HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Makassar 2016/2017

1.Analisis Kebijakan Pengembangan Budidaya Laut di Kawasan Pesisir Kota Makassar

 

Abstrak

Pelaksanaan pengelolaan dan pembangunan kawasan pesisir yang diarahkan pada kesejahteraan masyarakat merupakan suatu proses yang akan membawa suatu perubahan pada sumberdaya alam.

 

Penelitian ini bertujuan untuk :

  • menganalisis skenario pemanfaatan yang optimal dalam pengembangan budidaya laut di kawasan pesisir Kota Makassar,
  • mengetahui dimensi dan atribut yang dapat mencerminkan keberlanjutan pengembangan budidaya laut, dan
  • merumuskan kebijakan pengembangan budidaya laut di kawasan pesisir Kota Makassar.

 

Potensi Pengembangan Budidaya Rumput Laut dan Ikan Kerapu dilakukan dengan pendekatan zonasi berbasis Sistem lnformasi Geografis (SIG). Analisis daya dukung lingkungan dilakukan untuk mengestimasi jumlah unit budidaya yang dapat didukung pada areal yang berpotensi. Pendekatan Rapfish dengan menggunakan teknik Multi Dimensional Scaling (MOS) digunakan untuk merumuskan kebijakan pengembangan kawasan budidaya laut Perairan pulau-pulau kecil Makassar memiliki potensi untuk pengelolaan kegiatan usaha budidaya rumput laut metode tali rawai (longlines) dan ikan kerapu sistem KJA. Berdasarkan penilaian secara multidimensi, diperoleh bahwa dimensi ekologi merupakan dimensi yang paling tinggi indeks keberlanjutannya, sedangkan dimensi kelembagaan merupakan dimensi yang paling rendah indek akuntabilitas keberlanjutan budidaya laut.

 

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesalahan Data Lembar Jawaban Ujian (LJU) Mahasiswa pada Ujian Akhir Semester (UAS) DI UPBJJ-UT Makassar

 

Abstrak

Pada tahun 2008.2, sebanyak 23,31 % dari sekitar 100.000 orang mata kuliah mahasiswa Universitas Terbuka (UT) di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Makassar mengalami kasus pada ujian akhir semester. Kasus tersebut terdiri dari kesalahan mengisi tanggal lahir, kesalahan mengisi kode mata kuliah, kesalahan menulis Nomor Induk Mahasiswa (NIM), dan kesalahan administrasi lainnya pada Lembar Jawaban Ujian (LJU) pada saat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Kasus tersebut ditemukan hampir setiap masa ujian. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010 yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan dalam pengisian LJU pada saat mengikuti UAS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pelaksanaan UAS di Universitas Terbuka. Desain penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan melalui analisisa kesalahan data berdasarkan nama dan kasus yang dikirimkan oleh pusat pengujian UT ke UPBJJ-Makassar. Untuk mengumpulkan data sekunder digunakan kuesioner 50 orang mahasiswa.

 

Hasil analisis menunjukkan 2.155 kasus ujian yang terjadi pada masa ujian 2009.2 dan 1.575 kasus pada masa ujian 2010.1 yang meliputi kesalahan Kesalahan NIM (Kasus A), Kesalahan Kode Mata Kuliah (Kasus B), Kesalahan Tanggal Lahir (Kasus C), Kesalahan NIM dan Kode Mata Kuliah (AB), Kesalahan NIM dan Tanggal Lahir (AC), Kesalahan Kode Mata Kuliah dan Tanggal Lahir (BC). Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar yang mengalami kasus kesalahan tidak mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan tidak pernah membaca Buku Katalog UT.

 

3. Alternatif Sistem Pendistribusian Bahan Belajar Universitas Terbuka Memakai Metode Simpleks Transportasi

 

