Kemandirian dalam activities of daily living (ADL) adalah kemampuan seseorang melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain, mulai dari makan, mandi, dan berpakaian sampai berbelanja dan mengatur obat. Variabel ini sangat sering diteliti di tesis keperawatan gerontik dan keperawatan medikal bedah, terutama pada lansia, pasien stroke, dan pasien penyakit kronis. Kemandirian menentukan kebutuhan perawatan, beban keluarga, dan kualitas hidup. Artikel ini membahas pengertian kemandirian dan ADL, perbedaan ADL dasar dan instrumental, tiga alat ukur yang paling sering dipakai, data lansia Indonesia, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian Kemandirian dan ADL
ADL adalah kegiatan yang dilakukan setiap hari untuk merawat diri dan hidup di masyarakat. Lawan dari kemandirian adalah ketergantungan, yaitu keadaan ketika seseorang membutuhkan bantuan orang lain atau alat untuk melakukan kegiatan itu. Dalam penelitian, kemandirian biasanya diukur dari kemampuan yang benar-benar dilakukan, bukan dari kemampuan yang menurut responden “bisa” dilakukan.
Kegiatan sehari-hari dibagi menjadi dua kelompok.
| Kelompok | Isi | Contoh kegiatan |
|---|---|---|
| ADL dasar (basic ADL) | Kegiatan merawat diri yang paling dasar | Makan, mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah tempat, menahan buang air |
| ADL instrumental (instrumental ADL, IADL) | Kegiatan yang lebih kompleks untuk hidup mandiri di masyarakat | Menelepon, berbelanja, memasak, membersihkan rumah, memakai transportasi, mengatur obat dan keuangan |
Biasanya, kemampuan IADL menurun lebih dulu daripada ADL dasar. Karena itu, penelitian pada lansia yang masih tinggal di rumah sering memakai IADL untuk menemukan penurunan sejak dini, sedangkan penelitian pada pasien stroke atau lansia di panti lebih sering memakai ADL dasar.
Alat Ukur Kemandirian

| Instrumen | Yang diukur | Isi dan skoring |
|---|---|---|
| Indeks Barthel (Mahoney & Barthel, 1965) | ADL dasar | 10 kegiatan: makan, mandi, berdandan, berpakaian, buang air besar, buang air kecil, ke toilet, berpindah, berjalan, naik tangga; skor 0–100 pada versi asli, makin tinggi makin mandiri |
| Indeks Katz (Katz dkk., 1963) | ADL dasar | Enam kegiatan: mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah, menahan buang air, makan; dinilai mandiri atau bergantung |
| Skala Lawton (Lawton & Brody, 1969) | ADL instrumental | Delapan kegiatan: menelepon, berbelanja, menyiapkan makanan, membersihkan rumah, mencuci, transportasi, mengatur obat, mengatur keuangan |
Indeks Barthel paling sering dipakai pada pasien stroke dan rehabilitasi karena peka terhadap perubahan kemampuan merawat diri. Indeks Katz lebih ringkas dan banyak dipakai pada survei lansia. Skala Lawton dipakai untuk lansia yang masih tinggal di rumah. Tinjauan sistematis Kelbling dkk. (2024) atas 15 skala ADL instrumental menemukan skala Lawton paling banyak diteliti, dengan reliabilitas, validitas konstruk, dan konsistensi internal yang baik, tetapi validitas kriteria sedang; secara umum, data sifat pengukuran skala IADL masih terbatas.
Ada versi indeks Barthel dengan skor 0–20 dan beberapa cara membagi kategori ketergantungan (ringan, sedang, berat, total). Batas kategori berbeda antarsumber, sehingga sebutkan versi dan sumber kategorinya di Bab 3.
Instrumen ketergantungan untuk pasien rawat inap
Selain ADL, beberapa penelitian keperawatan memakai skala ketergantungan perawatan. Nursiswati dkk. (2020) menguji Care Dependency Scale pada 109 pasien stroke di empat rumah sakit di Indonesia. Konsistensi internalnya sangat tinggi (alpha 0,98) dan skornya berkorelasi sedang dengan indeks Barthel. Skala ini menilai kebutuhan bantuan perawatan secara lebih luas daripada ADL, termasuk komunikasi dan aktivitas belajar.
Cara Menilai: Wawancara, Laporan Keluarga, atau Pengamatan
Instrumen ADL bisa diisi dengan tiga cara. Pilihan cara memengaruhi hasil, sehingga perlu dijelaskan di Bab 3.
| Cara | Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|---|
| Wawancara dengan lansia | Mudah dan cepat | Lansia bisa melebihkan kemampuannya; sulit bila ada gangguan kognitif |
| Laporan keluarga atau pengasuh | Berguna bila lansia sulit berkomunikasi | Keluarga bisa meremehkan atau melebihkan kemampuan |
| Pengamatan langsung oleh perawat | Paling menggambarkan kemampuan nyata | Butuh waktu; perlu panduan dan uji kesepakatan antarpengamat |
Pada penelitian di rumah sakit, pengamatan perawat sering dipakai untuk indeks Barthel. Pada survei komunitas, wawancara lebih praktis. Bila lebih dari satu orang menilai, latih penilai dengan panduan yang sama.
