HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kendala Pembelajaran Matematika pada Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional

Kendala yang dialami dalam Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Berdasarkan Program Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional di SMA Negeri 1 Klaten.

  • Pembelajaran matematika di Sekolah Bertaraf Internasional terkadang masih terpusat pada guru karena siswa kurang kreatif dalam mengikuti pelajaran matematika dan cenderung mengikuti perintah guru.
  • Guru matematika sulit mengembangkan model atau metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, menyenangkan, kontekstual dan terpusat pada siswa serta berbasis ICT karena budaya siswa yang lebih senang menerima pelajaran matematika dengan menerima informasi dari guru menggunakan penjelasan langsung di papan tulis tanpa media apapun
  • Masih kurangnya kemampuan guru matematika dan siswa SMA Negeri 1 Klaten dalam memanfaatkan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pembelajaran matematika
  • Masih terbatasnya guru matematika di SMA Negeri 1 Klaten dalam memanfaatkan ICT pada kegiatan pembelajaran matematika di kelas RSBI dan belum optimalnya penggunaan website sekolah oleh guru khususnya matematika
  • Guru matematika SMA Negeri 1 Klaten masih kesulitan dalam memperoleh buku referensi khususnya yang dari luar negeri untuk mengajar.
  • Masih adanya perbedaan konsep RSBI diantara guru matematika sehingga penerapan dalam pembelajaran matematika pun masih berbeda-beda.
  • SMA Negeri 1 Klaten belum melaksanakan Sistem Kredit Semester (SKS) pada pembelajaran matematika dimana sesuai pedoman penyelenggaraan RSMABI, pembelajaran di kelas RSBI sudah menerapkan SKS.
  • Guru matematika SMA Negeri 1 Klaten yang berkualifikasi S2 dari disiplin ilmu yang sesuai masih kurang dari 30%.
  • Untuk tambahan materi atau adopsi yang dari luar negeri belum begitu jelas dalam kurikulum.
  • Soal tes atau instrument tesnya belum sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris dan ujian semester sekolah masih mengikuti ujian dari kabupaten. Sehingga standarnya masih sama dengan sekolah lain dan masih menggunakan Bahasa Indonesia.
  • SMA Negeri 1 Klaten belum memfasilitasi siswa untuk mengikuti penilaian atau sertifikasi yang diakui secara internasional karena masih rendahnya minat siswa dan biaya yang mahal.
  • Belum adanya laboratorium matematika di SMA Negeri 1 Klaten sehingga alat peraga matematika yamg dimiliki sekolah belum memadahi.
  • Masih jarangnya siswa yang berprestasi secara nasional maupun internasional dalam lomba ataupun olimpiade matematika.

Artikel terkait yang bertemakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ~ RSBI sebagai berikut:

Incoming search terms:

Leave a Reply