonodadi Blitar Tahun Ajaran 2010/2011. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI. Sampel penelitian diambil secara cluster random sampling, yaitu kelas XI IPA 1 menggunakan Animasi dan kelas XI IPA 2 menggunakan Pictorial Riddle. Pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk prestasi belajar dan angket untuk motivasi belajar dan sikap ilmiah. Analisis menggunakan Analisis Varians (ANAVA) tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2. Hasil analisis data menunjukkan bahwa:ada pengaruh Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle terhadap prestasi belajar fisika dimana rerata yang lebih baik diperoleh siswa pada kelas eksperimen I (media Animasi), ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika dimana rerata yang lebih baik diperoleh siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, ada pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika dimana rerata yang lebih baik diperoleh siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi, tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika, tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika, tidak ada interaksi antara motivasi belajar dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika, tidak ada interaksi antara Inkuiri Terbimbing menggunakan Animasi dan Pictorial Riddle, motivasi belajar serta sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika.

 

2. Pembelajaran Fisika dengan Inkuiri Terbimbing Menggunakan Demonstrasi dan Eksperimen Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Sikap Ilmiah Siswa (Studi Kasus Materi Getaran dan Gelombang di MTsN Bibrik, Jiwan, Madiun Kelas VIII

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran eksperimen dan demonstrasi, motivasi belajar, sikap ilmiah siswa, dan interaksinya terhadap prestasi belajar fisika. Penelitian ini menggunankan metode eksperimen dan dilakukan pada bulan Januari – Juni 2011. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Bibrik, Jiwan, Madiun sejumlah 155 siswa yang terbagi menjadi lima rombongan belajar (Rombel). Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster random sampling, sampel terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIIIA dan VIIIB. Kelas VIIIA menggunakan metode eksperimen dan kelas VIIIB menggunakan demonsttrasi. Data diambil menggunakan instrumen tes prestasi belajar, angket motivasi belajar, angket sikap ilmiah siswa, dan lembar observasi afektif.. Analisis data yang digunakan adalah anava tiga jalan dengan desain factorial 2 x 2 x 2 dan dilanjutkan dengan uji Analisis of means. Dari analisis data bisa disimpulkan bahwa: (1) tidak ada pengaruh metode pembelajaran demonstrasi dan eksperimen terhadap prestasi belajar siswa; (2) ada pengaruh antara sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa; (3) motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa karena anak yang memiliki motivasi tinggi akan terdorong untuk berprestasi; (4) tidak ada interaksi antara metode demonstrasi oleh guru dan eksperimen terhadap tinggi rendahnya motivasi belajar siswa; (5) tidak ada interaksi antara metode demonstrasi oleh guru dan ekasperimen terhadap tinggi rendahnya sikap ilmiah siswa; (6) tidak ada interaksi antara motivasi belajar tinggi dan rendah dengan sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa; dan (7) tidak ada interaksi antara metode demonstrasi oleh guru dan eksperimen dengan motivasi belajar dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa.

 

 

3. Pembelajaran Fisika dengan Model Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi Ditinjau dari Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa (Penelitian Eksperimen pada Materi Gerak Melingkar Beraturan di SMA Negeri 2 Karanganyar Kelas X MIA Tahun Pelajaran 2014

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada model pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi ditinjau dari kreativitas dan sikap ilmiah serta interaksi-interaksinya terhadap hasil belajar siswa.

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian semua siswa kelas X MIA Semester Ganjil SMA Negeri 2 Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Prestasi pengetahuan diperoleh dengan metode tes, sedangkan untuk sikap dan keterampilan menggunakan pengamatan/observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dengan desain faktorial 2x2x2 menggunakan program SPSS.

 

Hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • ada pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi terhadap nilai pengetahuan, dan tidak ada pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi terhadap nilai sikap dan nilai keterampilan siswa;
  • ada pengaruh kreativitas tinggi dan rendah dalam pembelajaran fisika terhadap nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan siswa;
  • tidak ada pengaruh antara sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap nilai pengetahuan dan nilai keterampilan tetapi ada pengaruh terhadap nilai sikap siswa;
  • ada interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi dengan kreativitas terhadap nilai pengetahuan siswa dan tidak ada interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi dengan kreativitas terhadap nilai sikap dan nilai keterampilan siswa;
  • tidak ada interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi dengan sikap ilmiah terhadap nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan siswa;
  • tidak ada interaksi antara kreativitas dan sikap ilmiah terhadap nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan siswa;
  • tidak ada interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi, kreativitas, dan sikap ilmiah terhadap nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan siswa.

 

Kata kunci: Model Inkuiri Terbimbing, Inkuiri Bebas Termodifikasi, Kreativitas, Sikap Ilmiah.

