Teori self-care Orem menjelaskan bahwa setiap orang membutuhkan tindakan perawatan diri untuk mempertahankan hidup, kesehatan, dan kesejahteraannya, dan bahwa perawat dibutuhkan ketika tuntutan perawatan diri itu melebihi kemampuan seseorang. Teori yang dikembangkan Dorothea Orem ini termasuk teori keperawatan yang paling sering dipakai dalam tesis keperawatan di Indonesia, terutama pada pasien diabetes, hipertensi, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, dan lansia. Artikel ini membahas konsep utama teori Orem, tiga teori yang membentuknya, perbedaannya dengan teori self-care penyakit kronis yang lebih baru, alat ukur yang sudah diuji di Indonesia, temuan penelitian, dan cara memakainya dalam model penelitian.
Konsep Utama Teori Self-Care Orem
Orem (2001) memahami perawatan diri sebagai tindakan yang sengaja dilakukan seseorang untuk dirinya sendiri demi mempertahankan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan. Beberapa istilah kunci perlu dipahami sebelum menulis Bab 2.
| Istilah | Arti dalam teori Orem | Contoh pada pasien diabetes |
|---|---|---|
| Kebutuhan perawatan diri (self-care requisites) | Hal yang harus dipenuhi: universal, perkembangan, dan penyimpangan kesehatan | Makan teratur (universal); perawatan kaki dan pemeriksaan gula darah (penyimpangan kesehatan) |
| Tuntutan perawatan diri terapeutik | Seluruh tindakan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan itu dalam satu waktu | Diet, aktivitas fisik, obat, pemantauan gula darah, perawatan kaki |
| Kemampuan perawatan diri (self-care agency) | Kemampuan seseorang melakukan perawatan diri | Pengetahuan, keterampilan, motivasi, kondisi fisik |
| Faktor kondisi dasar | Faktor yang memengaruhi kemampuan dan tuntutan | Usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, keluarga, sosial budaya, sumber daya |
| Kemampuan keperawatan (nursing agency) | Kemampuan perawat merancang dan memberi bantuan | Edukasi, pendampingan, tindakan langsung |
Tiga Teori dalam Teori Self-Care Orem

Orem (2001) menyusun gagasannya sebagai tiga teori yang saling terkait.
- Teori self-care menjelaskan apa itu perawatan diri dan kebutuhan apa yang harus dipenuhi.
- Teori defisit self-care menjelaskan kapan seseorang membutuhkan perawat, yaitu ketika tuntutan perawatan diri terapeutik lebih besar daripada kemampuan perawatan dirinya.
- Teori sistem keperawatan menjelaskan bentuk bantuan perawat, yang dibagi menjadi tiga sistem.
| Sistem keperawatan | Kondisi pasien | Peran perawat | Contoh penelitian |
|---|---|---|---|
| Kompensasi penuh | Tidak mampu melakukan perawatan diri | Melakukan hampir semua perawatan | Pemenuhan kebutuhan pasien tidak sadar di ICU |
| Kompensasi sebagian | Mampu sebagian | Berbagi tugas dengan pasien | Latihan mobilisasi dini pascaoperasi |
| Dukungan-edukasi | Mampu, tetapi perlu bimbingan | Mengajar, membimbing, memberi dukungan | Edukasi perawatan kaki pasien diabetes |
Sistem dukungan-edukasi paling sering dipakai sebagai dasar intervensi dalam tesis. Bila penelitian Anda menguji edukasi perawatan diri, jelaskan bahwa intervensi itu bekerja dengan meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien sehingga defisitnya berkurang.
Teori Orem dan Teori Self-Care Penyakit Kronis
Selain teori Orem, banyak penelitian terbaru memakai teori self-care penyakit kronis dari Riegel, Jaarsma, dan Strömberg (2012). Teori ini membagi perawatan diri menjadi tiga bagian: pemeliharaan (perilaku menjaga kestabilan, misalnya minum obat dan diet), pemantauan (mengamati tanda dan gejala), dan manajemen (merespons gejala yang muncul). Riegel dkk. (2021) menegaskan bahwa perawatan diri yang baik berhubungan dengan kesejahteraan yang lebih baik serta angka sakit, kematian, dan biaya yang lebih rendah, tetapi masih ada celah pengetahuan, misalnya tentang pembentukan kebiasaan dan perawatan diri pada pasien dengan beberapa penyakit kronis sekaligus.
Untuk gagal jantung, rekomendasi Heart Failure Association (Jaarsma dkk., 2021) merinci perawatan diri ke dalam nutrisi, aktivitas fisik, kepatuhan obat, kondisi psikologis, tidur, perjalanan, berhenti merokok, imunisasi, serta pemantauan dan penanganan gejala.
Kedua teori bisa dipakai bersama. Teori Orem memberi dasar peran perawat, sedangkan teori Riegel memberi rincian perilaku yang diukur. Tuliskan dengan jelas teori mana yang menjadi dasar kerangka konsep Anda.
