Caring adalah sikap dan tindakan perawat yang menunjukkan kepedulian, kehadiran, dan penghargaan terhadap pasien sebagai manusia seutuhnya. Dalam keperawatan, caring sering disebut sebagai inti profesi, dan teori yang paling banyak dipakai untuk menjelaskannya adalah teori human caring dari Jean Watson. Di tesis manajemen keperawatan, perilaku caring perawat sering diteliti bersama kepuasan pasien, beban kerja, kepuasan kerja, atau kepemimpinan. Masalah yang sering muncul adalah teori dijelaskan panjang di Bab 2, tetapi kuesionernya tidak sesuai dengan teori itu. Artikel ini membahas pengertian caring, teori Watson dan 10 proses Caritas, teori Swanson sebagai pembanding, alat ukur perilaku caring, temuan penelitian di Indonesia, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian Caring dalam Keperawatan
Watson (2008) memandang caring sebagai hubungan antarmanusia yang melibatkan perawat dan pasien secara utuh, yaitu pikiran, tubuh, dan jiwa. Caring bukan sekadar melakukan tindakan keperawatan dengan ramah, tetapi kesadaran dan niat untuk hadir bagi pasien, menjaga martabatnya, dan mendukung proses penyembuhannya.
Akbari dan Nasiri (2022) menganalisis konsep proses Caritas Watson dan merangkum unsurnya sebagai berikut.
| Unsur konsep | Isi |
|---|---|
| Atribut | Kesadaran caring dan hubungan yang dapat dipercaya; dukungan bagi penyembuhan dan keutuhan pasien; komitmen etis terhadap orang lain; makna kebaikan, welas asih, dan kedamaian |
| Anteseden (yang mendahului) | Momen caring saat perawat terhubung dengan pasien; memandang manusia sebagai kesatuan pikiran, tubuh, dan jiwa; komitmen moral |
| Konsekuensi (hasil) | Hubungan perawat dan pasien membaik; perilaku caring dalam praktik; penyembuhan dalam arti pemulihan dan penataan kembali, bukan hanya kesembuhan fisik |
Bagi peneliti, analisis ini membantu membedakan sikap caring (kesadaran dan nilai perawat) dari perilaku caring (tindakan yang bisa diamati atau dinilai pasien). Kebanyakan tesis mengukur perilaku caring.
Sepuluh Proses Caritas menurut Watson

Watson awalnya merumuskan 10 faktor karatif, lalu mengembangkannya menjadi 10 proses Caritas (Watson, 2008). Ringkasan penerapan klinisnya, mengikuti Akbari dan Nasiri (2022), sebagai berikut.
| No | Proses Caritas | Penerapan dalam praktik |
|---|---|---|
| 1 | Kesadaran caring yang dilandasi kasih dan kebaikan | Merawat dengan ramah dan penuh perhatian |
| 2 | Menghargai keyakinan dan kehidupan pasien | Mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan hadir sepenuhnya |
| 3 | Kepekaan spiritual terhadap diri dan orang lain | Mendukung makna hidup pasien |
| 4 | Hubungan saling percaya | Membangun hubungan yang tenang dan dapat dipercaya |
| 5 | Menerima ungkapan perasaan | Memahami kekhawatiran, harapan, dan nilai pasien |
| 6 | Pemecahan masalah yang kreatif | Membantu pasien memahami dan menghadapi kondisinya |
| 7 | Pembelajaran bersama | Perawat dan pasien belajar bersama dalam proses penyembuhan |
| 8 | Lingkungan yang menyembuhkan | Memperhatikan kenyamanan, pencahayaan, dan privasi |
| 9 | Membantu kebutuhan dasar | Memenuhi kebutuhan dasar dengan cara yang menjaga martabat |
| 10 | Keterbukaan pada dimensi hidup dan mati | Memberi harapan dan menghargai keyakinan pasien |
Proses ketiga dan kesepuluh berkaitan dengan dimensi spiritual pasien, yang dibahas lebih lanjut di artikel spiritualitas.
Teori Swanson sebagai Pembanding
Selain Watson, beberapa penelitian memakai teori caring Swanson yang lebih ringkas. Rohita dan Nurkholik (2024) menyusun kuesioner perilaku caring berdasarkan lima proses Swanson: mempertahankan keyakinan, mengetahui, hadir bersama, melakukan untuk, dan memampukan. Teori Swanson cocok bila Anda ingin indikator yang sedikit dan mudah diamati. Teori Watson cocok bila Anda ingin menekankan hubungan dan dimensi spiritual. Pilih satu teori sebagai dasar kisi-kisi kuesioner, lalu konsisten sampai pembahasan.
