HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Jasa Pembuatan Tesis Depok 2016/2017

1. Pengembangan Model Musrenbang Kecamatan pada Perencanaan Pembangunan di Kota Depok

 

Abstrak

Penelitian ini penting dan mendesak untuk dilakukan karena usulan dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) masih dipertanyakan oleh masyarakat dan belum sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, terutama kegiatan yang menyangkut pemberdayaan masyarakat. Pada penelitian ini dirumuskan arah baru skema model pengembangan musrenbangcam berbasis kesejahteraan berdasarkan informasi dan data yang mendetail tentang kebutuhan masyarakat.

 

Tujuan khusus penelitian adalah menemukan model pengembangan musrenbang kecamatan yang dapat digunakan oleh Pemerintah Kecamatan sebagai acuan dalam menentukan prioritas kegiatan yang benar-benardibutuhkan masyarakat dan memberdayakan masyarakat kecamatan sehingga memperkuat basis kemandirian Kota Depok.Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitiatif dalam dua tahap selama dua tahun. Pada tahun pertama, dilakukan desk reseach berupa telaah dokumen dan wawancara mendalam terkait kebijakan publik di Kota Depok menyangkut pengaturan pelaksanaan Musrenbangcam. Metode yang digunakan adalah analisis isi, focus group discussion, dan telaah pakar. Hasilnya berupa deskripsi berdasarkan legal framework Musrenbangcam di Kota Depok (dokumen-dokumen Musrenbangcam), dielaborasi/dianalisis dengan pendapat aktor-aktor/informan kunci berdasarkan teori perencanaan, teori kebijakan publik dan legal framework. Pada tahun kedua, metode yang akan digunakan adalah pengamatan lapangan dan wawancara mendalam (termasuk justifikasi pakar). Pengamatan lapangan dilakukan di Kantor Kecamatan Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Cilodong, Kantor DPRD Kota Depok dan Kecamatan lainnya jika diperlukan.

 

Temuan tahun kedua yang diharapkan ada dua hal :

Pertama, deskripsi proses interaksi para aktor dalam Musrenbangcam. Obyek yang diamati adalah praktek Musrenbang Kecamatan yang mencakup pendaftaran peserta; acara pembukaan; sidang pleno aktor dan narasumber; peran fasilitator, pembahasan rancangan rencana pembangunan; diskusi kelompok penajaman isu proritas pembangunan kecamatan; perumusan prioritas usulan program dan kegiatan; pleno pemaparan prioritas pembangunan kecamatan; kesepakatan hasil musrenbang; dan penandatanganan berita acara oleh perwakilan aktor dan pengesahan Camat.

Kedua, adalah hasil akhir dari semua proses penelitian yaitu Naskah Pengembangan Model Musrenbangcam Kecamatan pada Perencanaan Pembangunan di Kota Depok berdasarkan temuan penelitian tahun pertama dan tahun kedua.

 

2. Kemampuan Perencana Pembangunan di Daerah (Kasus di Kantor Bappeda Kota Depok)

 

Abstrak

Kebutuhan jumlah tenaga fungsional perencana pembangunan di sektor pemerintahan adalah besar, namun karena permintaan kebutuhan sesuai dengan kualifikasi tidak terpenuhi maka diisi oleh kompetensi lain, implikasinya antara lain pada kualitas perencanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan. Kegagalan perencanaan pembangunan terjadi karena pelaksana yang terlibat dalam aktivitas perencanaan pembangunan tidak kompeten dalam bidang yang dikerjakannya, sehingga perencanaan dan aturan yang sudah dibuat dengan sangat baik dalam implementasinya tidak seperti seharusnya. Terjadi Kesenjangan antara kompetensi perencana dengan kualitas rencana pembangunan. Tujuan dari penelitian adalah menggali data faktual mengenai kemampuan perencana pembangunan melalui dimensi pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja terhadap proses penyusunan perencanaan pembangunan di Kantor Bappeda Kota Depok. Pendekatan explanatory survai digunakan untuk mendeskripsikan hal-hal yang mengandung fakta, klasifikasi dan pengukuran. Secara fakta, Kantor Bappeda Kota Depok tidak memiliki tenaga fungsional perencana. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian hibah bersaing 2013 tentang pengembangan model musrenbang kecamatan pada perencanaan pembangunan di Kota Depok yang dapat memberikan kontribusi dengan penekanan pada peningkatan kemampuan perencana di Bappeda dan di unit-unit pemerintahan daerah untuk mendukung dan memperkuat basis kemandirian Kota Depok sehingga program/kegiatan yang diusulkan dalam realisasinya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Penelitian ini ditargetkan menghasilkan manfaat berupa luaran yaitu :

  • memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kemampuan perencana pembangunan melalui dimensi pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja terhadap penyusunan perencanaan pembangunan daerah;
  • sebagai bahan kajian lebih lanjut bagi penelitian dan pengembangan ilmu administrasi negara khususnya penyusunan perencanaan pembangunan daerah;
  • bagi kantor Bappeda Kota Depok merupakan masukan dalam menentukan penerimaan pegawai khususnya tenaga fungsional perencana;
  • artikel jurnal ilmiah terakreditasi/tidak terakreditasi yang terdaftar/terindeks.

 

Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan, kemampuan pegawai di Kantor Bappeda Kota Depok memiliki kontribusi cukup baik terhadap proses penyusunan perencanaan pembangunan. Pengaruh dari masing-masing dimensi kemampuan pegawai berbeda-beda. Kemampuan perencana pembangunan yang memberikan pengaruh paling besar adalah pengalaman kerja. Sedangkan pendidikan memberikan pengaruh paling kecil.

 

3. Implementasi Kebijakan Anggaran Pendidikan terhadap Kualitas Pelayanan di Kota Depok

 

Abstrak

Penelitian ini bermaksud melihat sejauh mana pengaruh implementasi kebijakan anggaran pendidikan terhadap kualitas pelayanan pendidikan. Lokasi penelitian difokuskan di Kota Depok. Pemilihan lokasi Kota Depok didasarkan pada pertimbangan masih ada penduduk di Kota Depok yang buta huruf dan angka rata-rata lama sekolah (ARLS) meningkat dari tahun 2005 sebesar 10,64 menjadi 10,68 di tahun 2009 dan 10,69 pada 2010. Hal ini menunjukkan rata-rata penduduk Depok mengenyam pendidikan lebih dari 10 tahun atau setara dengan kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA).

 

Tujuan dari penelitian ini adalah :

  • memperoleh pemahaman tentang komunikasi organisasi, sumber daya, dan sikap pelaksana yang merupakan dimensi dari implementasi kebijakan public
  • Memperoleh gambaran umum melalui hasil kajian dan analisis tentang implementasi kebijakan anggaran, dan pengaruhnya terhadap kualitas pelayanan pendidikan.

 

Sedangkan manfaat penelitian ini adalah menambah khasanah kajian implementasi kebijakan publik atau kebijakan pemerintah pada umumnya. Secara praktis dapat memberikan masukan bagi para praktisi, khususnya yang secara langsung menangani bidang kebijakan anggaran, seperti anggota legislatif dan eksekutif daerah.

 

Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa secara umum faktor implementasi kebijakan mempunyai hubungan negatif dengan pengaruh terhadap kualitas pelayanan pendidikan. Sedangkan secara parsial, faktor komunikasi organisasi dan sikap para pelaksana mempunyai hubungan positif, namun pengaruhnya tidak terlalu besar. Sedangkan dukungan sumber daya tidak mempunyai pengaruh terhadap kualitas layanan pendidikan. Secara umum, implementasi kebijakan anggaran tidak mempunyai pengaruh terhadap kualitas pelayanan pendidikan.

 

 

4. Konsumsi Gizi dan Aktifitas Fisik Usia Lanjut di Kota Depok Kaitannya dengan Status Kesehatan dan Kemampuan Kognitif

 

Abstrak

Bertambahnya usia berkaitan erat dengan menurunnya komposisi tubuh dan meningkatnya risiko morbiditas, gangguan fungsional dan kematian. Perubahan fisiologis dan struktur otak yang terjadi seiring dengan pertambahan usia, penyakit yang diderita serta faktor diit secara kumulasi akan mempengaruhi status kesehatan dan kemampuan kognitif usia lanjut. Mengingat populasi usia lanjut cenderung meningkat, perhatian perlu diarahkan pada kelompok usia ini.

 

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi gizi dan aktifitas fisik terhadap status kesehatan dan kemampuan kognitif usia lanjut di Kota Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, mencakup data konsumsi pangan dan gizi, aktifitas fisik, skor kesehatan dan kemampuan kognitif usia lanjut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada korelasi antara perilaku makan dan konsumsi zat gizi terhadap skor kesehatan usia lanjut, sedangkan aktifitas fisik berkorelasi positif terhadap skor kesehatan, r =0.213*. Energi, lemak dan tiamin berkorelasi positif terhadap kemampuan kognitif, dan ternyata aktifitas fisik juga berkorelasi positif terhadap kemampuan kognitif usia lanjut, r=207*.

