Gambaran Umum Peta

Output VOSviewer yang kamu tampilkan membentuk peta co-occurrence kata kunci yang terdiri dari 47 items yang terbagi menjadi 9 cluster. Peta ini membantu melihat:
-
Tema-tema besar penelitian (cluster).
-
Kata kunci inti (node paling besar/sering muncul).
-
Keterkaitan antar-topik (hubungan/link antarnode).
-
Arah kemutakhiran topik (overlay 2024–2025).
-
Hotspot (kepadatan tema pada density).

Secara visual, pusat peta didominasi oleh kata kunci: nurses, knowledge, nursing, attitude, dan nurse. Ini menandakan diskursus riset paling kuat berkisar pada perawat sebagai aktor utama, lalu berputar pada pengetahuan dan sikap (serta turunannya seperti kompetensi/pendidikan).
Kata kunci paling dominan (berdasarkan List of keywords)
Jika dilihat dari Occurrences (seberapa sering muncul) dan Total Link Strength/TLS (seberapa kuat terhubung dengan kata kunci lain), yang paling menonjol adalah:
-
nurses — Occurrences 21, TLS 28
-
knowledge — Occurrences 11, TLS 31 (TLS tertinggi ? “penghubung” paling kuat)
-
nursing — Occurrences 11, TLS 21
-
attitude — Occurrences 6, TLS 22
-
pain management — Occurrences 9, TLS 17
-
nurse — Occurrences 7, TLS 15
-
hospital — Occurrences 7, TLS 13
-
covid-19 — Occurrences 5, TLS 7
Makna sederhananya: pengetahuan (knowledge) adalah “inti konseptual” yang paling kuat mengikat topik-topik lain, sementara nurses/nursing adalah “inti aktor & praktik”.
Ringkasan struktur tema: 9 cluster (berdasarkan List of clusters)
Di bawah ini aku bantu beri nama tema untuk tiap cluster, berdasarkan kumpulan kata kunci di dalamnya.
Cluster 1 (10 items) — Rumah sakit, staffing, dan dinamika layanan (termasuk pandemi & inovasi)
Isi: hospital/hospitals, nurse staffing, nursing staff, nurse practitioner, covid-19, sars-cov-2, chronic disease, hospital at home, organizational innovation.
Interpretasi: cluster ini menggambarkan riset yang kuat pada konteks layanan rumah sakit: pengaturan SDM (staffing), peran tenaga (nurse practitioner), tekanan layanan saat pandemi (COVID-19), hingga adaptasi model layanan seperti hospital at home dan inovasi organisasi.
Benang merah: bagaimana sistem RS menjaga mutu layanan di tengah perubahan beban kasus dan model perawatan.
Cluster 2 (7 items) — Keperawatan kritis/ICU dan pengalaman klinis (fenomenologi–pain–resusitasi)
Isi: critical care, intensive care unit, resuscitation, phenomenology, lived experience, pain, skills.
Interpretasi: fokus pada area high-acuity (ICU/critical care) dan clinical skills seperti resusitasi, dengan pendekatan yang juga menonjolkan pengalaman hidup (lived experience) dan fenomenologi.
Benang merah: kualitas praktik klinis kritis + pengalaman perawat/pasien dalam situasi intensif.
Cluster 3 (6 items) — Advanced practice, pendidikan keperawatan, dan luaran klinis (pressure injury)
Isi: advanced practice, advanced practice nursing, nursing education, cross-sectional studies, thematic analysis, pressure injury.
Interpretasi: menggambarkan jalur riset “penguatan peran” perawat melalui advanced practice dan pendidikan, ditopang metode yang sering muncul (cross-sectional, thematic analysis), serta outcome spesifik seperti pressure injury.
Benang merah: peningkatan kapasitas/level praktik ? berdampak pada luaran perawatan.
Cluster 4 (6 items) — Keperawatan anak & komunikasi keluarga (parents–children–attitudes)
Isi: pediatric, children, parents, communication, attitudes, nursing.
Interpretasi: tema mengarah ke pediatrik dan dinamika komunikasi perawat dengan anak–orang tua, termasuk aspek sikap (attitudes) yang memengaruhi interaksi dan keputusan perawatan.
Benang merah: komunikasi dan keterlibatan keluarga sebagai kunci kualitas asuhan anak.
Cluster 5 (4 items) — Perioperatif & keselamatan kerja (operating room–workplace violence)
Isi: operating room, perioperative nursing, workplace violence, nurses.
Interpretasi: fokus pada lingkungan perioperatif yang “high-stakes” dan isu keselamatan kerja seperti kekerasan di tempat kerja.
Benang merah: keselamatan tenaga keperawatan + risiko lingkungan kerja spesifik (kamar operasi).
Cluster 6 (4 items) — Sikap & manajemen nyeri + pemetaan bukti (scoping review) dalam konteks tertentu
Isi: attitude, pain management, scoping review, ethiopia.
Interpretasi: menggabungkan aspek sikap dan praktik manajemen nyeri, dengan kecenderungan pemetaan bukti (scoping review) dan konteks geografis tertentu (Ethiopia).
Benang merah: bagaimana pengetahuan/sikap memengaruhi praktik manajemen nyeri dan bagaimana evidensinya dipetakan.
Cluster 7 (4 items) — IGD: triase & quality improvement
Isi: emergency department, triage, quality improvement, nurse.