Alat Ukur Perawatan Diri
Perawatan diri selalu diukur spesifik penyakit, karena tindakan yang dibutuhkan pasien diabetes berbeda dari pasien gagal jantung.
| Instrumen | Yang diukur | Bukti di Indonesia | Catatan |
|---|---|---|---|
| Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) | Jumlah hari dalam tujuh hari terakhir pasien melakukan diet, aktivitas fisik, pemeriksaan gula darah, dan perawatan kaki | Versi Indonesia diuji pada 125 pasien diabetes tipe 2: indeks validitas isi 0,98; Cronbach’s alpha 0,72; struktur faktor sesuai versi asli (Sugiharto dkk., 2019) | Skor dihitung per subskala, bukan dijumlahkan menjadi satu skor |
| Self-Care Inventory-Revised | Perilaku perawatan diri diabetes | Dipakai pada 185 pasien diabetes tipe 2 di Indonesia (Sukarno dkk., 2024) | Periksa laporan validasi versi Indonesia sebelum dipakai |
| Instrumen self-care spesifik penyakit lain | Gagal jantung, hipertensi, penyakit ginjal | Periksa dulu studi validasi versi Indonesia | Pilih yang sesuai dengan teori yang dipakai |
Bila Anda menyusun kuesioner sendiri berdasarkan kebutuhan perawatan diri Orem, uji validitas dan reliabilitas setiap subskala sebelum pengambilan data utama.
Apa Kata Penelitian tentang Self-Care
- Program berbasis teori Orem. Tinjauan sistematis dan meta-analisis Nasiri dkk. (2023) atas 46 penelitian pada orang dewasa dengan penyakit kronis menemukan bahwa program perawatan berbasis teori Orem meningkatkan kualitas hidup, perawatan diri, dan efikasi diri, serta menurunkan kecemasan dan depresi. Penulis menilai kualitas buktinya rendah dan hasil antarpenelitian sangat beragam.
- Pasien diabetes di Indonesia. Sukarno dkk. (2024) menemukan perawatan diri 185 pasien diabetes tipe 2 berada pada tingkat sedang. Perilaku yang paling jarang dilakukan adalah pemeriksaan mata tahunan, pemantauan gula darah mandiri, pemilihan makanan sehat, dan olahraga teratur. Tingkat pendidikan, depresi, pengetahuan diabetes, dan hambatan yang dirasakan bersama-sama menjelaskan 40% variasi perawatan diri.
Pelajaran untuk tesis Anda: intervensi berbasis teori Orem menjanjikan, tetapi kualitas buktinya masih rendah. Bila Anda menguji program edukasi, gunakan kelompok kontrol bila memungkinkan dan laporkan rincian intervensi agar bisa diulang peneliti lain.
Menyusun Intervensi Edukasi Berbasis Teori Orem
Bila tesis Anda berupa eksperimen, teori Orem bisa langsung menuntun rancangan intervensi. Langkah yang lazim:
- Kaji tuntutan perawatan diri terapeutik pasien sesuai penyakitnya, misalnya diet, obat, aktivitas, dan pemantauan gejala.
- Kaji kemampuan perawatan diri dan faktor kondisi dasar yang memengaruhinya, seperti usia, pendidikan, dan dukungan keluarga.
- Tentukan defisitnya, yaitu tuntutan yang belum mampu dipenuhi pasien.
- Rancang bantuan dalam sistem dukungan-edukasi: materi, metode (demonstrasi, latihan, diskusi), jumlah dan lama sesi, serta media.
- Ukur ulang perilaku perawatan diri dengan instrumen yang sama sebelum dan sesudah intervensi.
Tuliskan langkah-langkah ini di Bab 3 dalam bentuk protokol intervensi. Protokol yang rinci memudahkan penguji menilai apakah perubahan skor benar-benar berasal dari intervensi.
Posisi Self-Care dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel terikat pada eksperimen | Pengaruh edukasi berbasis sistem dukungan-edukasi Orem terhadap perawatan diri pasien diabetes | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon; uji Mann-Whitney untuk dua kelompok |
| Variabel terikat | Hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan perawatan diri pasien gagal jantung | Korelasi atau regresi |
| Variabel perantara | Pengetahuan memengaruhi kualitas hidup melalui perawatan diri | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
Contoh hipotesis untuk model perantara:
- H1: Efikasi diri berpengaruh positif terhadap perawatan diri pasien diabetes.
- H2: Perawatan diri berpengaruh positif terhadap kualitas hidup.
- H3: Perawatan diri memediasi pengaruh efikasi diri terhadap kualitas hidup.
Definisi Operasional Self-Care
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Perawatan diri pasien diabetes melitus tipe 2 |
| Definisi konseptual | Tindakan yang dilakukan pasien untuk dirinya sendiri dalam mengelola diabetes (Orem, 2001) |
| Definisi operasional | Jumlah hari dalam tujuh hari terakhir pasien melakukan diet, aktivitas fisik, pemeriksaan gula darah, dan perawatan kaki |
| Alat ukur | SDSCA versi Indonesia (Sugiharto dkk., 2019) |
| Hasil ukur | Rata-rata hari per subskala (0–7); makin tinggi, makin baik perawatan diri |
| Skala data | Rasio per subskala |
Contoh Judul Penelitian Self-Care Orem
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis tentang kualitas hidup dan perawatan diri, judul tesis keperawatan diabetes dan endokrin, judul tesis keperawatan kardiovaskular, judul tesis keperawatan ginjal dan hemodialisis, dan judul tesis keperawatan gerontik dan lansia.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Pengaruh edukasi berbasis teori self-care Orem terhadap perawatan diri dan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2.
