Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan otot rangka dan memerlukan pengeluaran energi. Variabel ini sering muncul di tesis keperawatan dan kesehatan masyarakat, terutama pada penelitian hipertensi, diabetes, obesitas, lansia, dan remaja. Aktivitas fisik bisa menjadi faktor risiko yang diteliti, perilaku yang ingin diubah, atau bagian dari manajemen diri penyakit kronis. Kesulitannya ada pada pengukuran: aktivitas fisik terdiri atas banyak jenis kegiatan dengan intensitas berbeda, dan kebanyakan penelitian mengandalkan ingatan responden. Artikel ini membahas pengertian aktivitas fisik, rekomendasi WHO, data terbaru, alat ukur GPAQ dan IPAQ, cara menghitung MET, temuan penelitian, dan cara menempatkannya dalam model penelitian.
Pengertian Aktivitas Fisik dan Latihan Fisik
Caspersen dkk. (1985) mendefinisikan aktivitas fisik sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan otot rangka dan menghasilkan pengeluaran energi. Mereka juga membedakan aktivitas fisik dari latihan fisik (exercise). Latihan fisik adalah bagian dari aktivitas fisik yang direncanakan, terstruktur, dan dilakukan berulang untuk memperbaiki atau mempertahankan kebugaran.
Perbedaan ini menentukan apa yang Anda ukur.
| Konsep | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| Aktivitas fisik | Semua gerakan yang mengeluarkan energi | Bekerja di sawah, bersepeda ke pasar, menyapu, berolahraga |
| Latihan fisik | Aktivitas terencana dan terstruktur untuk kebugaran | Senam prolanis tiga kali seminggu, jalan cepat 30 menit |
| Perilaku sedentari | Duduk atau berbaring saat terjaga dengan pengeluaran energi rendah | Menonton televisi, bekerja di depan komputer |
| Kebugaran fisik | Kemampuan tubuh, bukan perilaku | VO2 maks, kekuatan otot |
Bila penelitian Anda menguji senam atau jalan cepat, variabel bebasnya latihan fisik, bukan aktivitas fisik secara umum. Bila Anda mengukur VO2 maks, yang diukur adalah kebugaran, bukan perilaku.
Rekomendasi Aktivitas Fisik WHO 2020
Pedoman WHO 2020 yang diringkas Bull dkk. (2020) memberi rekomendasi berikut.
| Kelompok | Rekomendasi |
|---|---|
| Anak dan remaja (5–17 tahun) | Rata-rata 60 menit per hari aktivitas aerobik intensitas sedang sampai berat sepanjang minggu |
| Dewasa (18–64 tahun) | 150–300 menit per minggu intensitas sedang, atau 75–150 menit intensitas berat, atau kombinasi yang setara; ditambah latihan penguatan otot |
| Lansia (65 tahun ke atas) | Sama dengan dewasa, dengan penyesuaian kemampuan; pedoman juga menganjurkan latihan keseimbangan dan kekuatan |
| Semua usia | Kurangi waktu sedentari; bukti belum cukup untuk menetapkan batas waktu duduk |
Rekomendasi ini sering dipakai sebagai dasar kategori “cukup” dan “kurang” dalam penelitian. Sebutkan versi pedoman yang Anda pakai, karena pedoman WHO sebelumnya (2010) memakai rumusan yang sedikit berbeda.
Seberapa Banyak Orang yang Kurang Aktif
Strain dkk. (2024) menggabungkan 507 survei berbasis populasi dengan 5,7 juta peserta. Pada 2022, sebanyak 31,3% orang dewasa di dunia tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik, naik dari 23,4% pada 2000 dan 26,4% pada 2010. Prevalensinya lebih tinggi pada perempuan (33,8%) daripada laki-laki (28,7%). Bila tren 2010–2022 berlanjut, target WHO untuk menurunkan aktivitas fisik kurang sebesar 15% pada 2030 tidak akan tercapai.
