HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Interpretasi Peta Riset VOSviewer: Perawat dan Rumah Sakit

Gambaran Umum Peta

Output VOSviewer yang kamu tampilkan membentuk peta co-occurrence kata kunci yang terdiri dari 47 items yang terbagi menjadi 9 cluster. Peta ini membantu melihat:

  • Tema-tema besar penelitian (cluster).

  • Kata kunci inti (node paling besar/sering muncul).

  • Keterkaitan antar-topik (hubungan/link antarnode).

  • Arah kemutakhiran topik (overlay 2024–2025).

  • Hotspot (kepadatan tema pada density).

 

Secara visual, pusat peta didominasi oleh kata kunci: nurses, knowledge, nursing, attitude, dan nurse. Ini menandakan diskursus riset paling kuat berkisar pada perawat sebagai aktor utama, lalu berputar pada pengetahuan dan sikap (serta turunannya seperti kompetensi/pendidikan).

Kata kunci paling dominan (berdasarkan List of keywords)

Jika dilihat dari Occurrences (seberapa sering muncul) dan Total Link Strength/TLS (seberapa kuat terhubung dengan kata kunci lain), yang paling menonjol adalah:

  • nurses — Occurrences 21, TLS 28

  • knowledge — Occurrences 11, TLS 31 (TLS tertinggi ? “penghubung” paling kuat)

  • nursing — Occurrences 11, TLS 21

  • attitude — Occurrences 6, TLS 22

  • pain management — Occurrences 9, TLS 17

  • nurse — Occurrences 7, TLS 15

  • hospital — Occurrences 7, TLS 13

  • covid-19 — Occurrences 5, TLS 7

Makna sederhananya: pengetahuan (knowledge) adalah “inti konseptual” yang paling kuat mengikat topik-topik lain, sementara nurses/nursing adalah “inti aktor & praktik”.

Ringkasan struktur tema: 9 cluster (berdasarkan List of clusters)

Di bawah ini aku bantu beri nama tema untuk tiap cluster, berdasarkan kumpulan kata kunci di dalamnya.

Cluster 1 (10 items) — Rumah sakit, staffing, dan dinamika layanan (termasuk pandemi & inovasi)

Isi: hospital/hospitals, nurse staffing, nursing staff, nurse practitioner, covid-19, sars-cov-2, chronic disease, hospital at home, organizational innovation.
Interpretasi: cluster ini menggambarkan riset yang kuat pada konteks layanan rumah sakit: pengaturan SDM (staffing), peran tenaga (nurse practitioner), tekanan layanan saat pandemi (COVID-19), hingga adaptasi model layanan seperti hospital at home dan inovasi organisasi.
Benang merah: bagaimana sistem RS menjaga mutu layanan di tengah perubahan beban kasus dan model perawatan.

Cluster 2 (7 items) — Keperawatan kritis/ICU dan pengalaman klinis (fenomenologi–pain–resusitasi)

Isi: critical care, intensive care unit, resuscitation, phenomenology, lived experience, pain, skills.
Interpretasi: fokus pada area high-acuity (ICU/critical care) dan clinical skills seperti resusitasi, dengan pendekatan yang juga menonjolkan pengalaman hidup (lived experience) dan fenomenologi.
Benang merah: kualitas praktik klinis kritis + pengalaman perawat/pasien dalam situasi intensif.

Cluster 3 (6 items) — Advanced practice, pendidikan keperawatan, dan luaran klinis (pressure injury)

Isi: advanced practice, advanced practice nursing, nursing education, cross-sectional studies, thematic analysis, pressure injury.
Interpretasi: menggambarkan jalur riset “penguatan peran” perawat melalui advanced practice dan pendidikan, ditopang metode yang sering muncul (cross-sectional, thematic analysis), serta outcome spesifik seperti pressure injury.
Benang merah: peningkatan kapasitas/level praktik ? berdampak pada luaran perawatan.

Cluster 4 (6 items) — Keperawatan anak & komunikasi keluarga (parents–children–attitudes)

Isi: pediatric, children, parents, communication, attitudes, nursing.
Interpretasi: tema mengarah ke pediatrik dan dinamika komunikasi perawat dengan anak–orang tua, termasuk aspek sikap (attitudes) yang memengaruhi interaksi dan keputusan perawatan.
Benang merah: komunikasi dan keterlibatan keluarga sebagai kunci kualitas asuhan anak.

Cluster 5 (4 items) — Perioperatif & keselamatan kerja (operating room–workplace violence)

Isi: operating room, perioperative nursing, workplace violence, nurses.
Interpretasi: fokus pada lingkungan perioperatif yang “high-stakes” dan isu keselamatan kerja seperti kekerasan di tempat kerja.
Benang merah: keselamatan tenaga keperawatan + risiko lingkungan kerja spesifik (kamar operasi).

Cluster 6 (4 items) — Sikap & manajemen nyeri + pemetaan bukti (scoping review) dalam konteks tertentu

Isi: attitude, pain management, scoping review, ethiopia.
Interpretasi: menggabungkan aspek sikap dan praktik manajemen nyeri, dengan kecenderungan pemetaan bukti (scoping review) dan konteks geografis tertentu (Ethiopia).
Benang merah: bagaimana pengetahuan/sikap memengaruhi praktik manajemen nyeri dan bagaimana evidensinya dipetakan.