 

Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa usia lanjut harus tetap mengonsumi pangan bergizi sumber energi dan tiamin untuk mempertahankan kemampuan kognitif, disamping harus senantiasa aktif secara fisik untuk mempertahankan status kesehatan dan kemampuan kognitifnya.

 

 

5. Efektivitas Alat Bantu Bola Plastik terhadap Keterampilan Servis Bawah Permainan Bola Voli pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Beji I Depok

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas alat bantu bola plastik dalam mengajar keterampilan servis bawah permainan bola voli. dalam proses belajar mengajar bola voli, menuntut guru untuk mengarahkan dan memberi contoh gerakan dengan benar dan baik, sedangkan siswa dituntut untuk memperhatikan bentuk-bentuk gerakan yang diperagakan guru. penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yang dilaksanakan di sekolah dasar negeri beji I Depok pada kelas VI tahun ajaran 1994/1995 catur wulan satu (1), dengan jumlah sampel 36 putra dan putri. data dikumpulkan melalui tes awal dan akhir tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: ” Uji Anava Arah”.

 

 

6. Persepsi Anggota terhadap Peran Kelompok Tani pada Penerapan Teknologi Usahatani Belimbing (Kasus Kelompok Tani Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan Kota Depok)

 

Abstrak

Pemberdayaan petani menjadi tujuan utarna pembangunan pertanian saat ini dan masa-masa yang akan datang. Pemberdayaan petani akan mengarah pada kemandirian petani dalam berusahatani. Kemandirian petani dapat ditumbuhkembangkan dalam suatu kegiatan kelompok. Dalam penyuluhan pertanian, pendekatan kelompok merupakan motode yang efektif digunakan. Fungsi kelompok di antaranya sebagai forum belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi usahatani. Dalam proses pengambilan keputusan Wltuk terlibat dalam kegiatan kelompok sangat terkait pada persepsi seseorang terhadap kelompoknya. Persepsi yang henar terhadap suatu objck sangat diperlukan, karena persepsi merupakan dasar pembentukan sikap dan perilaku. Rendahnya kesadaran anggola kelompok untuk mempertahankan kelompoknya agar tetap utuh dan solid, rnerupakan masaLah yang sering dihadapi oleh suatu kelompok. Oleh karena itu perlu dikaji antara peran kelompok yang dipersepsikan oleh anggota kelompok dengan peran kelompok yang dideskripsikan oleh Departemen Pertanian, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani. Penelitian ini mengkaji persepsi anggotn terhadap peran kelompok tani berdasarkan kemampuan anggota dalam penerapan teknologi usahatani.

 

Tujuan penelitian adalah untuk :

  • mengidentifikasi persepsi anggota terhadap peran kelompok tani dan kemampuan anggota kelompok tani dalam penerapan teknologi usahatani belimbing,
  • menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani, dan
  • menganalisis hubungan antara persepsi anggota terhadap peran kelornpok tani dengan kemampuan anggota dalam penerapan teknologi usahatani belimbing. dan
  • membandingkan antara peran kelompok tani yang dipersepsikan anggota dengan peron kelompok yang dideskrepsikan oleh Departemen Pertanian.

 