Di Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (2025) melaporkan bahwa menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, 37,4% penduduk berusia di atas 10 tahun kurang aktivitas fisik. Alasan yang paling banyak disebut adalah tidak punya waktu (48,7%) dan malas (32,6%). Angka ini berguna untuk latar belakang di Bab 1, dengan catatan definisi dan kelompok umurnya disebutkan dengan tepat.
Alat Ukur Aktivitas Fisik

| Instrumen | Isi | Bukti dan catatan |
|---|---|---|
| Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) | Dikembangkan WHO; menanyakan aktivitas sedang dan berat pada ranah kerja, perjalanan, dan rekreasi, ditambah waktu duduk | Diuji di sembilan negara dengan reliabilitas sedang sampai baik dan validitas kriteria lemah sampai sedang (Bull dkk., 2009) |
| International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) | Versi pendek menanyakan aktivitas berat, sedang, berjalan, dan duduk dalam 7 hari terakhir | Diuji di 12 negara; reliabilitas baik, validitas kriteria setara dengan kuesioner lain (Craig dkk., 2003) |
| Akselerometer atau pedometer | Mengukur gerakan secara langsung | Lebih objektif, tetapi mahal dan tidak menangkap jenis kegiatan |
Kedua kuesioner mengandalkan ingatan responden, sehingga rentan terhadap kesalahan mengingat dan keinginan memberi jawaban yang baik. Maulana dan Arovah (2021) membandingkan GPAQ dan IPAQ pada 63 mahasiswa ilmu keolahragaan di Indonesia. Total aktivitas fisik dari kedua kuesioner tidak berbeda bermakna. GPAQ berkorelasi sedang dengan VO2 maks (r = 0,41), sedangkan IPAQ berkorelasi lemah (r = 0,25). Sampelnya kecil dan sebagian besar laki-laki, sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk kelompok lain.
Cara Menghitung MET-Menit per Minggu
Hasil GPAQ dan IPAQ biasanya dinyatakan dalam MET-menit per minggu. MET (metabolic equivalent) adalah perbandingan energi yang dipakai saat beraktivitas dengan energi saat duduk diam. Pada GPAQ, aktivitas sedang diberi nilai 4 MET dan aktivitas berat 8 MET.
Contoh perhitungan GPAQ untuk satu responden:
| Ranah dan intensitas | Hari per
minggu |
Menit per
hari |
Perhitungan | MET-
menit |
|---|---|---|---|---|
| Kerja, berat |
2 |
60 |
2 × 60 × 8 |
960 |
| Perjalanan (bersepeda atau jalan kaki) |
5 |
20 |
5 × 20 × 4 |
400 |
| Rekreasi, sedang |
3 |
30 |
3 × 30 × 4 |
360 |
| Total |
1.720 |
Rekomendasi WHO 150 menit aktivitas sedang setara dengan 600 MET-menit per minggu. Responden di atas memenuhi rekomendasi. Ikuti pedoman analisis instrumen yang Anda pakai untuk membersihkan data, misalnya membuang jawaban yang tidak masuk akal, dan untuk menentukan kategori.
Apa Kata Penelitian tentang Aktivitas Fisik
- Manfaat aktivitas fisik. Posadzki dkk. (2020) merangkum 150 tinjauan Cochrane pada 54 kondisi. Aktivitas fisik atau latihan fisik menurunkan risiko kematian sebesar 13% (RR 0,87) dan sedikit meningkatkan kualitas hidup (SMD 0,18), dengan sedikit atau tanpa masalah keamanan. Pengaruh terbesar terlihat pada pasien dengan gangguan kesehatan mental.
- Tren yang memburuk. Data Strain dkk. (2024) menunjukkan aktivitas fisik kurang meningkat di 103 dari 197 negara dan wilayah antara 2010 dan 2022.