 

4. Pembelajaran Fisika Menggunakan Inquiry Training dan Inquiry Social Ditinjau dari Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa (Studi Pembelajaran Fisika Materi Suhu dan Pemuaian pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2009/2010 )

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

.

  • pengaruh penggunaan model pembelajaran inquiry training dan inquiry social terhadap prestasi belajar fisika;
  • pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika;
  • pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika;
  • interaksi penggunaan model pembelajaran inquiry training dan model pembelajaran inquiry social dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika;
  • interaksi penggunaan model pembelajaran inquiry training dan model pembelajaran inquiry social dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika;
  • interaksi kreativitas dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika;
  • interaksi penggunaan model pembelajaran inquiry training dan model pembelajaran inquiry social dengan kreativitas dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar fisika

 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 6 Banjarmasin tahun pelajaran 2009/2010, sejumlah 7 kelas. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 4 kelas. Teknik pengumpulan data variabel prestasi belajar kognitif digunakan metode tes, kreativitas dan sikap ilmiah digunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry training dan inquiry social terhadap prestasi belajar fisika (P = 0,000);
  • terdapat pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif fisika (P = 0,000);
  • Terdapat pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar fisika (P = 0,000);
  • Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kreativitas terhadap prestasi belajar fisika (P = 0,028);
  • terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika (P = 0,046);
  • terdapat interaksi antara kreativitas dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika (P = 0,044);
  • terdapat interaksi antara model pembelajaran, kreativitas dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar fisika (P = 0,029).

 

 

5. Pembelajaran Kimia Berbasis Masalah dengan Menggunakan Metode SSCS dan Proyek Ditinjau dari Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa (Pembelajaran dalam Mata Pelajaran Kimia untuk Materi Elektrolisis Kelas XII Semester 1 di SMA Negeri 1 Kalasan

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui : perbedaan penggunaan metode Search Solve Create and Share (SSCS) dan Proyek, Kreativitas, Sikap Ilmiah, dan interaksinya terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa.Menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan bulan Oktober 2011 – April 2012. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Kalasan Tahun Pelajaran 2011/2012. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling terdiri dua kelas, XII IPA1 dan XII IPA3. Kelas XII IPA1 diberi pembelajaran metode SSCS dan kelas XII IPA3 dengan metode Proyek. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, tes kreativitas verbal, angket untuk sikap ilmiah dan prestasi afektif serta lembar observasi untuk psikomotor siswa. Hipotesis diuji menggunakan ANOVA desain faktorial 2x2x2 sel tak sama dengan software PASW versi 18

 

Hasil analisis data disimpulkan :

  • ada perbedaan penggunaan metode SSCS dan Proyek terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa,
  • kreatifitas memberikan perbedaan pada prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa,
  • sikap Ilmiah tidak memberikan perbedaan pada prestasi belajar kognitif dan afektif namun memberikan perbedaan pada psikomotor siswa,
  • ada interaksi antara metode dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa namun tidak ada interaksi dengan psikomotor siswa,
  • tidak ada interaksi antara metode dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif tetapi ada interaksi dengan psikomotor siswa,
  • tidak ada interaksi antara kreativitas dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif dan psikomotor siswa,
  • tidak ada interaksi antara metode, kreativitas dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa.

 

Kata Kunci: prestasi belajar kognitif, afektif,psikomotor.

 

 

6. Pembelajaran Kimia Melalui Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi dengan Memperhatikan Kemampuan Matematis dan Sikap Ilmiah Siswa (Studi Pembelajaran Kimia Materi Pokok Hidrolisis Garam Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Cilacap)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pembelajaran inkuiri terbimbing, inkuiri bebas termodifikasi, kemampuan matematis, dan sikap ilmiah, serta interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan dilaksanakan dari bulan Desember 2012 – Juli 2013. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA N 3 Cilacap Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas, XI IPA 1 dan XI IPA 2. Kelas XI IPA1 diberi pembelajaran dengan inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA 2 diberi pembelajaran dengan inkuiri bebas termodifikasi. Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif, dan kemampuan matematis. Angket untuk sikap ilmiah dan prestasi belajar afektif, serta lembar observasi untuk prestasi belajar psikomotor siswa. Hipotesis diuji menggunakan Anava 2x2x2.

 

Dari hasil analisis data disimpulkan :

  • ada pengaruh penggunaan pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • ada pengaruh kemampuan matematis terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor;
  • tidak ada pegaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotor;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan kemampuan matematis untuk prestasi belajar kognitif, afektif, maupun psikomotor;
  • tidak ada interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi dengan sikap ilmiah untuk prestasi kognitif dan afektif, tetapi ada interaksinya terhadap prestasi psikomotor;
  • tidak ada interaksi antara kemampuan matematis dan sikap ilmiah terhadap prestasi kognitif, afektif, maupun psikomotor;
  • ada interaksi antara pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi, kemampuan matematis, dan sikap ilmiah untuk prestasi kognitif, tetapi tidak ada interaksinya untuk prestasi afektif dan psikomotor.