Penelitian dilakukan di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Pertimbangan dipilihnya lokasi ini adalah karena daerah tersebut merupakan salah satu daerah penghasil belimbing varietas Dewa yang rnerupakan komoditas unggulan KOla Depok. Pengumpulan data dilaksanakan selama empat bulan, sejak Februari sampai dengan bulan Mei 2009. Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 70% dari populasi di empat kelompok tani sehingga berjumlah 40 orang. Sampel diambil secara acak dari seluruh anggota kelompok tani yang ada.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai kelas belajar, unit produksi usahatani dan wahana kerjasama tergolong cukup baik. Kemampuan anggota terhadap penerapan teknologi usahatani tergolong tinggi. faktor inlernal anggota kelompok tergolong cukup baik pada indikator pendidikan formal, pendidikan nonformal, luas lahan, motivasi dan pengaLaman usahatani. Umur anggota kelompok sebagian besar tergolong dewasa. Sedangkan indikator persepsi anggota terhadap kepemimpinan kelompok dan kerjasama dengan kelompok lain dan penyuluh tergolong tinggi. Faktor cksternal anggota kelompok tergolong cukup baik pada indikator akses anggota lerhadap informasi dan maofaat yang diperoleh anggota dari kelompok, kecuali keterlibatan anggota lerhadap kelompok tergolong tinggi. Hubungan faktor internal anggota kelompok dengan persepsi anggota kelompok tani terhadap peran kelompok memperlihatkan bahwa umur berkoreLasi negatif dengan persepsl anggota terhadap peran kelompok tani sebagai kelas belajar. Luas laban berkorelasi sangat nyata (p<O,O1) dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai unit produksi usabatani dan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama. Persepsi anggota lerhadap kepemimpinan kelompok dan kerjasama dengan kelompok lain dan penyuluh berkorelasi sangal nyata (p<O,O1) dengan persepsi aoggota terhadap peran kelompok tani 5ehagai kelas belajar. Motivasi berkorelasi negatif dengan persepsi anggota terhadap pecan kelompok sebagai unit produksi usahatani. Pengalaman usahatani berkorelasi nyata (p<O,05) dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai unit produksi usahatani dan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama. Hubungan faktor eksternal anggota kelompok dengan persepsi anggota kelompok tani terhadap peran kelompok memperlihatkan akses anggota terhadap informasi berkorelasi negatif dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok sebagai kelas belajar. Akses anggota terhadap infonnasi berkorelasi nyata (p<o,05) dengao persepsi aoggota terhadap perao kelompok sebagai wahana kerjasama. Keterlibatan anggota dalam kegiatan kelompok berkorelasi nyata (p<O,05) dengao persepsi anggota terhadap perao kelompok tani sebagai kelas belajar, Manfaat yang diperoleh dari kelompok berkorelasi negatif dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai unit produksi usahatani. Hubungan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani dengan kemampuan anggota dalam penerapan teknologi usahatani memperlihatkan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai kelas belajar berkorelasi nyata (p<O,05) dengan kemampuan anggota dalam penguasaan teknologi budidaya. Persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama berkorelasi nyala (p<O,05) dengan kemampuan anggota dalam penguasaan teknologi budidaya. Persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai ke1as belajar berkorelasi sangat nyata (0,01) dengan kemampuan anggota dalam memanfaatkan sarana produksi. Persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama berkorelasi nyata (p<0,05) dengan kemampuan anggota dalam memanfaatkan sarana produksi. Persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai unit produksi usahatani berkorelasi nyata (p<O,05) dengan kemampuan anggota dalam memperoleh kredit dan memasarkan hasil. Persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama berkorelasi nyata (p<O.05) dengan kemampuan anggota dalam memperoleh kredit dan memasarkan hasil. Peran kelompok tani yang dipersepsikan oleh anggota kelompok sudah mengarah dengan yang dideskripsikan oleh Departemen Pertanian. Namun perannya belum optimal.

 

 

7. Pengaruh Service Quality dan Servicescape terhadap Kepuasan serta Dampaknya terhadap Loyalitas Nasabah PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk Cabang Depok

 

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan nasabah pada PT.Adira Dinamika Multi Finance Tbk cabang Depok. Dalam hal ini penyelenggaraan pelayanan nasabah diamati dalam empat aspek, yaitu Service Quality, Servicescape, kepuasan serta dampaknya terhadap loyalitas nasabah Adira Finance cabang Depok. Penelitian ini adalah penelitian percobaan lapangan dan dilakukan untuk mengetahui dan menjawab korelasi tiga hipotesis utama yaitu :

  • Service Quality akan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan nasabah,
  • Servicescape akan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan nasabah
  • kepuasan nasabah berdampak secara signifikan terhadap loyalitas nasabah.

Subyek penelitian ini adalah nasabah yang datang langsung atau mendapat pelayanan langsung dari PT. Adira Finance cabang Depok. Dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan alat bantu analisis menggunakan program SPSS for Windows 16.0 dan untuk menguji pengaruh variabel X , Y dan Z metode penelitian tersebut menggunakan Structural Equation Modeling dengan model LISREL 8.70. Sampel penelitian ini dilaksanakan melalui kuisioner secara langsung dengan jumlah responden nasabah sebanyak 397 nasabah namun yang dapat diterima dalam penelitian ini hanya 300 nasabah.