- Hubungan dukungan keluarga dengan perawatan diri pasien pascastroke.
- Perawatan diri sebagai variabel perantara pengaruh efikasi diri terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Self-Care Orem
- Menyebut teori Orem, tetapi mengukur dengan instrumen teori lain tanpa penjelasan. Jelaskan hubungan antara teori dasar dan alat ukur.
- Menjumlahkan subskala menjadi satu skor. Diet dan perawatan kaki adalah perilaku berbeda dan sering tidak berkorelasi.
- Tidak menyebut sistem keperawatan yang dipakai. Intervensi edukasi termasuk sistem dukungan-edukasi; sebutkan secara eksplisit.
- Mencampur kemampuan dan perilaku. Kemampuan perawatan diri (self-care agency) berbeda dari perilaku perawatan diri yang benar-benar dilakukan.
- Mengutip Orem dari sumber kedua tanpa menyebutnya. Rujuk buku Orem bila Anda menjelaskan konsep teorinya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya self-care dan self-management? Dalam praktik penelitian, kedua istilah sering tumpang tindih. Teori Riegel memakai self-care management untuk respons terhadap gejala, sebagai bagian dari self-care. Tetapkan satu istilah dan definisikan di Bab 2.
Bolehkah teori Orem dipakai untuk penelitian pada keluarga? Boleh. Orem juga membahas perawatan yang diberikan orang lain kepada mereka yang bergantung, misalnya orang tua kepada anak. Jelaskan konsep yang Anda pakai.
Instrumen apa yang cocok untuk pasien hipertensi? Pilih instrumen perawatan diri hipertensi yang sudah divalidasi. Bila belum ada versi Indonesia, lakukan penerjemahan maju-mundur dan uji coba.
Berapa jumlah sampel penelitian perawatan diri? Tergantung desain dan analisis. Lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Bisakah teori Orem digabung dengan Health Belief Model? Bisa. Konstruk Health Belief Model dapat menjelaskan mengapa pasien mau atau tidak mau melakukan perawatan diri, sedangkan teori Orem menjelaskan peran perawat dalam membantunya.
Sedang meneliti self-care pasien? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih teori dan instrumen perawatan diri yang sesuai melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan intervensi melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis data pretest-posttest atau model perantara melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Jaarsma, T., Hill, L., Bayes-Genis, A., La Rocca, H. P. B., Castiello, T., ?elutkien?, J., Marques-Sule, E., Plymen, C. M., Piper, S. E., Riegel, B., Rutten, F. H., Ben Gal, T., Bauersachs, J., Coats, A. J. S., Chioncel, O., Lopatin, Y., Lund, L. H., Lainscak, M., Moura, B., … Strömberg, A. (2021). Self-care of heart failure patients: Practical management recommendations from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. European Journal of Heart Failure, 23(1), 157–174. https://doi.org/10.1002/ejhf.2008
Nasiri, M., Jafari, Z., Rakhshan, M., Yarahmadi, F., Zonoori, S., Akbari, F., Sadeghi Moghimi, E., Amirmohseni, L., Abbasi, M., Keyvanloo Sharstanaki, S., & Rezaei, M. (2023). Application of Orem’s theory-based caring programs among chronically ill adults: A systematic review and dose-response meta-analysis. International Nursing Review, 70(1), 59. https://doi.org/10.1111/inr.12808
Orem, D. E. (2001). Nursing: Concepts of practice (Edisi ke-6). Mosby.
Riegel, B., Dunbar, S. B., Fitzsimons, D., Freedland, K. E., Lee, C. S., Middleton, S., Stromberg, A., Vellone, E., Webber, D. E., & Jaarsma, T. (2021). Self-care research: Where are we now? Where are we going? International Journal of Nursing Studies, 116, 103402. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2019.103402
Riegel, B., Jaarsma, T., & Strömberg, A. (2012). A middle-range theory of self-care of chronic illness. Advances in Nursing Science, 35(3), 194–204. https://doi.org/10.1097/ANS.0b013e318261b1ba
Sugiharto, S., Hsu, Y.-Y., Toobert, D. J., & Wang, S.-T. (2019). The validity and reliability of the Summary of Diabetes Self-Care Activities questionnaire: An Indonesian version. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic, 4(1). https://doi.org/10.24990/injec.v4i1.229
Sukarno, A., Hu, S. H. L., Chiu, H.-Y., Lin, Y.-K., Fitriani, K. S., & Wang, C.-P. (2024). Factors associated with diabetes self-care performance in Indonesians with type 2 diabetes: A cross-sectional study. Journal of Nursing Research, 32(2), e318. https://doi.org/10.1097/jnr.0000000000000601