Abstrak

Universitas Terbuka (UT) mencrapkan sistem pendistribusian bahan belajar ke Unit Program belajar Jarak Jauh (UPBJJ) secara terpusat, artinya percetakan yang memproduksibahan belajar tersebut hanya ada di Jakarta. Karena biaya transportasi pengiriman balmn belajar merupakan fungsi jarak, maka tidak tettutup kemungkinan biaya tersebut sangat mal1al, oleh karena itu perlu dicari sistem pcngganti yang diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi. Sistem pendistribusian bahan belajar secm•a terpusat dapat diubah menjadi pendistribusian yang tidak terpusat, yaitu dengan met}dekatkan percetakan yang mencetak bahan belaj ar terse ~ .. .Lt ke daerah-daerah sehingga mendekati UPBJJ. Banyaknya percetakan dan di lokasi mana saja pcrcetakan itu harus ada, dapat diuji dengan metode simpleks tranportasi, yaitu metode simpleks yang disederhanakan. Metode simpleks merupakan salah satu metode yang dipakai untuk menyelesaibn persoalan pemrograman linier. Maka dari itu metode simpleks dapat dipakai dalam menyelesaikan persoalan transportasi, karena persoalan transportasi merupal(an persoalm1 pemrograman linier. Persoalan transportasi cenderung membutuhkan kendala dm1 variabel dalam jumlalt besar, sehingga metode yang dipakai dalam menyelesaikan persoalan trmtspottasi dikenal dengan sebutan metode simpleks transportasi. Prosedur •metode simpleks transportasi terdiri dac•I tiga tahap yaitu taltap inisialisasi, tahap tes pengoptimalan, dan tahap iterasi.

 

Penyelesaian masalah yang memakai metode simpleks transportasi untuk mobinasi 3 pemasok menghasilkan kesimpulan baltwa penempatan lokasi percetakan dapat dipilih salah satu di mttara kombinasi kota-kota berikut ini, (Jakarta, Semarang, Makassar), (Jakarta, Yogyakarta. Makassar), atau (Jakarta, Yogyakarta, Makassar), karena di kota-kota tersebut biaya transpmtasi akan mencapai minimum, yaitu sebesar Rp 51.548.1 00,00.

 

4. Potensi Bakteri Laut dari Perairan Makassar sebagai Penghasil Emulsan Selama Pertumbuhan pada Substrat Hidrokarbon Petroleum

 

Abstrak

Potensi isolat bakteri laut dari perairan laut Makassar sebagai penghasil emulsan selama biodegradasi hidrokarbon petroleum telah dilakukan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan supernatan hasil sentrifugasi dari kultur isolat bakteri berumur hingga 350 jam. Digunakan hidrokarbon petroleum jenis Angsi sebesar 1% sebagai satu-satunya sumber karbon dan energi. Pengujian dilakukan masingmasing pada fase eksponensial, fase stationer dan fase kematian. Kemampuan emulsifikasi ditunjukkan dari hasil pengukuran serapan pada spektrofotometer dari supernatan yang ditambahkan heksadekana murni sebanyak 1% dan dikocok selama 2 menit. Diperoleh kemampuan emulsifikasi yang meningkat seiring melajunya pertumbuhan isolat bakteri yaitu sebesar 0,086 sampai 0,301. Hasil jauh lebih rendah apabila menggunakan sumber karbon Na-Asetat yaitu antara 0,005 – 0,032.

 

5. Studi tentang Tingkat Kejenuhan Kerja Pegawai ditinjau dari Lamanya Penempatan pada Unit Kerja di Lingkungan UPBJJ UT Makassar

 

Abstrak

Kejenuhan kerja pegawai adalah gejala instabilitas yang diperhatikan oleh pegawai dalam bentuk sikap yang kontradiktif dengan keadaan yang diharapkan dalam suatu organisasi. Sikap kejenuhan pegawai dimaksudkan antara lain Nampak seperti kebosanan kerja. indispliner, rendahnya scmangat dan kcgairahan kerja, kurang efektif dan efisien dalam bekerja, malas dan suka menunda-nunda pekerjaan, dan sikap ketidak puasan lainnya. Untuk memperjelas nampak kejenuhan kerja pegawai tersebut. maka pcrlu dilakukan pcnelitian studi tcntang tingkat kejenuhan kerja pegawai ditinjau dari lamanya pcnempatan pada unit kerja di lingkungan UPBJJ- UT Makassar Pcnclitian ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi positif terhadap upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja pegawai di dalam melaksanakan tugas tugas administrasi dilingkungan UPBJJ UT.

 

Penelitian ini menggunakan metode desknpttf. Penetuan sampel dilakuikan secara purposive prosotional random sampling yaitupegawai yang telah bekerja selama ini di UPBJJ-UT Makassar. Pengumpulan data dalakukan Jc:ngan cara kwesioner dan interview.