 

Kata kunci: inkuiri terbimbing, inkuiri bebas termodifikasi, kemampuan matematis, sikap ilmiah, prestasi belajar

 

 

7. Pembelajaran Kimia Melalui Model Pemecahan Masalah dan Inkuiri Terbimbing Ditinjau dari Keterampilan Proses Sains (KPS) Dasar dan Sikap Ilmiah Siswa (Studi Pembelajaran Kimia Materi Pokok Hidrolisis Garam pada Siswa Kelas XI IPA Semester II SMAN 1 Polokar)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah dan inkuiri terbimbing, Keterampilan Proses Sains (KPS) dasar, sikap ilmiah, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Agustus 2014. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA semester II SMAN 1 Polokarto tahun pelajaran 2013/2014. Sampel yang diambil 2 kelas yaitu kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 2 diberikan model inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA 3 diberikan model pemecahan masalah. Data prestasi ranah kognitif diperoleh melalui tes, data KPS dasar diperoleh melalui unjuk kerja siswa, data prestasi afektif dan sikap ilmiah diperoleh melalui angket, dan data prestasi psikomotor diperoleh melalui observasi. Hipotesis diuji menggunakan statistik non parametrik.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan :

  • ada pengaruh pembelajaran kimia dengan menggunakan model pemecahan masalah dan inkuiri terbimbing terhadap prestasi ranah kognitif dan afektif, namun tidak ada pengaruh terhadap prestasi ranah psikomotor,
  • ada pengaruh KPS dasar terhadap prestasi ranah psikomotor, namun tidak ada pengaruh terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif,
  • ada pengaruh sikap ilmiah terhadap prestasi belajar ranah afektif dan psikomotor, namun tidak ada pengaruh terhadap prestasi ranah kognitif,
  • ada interaksi antara model pemecahan masalah dan inkuiri terbimbing dengan KPS dasar terhadap prestasi ranah kognitif, afektif dan psikomotor;
  • ada interaksi antara model pemecahan masalah dan inkuiri terbimbing dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar ranah afektif dan psikomotor, namun tidak ada interaksi prestasi belajar ranah kognitif,
  • ada interaksi antara KPS dasar dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar ranah psikomotor, namun tidak ada interaksi prestasi belajar ranah kognitif dan afektif,
  • ada interaksi antara model pemecahan masalah dan inkuiri terbimbing, KPS dasar, sikap ilmiah terhadap prestasi belajar ranah afektif dan psikomotor, namun tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar ranah kognitif.

 

Kata Kunci: pemecahan masalah, inkuiri terbimbing, KPS dasar, sikap ilmiah, prestasi belajar.

 

 

8. Pembelajaran Kimia melalui Pendekatan Konstruktivisme dengan Metode Inkuiri Terbimbing dan Eksperimen Ditinjau dari Aktivitas Belajar dan Sikap Ilmiah Siswa (Studi Kasus Pembelajaran Termokimia Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Manggar Kabupaten Belitung)

 

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui :

  • pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan eksperimen terhadap prestasi belajar siswa,
  • pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • pengaruh sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan eksperimen dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan eksperimen dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara aktivitas belajar dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa,
  • interaksi antara metode pembelajaran inkuiri terbimbing dan eksperimen dengan aktivitas belajar dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa.

 

Penelitian ini dilaksanakan dari Maret s.d. Desember 2009 di SMA Negeri 1 Manggar Belitung Timur. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling, terdiri dari 2 (dua) kelas yakni, kelas XI IPA.1 diberi perlakukan menggunakan metode inkuiri terbimbing dan kelas XI IPA.2 menggunakan metode eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan (kognitif) materi termokimia untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan kuesioner untuk mengetahui tingkat aktivitas belajar dan tingkat sikap ilmiah siswa pada masing-masing kelas. Hipotesis dianalisis menggunakan Anava dengan desain faktorial 2x2x2.

 

Hasil analisis data penelitian menunjukkan :

  • Fobs = 8.95 > Ftabel = 4.17, ada pengaruh metode inkuiri terbimbing dengan eksperimen terhadap prestasi belajar siswa.
  • Fobs = 10,85 > Ftabel = 4.17, ada pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.
  • Fobs = 4.24 > Ftabel = 4.17, ada pengaruh sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa.
  • Fobs = 4.72 > Ftabel = 4.17, ada interaksi metode inkuiri terbimbing dan eksperimen dengan antara aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.
  • Fobs = 4.56 > Ftabel = 4.17, ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dan eksperimen antara sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa.
  • Fobs = 1.14 < Ftabel = 4.17, tidak ada interaksi antara aktivitas belajar dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar.
  • Fobs = 0.15 < Ftabel = 4.17, tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dan eksperimen dengan aktivitas belajar dan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa.