 

Hasil analisis menunjukan bahwa terdeteksi hubungan yang signifikan antara Service Quality dengan kepuasan serta dampaknya terhadap loyalitas nasabah dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Servicescape dengan kepuasan serta dampaknya kepada loyalitas nasabah. Serta terdapat hubungan yang siginfikan antara Service Quality dan Sercvicescape secara bersama sama terhadap kepuasan serta dampaknya terhadap loyalitas nasabah Adira cabang Depok. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kepuasan dan loyalitas nasabah Adira Finance cabang Depok lebih dipengaruhi oleh Service Quality dibandingkan dengan Servicescape. Jika Service Quality dan Servicescape digabungkan, maka akan semakin mempengaruhi kepuasan nasabah. Oleh karena itu PT.Adira Dinamika Multi Finance Tbk, cabang Depok sebaiknya harus melakukan evaluasi terhadap Service Quality dan Servicescape secara bersama sama untuk meningkatkan kepuasan nasabah yang juga akan berdampak terhadap loyalitas nasabah Adira Finance cabang Depok.

 

 

8. Partisipasi Masyarakat Depok dalam Pengelolaan Sampah Terpadu

 

Abstrak

Persoalan sampah telah menimbulkan keresahan masyarakat dan menghambat aktivitas masyarakat. Onggokan sampah tidak lagi terpusat di sejumlah TPS, tetapi meluas hingga ke jalan raya dan tempat-tempat umum. Diusulkan bahwa salah satu upaya menanggulangi masalah sampah melalui partisipasi masyarakat untuk melakukan gerakan 3R. lokasi geografis kota depok yang bertetangga dengan DKI Jakarta dalam kawasan jabodetabek. Untuk mencapai pemerintah daerah yang partisipasif diperlukan upaya yang serius untuk menyusun startegi dan kebijakan yang tepat guna merealisasi pemerintah yang daerah partisipasif. Upaya ini seyogyanya dilandaskan pada kajian akademis yang memadai dan komprehensif. Dengan mempertimbangkan latar belakang tersebut maka penelitian ini diawali dengan rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana gambaran actual partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah terpadu dikota depok ? dan, apa faktor-faktor yang mempengaruhi pastisipasi masyarakat depok dalam pengelolaan sampah terpadu.

 

 

9. Kajian terhadap Implementasi E Goverment pada Pemerintah Kota Depok

 

Abstrak

Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana implementasi e government pada Pemkot Depok melalui pertanyaan: Bagaimana kebij~an pengembangan E govt Pemkot Depok? Bagaimana organisasi dan tata kerjanya? Bagaimana kesiapan SDM pengelola E govt Pemkot Depok? Adakah dukungan dari Pirnpinan? Bagaimana pendanaannya? Serta bagaimana sarana dan prasarananya.

Dengan mengetahui pennasalahan dalam implementasi e government pada Pemkot Depok diharapkan kajian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi peningkatan kualitas e government Pemkot Depok. Selain itu, penelitian ini juga untuk mendukung pemerintah dalam mengembangkan TI sebagai jembatan membangun pemerintahan yang demokratis, transparan, dan meletakan supremasi hukum.

 

 

 

10. Politik Dalam Penyusunan Anggaran Daerah (Kasus: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Penerapan Akuntabilitas Publik dalam Penyusunan Anggaran Daerah pada Pemerintahan Kota Depok)

 

Abstrak

Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, setiap pejabat publik harus dapat bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan kebijakannya kepada publik. Kebijakan pemerintahan yang terkait dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, karena rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi.

 

Paradigma government for the people lebih mengacu kepada substansi (mekanisme politik yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan publik) artinya dalam setiap pembuatan kebijakan publik, substansi dari kebijakan publik tadi harus berpihak pada kepentingan publik. Salah satu unsur penting kebijakan publik pada pemerintahan daerah adalah penyusunan anggaran daerah. Penyusunan anggaran daerah sebaiknya mengedepankan akuntabilitas publik, karena uang yang dikelola oleh pemerintah pada hakikatnya adalah uang rakyat, sehingga rakyat selayaknya mengetahui pengelolaan anggaran daerah. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas penerapan akuntabilitas dalam penyusunan anggaran daerah antara lain kualitas kontrol yang dilaksanakan oleh pihak legislatif, kontrol administrasi internal, dan peran media massa dan opini publik.

 

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kualitas akuntabilitas khususnya dalam penyusunan anggaran daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dam analisis data menggunakan bantuan program SPSS khususnya Uji Chi Square dan Sommer’d.

