Catatan: artikel ini disusun untuk keperluan akademik, yaitu membantu mahasiswa merancang penelitian. Skor kuesioner burnout bukan diagnosis. Perawat yang merasa sangat lelah atau tertekan sebaiknya mencari bantuan dari tenaga kesehatan atau layanan konseling di tempat kerja.
Burnout adalah sindrom akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola, ditandai kelelahan emosional, sikap menjauh dari pekerjaan atau orang yang dilayani, dan menurunnya rasa mampu dalam bekerja. Perawat termasuk kelompok yang paling sering diteliti, karena pekerjaannya menuntut kontak emosional dengan pasien, kerja bergilir, dan beban kerja yang tinggi. Di tesis manajemen keperawatan, burnout biasanya dikaitkan dengan beban kerja, dukungan atasan, kepuasan kerja, niat keluar, atau mutu asuhan. Artikel ini membahas pengertian burnout menurut WHO dan Maslach, tiga dimensinya, alat ukur MBI, data dari Indonesia, temuan tentang intervensi, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian Burnout menurut WHO dan Maslach
World Health Organization (2019) memasukkan burn-out ke dalam International Classification of Diseases edisi ke-11 (ICD-11) sebagai fenomena pekerjaan, bukan sebagai kondisi medis. Burnout didefinisikan sebagai sindrom akibat stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola, dan istilah ini secara khusus dipakai untuk konteks pekerjaan, bukan untuk pengalaman di bidang kehidupan lain.
Definisi WHO itu sejalan dengan model Maslach. Maslach dan Leiter (2016) menjelaskan burnout sebagai respons berkepanjangan terhadap stresor interpersonal yang kronis di tempat kerja, dengan tiga dimensi.
| Dimensi | Arti | Contoh pada perawat |
|---|---|---|
| Kelelahan emosional (emotional exhaustion) | Merasa terkuras secara emosional dan fisik | “Saya merasa habis tenaga di akhir shift” |
| Depersonalisasi atau sinisme | Sikap menjauh, dingin, atau negatif terhadap pasien dan pekerjaan | Memperlakukan pasien sebagai “kasus”, bukan manusia |
| Penurunan pencapaian pribadi | Merasa tidak efektif dan tidak berhasil dalam bekerja | Merasa pekerjaannya tidak membawa perubahan bagi pasien |
Perbedaan burnout dengan stres kerja perlu dijelaskan di Bab 2. Stres bisa terjadi dalam waktu singkat dan pada situasi apa pun. Burnout adalah keadaan yang berkembang dalam waktu lama khusus di konteks pekerjaan, dan mencakup sikap menjauh serta rasa tidak efektif, bukan hanya rasa tertekan.
Penyebab dan Dampak Burnout

Maslach dan Leiter (2016) menekankan bahwa burnout lebih banyak berasal dari ketidaksesuaian antara pekerja dan lingkungan kerjanya daripada dari kelemahan pribadi. Mereka menyebut enam area kehidupan kerja yang sering menjadi sumber ketidaksesuaian.
| Area kerja | Contoh ketidaksesuaian pada perawat |
|---|---|
| Beban kerja | Jumlah pasien dan tugas melebihi kemampuan dalam satu shift |
| Kendali | Perawat kurang dilibatkan dalam keputusan tentang pekerjaannya |
| Imbalan | Usaha tidak diakui, insentif terlambat atau tidak adil |
| Komunitas | Hubungan dengan rekan kerja dan atasan kurang mendukung |
| Keadilan | Pembagian tugas atau kesempatan dirasa tidak adil |
| Nilai | Tuntutan organisasi bertentangan dengan nilai profesional perawat |
Pembagian ini berguna untuk memilih variabel bebas. Misalnya, beban kerja perawat mewakili area beban kerja, sedangkan dukungan atasan mewakili area komunitas.
Alat Ukur Burnout
Alat ukur yang paling banyak dipakai adalah Maslach Burnout Inventory (MBI) yang dikembangkan Maslach dan Jackson (1981). Untuk tenaga kesehatan dipakai versi Human Services Survey (MBI-HSS) dengan 22 butir yang menanyakan seberapa sering suatu perasaan dialami.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah butir | 22 butir pada tiga subskala: kelelahan emosional, depersonalisasi, pencapaian pribadi |
| Bentuk jawaban | Frekuensi, dari tidak pernah sampai setiap hari |
| Cara skoring | Skor dihitung per subskala, bukan dijumlahkan menjadi satu skor total |
| Arah skor | Kelelahan emosional dan depersonalisasi tinggi menandakan burnout; pencapaian pribadi rendah menandakan burnout |
| Lisensi | MBI adalah instrumen berlisensi; pemakaian dan terjemahan perlu mengikuti ketentuan pemegang hak |
Hal yang sering keliru adalah menjumlahkan ketiga subskala menjadi satu skor “burnout”. Karena arah pencapaian pribadi berlawanan, jumlah itu sulit ditafsirkan. Laporkan ketiga subskala terpisah, atau jelaskan dengan rujukan bila Anda memakai cara lain. Bila memakai versi terjemahan, uji kembali dengan confirmatory factor analysis atau setidaknya uji validitas dan uji reliabilitas.
