Beban kerja perawat adalah besarnya tuntutan pekerjaan yang harus dipenuhi perawat dalam waktu tertentu, baik berupa jumlah dan jenis tindakan maupun tekanan mental yang dirasakan saat bekerja. Variabel ini sangat sering diteliti di tesis manajemen keperawatan, biasanya bersama stres kerja, burnout, kepuasan kerja, perilaku caring, atau keselamatan pasien. Kesulitannya, istilah beban kerja dipakai untuk dua hal yang berbeda: beban yang dirasakan perawat dan beban yang dihitung dari waktu kerja. Keduanya diukur dengan cara yang berbeda dan menjawab pertanyaan yang berbeda. Artikel ini membahas pengertian beban kerja perawat, tingkatannya, dua metode pengukuran yang paling sering dipakai, temuan penelitian, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian dan Tingkatan Beban Kerja Perawat
Carayon dan Gurses (2005) menyusun kerangka beban kerja perawat dari sudut pandang ergonomi. Menurut mereka, beban kerja perawat bisa dilihat pada empat tingkat.
| Tingkat | Arti | Contoh ukuran |
|---|---|---|
| Unit | Beban kerja seluruh ruangan | Rasio perawat dan pasien, jumlah pasien per shift |
| Pekerjaan | Tuntutan pekerjaan perawat secara umum | Tuntutan waktu, tuntutan mental, jam kerja |
| Pasien | Beban yang ditentukan kebutuhan perawatan tiap pasien | Tingkat ketergantungan pasien |
| Situasi | Beban pada saat tertentu karena kondisi kerja | Gangguan saat bekerja, alat tidak tersedia, alarm berulang |
Kerangka ini menunjukkan mengapa dua tesis tentang “beban kerja perawat” bisa menghasilkan temuan yang berbeda: yang satu mengukur rasio perawat dan pasien di tingkat unit, yang lain mengukur beban mental yang dirasakan di tingkat pekerjaan. Tetapkan tingkat yang Anda ukur sejak Bab 2.
Dua Pendekatan Pengukuran: NASA-TLX dan WISN

NASA-TLX: beban kerja yang dirasakan
NASA Task Load Index (NASA-TLX) dikembangkan Hart dan Staveland (1988) untuk mengukur beban kerja subjektif. Perawat menilai enam dimensi pada skala 0–100.
| Dimensi | Pertanyaan inti |
|---|---|
| Tuntutan mental | Seberapa besar aktivitas berpikir, mengingat, dan memutuskan yang diperlukan? |
| Tuntutan fisik | Seberapa besar aktivitas fisik yang diperlukan? |
| Tuntutan waktu | Seberapa besar tekanan karena kecepatan kerja yang diminta? |
| Performa | Seberapa berhasil Anda menyelesaikan tugas? |
| Usaha | Seberapa keras Anda harus bekerja untuk mencapai hasil itu? |
| Frustrasi | Seberapa besar rasa kesal, tertekan, atau tidak aman yang dirasakan? |
Versi asli memakai pembobotan dengan 15 perbandingan berpasangan antardimensi. Banyak penelitian memakai versi tanpa bobot (raw TLX) dengan merata-ratakan keenam dimensi. Sebutkan versi yang Anda pakai di Bab 3. Bila memakai terjemahan Indonesia, jelaskan proses terjemahannya dan lakukan uji validitas serta uji reliabilitas pada uji coba. Zaghini dkk. (2024) mengadaptasi NASA-TLX untuk perawat perawatan rumah di Italia; alpha-nya 0,73, dan skor beban kerja berkorelasi negatif dengan kepuasan kerja serta berhubungan positif dengan niat keluar dari tempat kerja.
WISN: beban kerja yang dihitung
Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dari WHO (2010) menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja nyata. Langkah utamanya: menetapkan waktu kerja tersedia dalam setahun, menentukan kegiatan utama, menetapkan standar waktu setiap kegiatan, menghitung beban kerja standar, lalu menghitung jumlah tenaga yang dibutuhkan. Hasilnya dibandingkan dengan jumlah tenaga yang ada. Rasio WISN di bawah 1 berarti tenaga kurang dan beban kerja lebih tinggi dari kapasitas.
Winvi dkk. (2023) menerapkan WISN di unit hemodialisis sebuah rumah sakit khusus ginjal di Medan. Dengan 44 perawat yang ada, perhitungan WISN menunjukkan kebutuhan 65 perawat, sehingga beban kerja melampaui kapasitas tenaga yang tersedia.
| Aspek | NASA-TLX | WISN |
|---|---|---|
| Yang diukur | Beban yang dirasakan perawat | Kebutuhan tenaga dari beban kerja nyata |
| Sumber data | Kuesioner perawat | Observasi waktu kerja, dokumen, wawancara |
| Unit analisis | Perawat | Unit kerja atau ruangan |
| Cocok untuk | Penelitian hubungan beban kerja dengan stres, burnout, atau caring | Perencanaan tenaga dan evaluasi kecukupan staf |
Contoh sederhana perhitungan WISN
Angka di bawah hanya ilustrasi untuk memahami logika perhitungan, bukan standar yang berlaku.