 

Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kontrol legislatif, kontrol administrasi internal dan peran media massa dan opini publik terhadap kualitas akuntabilitas dalam penyusunan anggaran. Pada kasus tersebut, teori yang dikemukakan oleh Polidano dapat diterapkan. Untuk memperkuat teori Polidano, perlu memperluas sampel dan uji variabel yang lainnya, seperti fungsi ombusmand, dan partisipasi dan derajad otonomi.

 

 

11. Evaluasi Fungsi Halte sebagai Tempat Perhentian Kendaraan Penumpang Umum yang Maksimal (Studi Kasus Rute Depok-Sudirman)

 

Abstrak

Optimasi penempatan halte bus di suatu kota diusahakan optimal, karena nilai kemanfaatan bagi pengguna supaya maksimal, seperti kelancaran, kenyamanan dan keamanan pengguna. Namun kenyataannya halte tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat umum karena penempatannya yang tidak sesuai. Seperti lokasi yang jauh dari aktifitas umum, sehingga menyebabkan penumpang mencari tempat menunggu yang relatif dekat dengan pusat aktifitasnya. Hal ini menyebabkan sopir bus angkutan menaik turunkan penumpang tidak pada tempat yang semestinya dan sering juga mereka berhenti (ngetem) di halte sehingga halte tersebut menjadi padat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keadaan eksisting dan permasalahan yang terjadi pada halte di sepanjang rute Depok – Sudirman, dan menganalisis evaluasi fungsi halte sebagai tempat perhentian kendaraan penumpang umum di sepanjang rute Depok – Sudirman, dengan menggunakan pendekatan deskriptif, komparasi dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : 271/HK.105/DRJD/96.

 

Hasilnya adalah :

  • jumlah halte tidak mencukupi,
  • penempatan halte tidak sesuai dengan kebutuhan,
  • minimnya fasilitas halte yang dimiliki halte baik fasilitas utama maupun fasilitas tambahan,
  • rusak dan tidak berfungsinya fasilitas di sekitar halte sehingga halte terlihat kumuh dan berdampak pada menurunnya minat penumpang angkutan umum untuk singgah di halte.

 

12. Pengarusutamaan Manajemen Berbasis Sekolah Pada Program Studi PGSD (MBS-PGSD) Universitas Terbuka

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan peningkatan kualitas Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Sekolah Dasar (SD) Wilayah Kantor Cabang Pendidikan & Kebudayaan, Depok dan Tangerang Selatan. Selain itu berkontribusi terhadap perbaikan, implementasi, dan peningkatan kualitas pembelajaran berdasarkan konsep MBS dan membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah di sekolah. Hasil ini menjadi masukan bagi pengembangan materi pada mata kuliah MBS di program S1 PGSD-UT.

Penelitian bersifat deskriptif evaluatif yang bersifat eksploratif. Responden adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua dari setiap sekolah yang dijadikan objek penelitian. Tempat penelitian di delapan sekolah rintisan MBS di wilayah Cabang Dinas P&K Depok dan Tangerang Selatan yang masih kurang dan cukup berhasil dalam transparansi, kemandirian, kerjasama, akuntabilitas dan program yang berkelanjutan dalam program MBS. Sekolah tersebut adalah MI Darul Falah Depok, SDN Sukamaju 10 Cilodong Depok, SDN Sukamaju Cilodong Depok V, SDN 03 Rempoa Ciputat Tangerang Selatan, SDN Kedokan Cisauk Tangerang Selatan, SDN Sempora II Tangerang Selatan, MI Asy Syifa Pamulang Tangerang Selatan, dan SD Dharma Karya tangerang Serlatan berada di kategori sedang dan sangat sukses dengan nilai 66,7% -91,6%. Sementara jika ditinjau dari latar belakang (konteks), input, proses dan juga output, maka disimpulkan bahwa kedelapan dari sekolah tersebut memiliki potensi yang cukup mendukung pelaksanaan MBS. Melalui pengarusutamaan manajemen berbasis sekolah pada program S1 PGSD UT (MBS-PGSD) dengan memperhatikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan kurikulum 2013 yaitu menuntut sekolah untuk secara mandiri mengembangkan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum sekolahnya masing-masing serta menerapkan MBS dalam pengelolaan penddikan, untuk itu UT melakukan penyesuaian materi MBS di program S1 PGSD. Penyesuaian tersebut di antaranya adalah revisi bahan ajar yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum di sekolah dan memasukkan mata kuliah MBS ke dalam struktur Kurikulum Program S1 PGSD-UT. Sementara kebutuhan pengembangan modul MBS yang telah dijadikan bahan acuan pembelajaran bagi mahasiswa dengan tujuan dapat menerapkan konsep MBS dikembangkan materi MBS pada modul dengan memperhatikan kebutuhan MBS di SD dan memantapkan konsep landasan filosofis MBS, otonomi penyelenggaraan pendidikan, kebijakan pemerintah untuk menjamin MBS, desentralisasi dan desentralisasi MBS pada tingkat pendidikan di sekolah dan implentasinya. Untuk itu secara umum implementasi MBS di sekolah dan peran Program S1 PGSD UT dalam pengembangan konsep MBS dapat terwujud baik jika adanya usaha sosialisasi konsep MBS yang jelas, identifikasi peran masing-masing pembangunan kelembagaan capacity building terprogram, kegiatan pelatihan diberbagai peran sekolah berkembang dan terpenuhi secara proporsional, proses pembelajaran, evaluasi dan kegiatan lainnya dapat dilakukan dengan perbaikan-perbaikan secara bertahap.