Pelajaran untuk tesis Anda: aktivitas fisik penting sebagai variabel, tetapi pengukurannya lemah bila hanya mengandalkan ingatan. Jelaskan keterbatasan ini di Bab 5, dan bila memungkinkan, tambahkan catatan harian aktivitas atau alat ukur gerak.
Posisi Aktivitas Fisik dalam Model Penelitian
| Posisi | Contoh rumusan | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Variabel bebas | Hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pasien hipertensi | Korelasi, regresi, atau chi-square bila dikategorikan |
| Variabel terikat | Pengaruh edukasi berbasis aplikasi terhadap aktivitas fisik pegawai | Uji t berpasangan atau uji Wilcoxon |
| Faktor risiko | Aktivitas fisik kurang sebagai faktor risiko obesitas remaja | Regresi logistik dengan rasio odds |
| Variabel perantara | Efikasi diri memengaruhi kadar gula darah melalui aktivitas fisik | SEM-PLS dengan uji efek tidak langsung |
Data MET-menit sering tidak berdistribusi normal karena banyak responden bernilai rendah dan sedikit yang sangat tinggi. Periksa normalitas data sebelum memilih uji parametrik.
Aktivitas fisik juga sering dikaitkan dengan kualitas tidur, stres, dan efikasi diri. Pada pasien penyakit kronis, aktivitas fisik merupakan salah satu perilaku dalam manajemen diri.
Definisi Operasional Aktivitas Fisik
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Aktivitas fisik pasien hipertensi |
| Definisi konseptual | Setiap gerakan tubuh oleh otot rangka yang mengeluarkan energi (Caspersen dkk., 1985) |
| Definisi operasional | Total aktivitas sedang dan berat pada ranah kerja, perjalanan, dan rekreasi dalam seminggu, dinyatakan dalam MET-menit per minggu |
| Alat ukur | GPAQ versi Indonesia, diisi melalui wawancara |
| Hasil ukur | MET-menit per minggu; atau kategori memenuhi dan tidak memenuhi rekomendasi WHO (600 MET-menit) |
| Skala data | Rasio, atau nominal bila dikategorikan |
Contoh Judul Penelitian Aktivitas Fisik
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis keperawatan kardiovaskular, judul tesis keperawatan diabetes dan endokrin, dan judul tesis keperawatan gerontik dan lansia. Contoh penelitian lama yang berkaitan dengan kebugaran bisa dilihat pada profil status gizi dan kapasitas VO2 maks.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2.
- Pengaruh edukasi berbasis pesan singkat terhadap aktivitas fisik pasien hipertensi.
- Faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik kurang pada remaja sekolah menengah.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Aktivitas Fisik
- Menyamakan aktivitas fisik dengan olahraga. Pekerjaan dan perjalanan juga termasuk aktivitas fisik.
- Mengukur kebugaran tetapi menyebutnya aktivitas fisik. VO2 maks adalah kebugaran, bukan perilaku.
- Salah menghitung MET. Ikuti nilai MET dan aturan pembersihan data dari pedoman instrumen.
- Kategori tanpa dasar. Gunakan rekomendasi WHO atau kategori resmi instrumen, dan sebutkan sumbernya.
- Mengabaikan sifat data. MET-menit biasanya tidak normal; pilih uji yang sesuai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
GPAQ atau IPAQ? Keduanya banyak dipakai. GPAQ dirancang WHO untuk negara berkembang dan memisahkan ranah kerja, perjalanan, dan rekreasi, sehingga cocok untuk masyarakat yang aktivitasnya banyak berasal dari pekerjaan. IPAQ versi pendek lebih singkat.
Apakah kuesioner aktivitas fisik perlu diuji validitas lagi? Instrumen baku sudah diuji di banyak negara. Yang perlu dijelaskan adalah versi bahasa yang dipakai, cara pengisian, dan, bila ada perubahan, hasil uji coba pada sampel Anda.
Bagaimana mengukur aktivitas fisik lansia? Kuesioner umum bisa dipakai dengan wawancara. Untuk lansia yang sangat terbatas geraknya, pertimbangkan instrumen khusus lansia atau ukur kemandirian aktivitas sehari-hari.