Cluster 7 (4 items) — IGD: triase & quality improvement

Isi: emergency department, triage, quality improvement, nurse.
Interpretasi: klaster yang sangat “operasional” terkait alur IGD: triase dan perbaikan mutu berbasis peran perawat.
Benang merah: proses triase sebagai titik kritis mutu layanan gawat darurat.

Cluster 8 (3 items) — Knowledge–education–management (penguatan manajerial & pembelajaran)

Isi: knowledge, education, management.
Interpretasi: ini seperti “core framework” yang menghubungkan penguatan pengetahuan dengan pendidikan dan manajemen (misalnya manajemen pengetahuan, pelatihan, kebijakan unit).
Benang merah: knowledge bukan hanya konsep, tapi masuk ke desain pendidikan dan pengelolaan layanan.

Cluster 9 (3 items) — Burnout & area spesifik (oncology nursing) dengan pendekatan kualitatif

Isi: occupational burnout, oncology nursing, qualitative research.
Interpretasi: fokus pada kesejahteraan perawat (burnout) dan area layanan yang berat seperti onkologi, dengan kecenderungan pendekatan kualitatif.
Benang merah: dampak beban emosional/kerja pada kualitas hidup perawat dan implikasinya pada layanan.

Benang merah” antar-cluster

Dari network map, terlihat beberapa simpul yang berperan sebagai “pengikat”:

  • nurses / nursing = pusat praktik & aktor (menghubungkan banyak konteks: RS, IGD, ICU, perioperatif, pediatrik).

  • knowledge = simpul konseptual paling kuat (TLS tertinggi), menautkan isu praktik dengan pendidikan–manajemen.

  • attitude = simpul perilaku/psikososial yang menjembatani praktik klinis (mis. pain management) dengan cara perawat merespon situasi.

  • Tema konteks layanan mengelilingi pusat: hospital/covid/staffing, ICU/critical care, IGD triage/QI, pediatrik komunikasi, perioperatif & workplace violence, dan burnout.

Dengan kata lain, literatur yang kamu petakan membentuk narasi:

“Penguatan kualitas layanan rumah sakit sangat bergantung pada kompetensi/pengetahuan dan sikap perawat, yang kemudian termanifestasi pada berbagai setting layanan (IGD, ICU, perioperatif, pediatrik), sambil menghadapi tekanan sistem seperti staffing, pandemi, dan isu keselamatan kerja/burnout.”

Interpretasi overlay (2024–2025): topik yang relatif “lebih baru” vs “lebih mapan”

Overlay kamu memakai skala 2024.0–2025.0 (semakin ke kuning = lebih baru).

Yang tampak lebih baru/menguat (cenderung kuning) dalam peta:

  • advanced practice

  • beberapa topik layanan & organisasi seperti hospital, organizational innovation

  • beberapa tema praktik klinis seperti resuscitation (dan sebagian node terkait pembelajaran)

Yang tampak lebih awal/lebih mapan (cenderung biru–ungu):

  • triage dan quality improvement

  • cross-sectional studies (metode yang sudah umum dan stabil di periode ini)

Maknanya: riset “dasar operasional” (triase/QI) sudah cukup mapan, sementara penguatan peran dan kapasitas (advanced practice, pengembangan organisasi, beberapa skill kritis) terlihat makin naik.

Interpretasi density (hotspot & gap)

Pada density map, hotspot paling terang berada di sekitar:

  • nurses

  • nursing

  • knowledge

  • attitude

Artinya, penelitian paling padat/ramai terkonsentrasi pada inti kompetensi-perilaku (knowledge & attitude) dan praktik keperawatan (nurses/nursing).

Sementara area yang tampak lebih “terpisah” (density lebih rendah dan posisinya agak menjauh) seperti:

  • advanced practice / thematic analysis / cross-sectional studies

  • triage / quality improvement

  • occupational burnout / qualitative research
    Ini bisa dibaca sebagai sub-tema spesifik yang potensial untuk dijembatani lebih kuat ke inti “knowledge–attitude–nurses”.

 

Implikasi: peluang riset (contoh yang nyambung dengan peta)

Kalau kamu ingin menarik “gap” jadi arah penelitian/SLR, ini beberapa contoh yang benar-benar inline dengan struktur peta:

  1. Menjembatani advanced practice ? knowledge/education/management
    (bagaimana program pendidikan/manajemen pengetahuan mendukung advanced practice dan dampaknya pada outcome klinis)

  2. Triage/QI ? kompetensi & sikap perawat
    (bukan hanya proses IGD, tapi faktor perilaku dan pengetahuan perawat yang membuat QI berhasil)

  3. Staffing–burnout–workplace violence ? mutu layanan
    (rantai sebab-akibat: beban kerja ? burnout/violence exposure ? keselamatan pasien dan kualitas asuhan)

  4. Pain management ? attitude/knowledge ? setting layanan (ICU/ED/pediatrik)
    (memetakan apakah faktor yang sama berlaku lintas setting atau spesifik unit)