 

13. Persepsi dan Minat Guru terhadap Bank Syariah (Studi Kasus di Beberapa Sekolah di Depok)

 

Abstrak

Tujuan penelitian adalah :

  • Bagaimana persepsi guru terhadap bank syariah?;
  • Bagaimana minat guru terhadap bank syariah?;
  • Adakah perbedaan persepsi antara guru di sekolah satu dengan sekolah lainnya terhadap bank syariah?;
  • Adakah perbedaan minat antara guru di sekolah satu dengan sekolah lainnya terhadap bank syariah?; dan
  • Adakah hubungan antara persepsi dengan minat guru terhadap bank syariah?

 

Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi Bank Syariah dalam rangka melakukan promosi tentang bank syariah. Data penelitian dikumpulkan dengan cara mengirimkan kuesioner kepada para guru. Data dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriftif kuantitatif, analisis faktor dengan menggunakan LISREL 8.54, General Linear Model (GLM), serta korelasi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

  • secara keseluruhan persepsi guru terhadap bank syariah cukup bagus (63%). Bila diurutkan persepsi guru SD (72%) lebih tinggi daripada guru SMA (68%) dan guru SMP (52%). Berdasarkan jenis sekolah, persepsi tertinggi sampai terendah terhadap bank syariah adalah dari guru SD Islam, guru SMA Islam, guru SD Umum, guru SMA Umum, guru SMP Islam dan guru SMP Umum. Persepsi guru sangat ditentukan oleh popularitas bank syariah. Bila dilihat dari sisi minat, secara keseluruhan minat guru terhadap bank syariah cukup bagus (65%);
  • Bila diurutkan minat guru SD (80%) lebih tinggi daripada guru SMA (72%) dan guru SMP (53%). Berdasarkan jenis sekolah, minat tertinggi sampai terendah terhadap bank syariah adalah dari guru SD Islam, guru SMA Islam, guru SD Umum, guru SMA Umum, guru SMP Islam dan guru SMP Umum. Minat guru sangat ditentukan oleh produk bank syariah;
  • Perbedaan persepsi terhadap bank syariah dipengaruhi oleh jenjang sekolah (p = 0,000), pendidikan (p = 0,028) dan pendapatan (p = 0,064), sedangkan faktor jenis sekolah dan status nasabah bank tidak berpengaruh;
  • Perbedaan minat terhadap bank syariah dipengaruhi oleh jenjang sekolah (p = 0,000), pendidikan (p = 0,004) dan pendapatan (p = 0,073), sedangkan faktor jenis sekolah dan status nasabah bank tidak berpengaruh; 5) Tingkat persepsi guru berkorelasi dengan tingkat minat guru sebesar 0,803 (p = 0.000).

 

Dengan kata lain persepsi dan minat guru terhadap bank syariah masih tergantung faktor jenjang sekolah, tempat bekerja, pendidikan dan pendapatan guru yang bersangkutan.

 

14. Keterkaitan Persepsi Anggota Kelompok Tani dengan Peran Kelompok Tani Dalam Perolehan Kredit Usahatani Belimbing (Kasus Kelompok Tani di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok)

 

Abstrak

Proses penyuluhan merupakan suatu proses belajar mengajar yang tidak terlepas dengan kondisi interaktif antara penyuluh dengan sasaran penyuluhan. Kegiatan penyuluhan akan lebih efektif bila dilakukan melalui kegiatan kelompok. Dalam konteks persepsi anggota kelompok tani terhadap peran kelompok tani, respon penolakan atau penerimaan terhadap peran kelompok tani dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan kelompok tani dalam mewadahi anggotanya untuk mengembangkan kemampuannya. Kemampuan anggota kelompok dalam perolehan kredit merupakan hal yang akan disajikan dalam tulisan ini, mengingat tersedianya kredit usahatani merupakan salah satu syarat pelancar pembangunan pertanian.