 

Penelitian ini menytmpulkan bahwa studi tcntang kejenuhan kerja pegawai ditinjau dari lamanua penempatan pada unit kerja dilihat dari :

  • pengaruh faktor penempatan pegawai tingkat kejenuhan
  • pengaruh faktor pembinaan pegawai tingkat kejenuhan
  • pengaruh faktor pemberian motivasi setengah kejenuhan
  • pengaruh faktor balas jasa
  • pengaruh faktor lingkungan kerja
  • pengaruh faktor volume dan beban kerja
  • factor perincian dan pembagian tugas

 

6. Hubungan Antara Tutorial Tatap Muka dengan Hasil Ujian Akhir Semester Mata Kulih Keterampilan Menulis dan Tugas Akhir Program Mahasiswa Program Pendas Masa Tutorial 2012.1 di UPBJJ-UT Makassar

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi komponen-komponen rancangan aktivitas tutorial dan satuan acara tutorial dan hubungan tutorial tatap muka terhadap hasil UAS mata kuliah PDGK4305 dan PDGK4500 mahasiswa Program S1 PGSD masa registrasi 2012.1 di UPBJJ-UT Makassar. Populasi penelitian ini adalah 44 tutor TAP, 20 Tutor KM, 2825 mahasiswa,. Sampel yang ditetapkan 15 tutor TAP, 8 tutor KM, dan 747 mahasiswa dengan menggunakan sampel proporsional dan acak. Data dikumpulkan dengan menggunakan APK PATUT dan Tim FKIP. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik korelasi.

 

Hasil penelitian yang diperoleh adalah secara umum para tutor mampu menyusun RAT dan SAT mata kuliah PDGK4303. Secara keseluruhan pelaksanaan tutorial tatap muka mata kuliah PDGK4303 dan PDGK4500 terlaksana dengan baik, yaitu capaian rerata 3,327, dan 96%. Antara tutorial tatap muka dengan hasil ujian akhir semester mata kuliah PDGK4303 dan PDGK4500 terdapat hubungan yang positif dengan signifikansi nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.478 dan signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dan signifikansi nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.528 dan signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Artinya, semakin baik kualitas Tutorial Tatap Muka, maka semakin baik pula hasil UAS Mata Kuliah PDGK4303 dan PDGK4500.

7. Perbandingan Model Regresi Logistik dan Zero-Inflated Poisson (ZIP) untuk Menganalisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Kelangsungan Hidup Penderita Penyakit Demam Berdarah (DBD) RS Wahidin Sudirohusodo Makassar

 

Abstrak

Analisis regresi Zero-Inflated Poisson adalah analisis yang digunakan untuk mengkaji hubungan variabel respon dan variabel penjelas dimana pada variabel penjelas banyak terdapat nilai nol. Pada penelitian ini, analisis regresi ZeroInflated Poisson digunakan untuk mencari hubungan antara status pasien yang pulang paksa dengan variabel lama rawat, jenis kelamin dan umur penderita penyakit DBD di RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Data yang digunakan adalah data rekam medik penderita penyakit DBD yang berusia di bawah 25 tahun di rumah sakit ini mulai bulan Januari 2005 sampai Juli 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan pasien untuk keluar secara paksa dari rumah sakit pada variabel lama rawat dan umur adalah sebesar 1.5 dan 1.4 kali, sedangkan untuk variabel jenis kelamin tidak memperlihatkan kecenderungan tertentu. Nilai peluang rata-rata untuk keluar dari rumah sakit yang dihasilkan adalah sebesar 0.76. ketersediaan sarana dan prasarana di RS. Wahidin Sudirohusodo mengasilkan proporsi sebesar 0.37.

 

8. Analisis Wacana Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional Mahasiswa Program Pendas Universitas Terbuka UPBJJ Makassar

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskrispikan dan menjelaskan (1) kemampuan mahasiswa program studi S1 PGSD dan S1 PGPAUD UPBJJ UT Makassar dalam menyusun kalimat (dilihat dari aspek diksi) dan (2) kemampuan mahasiswa program studi S1 PGSD dan S1 PGPAUD UPBJJ UT Makassar dalam menyusun paragraf (dilihat dari aspek kohesi) pada karya tulis laporan pelaksanaan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya pendekatan analisis wacana. Dalam pengumpulan data, penganalisisan data, maupun dalam penarikan simpulan, peneliti berperan sebagai instrumen kunci (key instrument) yang dilengkapi dengan panduan instrumen pengumpulan dan analisis data. Data berbentuk data dokumenter, yaitu pemakaian bahasa Indonesia dalam karya tulis mahasiswa. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara baca-catat, yaitu peneliti membaca dan mencatat data bahasa dengan teknik analisis wacana. Data-data yang terkumpul dianalisis secara induktif serta dipaparkan secara deskriptif dengan menggunakan piranti analisis wacana.

