Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan, dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya yang sakit, yang membuat anggota tersebut merasa diperhatikan dan dibantu. Dalam keperawatan, keluarga dipandang sebagai unit perawatan: sebagian besar perawatan pasien penyakit kronis justru terjadi di rumah, bukan di rumah sakit. Karena itu, dukungan keluarga menjadi salah satu variabel bebas paling populer dalam tesis keperawatan, terutama untuk menjelaskan kepatuhan minum obat, perawatan diri, kecemasan, dan kualitas hidup. Artikel ini membahas pengertian dukungan keluarga, empat dimensinya menurut Friedman, kaitannya dengan tugas kesehatan keluarga, alat ukur yang tersedia, bukti penelitian, dan cara memasukkannya ke model penelitian.
Pengertian Dukungan Keluarga
Dalam buku keperawatan keluarga yang banyak dirujuk di Indonesia, Friedman dkk. (2003) memandang keluarga sebagai sistem yang menjalankan beberapa fungsi, salah satunya fungsi perawatan kesehatan. Dukungan keluarga adalah wujud nyata fungsi ini: keluarga memberi informasi, perhatian, penghargaan, dan bantuan nyata kepada anggota yang membutuhkan.
Dukungan keluarga adalah bagian dari dukungan sosial, tetapi punya ciri khas. Keluarga biasanya tinggal bersama pasien, terlibat dalam keputusan berobat, dan menanggung biaya. Hubungan ini juga bisa menjadi sumber tekanan, misalnya bila keluarga terlalu mengatur atau justru menyalahkan pasien. Karena itu, dalam penelitian, yang diukur sebaiknya dukungan yang dirasakan pasien, bukan sekadar ada atau tidaknya keluarga yang tinggal serumah.
Perbedaan dukungan keluarga dengan dukungan sosial secara umum dibahas di artikel dukungan sosial.
Empat Dimensi Dukungan Keluarga menurut Friedman
Friedman dkk. (2003) membagi dukungan keluarga menjadi empat dimensi. Keempatnya paling sering dipakai sebagai indikator kuesioner dukungan keluarga di tesis Indonesia.

| Dimensi | Bentuk dukungan | Contoh butir kuesioner (ilustrasi) |
|---|---|---|
| Informasional | Memberi nasihat, saran, informasi tentang penyakit dan pengobatan | “Keluarga mengingatkan saya tentang makanan yang harus dihindari” |
| Penilaian atau penghargaan | Memberi umpan balik, pujian, dan bimbingan dalam menghadapi masalah | “Keluarga memuji saya ketika saya rutin kontrol” |
| Instrumental | Bantuan nyata berupa tenaga, waktu, biaya, dan sarana | “Keluarga mengantar saya ke puskesmas setiap jadwal kontrol” |
| Emosional | Rasa aman, kasih sayang, kesediaan mendengar keluhan | “Keluarga mau mendengarkan ketika saya mengeluh tentang penyakit saya” |
Contoh butir di atas hanya gambaran. Bila Anda menyusun kuesioner sendiri dari empat dimensi ini, sesuaikan butir dengan penyakit dan perilaku yang diteliti, lalu uji validitas dan reliabilitasnya.
Dukungan Keluarga dan Tugas Kesehatan Keluarga
Dalam keperawatan keluarga, dukungan keluarga sering dikaitkan dengan lima tugas kesehatan keluarga yang dibahas Friedman dkk. (2003): mengenal masalah kesehatan, memutuskan tindakan yang tepat, merawat anggota yang sakit, memodifikasi lingkungan rumah, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Bedanya perlu jelas. Dukungan keluarga dilihat dari sudut pandang pasien: apa yang ia rasakan dari keluarganya. Tugas kesehatan keluarga dilihat dari sudut pandang keluarga: kemampuan keluarga menjalankan fungsi perawatan. Responden untuk variabel pertama adalah pasien, sedangkan untuk variabel kedua biasanya anggota keluarga atau pengasuh. Jangan mencampur keduanya dalam satu kuesioner.
Alat Ukur Dukungan Keluarga
| Instrumen | Yang diukur | Bukti di Indonesia | Catatan |
|---|---|---|---|
| Kuesioner empat dimensi Friedman (disusun peneliti) | Dukungan informasional, penilaian, instrumental, emosional | Banyak versi buatan peneliti; reliabilitas berbeda-beda | Wajib uji validitas dan reliabilitas sendiri |
| Hensarling’s Diabetes Family Support Scale (HDFSS) | Dukungan keluarga pada pasien diabetes, empat jenis dukungan | Versi Indonesia dipakai pada 43 remaja dengan diabetes tipe 1, reliabilitas 0,96 (Agustini dkk., 2019) | Khusus diabetes |
| Subskala keluarga MSPSS | Dukungan keluarga yang dirasakan, 4 butir | Struktur faktor keluarga terbukti pada 299 remaja Indonesia (Laksmita dkk., 2020) | Ringkas; cocok bila keluarga hanya salah satu sumber yang diteliti |
| MOS Social Support Survey versi Indonesia | Dukungan sosial yang mencakup keluarga, empat faktor | Diuji pada 539 orang dewasa dengan diabetes: alpha 0,938; tes-ulang ICC 0,954 (Wicaksana dkk., 2025) | Mengukur dukungan sosial luas, bukan hanya keluarga |
Pilih instrumen sesuai populasi dan definisi operasional Anda. Bila responden Anda pasien diabetes, HDFSS atau MOS-SSS versi Indonesia memberi dasar yang lebih kuat daripada kuesioner buatan sendiri.