Kemandirian dalam Teori Keperawatan
Konsep kemandirian dekat dengan teori self-care Orem. Dalam teori itu, ketika kemampuan merawat diri seseorang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, terjadi defisit perawatan diri, dan perawat memberi bantuan sesuai tingkat defisit tersebut: membantu sepenuhnya, membantu sebagian, atau memberi dukungan dan edukasi. Skor ADL bisa dipakai untuk menggambarkan tingkat defisit itu secara konkret. Penjelasan teorinya ada di artikel self-care Orem. Pada lansia di rumah, peran keluarga sebagai pemberi bantuan juga penting, sehingga dukungan keluarga sering diteliti bersama kemandirian.
Data Kemandirian Lansia di Indonesia
- Data nasional. Handajani dkk. (2022) menganalisis data Indonesia Family Life Survey gelombang ke-5 pada 4.236 orang berusia 60 tahun ke atas. Sebanyak 12,7% bergantung dalam ADL dasar (indeks Katz) dan 25,6% bergantung dalam IADL (indeks Lawton). Ketergantungan berhubungan dengan usia lebih tua, tinggal di desa, kepuasan hidup rendah, kesehatan yang dirasakan buruk, modal sosial rendah, depresi, penyakit kronis, demensia, aktivitas fisik rendah, kelebihan berat badan, riwayat jatuh, dan insomnia.
- Lansia di pedesaan Bali. Suyasa dkk. (2023) meneliti 1.053 lansia di rumah di daerah pedesaan Bali. Sebanyak 8% mengalami disabilitas IADL. Depresi merupakan faktor terkuat (OR 7,87), diikuti usia dan gangguan pendengaran.
Kedua penelitian memakai desain potong lintang, sehingga hubungan yang ditemukan belum menunjukkan arah sebab-akibat. Depresi bisa menurunkan kemandirian, tetapi ketergantungan juga bisa menimbulkan depresi. Perhatikan juga perbedaan angka antarpenelitian. Prevalensi ketergantungan IADL 25,6% pada data nasional dan 8% di pedesaan Bali tidak bisa langsung dibandingkan, karena populasi, cara wawancara, dan cara menentukan batas ketergantungan berbeda. Saat menulis latar belakang di Bab 1, sebutkan instrumen dan populasi di balik setiap angka yang Anda kutip, lalu pilih data yang paling mirip dengan populasi penelitian Anda.
Pelajaran untuk tesis Anda: pertimbangkan depresi dan aktivitas fisik sebagai variabel yang berkaitan dengan kemandirian lansia.
Posisi Kemandirian dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel terikat | Faktor yang berhubungan dengan kemandirian ADL lansia | Regresi logistik bila dikategorikan mandiri dan bergantung |
| Variabel terikat pada eksperimen | Pengaruh latihan rentang gerak terhadap kemandirian pasien stroke | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon; uji Mann-Whitney untuk dua kelompok |
| Variabel bebas | Hubungan tingkat ketergantungan pasien dengan beban caregiver | Korelasi atau regresi |
| Variabel perantara | Depresi memengaruhi kualitas hidup melalui kemandirian | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
Contoh hipotesis untuk model perantara:
- H1: Depresi berpengaruh negatif terhadap kemandirian IADL lansia.
- H2: Kemandirian IADL berpengaruh positif terhadap kualitas hidup lansia.
- H3: Kemandirian IADL memediasi pengaruh depresi terhadap kualitas hidup.
Skor indeks Barthel sering tidak berdistribusi normal karena banyak lansia mendapat skor penuh atau mendekati penuh. Periksa normalitas data dan pertimbangkan uji nonparametrik.
Definisi Operasional Kemandirian
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Kemandirian ADL dasar pasien pascastroke |
| Definisi konseptual | Kemampuan melakukan kegiatan merawat diri sehari-hari tanpa bantuan orang lain (Mahoney & Barthel, 1965) |
| Definisi operasional | Skor kemampuan pasien melakukan 10 kegiatan dasar menurut pengamatan perawat atau keterangan keluarga yang merawat |
| Alat ukur | Indeks Barthel versi skor 0–100 |
| Hasil ukur | Skor 0–100; makin tinggi, makin mandiri; kategori disebutkan beserta sumbernya bila dipakai |
| Skala data | Interval, atau ordinal bila dikategorikan |
Contoh Judul Penelitian Kemandirian ADL
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis keperawatan gerontik dan lansia dan judul tesis keperawatan stroke dan persarafan. Untuk sudut pandang psikologi, lihat judul skripsi dan tesis psikologi tentang lanjut usia dan penuaan. Contoh penelitian lama bisa dilihat pada ADL lansia dan pengetahuan serta sikap keluarga.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian ADL lansia di wilayah kerja puskesmas.