 

Berdasarkan analisis data, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut :

Pertama, dari segi diksi dalam penyusunan kalimat, kesalahan-kesalahan yang paling dominan ditemukan dalam bahasa tulis (karya ilmiah laporan pelaksanaan PKP) mahasiswa ialah kesalahan memilih bentuk kata yang baku seperti unsur serapan, penulisan gabungan kata, pemilihan bentuk kata yang bersinonim dan bentuk antonim, penulisan unsur imbuhan (afiks), pemakaian kata depan yang tidak tepat, dan penggunaan bentuk konjungsi korelatif yang tidak tepat.

Kedua, dari segi kohesi dalam penyusunan paragaraf, pemarkah keterpaduan wacana yang digunakan oleh para mahasiwa ialah pengulangan leksikal, transisi, substitusi, pemberian contoh, pernyataan kembali, syarat, kata penghubung, referensi, praanggapan, pelesapan, sebab akibat, alasan, penambahan, proverba, deiksis, antonimi, alternatif, kata tumpuan, simpulan/hasil, kontras, dan pengurutan.

 

Di antara deretan pemarkah keterpaduan itu, dua di antaranya yang dominan yaitu pengulangan leksikal dan transisi. Mahasiswa mempunyai kebiasaan yang sama untuk menggunakan pemarkah pengulangan leksikal. Demikian pula bentuk penanda transisi, hampir setiap mahasiwa menggunakan hal yang sama. Proporsi kesalahan mahasiswa pada kedua bentuk pemadu wacana itu pun relatif sama. Artinya, mahasiswa belum memahami cara pemakaiannya. Kata penghubung dan referensi yang sudah sangat lazim penggunaannya, tidak luput dari kesalahan pemakaian, bahkan kesalahan itu dinilai menonjol dan sistematis. Demikian pula alat-alat keterpaduan wacana lainnya. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa belum terampil menyusun wacana yang kohesif sebagai dasar dalam penyusunan laporan pelaksanaan PKP sebagai karya tulis ilmiah.

 

Berdasarkan pada hasil dan kesimpulan penelitian tersebut, maka dikemukakan beberapa saran penelitian, yaitu:

  • para mahasiwa perlu dibekali keterampilan khusus dalam menyusun kalimat efektif terutama dalam memaksimalkan diksi. Selain itu, mahasiswa juga perlu dibekali keterampilan khusus dalam menyusun paragraf yang kohesif (padu) dan secara intensif kedua keterampilan itu dilatihkan melalui penulisan karya ilmiah;
  • aspek yang perlu diperkuat dalam pelajaran menulis ialah aspek keterpaduan wacana, selain aspek diksi, karena kejernihan jalan pikiran penulis tercermin dalam urutan kalimatnya;
  • para mahasiswa yang akan atau sedang menyusun laporan pelaksanaan PKP hendaknya lebih memperhatikan aspek kaidah bahasa yang digunakan terutama cara merangkai kalimat dan paragraf untuk menunjukkan kejernihan logika berpikirnya;
  • dosen pembimbing penulisan karya ilmiah (laporan pelaksanaan PKP) hendaknya mencermati kaidah bahasa yang digunakan oleh para mahasiswa;
  • perlu dibentuk komisi pemeriksa akhir karya ilmiah (laporan pelaksanaan PKP) yang secara khusus memeriksa aspek penggunaan bahasa dalam karya tulis mahasiswa; dan
  • penelitian sejenis perlu dilakukan dengan mengambil permasalahan yang lebih luas.

 

9. Model Pembelajaran Kooperatif dalam Rangka Upaya Peningkatan Kemampuan Penampilan Mengajar Guru SD

 

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan penampilan mengajar guru. Untuk mencapai hal tersebut, seorang guru SD yang melanjutkan pendidikannya pada D-11 PGSD pcrlu dibekali dengan contoh-contoh model pembelajaran yang baik, yang dapat diamati dan dipelajari secara langsung dan berulangkali scltingga mereka dapat menerapkannya di sckolah dimana mereka mengajar.