Apakah senam prolanis termasuk aktivitas fisik? Termasuk, dan lebih tepat disebut latihan fisik karena terencana dan terstruktur.
Bagaimana mengukur perilaku sedentari? GPAQ dan IPAQ versi pendek sama-sama memuat pertanyaan tentang waktu duduk atau berbaring dalam sehari. Laporkan hasilnya sebagai variabel terpisah, karena seseorang bisa memenuhi rekomendasi aktivitas fisik tetapi tetap duduk lama setiap hari. Pedoman WHO 2020 belum menetapkan batas waktu duduk, sehingga jangan membuat kategori sedentari tanpa sumber yang jelas.
Berapa jumlah sampel penelitian aktivitas fisik? Tergantung desain dan analisis; lihat artikel teknik pengambilan sampel.
Sedang meneliti aktivitas fisik? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda memilih instrumen dan menentukan posisi variabel melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal dan rancangan intervensi melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu menghitung MET, membersihkan data, dan menganalisis hasil melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025, 27 Oktober). Aktifitas fisik penduduk Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/aktifitas-fisik-penduduk-indonesia/
Bull, F. C., Al-Ansari, S. S., Biddle, S., Borodulin, K., Buman, M. P., Cardon, G., dkk. (2020). World Health Organization 2020 guidelines on physical activity and sedentary behaviour. British Journal of Sports Medicine, 54(24), 1451–1462. https://doi.org/10.1136/bjsports-2020-102955
Bull, F. C., Maslin, T. S., & Armstrong, T. (2009). Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ): Nine country reliability and validity study. Journal of Physical Activity and Health, 6(6), 790–804. https://doi.org/10.1123/jpah.6.6.790
Caspersen, C. J., Powell, K. E., & Christenson, G. M. (1985). Physical activity, exercise, and physical fitness: Definitions and distinctions for health-related research. Public Health Reports, 100(2), 126–131.
Craig, C. L., Marshall, A. L., Sjöström, M., Bauman, A. E., Booth, M. L., Ainsworth, B. E., Pratt, M., Ekelund, U., Yngve, A., Sallis, J. F., & Oja, P. (2003). International physical activity questionnaire: 12-country reliability and validity. Medicine & Science in Sports & Exercise, 35(8), 1381–1395. https://doi.org/10.1249/01.MSS.0000078924.61453.FB
Maulana, G. F., & Arovah, N. I. (2021). Does GPAQ exhibit a higher correlation with the maximum oxygen capacity than IPAQ among young adults? Journal Sport Area, 6(3). https://doi.org/10.25299/sportarea.2021.vol6(3).7589
Posadzki, P., Pieper, D., Bajpai, R., Makaruk, H., Könsgen, N., Neuhaus, A. L., & Semwal, M. (2020). Exercise/physical activity and health outcomes: An overview of Cochrane systematic reviews. BMC Public Health, 20, 1724. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09855-3
Strain, T., Flaxman, S., Guthold, R., Semenova, E., Cowan, M., dkk. (2024). National, regional, and global trends in insufficient physical activity among adults from 2000 to 2022: A pooled analysis of 507 population-based surveys with 5·7 million participants. The Lancet Global Health, 12(8), e1232–e1243. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(24)00150-5
Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Untuk memastikan reputasi dan keamanan sebuah website, Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui platform pemeriksa reputasi website, seperti ScamAdviser dan Scamwise.
Berikut tautan yang dapat digunakan:
- ScamAdviser: https://www.scamadviser.com/check-website/idtesis.com
- Scamwise: https://scamwise.com/website-scam-checker
Kami berkomitmen untuk memberikan layanan IDTesis.com secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Silakan lakukan pengecekan secara mandiri agar Bapak/Ibu dapat memperoleh informasi tambahan sebelum menggunakan layanan kami.