- Pengaruh latihan ROM aktif terhadap kemandirian ADL pasien stroke.
- Faktor yang berhubungan dengan ketergantungan IADL lansia yang tinggal di rumah.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Kemandirian
- Tidak membedakan ADL dasar dan IADL. Keduanya menggambarkan tingkat kemampuan yang berbeda.
- Mengukur kemampuan menurut perkiraan, bukan kenyataan. Tanyakan atau amati apa yang benar-benar dilakukan.
- Tidak menyebut versi dan kategori Barthel. Versi 0–100 dan 0–20 menghasilkan angka yang berbeda.
- Mengabaikan efek atap. Banyak lansia sehat mendapat skor penuh pada ADL dasar, sehingga perubahan sulit terlihat.
- Klaim sebab-akibat dari survei sekali ambil. Hubungan depresi dan ketergantungan bisa berlangsung dua arah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Barthel atau Katz? Barthel lebih rinci dan peka terhadap perubahan, sehingga cocok untuk penelitian intervensi atau rehabilitasi. Katz lebih ringkas dan cocok untuk survei.
Siapa yang mengisi instrumen ADL? Bisa lansia sendiri, keluarga yang merawat, atau perawat melalui pengamatan. Pilih satu cara, jelaskan alasannya, dan pakai secara konsisten.
Apakah IADL masih relevan untuk lansia laki-laki yang tidak biasa memasak? Ini keterbatasan yang sering dibahas pada skala Lawton. Jelaskan bagaimana Anda menilai kegiatan yang memang tidak pernah dilakukan responden, misalnya dengan aturan skoring yang disebutkan di Bab 3.
Apakah kemandirian sama dengan aktivitas fisik? Tidak. Aktivitas fisik mengukur seberapa banyak orang bergerak, sedangkan kemandirian mengukur kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan.
Apakah kemandirian berkaitan dengan risiko jatuh? Pada data nasional yang dianalisis Handajani dkk. (2022), riwayat jatuh termasuk faktor yang berhubungan dengan ketergantungan lansia. Karena datanya potong lintang, belum jelas mana yang lebih dulu terjadi. Bila meneliti keduanya, jelaskan arah hubungan yang Anda uji dan dasar teorinya.
Berapa jumlah sampel penelitian kemandirian? Tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Sedang meneliti kemandirian lansia atau pasien? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih instrumen ADL dan menentukan posisi variabel melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan protokol intervensi melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis data, termasuk regresi logistik, melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Handajani, Y. S., Schröder-Butterfill, E., Hogervorst, E., Turana, Y., & Hengky, A. (2022). Functional dependency and its associated factors among older adults in Indonesia. Aging Medicine and Healthcare. https://doi.org/10.33879/AMH.143.2022.05051
Katz, S., Ford, A. B., Moskowitz, R. W., Jackson, B. A., & Jaffe, M. W. (1963). Studies of illness in the aged: The index of ADL: A standardized measure of biological and psychosocial function. JAMA, 185(12), 914–919. https://doi.org/10.1001/jama.1963.03060120024016
Kelbling, E., Ferreira Prescott, D., Shearer, M., & Quinn, T. J. (2024). An assessment of the content and properties of extended and instrumental activities of daily living scales: A systematic review. Disability and Rehabilitation, 46(10), 1990–1999. https://doi.org/10.1080/09638288.2023.2224082
Lawton, M. P., & Brody, E. M. (1969). Assessment of older people: Self-maintaining and instrumental activities of daily living. The Gerontologist, 9(3), 179–186. https://doi.org/10.1093/geront/9.3_Part_1.179
Mahoney, F. I., & Barthel, D. W. (1965). Functional evaluation: The Barthel Index. Maryland State Medical Journal, 14, 61–65.
Nursiswati, N., Halfens, R. J. G., & Lohrmann, C. (2020). Psychometric properties of the Care Dependency Scale in stroke survivors in Indonesian hospitals. International Journal of Nursing Sciences, 7(3), 330–336.
Suyasa, I. G. P. D., Sutini, N. K., Kamaryati, N. P., & Nuryanto, I. K. (2023). Determinant of functional disability in instrumental activities of daily living among elderly living in a rural area in Bali: A cross-sectional study. Jurnal Ners, 18(2), 110–116. https://doi.org/10.20473/jn.v18i2.45700
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