 

Tujuan penelitian ini adalah :

  • untuk membantu mahasiswa dalam kesiapannya mengikuti praktek kemampuan mengajar (PKM),
  • membuat suatu contoh model pembelajaran yang dapat diamati dan dipelajari oleh mahasiswa secara IangsLmg clan berulangkali, dan
  • untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan mengajamya.

 

Subjek penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif yang dibuat melalui rekaman vidio, sedangkan audience aclalah mahasiswa D-II PGSD pada UPBJJ UT Makassar pokjar Tondon Nanggala sebanyak 30 orang. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah model pembelajaan kooperatif, satuan acara tutorial, dan hasil rekaman model pembelajaran. Data yang diperoleh berupa hasil penilaian terhadap satuan acara tutorial (SAT), dan pelaksanaan program tutorial dianalisis dengan statistik deskiiptif, sedai1gkan data hasil rekaman kegiatan instruksional dalam kelas, nilainya dipersentase dan selanjutnya dibuat dalam histogram.

 

Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk penyampaian model pembelajaran kooperatif melalui rekaman vidio mudah diamati dan dipelajari oleh mahasiswa secm•a langsung dan berulangkali, dan memiliki relevansi antara perencanaan dan pelaksanaan dalam kcgiatan belajar mengajar, serta model pcmbelajaran kooperatif dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran.

 

10. Evaluasi Tingkat Kelayakan Tempat Praktik Kerja Perpustakaan Mahasiswa D2 Perpustakaan Universitas Terbuka

 

Abstrak

Kelayakan tempat praktik kerja perpustakaan merupakan salah satu factor penting untuk mencapai tujuan praktik kerja perpustakaan. Kelayakan praktik kerja perpustakaan, ditentukan oleh keberadaan perpustakaan yang memenuhi standar sebagaimana standar perpustakaan yang ada pada Pasal 11 Undang- Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, mengenai Standar Nasional Perpustakaan Nasional yang terdiri atas: standar koleksi perpustakaan, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan perpustakaan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, dan standar pengelolaan. Dalam pelaksanaan kegiatan PKP mahasiswa perpustakaan Universitas Terbuka, yang tersebar di 37 Unit Program Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ) di Indonesia, tentu akan dijumpai perpustakaan sebagai tempat praktik yang sangat variatif jika ditinjau dari jenis, kualitas, dan kuantitasnya. Hal ini disebabkan oleh luasnya wilayah geografis yang mengakibatkan keberadaan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan, tingkat pengetahuan, dan tingkat apresiasi terhadap perpustakaan yang beragam.

 

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat eksploratif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitiannya adalah: Koordinator BBLBA UPBJJ-UT, Kepala Perpustakaan, Staf Perpustakaan, dan objek penelitiannya adalah: 14 perpustakaan tempat PKP yang tersebar di UPBJJ-UT Palembang, Bogor, Bandung, Makassar, Kupang, dan Ternate. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perpustakaan tempat PKP dari tingkat propinsi hingga tingkat kabupaten/kota, dan perguruan tinggi sudah memenuhi syarat untuk tempat PKP, secara umum semua sekolah yang dipergunakan untuk tempat PKP belum memenuhi syarat yang tentukan dari segi koleksi, sarana prasarana, SDM, pelayanan, dan manajemen. Meskipun beberapa perpustakaan tingkat SLTA belum layak untuk PKP, namun dengan usaha dan kreativitas dari pihak UPBJ-UT dan mahasiswa peserta PKP, kegiatan tetap dapat dilaksanakan. Disarankan untuk dapat melaksanakan kegiatan PKP sesuai dengan ketentuan, pihak UPBJJ-UT harus sangat selektif menentukan tempat PKP, terutama memilih sekolah yang representatif.