Banyak penelitian membagi skor subskala menjadi rendah, sedang, dan tinggi. Batas kategori itu tidak dimaksudkan sebagai batas diagnosis. Bila Anda memakainya, sebutkan sumber batasnya dan pakai untuk penyajian, bukan untuk menyatakan seseorang “menderita burnout”.
Burnout Perawat di Indonesia
- Semarang, awal pandemi. Pujiyanto dkk. (2022) menyurvei 149 perawat rumah sakit dan puskesmas di Semarang pada Mei–Juni 2020 dengan MBI 22 butir. Proporsi tingkat tinggi: kelelahan emosional 14,8%, depersonalisasi 21,5%, dan penurunan pencapaian pribadi 20,1%; sebagian besar berada pada tingkat sedang. Pendidikan berkorelasi dengan ketiga dimensi.
- Bali, ruang isolasi. Kurniawan dkk. (2022) meneliti 124 perawat ruang isolasi COVID-19 di rumah sakit pendidikan di Bali pada 2021 dengan MBI-HSS versi Indonesia. Sebanyak 41,9% mengalami burnout tingkat tinggi, dengan kelelahan emosional tinggi pada 66,1%. Lokasi kerja berhubungan dengan burnout: perawat non-ICU lebih banyak yang mengalami burnout tinggi daripada perawat ICU.
Kedua penelitian dilakukan saat pandemi, memakai sampel satu kota atau satu rumah sakit, dan desain potong lintang. Angkanya tidak bisa digeneralisasi ke seluruh perawat Indonesia di luar masa pandemi. Untuk latar belakang tesis Anda, gunakan data yang paling dekat dengan populasi dan waktu penelitian Anda.
Apa Kata Penelitian tentang Intervensi Burnout
- Intervensi secara umum. Meta-analisis Yildirim dkk. (2023) atas 13 penelitian menemukan intervensi untuk perawat memberi efek kecil pada kelelahan emosional dan depersonalisasi, serta efek sedang pada pencapaian pribadi.
- Intervensi berbasis mindfulness. Wang dkk. (2023) menggabungkan 15 uji acak terkendali dengan 1.165 perawat. Setelah intervensi, kelelahan emosional dan depersonalisasi lebih rendah dan pencapaian pribadi lebih tinggi pada kelompok intervensi. Namun, efeknya tidak bermakna pada pengukuran jangka panjang, dan kepastian buktinya dinilai rendah sampai sangat rendah.
Pelajaran untuk tesis Anda: intervensi individu seperti pelatihan relaksasi atau mindfulness bisa membantu dalam jangka pendek, tetapi tidak mengubah sumber burnout di lingkungan kerja. Bila memungkinkan, ukur hasil pada beberapa titik waktu dan pertimbangkan intervensi tingkat organisasi.
Posisi Burnout dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel terikat | Pengaruh beban kerja dan dukungan atasan terhadap burnout perawat | Regresi berganda per subskala |
| Variabel bebas | Hubungan burnout dengan perilaku caring perawat | Korelasi atau regresi |
| Variabel perantara | Beban kerja memengaruhi niat keluar melalui burnout | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
| Variabel terikat pada eksperimen | Pengaruh pelatihan relaksasi terhadap kelelahan emosional perawat | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon |
Contoh hipotesis:
- H1: Beban kerja berpengaruh positif terhadap kelelahan emosional perawat.
- H2: Kelelahan emosional berpengaruh negatif terhadap perilaku caring perawat.
- H3: Kelelahan emosional memediasi pengaruh beban kerja terhadap perilaku caring.
Burnout juga sering dikaitkan dengan kualitas tidur dan keselamatan pasien. Bila ketiga subskala dimasukkan ke model SEM, perlakukan sebagai tiga variabel laten atau sebagai dimensi dari satu konstruk orde kedua, dan jelaskan alasannya.
