HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Korban Masal Dan Tahap Identifikasinya

Korban massal Korban Masal Dan Tahap Identifikasinya

Korban massal

Korban massal ~ Pernahkah Anda membaca suatu surat kabar yang memberitakan bahwa pada kejadian tertentu mengakibatkan korban masal ? Yah, tentu saja setiap surat kabar pernah mengabarkan bahwa pada kejadian tertentu terutama dalam bencana mengalami suatu kerugian yang dapat menimbulkan  korban masal.

Korban masal merupakan suatu individu yang dirugikan dalam suatu kejadian yang sangat merugikan, dan dalam korban masal memiliki jumlah yang relatif banyak.

Dalam menangani korban masal membutuhkan suatu penanganan yang menyediakan fasilat tertentu untuk setiap harinya. Fasilitas tersebut berbentuk tenaga kerja, sarana prasarana kesehatan dan sebaginya.

Pada identifikasi korban masal haruslah memiliki tahapan yang bermanfaat untuk mengoptimalkan proses identifikasi tersebut. tahapan yang ditempuh dala proses identifikasi korban masal meliputi:

  1. The scene of incidents
  2. collecting post mortem data
  3. collecting ante mortem data
  4. omparing am-pm data
  5. returning to the family

Pada tahap The scene of incidents atau tempat kejadian peritiwa (TKP) dilakukan pembatasan daerah atau area dengan menggunakan pembatas polisi. sehingga tidak semua orang diperbolehkan masuk kecuali orang-orang tertentu.

Manfaat dari pemberian batas polisi atau pembatas area adalah menghindari rusaknya area TKP. Dari TKP tersebut juga diperoleh data, data pengumpulan korban dapat dilakukan dengan cepat, dokumentasi untuk kepentingan identifikasi juga dapat dilakukan dengan mudah.

Selain itu pada tahap Comparing am-pm data ialah suatu tahap atau proses membandingkan data post mortem dan ante mortem yang telah didapatkan, selain itu diadakan pembahasan kecocokan.

Sedangkan tahap returning to the family, merupakan tahap akhir dari proses identifikasi yang selanjutnya dilakukan rekonstruksi hingga didapatkan kondisi/kosmetik terbaik untuk kemudian dikembalikan pada keluarganya.

Pada korban masal yang sulit teridentifikasi bahkan tak bisa dikenali lagi akibat bencana yang dapat merusak fisik orang tersebut, misalnya erupsi gunung berapi, kebakaran, dan korban luka bakar sering dilakukan proses identifikasi dengan mengumpulkan dua data, yaitu:

  1. Data primer
  2. Data sekunder

Demikian artikel yang berjudul Korban Masal Dan Tahap Identifikasinya. Semoga artikel yang kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Leave a Reply