 

11. Penggunaan Sistem Basisdata Terdistribusi terhadap Aplikasi Inventory di Gudang Universitas Terbuka

Abstrak

Manajemen pergudangan yang ada di bagian Pusat Distribusi saat ini sudah di tangani menggunakan komputer yaitu dengan adanya aplikasi komputer untuk pergudangan. Dalam aplikasi tersebut digunakan basis data terpusat, artinya semua data ada UT-Pusat dan pcnjualnn bahan ajar dilakukan di seluruh UPBJJ-U yang tcrsebarr di seluruh lndonesia Penelitian ini berrtujuan untuk mcrancnng suatu aplikasi pcrgudangan dengan basisdata terdistribusi, yaitu suatu basisdata yang secara lokasi terpisah di Jakarta, Surabaya, dan Makassar, tetapi sebenarnya terintegrasi menjadi satu yaitu dalam aplikasi inventory di Universiats Terbuka. Dalam :aplikasi ini basisdata yang dipakai dalam basisdata terpusat akan difragmentasi menjadi beberapa bagian dan dialokasikan di tiga tempat tersebut diatas, termasuk menentukan entity-entity beserta attribute nya dan relationship antar entity.

 

Hasil dari penelitian ini berupa rancangan untuk basisdata relational, rancangan attribute dan tuplenya, rancangan fragmentasi data, rancangan alokasi data.

 

12. Analisis terhadap Densitas Larva Nyamuk Aedes aegypti (Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue/DBD) di Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep

 

Abstrak

Penelitian tentang Analisis terhadap densitas larva nyamuk Aedes aegypti (vector penyakit demam berdarah dengue/dbd) di Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep telah dilakukan di Kelurahan Samalewa Kabupaten Pangkep dari bulan Juli s/d Oktober.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas larva nyamuk Aedes aegypti berdasarkan angka House Index (HI), Container Index (CI) dan Breateu Index (BI). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah di Kelurahan Samalewa yang berjumlah 2.246 dan sampel berjumlah 50 Pengambilan sampel dilakukan secara proporsianal random sampling. Pengamatan jentik dilakukan dengan mengamati kehadiran jentik pada setiap container yang terletak di dalam dan di luar rumah. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran variable yang diteliti.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam rumah terdapat 4 jenis kontainer positif jentik yaitu ember, baskom, bak mandi dan drum plastic. Sedangkan di luar rumah terdaat 3 jenis container yang positif jentik, yaitu ember, bak mandi, dan drum plastic. Persentase jenis kontainer positif jentik di dalam rumah tertinggi ditemukan pada jenis bak mandi (70%) diikuti oleh drum plastic (50%) dan terendah adalah baskom (25%), dan di luar rumah ditemukan pada kontainer jenis bak mandi dan drum plastic (masingmasing 66.7%). Secara keseluruhan angka House Index sebesar 54%, Container Index sebesar 23.9% dan Breateu Index sebesar 110%. Simpulan, berdasarkan nilai indeks untuk kepadatan jentik Aedes aegypti, maka di kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro beresiko terhadap transmisi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

13. Implementasi Pendekatan Struktur dalam Tutorial Tatap Muka Statistika Dasar untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Mahasiswa S1 PGSD di Sulawesi Selatan

 

Abstrak

Pendekatan struktural adaiah suatu pendekatan yang menekankan pada penggunaan struktur tertentu untuk mempengaruhi pola interaksi mahasiswa agar perolehan isi akademik meningkat. Struktur tersebut akan membuat mahasiswa terlibat secara aktif selama tutorial, dan mereka bekerja sama dalam kelompok kecil untuk membahas/menjawab pertanyaan/permasalahan yang diberikan tutor, serta dapat memicu dan memacu kemandirian bel ajar mahasiswa.

 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah :

  • bagaimana kemandirian belajar mahasiswa S I PGSD di Sulawesi Selatan dalam kegiatan tutorial tatap muka statistika dasar jika diajar dengan menggunakan pendekatan struktural?
  • bagaimana kemampuan tutor dalam mengelola kegiatan tutorial tatap muka dengan menggunakan pendekatan struktural?
  • bagaimana tingkat pencapaian hasil belajar mahasiswa dalam statistika dasar setelah diberikan tutorial tatap muka yang berorientasi pendekatan struktural?
  • bagaimana respon mahasiswa terhadap tutorial tatap muka sebelum dan sesudah kegiatan tutorial dengan menggunakan pendekatan struktural?