Alat Ukur Perilaku Caring
| Instrumen | Isi | Bukti dan catatan |
|---|---|---|
| Caring Behaviors Inventory (CBI-24) | 24 butir skala 1–6, empat subskala: jaminan, pengetahuan dan keterampilan, penghormatan, keterhubungan; bisa diisi perawat dan pasien (Wu dkk., 2006) | Versi Persia diuji pada 300 perawat dan 300 pasien; alpha total 0,95; satu butir dibuang karena menurunkan reliabilitas subskala penghormatan (Azimi Khaletabad dkk., 2023). Di Indonesia dipakai pada 121 perawat rumah sakit militer (Putra dkk., 2021) |
| Kuesioner berbasis Swanson | Lima proses Swanson, skala Likert | Contoh penyusunan dan uji validitas butir pada pasien rawat inap kelas 3 (Rohita & Nurkholik, 2024) |
| Kuesioner buatan sendiri berbasis Watson | 10 proses Caritas sebagai kisi-kisi | Wajib uji validitas dan uji reliabilitas |
Asmoro dkk. (2019) meninjau instrumen caring yang dipakai di Indonesia dan menemukan bahwa kebanyakan diadopsi dari negara lain tanpa penyesuaian bahasa dan budaya. Mereka menyarankan pengembangan instrumen caring yang sesuai konteks Indonesia. Karena itu, bila memakai CBI-24 atau instrumen lain dari luar negeri, jelaskan proses terjemahan dan uji cobanya di Bab 3, dan bila struktur subskala ingin dilaporkan, periksa dengan confirmatory factor analysis.
Satu keputusan penting adalah siapa yang menilai. Penilaian oleh perawat sendiri dan oleh pasien bisa berbeda, karena keduanya melihat interaksi dari sisi yang berbeda. Bila tujuan Anda melihat perilaku caring yang dirasakan pasien, minta pasien yang mengisi.
Apa Kata Penelitian tentang Perilaku Caring
- Caring dan kepuasan kerja perawat. Putra dkk. (2021) meneliti 121 perawat di rumah sakit militer di Malang dengan CBI-24. Kepuasan kerja berkorelasi positif dengan perilaku caring (r = 0,266). Korelasinya lemah, sehingga banyak faktor lain yang ikut menentukan perilaku caring.
- Caring dan kepuasan pasien. Rohita dan Nurkholik (2024) meneliti 73 pasien rawat inap kelas 3 di Jawa Barat. Sebanyak 64,4% pasien menilai perilaku caring perawat belum baik, dan perilaku caring berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien (uji chi-square).
Kedua penelitian memakai desain potong lintang di satu rumah sakit, sehingga hasilnya menunjukkan hubungan dan belum tentu berlaku di rumah sakit lain. Pelajaran untuk tesis Anda: perilaku caring dipengaruhi faktor individu perawat dan faktor organisasi. Model penelitian yang memasukkan keduanya akan memberi gambaran lebih lengkap.
Variabel yang Sering Diteliti Bersama Perilaku Caring
Perilaku caring jarang berdiri sendiri dalam tesis. Variabel yang sering dipasangkan dapat dibagi menjadi tiga kelompok.
| Kelompok | Contoh variabel | Peran dalam model |
|---|---|---|
| Faktor individu perawat | Usia, masa kerja, pendidikan, kecerdasan emosional, burnout | Variabel bebas atau kontrol |
| Faktor organisasi | Beban kerja perawat, kepuasan kerja, kepemimpinan kepala ruang, supervisi | Variabel bebas |
| Hasil bagi pasien | Kepuasan pasien, kecemasan pasien, kepercayaan pada perawat | Variabel terikat |
Pilih variabel berdasarkan kerangka teori yang jelas, bukan karena sering dipakai. Misalnya, bila Anda memakai teori Watson, jelaskan mengapa beban kerja diperkirakan mengurangi kesempatan perawat untuk hadir sepenuhnya bagi pasien.
Posisi Perilaku Caring dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel bebas | Hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien | Korelasi, regresi, atau chi-square bila dikategorikan |
| Variabel terikat | Pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap perilaku caring perawat | Regresi berganda |
| Variabel terikat pada eksperimen | Pengaruh pelatihan caring berbasis Watson terhadap perilaku caring perawat | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon |
| Variabel perantara | Kepemimpinan kepala ruang memengaruhi kepuasan pasien melalui perilaku caring | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
Contoh hipotesis untuk model perantara:
- H1: Gaya kepemimpinan kepala ruang berpengaruh positif terhadap perilaku caring perawat.
- H2: Perilaku caring perawat berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien.
- H3: Perilaku caring memediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan pasien.