 

Masalah yang dikaji dalam permasalahan ini adalah :

  • faktor apakah yang berrkaitan dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani?;
  • bagaimana persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai kelas belajar, unit produksi usahatani, dan wahana kerjasama?;
  • bagaimana keterkaitan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani dengan kemampuan anggota dalam perolehan kredit hasil usahatani?

 

Data dikumpulkan dengan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 kelompok tani belimbing yang ada di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat dengan jumlah 40 responden. Variabel pengaruh pada penelitian ini adalah karakteristik anggota kelompok (X), yaitu pendidikan formal (X1), pendidikan nonformal (X2), motivasi (X3), manfaat yang diperoleh dari kelompok (X4). Variabel terpengaruhnya adalah persepsi anggota kelompok tani terhadap peran kelompok sebagai kelas belajar, unit produksi usahatani, dan unit kerjasama (Y1) dan kemampuan anggota dalam perolehan kredit hasil usahatani (Y2). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial, menggunakan uji korelasi Rank Spearman pada taraf kepercayaan 0,05%.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pendidikan nonformal, pendidikan formal, motivasi anggota kelompok, dan manfaat yang diperoleh tidak berhubungan nyata dengan persepsi anggota terhadap peran kelompok tani sebagai kelas belajar, unit produksi usahatani, dan wahana kerjasama. Untuk kemampuan anggota dalam perolehan kredit usahatani berhubungan nyata dengan peran kelompok tani sebagai unit produksi usahatani dan sebagai wahana kerjasama.

 

15. Analisis Keragaan Pasar Pembenihan dan Pendederan Ikan Gurami (Oshpronemus Gouramy) di Kelurahan Duren Mekar dan Duren Seribu Depok Jawa Barat

 

Abstrak

Adanya disparitas harga yang cukup tinggi serta menurunnya jumlah pembudidaya dan pedagang pengecer ikan gurami menyebabkan perlu diadakannya penelitian mengenai keragaan pasar ikan gurami di Kelurahan Duren Mekar dan Duren Seribu Depok Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa panjang pendeknya saluran pemasaran, fungsi pemasaran yang dilakukan pelaku pemasaran dan keragaan pasar ikan gurami yang meliputi marjin, Farmer’s Share, rasio keuntungan biaya, rasio pendapatan biaya serta keuntungan pada saat produksi langka, standar, dan melimpah. Penelitian dilakukan pada bulan Nopember-Desember 2011. Populasi pada penelitian ini adalah semua pembudidaya ikan gurami pada segmentasi usaha pembenihan dan pendederan ikan gurami dan pelaku pemasaran lainnya yaitu pengepul, pedagang pengecer, agen dan broker. Jenis instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang bersifat pertanyaan terbuka.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 saluran pemasaran telur ikan gurami dan ikan ukuran kuaci, serta 2 saluran pemasaran ikan ukuran gabah dan  manjing. Saluran pemasaran yang sesuai untuk ikan gurami adalah saluran pendek. Banyaknya fungsi pemasaran yaitu fungsi penjualan, pembelian, penyimpanan, pengangkutan, penanggulangan resiko, grading, pembiayaan dan informasi pasar menyebabkan meningkatnya biaya pemasaran dan marjin pemasaran. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keragaan pasar ikan gurami belum efisien.Namun demikian, berdasarkan rasio pendapatan biaya (TR/TC), usaha pembenihan ikan gurami layak untuk dilakukan. Tetapi, perlu dilakukan penyuluhan dan pemberdayaan kelompok tani serta pembentukan koperasi sebagai sumber informasi harga dan pusat jual beli ikan sehingga terdapat kontinuitas produk setiap saat.

 

Kata Kunci : keragaan pasar, fungsi pemasaran, pembenihan ikan gurami,pendederan ikan gurami

Leave a Reply

Alamat IDTesis Surabaya

Jl Gayungan VIII No 3, Surabaya (Carefour A Yani maju 100 m, ambil kiri ke arah Polsek Gayungan/Telkom Injoko)