Interpretasi: klaster yang sangat “operasional” terkait alur IGD: triase dan perbaikan mutu berbasis peran perawat.
Benang merah: proses triase sebagai titik kritis mutu layanan gawat darurat.
Cluster 8 (3 items) — Knowledge–education–management (penguatan manajerial & pembelajaran)
Isi: knowledge, education, management.
Interpretasi: ini seperti “core framework” yang menghubungkan penguatan pengetahuan dengan pendidikan dan manajemen (misalnya manajemen pengetahuan, pelatihan, kebijakan unit).
Benang merah: knowledge bukan hanya konsep, tapi masuk ke desain pendidikan dan pengelolaan layanan.
Cluster 9 (3 items) — Burnout & area spesifik (oncology nursing) dengan pendekatan kualitatif
Isi: occupational burnout, oncology nursing, qualitative research.
Interpretasi: fokus pada kesejahteraan perawat (burnout) dan area layanan yang berat seperti onkologi, dengan kecenderungan pendekatan kualitatif.
Benang merah: dampak beban emosional/kerja pada kualitas hidup perawat dan implikasinya pada layanan.
Benang merah” antar-cluster
Dari network map, terlihat beberapa simpul yang berperan sebagai “pengikat”:
-
nurses / nursing = pusat praktik & aktor (menghubungkan banyak konteks: RS, IGD, ICU, perioperatif, pediatrik).
-
knowledge = simpul konseptual paling kuat (TLS tertinggi), menautkan isu praktik dengan pendidikan–manajemen.
-
attitude = simpul perilaku/psikososial yang menjembatani praktik klinis (mis. pain management) dengan cara perawat merespon situasi.
-
Tema konteks layanan mengelilingi pusat: hospital/covid/staffing, ICU/critical care, IGD triage/QI, pediatrik komunikasi, perioperatif & workplace violence, dan burnout.
Dengan kata lain, literatur yang kamu petakan membentuk narasi:
“Penguatan kualitas layanan rumah sakit sangat bergantung pada kompetensi/pengetahuan dan sikap perawat, yang kemudian termanifestasi pada berbagai setting layanan (IGD, ICU, perioperatif, pediatrik), sambil menghadapi tekanan sistem seperti staffing, pandemi, dan isu keselamatan kerja/burnout.”
Interpretasi overlay (2024–2025): topik yang relatif “lebih baru” vs “lebih mapan”
Overlay kamu memakai skala 2024.0–2025.0 (semakin ke kuning = lebih baru).
Yang tampak lebih baru/menguat (cenderung kuning) dalam peta:
-
advanced practice
-
beberapa topik layanan & organisasi seperti hospital, organizational innovation
-
beberapa tema praktik klinis seperti resuscitation (dan sebagian node terkait pembelajaran)
Yang tampak lebih awal/lebih mapan (cenderung biru–ungu):
-
triage dan quality improvement
-
cross-sectional studies (metode yang sudah umum dan stabil di periode ini)
Maknanya: riset “dasar operasional” (triase/QI) sudah cukup mapan, sementara penguatan peran dan kapasitas (advanced practice, pengembangan organisasi, beberapa skill kritis) terlihat makin naik.
Interpretasi density (hotspot & gap)
Pada density map, hotspot paling terang berada di sekitar:
-
nurses
-
nursing
-
knowledge
-
attitude
Artinya, penelitian paling padat/ramai terkonsentrasi pada inti kompetensi-perilaku (knowledge & attitude) dan praktik keperawatan (nurses/nursing).
Sementara area yang tampak lebih “terpisah” (density lebih rendah dan posisinya agak menjauh) seperti:
-
advanced practice / thematic analysis / cross-sectional studies
-
triage / quality improvement
-
occupational burnout / qualitative research
Ini bisa dibaca sebagai sub-tema spesifik yang potensial untuk dijembatani lebih kuat ke inti “knowledge–attitude–nurses”.
Implikasi: peluang riset (contoh yang nyambung dengan peta)
Kalau kamu ingin menarik “gap” jadi arah penelitian/SLR, ini beberapa contoh yang benar-benar inline dengan struktur peta:
-
Menjembatani advanced practice ? knowledge/education/management
(bagaimana program pendidikan/manajemen pengetahuan mendukung advanced practice dan dampaknya pada outcome klinis) -
Triage/QI ? kompetensi & sikap perawat
(bukan hanya proses IGD, tapi faktor perilaku dan pengetahuan perawat yang membuat QI berhasil) -
Staffing–burnout–workplace violence ? mutu layanan
(rantai sebab-akibat: beban kerja ? burnout/violence exposure ? keselamatan pasien dan kualitas asuhan) -
Pain management ? attitude/knowledge ? setting layanan (ICU/ED/pediatrik)
(memetakan apakah faktor yang sama berlaku lintas setting atau spesifik unit)











![Pengaruh Teknologi (X1), Organisasi (X2) dan Lingkungan terhadap Kinerja Organisasi Berkelanjutan dengan Digital Transformation dan Sustainable Innovation Capability sebagai Mediasi [1]](https://idtesis.com/wp-content/uploads/Pengaruh-Teknologi-X1-Organisasi-X2-dan-Lingkungan-terhadap-Kinerja-Organisasi-Berkelanjutan-dengan-Digital-Transformation-dan-Sustainable-Innovation-Capability-sebagai-Mediasi-1-60x60_c.jpg)