Bila Anda memakai dua sumber data, yaitu perawat menilai kepemimpinan dan pasien menilai caring, jelaskan cara memasangkan data perawat dengan data pasien. Banyak tesis menyamakan unit analisisnya tanpa penjelasan, padahal satu perawat bisa merawat banyak pasien.
Definisi Operasional Perilaku Caring
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Perilaku caring perawat menurut persepsi pasien |
| Definisi konseptual | Tindakan perawat yang mencerminkan kehadiran, kepedulian, dan penghargaan terhadap pasien sebagai manusia utuh (Watson, 2008) |
| Definisi operasional | Penilaian pasien terhadap frekuensi perilaku caring perawat selama dirawat |
| Alat ukur | CBI-24 versi Indonesia, diisi pasien |
| Hasil ukur | Skor rata-rata 1–6; makin tinggi, makin baik perilaku caring |
| Skala data | Interval |
Contoh Judul Penelitian Caring
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis manajemen keperawatan dan mutu pelayanan dan judul tesis pendidikan keperawatan dan profesi.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien rawat inap.
- Pengaruh pelatihan caring berbasis teori Watson terhadap perilaku caring perawat pelaksana.
- Pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap perilaku caring perawat di ruang rawat inap.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Caring
- Teori dan kuesioner tidak sejalan. Bab 2 memakai Watson, tetapi kuesioner disusun dari dimensi kepuasan pelanggan.
- Tidak menjelaskan siapa penilainya. Penilaian perawat dan pasien bisa berbeda jauh.
- Mengadopsi instrumen tanpa adaptasi. Instrumen dari luar negeri perlu diterjemahkan dan diuji ulang.
- Unit analisis tidak jelas. Data perawat dan data pasien dipasangkan tanpa aturan yang dijelaskan.
- Menganggap caring hanya keramahan. Teori Watson juga mencakup kebutuhan dasar, lingkungan, dan dimensi spiritual.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya faktor karatif dan proses Caritas? Faktor karatif adalah rumusan awal Watson. Proses Caritas adalah pengembangannya yang lebih menekankan kesadaran, kasih, dan dimensi spiritual. Untuk penelitian terbaru, umumnya dirujuk proses Caritas.
Watson atau Swanson? Swanson lebih ringkas dengan lima proses dan mudah diturunkan menjadi indikator. Watson lebih luas dan menekankan hubungan serta spiritualitas. Pilih sesuai fokus penelitian Anda.
Bolehkah pasien yang baru dirawat satu hari menilai caring? Sebaiknya tetapkan kriteria inklusi, misalnya sudah dirawat minimal dua atau tiga hari, agar pasien punya cukup pengalaman berinteraksi dengan perawat. Jelaskan alasannya di Bab 3.
Apakah perilaku caring bisa diobservasi? Bisa, dengan lembar observasi yang disusun dari teori. Siapkan panduan observasi dan uji kesepakatan antarpengamat.
Berapa jumlah sampel penelitian caring? Tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Sedang meneliti perilaku caring perawat? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih teori dan menyusun kisi-kisi kuesioner melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan pelatihan melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu uji instrumen dan analisis data melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Akbari, A., & Nasiri, A. (2022). A concept analysis of Watson’s nursing caritas process. Nursing Forum, 57(6), 1465–1471. https://doi.org/10.1111/nuf.12771
Asmoro, C. P., Hariyati, R. T. S., & Wahyudi, A. S. (2019). Why we have to develop instruments of our caring measurement based on an Indonesian perspective. Jurnal Ners, 14(3si), 402–407. https://doi.org/10.20473/jn.v14i3(si).17216
Azimi Khaletabad, N., Radfar, M., Khademi, M., & Khalkhali, H. (2023). Caring Behaviors Inventory-24: Translation, cross-cultural adaptation, and psychometric testing for using in nurses and patients. BMC Nursing, 22(1). https://doi.org/10.1186/s12912-023-01248-2
Putra, K. R., Andayani, T., & Ningrum, E. H. (2021). Job satisfaction and caring behavior among nurses in a military hospital: A cross-sectional study. Journal of Public Health Research, 10(2). https://doi.org/10.4081/jphr.2021.2212
Rohita, T., & Nurkholik, D. (2024). Nurse caring with the Swanson theory approach and patient satisfaction in class 3 inpatient room. Healthcare in Low-resource Settings, 12, 11870. https://doi.org/10.4081/hls.2024.11870
Watson, J. (2008). Nursing: The philosophy and science of caring (Edisi revisi). University Press of Colorado.
Wu, Y., Larrabee, J. H., & Putman, H. P. (2006). Caring Behaviors Inventory: A reduction of the 42-item instrument. Nursing Research, 55(1), 18–25. https://doi.org/10.1097/00006199-200601000-00003
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