 

Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Sl PGSD semester II di UPBJJ UT Makassar sebanyak 260 orang. Sedangkan sam pel penelitian dipilih 3 pokjar dari 10 pokjar yang ada dengan cara acak (random). Variabel penelitian ini yaitu tingkat kemandirian belajar mahasiswa, kemampuan tutor dalam mengelola tutorial dengan pendekatan struktural, hasil belajar mahasiswa, dan respon mahasiswa terhadap tutorial dengan pendekatan struktural.

 

Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian, yang meliputi :

  • lembar pengamatan kemandirian belajar mahasiswa,
  • lembar pengamatan kemampuan tutor mengelola tutorial,
  • lembar tes hasil belajar mahasiswa, dan
  • angket respon mahasiswa terhadap kegiatan tutorial Data hasil penelitian dianalisis dengan statistik deskritif,

 

Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan tentang kemandirian belajar mahasiswa, kemampuan tutor, hasil belajar mahasiswa, dan respon mahasiswa terhadap tutorial statistika dasar dengan pendekatan struktural. Hasil analisis data, diperoleh beberapa temuan antara lain :

  • tutorial dengan menggunakan pendekatan struktural dapat meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa,
  • tutor mampu dan terampil dalam mengelola tutorial dengan menggunakan pendekatan structural,
  • proporsi jawaban mahasiswa adalah baik, dan semua TPK (15 TPK) yang dirumuskan tuntas,
  • rata-rata mahasiswa berminat mengikuti tutorial jika diajar dengan pendekatan struktural dari pada diajar bukan pendekatan struktural, dan persentase respon mahasiswa terhadap kegiatan tutorial lebih baik dari pada tutorial yang diajar bukan pendekatan struktural.

14. Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Pelatihan Kepewaraan dengan Menggunakan Strategi Pemodelan (Modelling) Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Pinrang

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  • Proses pelaksanaan pembelajaran kemampuan berbicara melalui pelatihan kepewaraan dengan menggunakan strategi pemodelan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pinrang.
  • Penilaian hasil pembelajaran kemampuan berbicara melalui pelatihan kepewaraan dengan menggunakan strategi pemodelan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pinrang.

 

Penerapan strategi pemodelan dalam proses pelaksanaan pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pinrang. Terlihat dan aktivitas guru dan siswa terjadi peningkatan, yaitu total persentase pada siklus I terhadap diskriptor yang diamati adalah sebanyak 18,59% yang berada pada kategori sangat baik, sebanyak 37,66%. yang berada pada kategori baik, sebanyak 33,49% yang berada pada kategori cukup baik, sebanyak 7,69% yang berada pada kategori kurang dan masih terdapat 2,56% yang berada pada kategori sangat kurang dan pada siklus II 35 aspek (83,01%) berada pada kategori sangat baik dan 7 aspek (16,99%) berada pada kategori baik, sedangkan kategori cukup, kurang, dan sangat kurang tidak ada (0,00%). Sedangkan Aktivitas siswa juga terjadi peningkatan pada siklus I dan siklus II yaitu, sebanyak 55,21 % berada pada kategori aktif dan 45,08% berada pada kategori tidak aktif, dan pada siklus II Sebanyak 71,11 % barada pada kategori aktif, sebanyak 26,89% berada pada kategori tidak aktif. Terbukti secara signifikan bahwa strategi pemodelan dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pinrang yaitu, pada siklus I sebanyak 2 siswa (6,25%) yang berada pada kategori sangat baik. Sebanyak 9 siswa (28,13%) memperoleh nilai baik. Sebanyak 14 siswa (43,75%) berada pada kategori cukup. Sebanyak 7 siswa (21,88%) berada pada karegori kurang dan tidak ada siswa (0,00%) berada pada kategori sangat kurang, dan sebanyak 8 siswa (25,00%) yang berada pada kategori sangat baik. Sebanyak 18 siswa (56,25%) berada pada kategori baik. Sebanyak 6 siswa (18,735) berada pada kategori cukup. Tidak ada siswa (0,00%) berada pada kategori kurang dan sangat kurang. Dan dinyatakan tuntas. Hal ini terlihat sebanyak 28 siswa (87,50%) berada pada kategori tuntas dan sebanyak 4 siswa (12,50%) berada pada kategori tidak tuntas. Oleh karena ketuntasan klasikal telah tuntas, yaitu 87,50% ≥ 85,00%, maka pembelajaran kemampuan berbicara melalui pelatihan kepewaraan dengan menggunakan strategi pemodelan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pinrang dinyatakan berhasil dan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

 

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)