Definisi Operasional Burnout
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Burnout perawat pelaksana |
| Definisi konseptual | Sindrom akibat stres kerja kronis yang ditandai kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi (Maslach & Leiter, 2016) |
| Definisi operasional | Frekuensi perasaan yang berkaitan dengan ketiga dimensi burnout menurut laporan perawat |
| Alat ukur | MBI-HSS versi Indonesia, 22 butir |
| Hasil ukur | Skor per subskala; kelelahan emosional dan depersonalisasi makin tinggi makin buruk, pencapaian pribadi makin rendah makin buruk |
| Skala data | Interval |
Contoh Judul Penelitian Burnout Perawat
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis manajemen keperawatan dan mutu pelayanan dan judul skripsi dan tesis psikologi tentang stres kerja, burnout, dan work-life balance. Contoh penelitian lama tentang kelelahan kerja perawat bisa dilihat pada pengaruh sosio demografi dan spiritualitas terhadap kelelahan kerja perawat.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Pengaruh beban kerja dan dukungan supervisor terhadap burnout perawat ruang rawat inap.
- Hubungan burnout dengan perilaku caring perawat di instalasi gawat darurat.
- Pengaruh pelatihan mindfulness terhadap kelelahan emosional perawat ICU.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Burnout
- Menjumlahkan tiga subskala MBI. Arah subskala berbeda, sehingga skor total sulit ditafsirkan.
- Menyamakan burnout dengan stres. Burnout adalah keadaan kronis khusus pekerjaan dengan tiga dimensi.
- Memakai kategori sebagai diagnosis. Batas kategori hanya untuk penyajian data.
- Mengabaikan lisensi instrumen. Pastikan izin pemakaian dan terjemahan.
- Hanya mencari penyebab individu. Lingkungan kerja sering menjadi sumber utama burnout.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah burnout termasuk gangguan jiwa? Menurut WHO, burnout adalah fenomena pekerjaan, bukan kondisi medis. Namun, burnout bisa terjadi bersamaan dengan gangguan seperti depresi, yang perlu dinilai oleh tenaga kesehatan.
MBI atau instrumen lain? MBI paling banyak dipakai dan memudahkan perbandingan dengan penelitian lain. Instrumen lain boleh dipakai bila sesuai teori, sudah diuji, dan izinnya jelas.
Bolehkah meneliti hanya satu dimensi, misalnya kelelahan emosional? Boleh, asalkan judul dan definisi operasional menyebut dimensi itu, bukan “burnout” secara umum.
Kapan sebaiknya kuesioner burnout diisi? Pilih waktu yang tidak mengganggu pelayanan dan konsisten untuk semua responden, misalnya di luar jam dinas. Hindari mengisi tepat setelah kejadian berat yang tidak biasa.
Apa yang bisa dilakukan organisasi untuk mencegah burnout? Mengikuti enam area kehidupan kerja Maslach dan Leiter (2016), upaya organisasi bisa diarahkan pada pengaturan beban kerja dan jadwal dinas, pelibatan perawat dalam keputusan, pengakuan dan imbalan yang adil, serta dukungan rekan dan atasan. Bila tesis Anda menguji program semacam ini, jelaskan area mana yang disasar dan ukur burnout sebelum dan sesudah program dengan jarak waktu yang cukup.
Berapa jumlah sampel penelitian burnout? Tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Sedang meneliti burnout perawat? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih variabel penyebab dan instrumen melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan intervensi melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu analisis data per subskala atau model SEM melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Kurniawan, S. J., Putra, K. R., & Hartawan, I. G. A. G. U. (2022). Prevalence of burnout symptoms in nurses hospital assigned to COVID-19 isolation rooms. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(1), 60–69. https://doi.org/10.20473/jaki.v10i1.2022.60-69
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behaviour, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: Recent research and its implications for psychiatry. World Psychiatry, 15(2), 103–111. https://doi.org/10.1002/wps.20311
Pujiyanto, T. I., Mendrofa, F. A. M., & Hani, U. (2022). Burnout among nurses working in COVID-19 pandemic. International Journal of Public Health Science, 11(1), 113–120. https://doi.org/10.11591/ijphs.v11i1.21267
Wang, Q., Wang, F., Zhang, S., Liu, C., Feng, Y., & Chen, J. (2023). Effects of a mindfulness-based interventions on stress, burnout in nurses: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychiatry, 14, 1218340. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2023.1218340
World Health Organization. (2019, 28 Mei). Burn-out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases. https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases
Yildirim, N., Yesilbas, H., & Kantek, F. (2023). Interventions to reduce nurses’ burnout: A systematic review and meta-analysis. Japan Journal of Nursing Science, 20(4), e12542. https://doi.org/10.1111/jjns.12542
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