| Langkah | Contoh |
|---|---|
| Waktu kerja tersedia per perawat per tahun | 1.600 jam |
| Standar waktu satu kegiatan pokok (misalnya asuhan satu pasien per shift) | 0,5 jam |
| Beban kerja standar (waktu tersedia dibagi standar waktu) | 1.600 ÷ 0,5 = 3.200 kegiatan per tahun |
| Jumlah kegiatan pokok dalam setahun | 9.600 kegiatan |
| Kebutuhan tenaga untuk kegiatan pokok | 9.600 ÷ 3.200 = 3 perawat |
| Tambahan untuk kegiatan penunjang dan kegiatan individu | Dihitung dengan faktor tambahan sesuai manual |
Hasil akhir dibandingkan dengan jumlah perawat yang ada. Bila perawat yang ada lebih sedikit dari kebutuhan, rasio WISN di bawah 1. Dalam tesis, jelaskan sumber setiap angka: waktu kerja dari aturan jam kerja, standar waktu dari observasi atau kesepakatan, dan jumlah kegiatan dari data rekam medis atau laporan ruangan.
Apa Kata Penelitian tentang Beban Kerja Perawat
- Faktor situasi menambah beban. Rasooly dkk. (2021) meneliti 26 perawat anak dengan NASA-TLX berulang (394 penilaian). Lebih dari 40 alarm monitor dalam 2 jam sebelumnya berhubungan dengan kenaikan beban kerja subjektif 5,5 poin (skala 100). Beban kerja juga berhubungan dengan pengalaman perawat, waktu dalam shift, dan tingkat keparahan pasien.
- Beban kerja dan asuhan yang terlewat. Tinjauan sistematis Uchmanowicz dkk. (2024) menemukan bahwa karakteristik kerja perawat, termasuk beban kerja yang dirasakan dan jumlah staf, berhubungan dengan pengurangan asuhan keperawatan (rationing of nursing care), yang pada gilirannya berkaitan dengan keselamatan pasien.
Pelajaran untuk tesis Anda: beban kerja bukan hanya soal jumlah pasien. Faktor situasi, seperti gangguan dan alarm, juga menambah beban. Bila Anda meneliti hubungan beban kerja dengan keselamatan pasien, pertimbangkan asuhan yang terlewat sebagai variabel perantara. Beban kerja juga sering diteliti sebagai penyebab burnout perawat dan sebagai faktor yang mengurangi perilaku caring.
Posisi Beban Kerja dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel bebas | Pengaruh beban kerja terhadap stres kerja perawat | Korelasi atau regresi |
| Variabel bebas | Pengaruh beban kerja terhadap perilaku caring perawat | Regresi berganda |
| Variabel terikat | Perbedaan beban kerja mental perawat menurut jenis ruangan | ANOVA atau uji Kruskal-Wallis |
| Model perantara | Beban kerja memengaruhi niat keluar melalui burnout | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
| Deskriptif terapan | Kebutuhan tenaga perawat ruang rawat inap berdasarkan WISN | Perhitungan WISN dan rasio WISN |
Contoh hipotesis untuk model perantara:
- H1: Beban kerja berpengaruh positif terhadap burnout perawat.
- H2: Burnout berpengaruh positif terhadap niat keluar.
- H3: Burnout memediasi pengaruh beban kerja terhadap niat keluar.
Bila Anda memakai NASA-TLX dan variabel lain yang juga diisi perawat sendiri, jelaskan risiko bias metode bersama, yaitu hubungan yang tampak kuat karena semua variabel diukur dari sumber yang sama.
Definisi Operasional Beban Kerja Perawat
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Beban kerja mental perawat pelaksana |
| Definisi konseptual | Besarnya tuntutan pekerjaan yang dirasakan perawat saat melaksanakan tugas (Hart & Staveland, 1988) |
| Definisi operasional | Rata-rata penilaian perawat pada enam dimensi NASA-TLX untuk shift terakhir |
| Alat ukur | NASA-TLX tanpa bobot, versi Indonesia yang sudah diuji coba |
| Hasil ukur | Skor 0–100; makin tinggi, makin berat beban kerja |
| Skala data | Interval |
Contoh Judul Penelitian Beban Kerja Perawat
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis manajemen keperawatan dan mutu pelayanan dan judul tesis keperawatan komunitas dan kesehatan kerja. Untuk sudut pandang psikologi, lihat judul skripsi dan tesis psikologi tentang stres kerja, burnout, dan work-life balance. Contoh penelitian beban kerja di bidang lain bisa dilihat pada pengaruh beban kerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja dosen.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan beban kerja mental dengan stres kerja perawat ruang intensif.
- Analisis kebutuhan tenaga perawat instalasi rawat inap dengan metode WISN.