Apa Kata Penelitian tentang Dukungan Keluarga
- Diabetes. Busebaia dkk. (2023) melakukan tinjauan payung atas 19 tinjauan sistematis. Ada kesepakatan bahwa keluarga memengaruhi manajemen diri pasien diabetes tipe 2 dewasa, dan dukungan keluarga merupakan kunci perawatan diri di rumah. Para penulis juga mencatat celah: definisi “keluarga” berbeda-beda antarpenelitian dan intervensi berbasis keluarga perlu disesuaikan dengan budaya.
- Hipertensi lansia. Ruswadi dkk. (2023) meneliti 78 lansia hipertensi di Indramayu. Kepatuhan berobat ditemukan pada 83,9% lansia yang mendapat dukungan keluarga, dibandingkan 22,7% pada yang tidak mendapat dukungan. Uji chi-square menunjukkan hubungan bermakna.
- Remaja dengan diabetes. Agustini dkk. (2019) menemukan dukungan keluarga berhubungan dengan resiliensi remaja dengan diabetes tipe 1. Dari empat jenis dukungan, hanya dukungan informasi yang berhubungan bermakna.
Ketiga temuan ini berasal dari desain potong lintang atau tinjauan atas penelitian yang sebagian besar potong lintang. Tulis hasilnya sebagai hubungan, bukan sebab-akibat. Bila Anda memakai rasio odds dari regresi logistik, hindari kalimat seperti “dukungan tinggi meningkatkan resiliensi 4,67 kali”, karena rasio odds pada desain potong lintang tidak menunjukkan arah sebab-akibat.
Dukungan Keluarga dalam Model Penelitian
| Rumusan | Desain | Analisis yang cocok |
|---|---|---|
| Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi | Potong lintang | Chi-square bila kedua variabel dikategorikan; korelasi Spearman bila skor ordinal |
| Pengaruh dukungan keluarga dan efikasi diri terhadap perawatan diri pasien diabetes | Potong lintang | Regresi linier berganda |
| Dukungan keluarga memengaruhi kualitas hidup melalui efikasi diri | Potong lintang | SEM-PLS dengan uji variabel intervening |
| Pengaruh edukasi keluarga terhadap dukungan keluarga pasien stroke | Kuasi eksperimen | Uji t berpasangan atau Wilcoxon |
Contoh hipotesis model perantara:
- H1: Dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap efikasi diri pasien diabetes.
- H2: Efikasi diri berpengaruh positif terhadap perilaku perawatan diri.
- H3: Efikasi diri memediasi pengaruh dukungan keluarga terhadap perawatan diri.
Konsep yang terkait dibahas di artikel efikasi diri, kualitas hidup, dan beban caregiver. Kalau Anda ragu memilih antara dukungan keluarga dan dukungan sosial sebagai variabel, lihat dulu apakah teori Anda menekankan keluarga sebagai unit perawatan atau semua sumber dukungan.
Definisi Operasional Dukungan Keluarga
| Unsur | Contoh isi |
|---|---|
| Variabel | Dukungan keluarga |
| Definisi konseptual | Dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan emosional yang dirasakan pasien dari keluarganya (Friedman dkk., 2003) |
| Definisi operasional | Skor jawaban pasien pada kuesioner dukungan keluarga empat dimensi |
| Alat ukur | Kuesioner dukungan keluarga yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya |
| Hasil ukur | Skor total dan skor per dimensi; makin tinggi makin besar dukungan |
| Skala data | Interval, atau ordinal bila dikategorikan baik, cukup, dan kurang |
Bila skor dikategorikan, tuliskan dasar pembagiannya. Ruswadi dkk. (2023), misalnya, memakai batas skor tertentu dari data mereka sendiri. Batas itu tidak otomatis berlaku untuk penelitian lain.
Contoh Judul Penelitian Dukungan Keluarga
Ide judul bisa Anda lihat di katalog judul tesis dukungan keluarga dan peran caregiver, judul tesis kepatuhan dan perilaku kesehatan, dan judul tesis keperawatan gerontik dan lansia. Contoh abstrak penelitian dengan variabel dukungan keluarga ada di artikel pengaruh dukungan keluarga dan paritas terhadap kecemasan ibu hamil.
Pola judul yang sering dipakai, misalnya:
- Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi.
- Pengaruh dukungan keluarga terhadap perawatan diri pasien diabetes melitus dengan efikasi diri sebagai variabel perantara.
- Efektivitas edukasi keluarga terhadap dukungan keluarga dan kemandirian pasien pascastroke.