 

 

9. Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dengan Metode Observasi Laboratorium dan Metode Observasi Lapangan Ditinjau dari Sikap Ilmiah Siswa dan Konsep Diri Siswa

 

Abstrak

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui adanya :

  • pengaruh pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dengan metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan terhadap prestasi belajar siswa,
  • pengaruh sikap ilmiah siswa katagori tinggi dan sikap ilmiah siswa katagori rendah terhadap prestasi belajar,
  • pengaruh konsep diri siswa positif dan konsep diri siswa negatif terhadap prestasi belajar.
  • Interaksi antara sikap ilmiah dengan konsep diri siswa terhadap prestasi belajar
  • Interaksi antara metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar ,
  • Interaksi antara metode obsrervasi laboratorium dan metode observasi lapangan dengan konsep diri siswa terhadap prestasi belajar ,
  • Interaksi antara metode observasi laboratorium dan metode observasi lapjaangan dengan sikap ilmiah dan konsep diri siswa terhadap prestasi belajar.

 

Penelitian mengunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Yogyakarta. Sampel diambil secara random sebanyak dua kelas, masing-masing terdiri dari 40 siswa. Pengumpulan data sikap ilmiah dan konsep diri menggunakan angket, untuk prestasi belajar siswa menggunakan tes pada kemampuan kognitif. Validitas instrumen sikap ilmiah , konsep diri dan prestasi belajar siswa diuji dengan menggunakan rumus koefisien korelasi biseral. Reliabilitas instrument diuji dengan rumus alpha Conbrach. Data prestasi belajar dianalisis dengan menggunakan anava 3 jalan frekuensi sel tidak sama dengan minitab 15.

 

Dari hasil penelitian didapatkan :

  • Ada pengaruh metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan terhadap prestasi belajar siswa. P- value = 0,039.
  • Ada pengaruh sikap ilmiah siswa katagori tinggi dan sikap ilmiah siswa katagori rendah terhadap prestasi belajar siswa P-Value = 0,000
  • Ada pengaruh konsep diri siswa positif dan konsep diri siswa negatif terhadap prestasi belajar siswa P-value 0,021
  • Tidak ada Interaksi sikap ilmiah dan konsep diri siswa terhadap prestasi belajar siswa,P-value 0.358,
  • Tidak ada interaksi metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan dengan sikap ilmiah siswa terhadap prestasi belajar siswa P-value 0.273,
  • Tidak ada interaksi metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan dengan konsep diri siswa terhadap prestasi belajar siswa P-value 0.133,
  • Tidak ada interaksi metode observasi laboratorium dan metode observasi lapangan dengan sikap ilmiah dan konsep diri siswa terhadap prestasi belajar siswa konsep diri 0.981 Dari uji lanjut pasca anava ternyata baik metode, sikap ilmiah dan konsep diri terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara metode ,sikap ilmiah dan konsep diri terhadap prestasi belajar sisw

 

 

10. Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis Empat Pilar Pendidikan dengan Tema Pantai untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah Siswa Kelas VII SMP/MTs

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • mendeskripsikan karakteristik modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs.
  • mendapatkan modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah memenuhi kriteria kelayakan.
  • mengetahui penggunaan modul pembelajaran IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa kelas VII SMP/MTs.

 

Metode penelitian ini adalah R & D dengan mengacu model Borg dan Gall (1983) terdiri dari mengumpulkan informasi awal, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan awal, revisi, uji coba lapangan utama, revisi, uji coba operasional, revisi produk akhir, dan deseminasi. Modul tersebut disusun berbasis empat pilar pendidikan terdiri dari unsur learning to do, learning to live together, learning to know, dan learning to be yang dijabarkan dalam materi dengan variasi kegiatan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan bahasa, serta uji coba (awal, utama, dan operasional) kepada siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon siswa dan wawancara tidak terstruktur.

Hasil penelitian sebagai berikut :

  • modul IPA dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected dan disusun berbasis empat pilar pendidikan (learning to do, learning to live together, learning to know dan learning to be) yang tersirat dalam modul.
  • modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, teman sejawat dan respon siswa) dan didukung oleh perhitungan cut off yang menyatakan modul berkategori layak.
  • penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa, didukung dari hasil penilaian melalui angket (0,4156) dan observasi (0,546) termasuk kategori sedang.

 

Kata kunci : Modul, Pembelajaran Berbasis Empat Pilar Pendidikan, Sikap Ilmiah