- Pengaruh beban kerja terhadap asuhan keperawatan yang terlewat dan insiden keselamatan pasien.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Beban Kerja
- Tidak menyebut tingkat beban kerja yang diukur. Rasio perawat dan pasien berbeda dari beban mental yang dirasakan.
- Mencampur NASA-TLX dan WISN tanpa alasan. Keduanya menjawab pertanyaan berbeda dan punya unit analisis berbeda.
- Tidak menyebut versi NASA-TLX. Versi berbobot dan tanpa bobot menghasilkan skor yang berbeda.
- Standar waktu WISN tanpa dasar. Standar waktu setiap kegiatan harus berasal dari observasi atau kesepakatan yang dijelaskan.
- Mengabaikan shift. Beban kerja pagi, sore, dan malam bisa berbeda; tetapkan shift yang diukur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
NASA-TLX atau kuesioner beban kerja lain? NASA-TLX banyak dipakai untuk beban kerja mental dan sudah diuji pada perawat di beberapa negara. Kuesioner lain boleh dipakai bila sesuai teori dan sudah diuji.
Kapan NASA-TLX sebaiknya diisi? Sebaiknya segera setelah shift atau tugas yang dinilai, karena penilaian berdasarkan ingatan yang masih segar. Tetapkan waktu pengisian yang sama untuk semua responden.
Apakah WISN bisa dipakai untuk tesis? Bisa, terutama tesis manajemen rumah sakit yang ingin menghitung kecukupan tenaga. Siapkan waktu untuk observasi kegiatan dan penetapan standar waktu.
Berapa jumlah sampel penelitian beban kerja? Untuk NASA-TLX, tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel. Untuk WISN, unit analisisnya ruangan atau jenis tenaga.
Bagaimana dengan beban kerja berdasarkan tingkat ketergantungan pasien? Pendekatan ini mengukur beban kerja di tingkat pasien. Pasien dikelompokkan menurut kebutuhan perawatannya, misalnya perawatan minimal, sebagian, dan total, lalu jumlah perawat yang dibutuhkan per shift dihitung dari komposisi pasien. Bila memakai pendekatan ini, rujuk sistem klasifikasi yang Anda pakai beserta sumbernya, dan jelaskan siapa yang menilai tingkat ketergantungan pasien.
Apakah beban kerja sama dengan stres kerja? Tidak. Beban kerja adalah tuntutan, sedangkan stres adalah respons terhadap tuntutan yang dirasakan melebihi kemampuan. Keduanya sering diteliti bersama sebagai sebab dan akibat.
Sedang meneliti beban kerja perawat? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih pendekatan pengukuran dan menentukan posisi variabel melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan observasi melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu perhitungan WISN atau analisis data kuesioner melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Carayon, P., & Gurses, A. P. (2005). A human factors engineering conceptual framework of nursing workload and patient safety in intensive care units. Intensive and Critical Care Nursing, 21(5), 284–301. https://doi.org/10.1016/j.iccn.2004.12.003
Hart, S. G., & Staveland, L. E. (1988). Development of NASA-TLX (Task Load Index): Results of empirical and theoretical research. Dalam P. A. Hancock & N. Meshkati (Ed.), Human mental workload (hlm. 139–183). North-Holland.
Rasooly, I. R., Kern-Goldberger, A. S., Xiao, R., Ponnala, S., Ruppel, H., Luo, B., Craig, S., Khan, A., McLoone, M., Ferro, D., Muthu, N., Won, J., & Bonafide, C. P. (2021). Physiologic monitor alarm burden and nurses’ subjective workload in a children’s hospital. Hospital Pediatrics, 11(7), 703–710. https://doi.org/10.1542/hpeds.2020-003509
Uchmanowicz, I., Lisiak, M., Wleklik, M., Pawlak, A. M., Zborowska, A., Sta?czykiewicz, B., Ross, C., Czapla, M., & Juárez-Vela, R. (2024). The impact of rationing nursing care on patient safety: A systematic review. Medical Science Monitor, 30, e942031. https://doi.org/10.12659/MSM.942031
Winvi, F. C., Nasution, S. L. R., & Ginting, C. N. (2023). Workload indicators of staffing need (WISN) for the required estimation of nursing staff in a hemodialysis unit. Folia Medica Indonesiana, 59(2), 164–172. https://doi.org/10.20473/fmi.v59i2.42309
World Health Organization. (2010). Workload indicators of staffing need (WISN): User’s manual. World Health Organization.
Zaghini, F., Calzolari, M., Di Nitto, M., Longobucco, Y., Alvaro, R., Cicolini, G., Lancia, L., Manara, D. F., Rasero, L., Rocco, G., Zega, M., Mazzoleni, B., Sasso, L., & Bagnasco, A. (2024). Workload of home care nurses: Italian adaptation, validity, and reliability of the National Aeronautics and Space Administration Task Load Index questionnaire. Public Health Nursing. https://doi.org/10.1111/phn.13387
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









