HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Kesehatan Activities Daily Living (ADL) Lansia terhadap Pengetahuan dan Sikap Keluarga

Judul Skripsi : Pengaruh Pendidikan Kesehatan Activities Daily Living (ADL) Lansia terhadap Pengetahuan dan Sikap Keluarga (Di Wilayah RW V Kelurahan Giriwono Kecamatan Wonogiri)

 

A. Latar Belakang Skripsi 

Berbagai masalah kesehatan yang dihadapi usia lanjut adalah kurangnya bergerak (immobilisasi), kepikunan yang berat (dementia), beser buang air kecil atau buang air besar (inkontinensia), asupan makanan dan minuman yang kurang, lecet dan borok pada tubuh akibat berbaring yang lama (decubitus), patah tulang dan lain-lain (Narayani, 2008). Permasalahan yang dihadapi usia lanjut apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan beberapa akibat. Akibat-akibat itu dapat dikelompokkan sebagai berikut: gangguan sistem, timbulnya penyakit, menurunnya activities daily of living (ADL). Penurunan ADL disebabkan oleh: persendian yang kaku, pergerakan yang terbatas, waktu beraksi yang lambat, keadaan tidak stabil bila berjalan, keseimbangan tubuh yang jelek, gangguan peredaran darah, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan pada perabaan. Faktor yang mempengaruhi penurunan ADL adalah kondisi fisik menahun, kapasitas mental, status mental seperti kesedihan dan depresi, penerimaan terhadap berfungsinya anggota tubuh dan dukungan anggota keluarga. Upaya yang dilakukan dalam menangani masalah kesehatan usia lanjut adalah upaya pembinaan kesehatan, pelayanan kesehatan dan upaya perawatan (Narayani, 2008).

Dengan adanya penurunan kesehatan dan keterbatasan fisik maka diperlukan perawatan sehari-hari yang cukup. Perawatan tersebut dimaksudkan agar lansia mampu mandiri atau mendapat bantuan yang minimal. Perawatan yang diberikan berupa kebersihan perorangan seperti kebersihan gigi dan mulut, kebersihan kulit dan badan serta rambut. Selain itu pemberian informasi pelayanan kesehatan yang memadai juga sangat diperlukan bagi lansia agar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai (Akhmadi, 2009). Berdasarkan fenomena di atas maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti masalah pengaruh pendidikan kesehatan tentang perawatan ADL lansia terhadap pengetahuan dan sikap keluarga. mengingat keluarga memegang andil yang besar dalam pemberian perawatan lansia, sedangkan belum tentu semua keluarga sudah mengerti bagaimana merawat ADL lansia yang semestinya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh pendidikan kesehatan Activities Dialy Living (ADL) lansia terhadap pengetahuan keluarga?
  2. Adakah pengaruh pendidikan kesehatan Activities Dialy Living (ADL) lansia terhadap sikap keluarga?

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada hubungannya dengan tujuan kesehatan baik perorangan maupun pada masyarakat (Mubarak, 2006). Sedangkan WHO menyatakan bahwa pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan dan memperbaiki kesehatan mereka.

Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya (Wikipedia, Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Pengertian Sikap

Sikap adalah derajat efek positif atau efek negatif terhadap suatu objek psikologis (Edwards dalam Azwar, 2003: 5). Sedangkan menurut Lapierre dalam Azwar (2003: 5), sikap adalah suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipasif, predisposisi adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan.

Konsep Keluarga

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan, emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya (Mubarak, 2006:255).

Pengetian Lansia

Lansia atau lanjut usia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Pada kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut Aging Process. Ilmu yang mempelajari fenomena penuaan meliputi proses menua dan degenerasi sel termasuk masalah-masalah yang ditemui dan harapan lansia disebut gerontology (Erfandi, 2009). Menurut UU No. 4 tahun 1965 pasal 1 bahwa seseorang dinyatakan sebagai orang jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai usia 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah orang lain.

 

D. Metodelogi Penelitian

Quasy eksperimen dengan rancangan one group pre test and post test design.

Populasi adalah keluarga dengan lansia di wilayah Kelurahan Giriwono sejumlah 50 orang.

Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 43 orang.

Uji validitas alat ukur dengan korelasi product moment, dan uji reliabilitas dengan korelasi item total dan Alpha Cronbach sebagai ukuran konsistensi internal. Pengelolaan data dengan SPSS 17, dengan uji T test.

 

E. Kesimpulan

1. Ada pengaruh positif yang bermakna antara pengetahuan responden tentang Activities Daily Living (ADL) lansia sebelum dan setelah mendapat pendidikan kesehatan. Pemberian pendidikan kesehatan tentang Activities Daily Living (ADL) lansia dapat meningkatkan pengetahuan keluarga.

2. Ada pengaruh positif yang bermakna antara sikap responden tentang Activities Daily Living (ADL) lansia sebelum dan setelah mendapat pendidikan kesehatan. Pemberian pendidikan kesehatan Activities Daily Living (ADL) lansia terbukti dapat memperbaiki sikap responden seputar ADL lansia.

Incoming search terms:

Leave a Reply