Judul di atas adalah ilustrasi pola, bukan judul penelitian yang sudah ada.
Cara Membahas Hasil Penelitian Dukungan Keluarga
- Laporkan skor per dimensi. Dimensi dengan skor terendah menunjukkan bentuk dukungan yang paling perlu diperkuat, misalnya dukungan informasional pada keluarga yang belum memahami penyakit pasien.
- Kaitkan dengan karakteristik keluarga. Bandingkan pola dukungan menurut status tinggal serumah, hubungan dengan pasien, atau beban ekonomi keluarga.
- Bandingkan dengan penelitian terdahulu. Bila dukungan keluarga tidak berhubungan dengan kepatuhan, bahas kemungkinan bahwa dukungan yang diberikan tidak sesuai kebutuhan pasien atau terasa mengatur.
- Turunkan saran yang bisa dijalankan. Misalnya, libatkan anggota keluarga dalam sesi edukasi di puskesmas atau saat kunjungan rumah.
Kesalahan Umum dalam Penelitian Dukungan Keluarga
- Respondennya keliru. Dukungan keluarga diukur dari pasien; kemampuan keluarga merawat diukur dari keluarga.
- Indikator tidak sesuai instrumen. Bila definisi operasional memakai empat dimensi Friedman, butir kuesioner harus mencakup keempatnya.
- Mengutip batas kategori dari penelitian lain. Batas skor baik dan kurang ditentukan dari data dan instrumen Anda sendiri.
- Klaim sebab-akibat. Pasien yang patuh bisa saja lebih mudah mendapat dukungan, bukan hanya sebaliknya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda dukungan keluarga menurut Friedman dan dukungan sosial menurut House? Jenis dukungannya mirip: informasional, penilaian, instrumental, dan emosional. Bedanya, Friedman membahasnya dalam kerangka keperawatan keluarga, sehingga sumbernya khusus keluarga.
Siapa yang termasuk keluarga dalam penelitian? Tentukan di definisi operasional, misalnya anggota keluarga yang tinggal serumah atau yang paling sering merawat pasien. Definisi ini memengaruhi cara responden menjawab. Tuliskan juga bagaimana Anda memperlakukan pasien yang tinggal sendiri.
Apakah dukungan keluarga bisa diteliti secara kualitatif? Bisa, misalnya untuk menggali pengalaman pasien menerima dukungan atau hambatan keluarga dalam merawat. Penelitian kualitatif cocok bila konteks budaya keluarga ingin dipahami lebih dalam.
Berapa jumlah butir yang ideal? Tidak ada aturan baku. Tiga sampai lima butir per dimensi memudahkan perhitungan reliabilitas tiap dimensi.
Bolehkah dukungan keluarga menjadi variabel moderasi? Boleh bila teorinya mendukung, misalnya dukungan keluarga memperlemah pengaruh stres terhadap kecemasan. Uji dengan interaksi, seperti dijelaskan di artikel moderasi di SmartPLS.
Sedang meneliti dukungan keluarga? Sejak 2007, IDTesis mendampingi mahasiswa S1, S2, dan S3 menyusun penelitian. Kami bisa membantu Anda menyusun definisi operasional dan memilih instrumen melalui konsultasi judul penelitian, mendampingi penyusunan proposal melalui layanan pendampingan tesis, serta membantu uji kuesioner dan analisis data melalui layanan olah data statistik. Pendampingan berfokus pada pemahaman Anda, sehingga Anda siap mempertanggungjawabkan hasilnya di depan penguji.
Referensi
Agustini, N., Nurhaeni, N., Pujasari, H., Abidin, E., Lestari, A. W., & Kurniawati, A. (2019). Family support towards resilience in adolescents with type I diabetes: A preliminary study in Indonesia. Asian/Pacific Island Nursing Journal, 4(2), 66–71. https://doi.org/10.31372/20190402.1028
Busebaia, T. J. A., Thompson, J., Fairbrother, H., Ali, P., dkk. (2023). The role of family in supporting adherence to diabetes self-care management practices: An umbrella review. Journal of Advanced Nursing, 79(10), 3652–3677. https://doi.org/10.1111/jan.15689
Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2003). Family nursing: Research, theory, and practice (Edisi ke-5). Prentice Hall.
Laksmita, O. D., Chung, M.-H., Liao, Y.-M., & Chang, P.-C. (2020). Multidimensional Scale of Perceived Social Support in Indonesian adolescent disaster survivors: A psychometric evaluation. PLOS ONE, 15(3), e0229958. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0229958
Ruswadi, I., Asyari, H., Marsono, Akhmadi, & Purwanta. (2023). The relationship between self-efficacy and family support with hypertension treatment adherence of elderly. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 9(1), 59–68. https://doi.org/10.17509/jpki.v9i1.59455
Wicaksana, A. L., Pramono, R. B., & Tsai, P. S. (2025). Cross-cultural validation and psychometric testing of the Indonesian version of the Medical Outcomes Study Social Support Survey for people living with diabetes. Social Science & Medicine, 373, 118017. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2025.118017








